Connect with us

Event

30 Finalis Miss Grand Indonesia Masuk Karantina

Published

on

Dikna Faradiba diapit para finalis Miss Grand Indonesia

Kabarhiburan.com, Jakarta – Ajang pencarian wanita cantik pembawa perubahan, Miss Grand Indonesia sudah bergulir. Sebanyak 30 finalis dari seluruh provinsi  sudah memasuki karantina di Hotel Sari Pacific, Kebun Sirih, Jakarta, sejak Senin (9/7).

Karantina akan berakhir pada penyelenggaraan malam Grand Final yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (21/7). Acara penganugerahan Mahkota Miss Grand Indonesia ini rencananya akan disiarkan secara live di SCTV.

Presiden Miss Grand Indonesia, Dikna Faradiba menginginkan agar seluruh finalis Miss Grand Indonesia 2018 mendapatkan pengalaman istimewa selama mengikuti proses pra-karantina dan karantina dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pihak terbaik di bidangnya

“Yang pasti ajang Miss Grand Indonesia 2018 akan menjadi ajang pencarian bakat kecantikan yang paling mewah dan paling meriah dari yang pernah ada,” ungkap Dikna saat menggelar Welcome Dinner & Grand Press Conference Miss Grand Indonesia 2018 di Hotel Sari Pacific, Rabu (11/7) malam.

Acara ini sekaligus menjadi kesempatan perdana bagi seluruh finalis, perwakilan sponsor dan media melihat secara langsung sebuah mahkota indah bertatahkan 7640 butir berlian dan ruby total 71 karat, merupakan  mahakarya desainer ternama, Rinaldy Yunardi, persembahan Passion Jewelry.

Mahkota bernilai Rp 3 Miliar ini akan disematkan ke kepala pemenang Miss Grand Indonesia 2018.

Dikna Faradiba  menambahkan, ajang yang dibentuknya ini digagas oleh para kreator muda Indonesia, pastinya memberikan sentuhan yang berbeda.

“Selain cantik dan pandai, pemenang di ajang Miss Grand Indonesia 2018 akan  mampu mewakili Indonesia di kancah internasional. Sekaligus cerminan wajah masyarakat Indonesia yang ramah, baik dan punya budaya serta tata krama yang baik di mata dunia,” ujar Puteri Pariwisata Indonesia (2015) ini.

Ajang Miss Grand Indonesia 2018 diselenggarakan Yayasan Dharma Ganitra Indonesia.  Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengungkapkan kecantikan wanita Indonesia dari keragaman suku bangsa dan budaya, seperti diungkap dalam tema Beauty in Diversity atau Kecantikan dalam Keragaman.

Berikut Para Finalis Miss Grand Indonesia 2018:

1. Eggy Fegry L. P. (Aceh)

2. Putu Ayu S. D. P. (Bali)

3. Kenya Nidia (Bangka Belitung)

4. Brenda Theresa (Banten)

5. Nadia Purwoko (Bengkulu)

6. Callista Zahra (D.I. Yogyakarta)

7. Stephanie C. M. (DKI Jakarta)

8. Rismawati (Jambi)

9. Mentari Novel (Jawa Barat)

10. Bunga Ghassani (Jawa Tengah)

11. Rizky Maylina (Jawa Timur)

12. Vegiananda E. (Kalimantan Barat)

13. Raefiana R. (Kalimantan Selatan)

14. Susan Yuliana (Kalimantan Tengah)

15. Amel Barack (Kalimantan Timur)

16. Gabrielle A. (Kalimantan Utara)

17. Arneta D. T. (Kepulauan Riau)

18. Sevin Dwi P. (Lampung)

19. Angelika S. (Maluku)

20. Ni Komang S. M. D. L. (Nusa Tenggara Barat)

21. Debora (Papua)

22. Hermin M. (Papua Barat)

23. Diana Hariaty S. (Riau)

24. Andini Aprilia (Sulawesi Barat)

25. Rahmayani (Sulawesi Selatan)

26. Lupita Randawi (Sulawesi Tenggara)

27. Sabrina Malik (Sulawesi Utara)

28. Nada Ferlysia (Sumatera Barat)

29. Putri Azizah (Sumatera Selatan)

30. Vivi Wijaya (Sumatera Utara)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Easy Goers Ajak Anak Yatim Piatu Pilih Sendiri Baju untuk Merayakan Lebaran

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Sebanyak 79 anak yatim dari Yayasan Marhaban Yatama dan Al-Abqo, langsung gembira ria saat mendapat tawaran untuk jalan-jalan ke Plasa Bintaro, tepatnya Cahaya Departement Store.

Diajak jalan-jalan saja sudah membuat mereka riang gembira. Apalagi, diizinkan untuk memilih sendiri pakaian dan sepatu baru yang diinginkan untuk dikenakan menyambut Hari nan Fitri, 1442 H, yang sudah di depan mata.

Dalam tempo relatif singkat, satu demi satu anak telah menenteng tas berisi pakaian maupun sepatu. Mereka dengan sabar menunggu teman lainnya yang masih sibuk memilih dan mencoba pakaian yang diinginkan.

“Alhamdulillah tadi ambil baju dan sweater. Senang, nggak nyangka bisa belanja di sini,” ucap Nia (13), anak yatim dari Yayasan Marhaban Yatama.

Kegembiraan sama juga dirasakan Ardi (17) dari Yayasan Al-Abqo. Ia bersama teman-temannya mengaku bersyukur diberi kebahagiaan jelang Lebaran, diajak belanja oleh Permata Warokka dari komunitas Easy Goers, Tangerang Selatan.

“Semoga ibu Permata sehat selalu, panjang umur. Dilancarkan segala usaha dan rejekinya. Alhamdulillah, sudah dua kali lebaran dibeliin baju baru,” ucap Ardi.

Kegiatan menggembirakan ini diinisiasi oleh Komunitas Easy Goers, mengajak anak-anak yatim belanja kebutuhan lebaran.

Tim Easy Goers begitu setia dan sabar menemani masing-masing anak memilih pakaian yang diinginkan. Tim lainnya berada di dekat kassa, sibuk menghitung nilai belanjaan masing-masing anak.

Menurut Yayak, humas Easy Goers, belanja bareng anak yatim menjadi acara puncak aksi sosial Easy Goers jelang Lebaran.

Sebelumnya, mereka sudah menggelar aksi sosial di berbagai lokasi di seputaran Jabodetabek, seperti menyalurkan sembako, buka bersama dan sahur on the road dan masih banyak lagi.

“Kami juga bekerjasama dengan organisasi atau komunitas yang punya misi sama. Seperti komunitas Seruni Pertiwi yang peduli terhadap kemanusiaan,” ujar Yayak menambahkan.

Permata Warokka sebagai pencetus ide sekaligus donatur dalam Easy Goers mengungkapkan bila kegiatan baksos sudah menjadi agenda rutin.

“Kegiatan berbagi ini sebenarnya sudah menjadi agenda aku setiap tahun dan selalu berganti-ganti kolaborasinya dengan komunitas,” jelasnya.

“Kebetulan sekarang berkolaborasi dengan komunitas Easy Goers, dimana aku solid bersama mereka dan alhamdulillah kegiatan yang positif ini berjalan dengan lancar,” tambahnya lagi.

Rencana kedepannya, komunitas Easy Goers akan menggelar bakti sosial lainnya. Seperti donor darah, sunatan masal dan pemeriksaan gigi secara gratis bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Insya Allah, kedepannya masih banyak kegiatan sosial lainnya. Semoga pandemi segera berlalu dan kami bisa mewujudkan niatan Easy Goers yang selalu ada bagi mereka yang membutuhkan,” jelas Permata.

Tentang Easy Goers, Permata pun menjelaskan bila komunitasnya tidak sekedar berkumpul tanpa tujuan. “Jadi aku bersama komunitas Easy Goers ini bukan hanya group WAG dan sekedar nongkrong-nongkrong. Tetapi selalu ingin berbuat hal-hal positif untuk membantu siapa saja yang membutuhkan,” katanya mengakhiri perbincangan. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

500 Paket Sembako dari IKWI DKI Jakarta Bagi Anggotanya dan Warakawuri

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Bertempat di Sekretariat PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya Lantai 9, pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DKI Jakarta menyalurkan 500 paket sembako kepada anggota dan warakawuri keluarga anggota PWI Jaya, Minggu (9/5).

Kegiatan yang mengambil tema Pandemi Bukan Halangan Untuk Terus Berbagi tersebut merupakan bagian dari Bakti Sosial IKWI Jaya pada bulan Ramadan 1442 H. Tujuannya, untuk meringankan beban anggota dan warakawuri PWI Jaya yang terdampak Pandemi Covid-19.

“Ini merupakan bagian dari kepedulian kita dengan keluarga besar IKWI yang ada di Jakarta dan sekitarnya,” kata Ketua IKWI Jaya Novi Enebelty, saat pembagian bantuan secara simbolis.

Lebih lanjut Ketua IKWI Jaya mengungkapkan, kebutuhan sembako bagi keluarga merupakan hal utama.

“Bingkisan yang berupa sembako ini, jangan dilihat dari harganya. Tapi inilah kepedulian kami pengurus kepada masyarakat maupun anggota kepada keluarga warakawuri IKWI Jaya,” imbuh Novi.

Dalam kesempatan itu, Ketua IKWI Jaya menyampaikan terima kasih kepada, PT. Kilang Pertamina Internasional Perum Perhutani (Persero), PT. PLN (Persero), Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih YPP, PT. Pertamina Hulu Energi, PT. Wijaya Karya (Persero).

Demikian pula, PT. Pelindo III (Persero), PT. Trans-Pacific Petrochemical Indotama, PT. Pertamina Lubricants, PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero), Nina Nugroho, PT. Jasa Marga (Persero) serta YBM PLN.

“Kami menyampaikan ucapkan banyak terima kasih atas kerjasama dan kepercayaan para donasi. Mudahan-mudahan kerjasama ini dapat berlanjut untuk ke depannya,” ungkap Novi.

Sementara itu, Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah mengapresiasi kegiatan penyaluran sembako yang dilakukan oleh Pengurus IKWI Jaya.

“Ini merupakan kepedulian yang besar dari Pengurus IKWI Jaya, berbagai di saat bulan Ramadhan di masa pandemi Covid – 19. Apalagi penyaluran sembako tersebut bukan hanya kepada anggota namun juga kepada Warakauri IKWI Jaya,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga di bagikan sembako secara simbolis kepada masih-masing perwakilan Warakawuri dan keluarga wartawan, yang nantinya dapat disampaikan ke masing-masing wilayah.

Kegiatan yang berlangsung semarak ini, berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

Sudah Berpartner dengan 800 UMKM, ‘meMiles’ Targetkan Sejuta Tahun Ini

Published

on

By

Eva Martini Luisa

Kabarhiburan.com – Telepon seluler seakan tidak terpisahkn lagi dari kehidupan masyarakat masa kini. Mulai dari meringankan pekerjaan, menemani belajar, mencari hiburan. Kalau perlu, telepon seluler pun menjadi teman setia dalam berbisnis.

Kemajuan teknologi komunikasi ini pula yang mendorong PT Aku Cinta Memiles (ACM), untuk terus memperkuat eksistensi dalam bisnis marketplace iklan di Tanah Air. PT ACM terus memperbanyak partnernya dari kalangan UKM (Usaha Kecil Menengah) maupun dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Eva Martini Luisa, selaku Executive Marketing PT ACM, membenarkan bahwa zaman sudah berubah menjadi serba digital. Mau tidak mau masyarakat harus mengikuti era digital. Setiap usaha, baik jual-beli maupun jasa sudah menggunakan digital. Sayangnya, masyarakat masih banyak yang kurang paham, bagaimana cara agar produk terjual lebih banyak.

“Disinilah meMiles mewadahi masyarakat, membantu para UMKM untuk mengembangkan usahanya melalui promosi usahanya di aplikasi meMiles,” jelas Eva Martini Luisa yang ditemui di sela-sela Seminar Bisnis UKM dan UMKM di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Minggu (9/5).

Menurut Eva Martini, meMililes merupakan aplikasi marketplace yang memberikan kemudahan bagi seluruh UMKM di 34 provinsi di Indonesia. Mereka bisa belajar dan dibantu, serta diberi strategi untuk mengembangkan usaha dengan sebaik mungkin sampai ke seluruh penjuru nusantara.

“Caranya, dengan mengikuti acara edukasi melalui zoom, training strategi bersama mentor berpengalaman untuk menjelaskan cara, semangat dan motivasi. Semua ini diberikan secara gratis,” jelas wanita bertubuh tambun ini.

Yang penting, kata Luisa, pengusaha tau dulu siapa target pasar. Selanjutnya aneka fitur yang sangat lengkap dan kreatif di aplikasi meMiles, akan membantu pengusaha untuk mengetahui siapa saja yang menginginkan produknya.

“Dengan kata lain, bila sudah mengetahui target pasarnya, maka akan lebih mudah bagi pengusaha untuk mengembangkan usaha dan kemana usaha tersebut mau dibawa,” katanya.

Eva Martini Luisa menambahkan bahwa meMiles telah berpartner dengan 800 UKM dan menargetkan mampu menjaring sejuta UMKM dari seluruh Indonesia. Ia meyakini bahwa melalui memIles maka usaha apapun bisa berkembang. Mereka sangat tertolong dan merasakan manfaatnya.

“Mereka bisa berkembang dengan sangat cepat, lalu menciptakan wirausaha baru dan lapangan kerja baru bagi orang disekitarnya. Dengan kata lain, mereka ikut membantu pemerintah mengatasi pengangguran,” pungkasnya.

Deddy, salah seorang peserta Seminar Bisnis UKM dan UMKM yang diselenggarakan meMiles membenarkan bahwa seminar tersebut bermaksud untuk menjadikan para UMKM bisa naik kelas, supaya menjadi wirausaha yang lebih sukses, berkembang lebih luas lagi.

“Bila penting, membuka peluang usaha untuk bikin francise” ujar Deddy, pemilik usaha garmen yang gabung meMiles sejak beberapa bulan silam.

“Setelah ikut meMiles, saya mendapat pesanan yang lebih banyak lagi, karena produk yang saya iklankan di MeMiles tidak hanya diliat oleh segelintir orang saja, melainkan di seluruh Indonesia,” jelasnya bangga.

Deddy menambahkan, dengan membayar Rp 1 juta, dirinya sudah mendapat ruang iklan produknya selama setahun.

“Saya juga dibuatkan video professional dan  video robotic, membuat iklan dproduk tampil lebih menarik terlihat di aplikasi meMiles. Itu membantu calon pembeli untuk mengetahui informasi secara lengkap tentang produk yang saya tawarkan,” ujar Deddy.

Bersama Deddy, hadir pula Nurul Cansah dengan nama usahanya, Nu’Can Collection. Ia baru beberapa hari  bergabung dengan PT ACM. Nurul mengkhususkan diri dalam membuat aneka kerajinan tangan kreatif berbahan kain perca dan limbah penjahit yang dijadikan aneka asesoris etnik.

UKM asal Pondok Gede, Bekasi ini didirikan oleh Nurul Cansah, yang merupakan perpanjangan dari usaha Tenun Lombok, Tapis Lampung dan Songket Palembang.

“Sebenarnya saya sudah memiliki tempat di Sarinah. Sekarang saya ingin mengembangkan pasar melalui meMiles, agar usaha kerajinan yang saya tawarkan diketahui oleh masyarakat luas,” ujar Nurul. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending