Connect with us

Musik

35 Tahun Bermusik, Dwiki Dharmawan Terima Penghargaan WIPO Medal For Creativity 2018

Published

on

Kabahiburan.com, Jakarta- 35 tahun berkiprah di dunia musik, musisi Dwiki Dharmawan menerima penghargaan WIPO Gold Medal for Creativity dari lembaga internasional World Intellectual Property Organization (WIPO). Penghargaan diserahkan Wakil langsung oleh Wapres Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden pada Kamis 26/4.

WIPO Gold Medal yang diberikan komposer dan musisi Dwiki Dharmawan sebagai penghargaan tertinggi atas inovasi, kreatifitas dan karakter yang telah Dwiki Dharmawan lakukan selama berkiprah sebagai musisi, komposer dan produser musik. Slain itu juga, karya karya musisi Dwiki yang mengangkat kekuatan musik tradisi nusantara untuk ditampilkan di pentas lebih dari 70 negara di dunia.

Wapres Yusuf Kalla didampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dalam kesempatan ini sekaligus membuka secara resmi intellectual Property Expo (Pekan Kekayaan Intelektual) yang dilangsungkan di Monas.

“Kegiatan ini adalah sebuah upaya ini untuk mewujudkan Indonesia sebagai produsen, promotor maupun eksportir dari produk-produk yang berbasis kekayaan intelektual dengan standar internasional,” papar Yasonna H Laoly.

Berdasarkan data Global Competitiveness Index dari World Economic Forum 2016-2017, lndonesia menempati peringkat ke-41 dari 138 negara dengan pilar inovasi menduduki peringkat 31, subpilar kapasitas inovasi menduduki peringkat ke-32, subpilar belanja teknologi tinggi pemerintah peringkat ke-12, dan subpilar paten internasional menduduki peringkat ke-99.

Wakil Presiden Yusuf Kalla menyampaikan bahwa saat ini diperlukan upaya upaya peningkatan inovasi teknologi terapan yang lebih dapat diaplikasikan secara komersial, sehingga seluruh hasil inovasi tersebut dapat mendongkrak posisi daya saing Indonesia di kancah ekonomi global. Salah satu upayanya adalah penguatan dan pengembangan HKI melalui perolehan paten atas Invensi yang dihasilkan.

Meraih penghargaan dari WIPO, Dwiki Dharmawan mengaku sangat terharu dan tersanjung. Disamping itu juga Dianugerahi Kekayaan mtelektual 2018 dari Menteri Hukum dan HAM RI.

“Penghargaan Ini bukan semata mata untuk saya, tetapi untuk semua teman teman saya dt seluruh Indonesia yang telah bergiat dan berjuang di jalur seni
musik, serta berjuang dalam bidang Kekayaan |ntelektual”, kata Dwiki, Chairman AMI Awards dan Ketua Umum Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) PAPPRI dan juga Direktur dari Lembaga Pendidikan Musik Farabi.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Desofi (Bandung) Dapat Saweran dan Diselamatkan Juragan Soimah

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Panggung 20 Besar Bintang Pantura 6 berlanjut ke Grup 3, berlangsung pada Senin (20/9). Empat biduan dan biduanita, yakni Ayu (Garut) dari Tim Kiyowo, Desofi (Bandung) dari Tim Happy, Yandi (Buton) dari Tim Terpesona dan Garyyn (Kuningan) dari Tim Sayang.

Keempat penyanyi muda ini berjuang menjadi yang terbaik pada setiap penampilannya, demi meraih sebanyak mungkin dukungan pemirsa Indosiar. Posisi polling turut menentukan nasib mereka di Panggung 20 Besar Bintang Pantura 6.

Dua biduan dan biduanita dengan polling pemirsa tertinggi dipastikan melaju ke babak selanjutnya. Sedangkan dua biduan dan biduanita yang terendah perolehan pollingnya akan menyanyikan lagu pilihan Juragan Soimah di babak Saling Senggol.

Bagi yang tidak diselamatkan Juragan Soimah, terpaksa menghentikan perjuangannya di kompetisi Bintang Pantura 6.

Lagu berjudul “Pemuda Idaman” dari Desofi (Bandung) yang membuka Panggung 20 Besar Grup 3 berhasil memikat hati Mentor, yakni Nassar, Happy Asmara, Dewi Perssik dan Via Vallen, untuk mendorong tuas.

Sukses itu juga membuat Desofi (Bandung) berhak mendapat saweran dari Juragan Soimah.

“Saya sangat senang pada penampilan kamu yang menurut saya sangat sempurna malam ini. Jadi, saya akan kasih Rp 1 Juta untuk kamu langsung,” ujar Juragan Soimah, lalu menugaskan Ajur Nunung untuk memberikan uang tunai Rp 1 Juta.

Desofi juga mendapat pujian Nassar. “Luar biasa sekali. Semoga kamu bisa melanjutkan perjuangan ini ke babak selanjutnya,” harap Nassar.

Giliran Garryn (Kuningan), anak didik Via Vallen, juga berupaya menaklukkan Panggung 20 Besar Bintang Pantura 6. Ia mengajak seisi Studio 5 Indosiar bergoyang bersama lewat lagu “Kuncung”.

Garryn (Kuningan)

Via Vallen, Happy Asmara, dan Dewi Perssik mendorong tuas. Sebaliknya, Nassar enggan mendorong tuas.

“Di awal-awal tadi kamu keren sekali karena memasukkan unsur musik jazz. Tetapi ketika di part dangdut, kamu masih kebawa musik jazz yang sebelumnya. Yang seharusnya part dangdut koplo, kurang terlihat,” ujar Nassar.

Sementara Via Vallen sebagai mentor memberi pembelaan untuk Garryn (Kuningan), menilai sudah berupaya memberikan yang terbaik.

Kompetisi berlanjut pada penampilan Ayu (Garut), yang menyanyikan lagu “5 Menit Lagi”, hanya mendapat tiga bintang dari tiga Mentor.

Nassar yang merupakan mentor dari Ayu (Garut) justru tidak mendorong tuas. Nassar pun mengungkap alasannya engan mendorong tuas.

“Ini seharusnya tugas berat dari Mentor yang mendidiknya. Kenapa penampilan malam ini justru tidak lebih baik dari Panggung Pilih-Pilih?,” ujar Juragan Soimah emosi. Kemudian dijawab Nassar, yang mengaku telah mempersiapkan dengan baik untuk penampilan Ayu (Garut).

Peserta terakhir, Yandi (Buton) membawakan lagu “Sayang Sayang”. Hasilnya, hanya Dewi Perssik yang mendorong tuas.

“Saya berterima kasih kepada Yandi sudah menjawab tantangan menyanyikan lagu dengan lirik berbahasa Jawa, sedangkan Yandi berasal dari Buton. Saya menilai Yandi punya potensi yang besar,” tutur Dewi Perssik mengapresiasi perjuangan anak didiknya.

Polling akhir menempatkan Garryn (Kuningan) di posisi teratas dan  Yandi (Buton) di posisi kedua, sekaligus memastikan diri untuk melaju ke babak selanjutnya.

Desofi (Bandung)

Sementara Desofi (Bandung) dan Ayu (Garut) kembali berjuang di babak Saling Senggol. Mereka menyanyikan lagu pilihan Juragan Soimah. Ayu (Garut) menyanyikan “Cukup Satu Menit” dan Desofi (Bandung) menyanyikan lagu “Talak Tilu”.

Hasilnya, Juragan Soimah memilih untuk menyelamatkan Desofi (Bandung). Itu artinya, Ayu (Garut) harus menghentikan perjuangannya di kompetisi Bintang Pantura 6.

Dengan demikian, hingga Senin (20/9) Tim Happy, Tim Sayang, dan Tim Kiyowo masing-masing telah kehilangan satu orang anak didik.

Kompetisi Panggung 20 Besar Bintang Pantura 6 masih berlanjut mala mini, Selasa (21/9) menampilkan Grup 4 ditayangkan oleh Indosiar secara LIVE sejak pukul 20.30 WIB. (TS. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Kangen Keluarga, Jirayut DAA Persembahkan ‘Rindu Setengah Mati’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Presenter sekaligus penyanyi jebolan Dangdut Academy Asia, Jirayut Afisan alias Jirayut DAA, baru saja meluncurkan single berjudul ‘Rindu Setengah Mati’, ciptaan Adibal Sahrul.

Baginya, menjadi single keempat sepanjang karirnya di dunia hiburan Tanah Air. Sebelumnya, Jirayut telah merilis Goyang Gultik (2021), Tiada Tara (2020) dan Jambret Cinta (2019).

“Alhamdulillah, bersyukur banget bisa mengeluarkan karya terbaru lagi. Terima kasih kepada Indosiar yang telah memberi kesempatan bagi saya untuk terus berkarya,” ujar Jirayut dalam program Semangat Senin (13/9).

Ungkapan syukurnya mengingat penggarapan single kali ini dilakukan disela-sela kesibukannya sebagai presenter.

“Waktunya mepet banget, dilakukan dengan curi-curi waktu untuk take vokal. Lanjut ke video klip digarap bersama tim selama seminggu, termasuk syuting di Karangbolong,” kenang pria kelahiran.

Seperti judulnya, lagu ini menceritakan rasa rindu yang luar biasa kepada siapa saja, baik kekasih kekasih maupun keluarga.

“Saya, misalnya, sudah 4 tahun tidak bertemu ibu, tentu rindunya luar biasa,” ujar pria kelahiran Narathiwat, Thailand, ini.

Jirayut DAA dan Eva LIDA (Foto: Instagram)

Berbeda dari single sebelumnya, Jirayut kali ini melibatkan Eva Yolanda jebolan LIDA 2020, yang akrab disapa Eva LIDA.

“Saya bersykur dilibatkan dalam video klip. Ini pengalaman baru bagi saya,” ujar gadis asal Nusa Tenggara Barat, yang berjanji akan promosi single Rindu Setengah Mati melalui media sosial.

Khususnya Jirayut bersama Jination (sebutan fanbase Jirayut) berikut lebih dari 5,3 juta followers di mancanegara, akan diharapkan terhibur oleh karya terbaru Jirayut.

“Mereka selalu mendukung aku dalam setiap kegiatan dan mendoakan kesuksesan bagi aku. Bersyukur banget. Semoga penggemar pecinta musik, menyukai semua karya Jirayut,” pintanya. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Bangga, Fitri Carlina Luncurkan Dua Single Dangdut di Times Square, New York

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Kamis (9/9/2021) akan menjadi momen tak terlupakan dalam perjalanan karir Fitri Carlina. Pada hari tersebut Fitri merilis dua single terbarunya, berjudul “Cafe Dangdut” dan “Only Options” (duet dengan penyanyi Amerika, Eskoh). Itu dilakukan di kawasan ikonik,Times Square, New York, Amerika Serikat.

Fitri Carlina menjadi penyanyi dangdut sekaligus penyanyi Indonesia pertama yang merilis lagunya di kawasan terkenal kota New York.

Bukan itu saja. Dalam kesempatan yang istimewa di tengah-tengah gelaran acara “IndoPop Movement 9/9 21″, Fitri juga tampil menyanyikan beberapa lagu populernya.

Fitri mengatakan tidak menyangka, publik Amerika begitu terkesan dengan musik dangdut. Tak salah, jika ia mengaku sangat bangga karena bisa membawa nama dangdut di dunia internasional.

“Bersyukur banget, Alhamdulillah, di sini dangdut benar-benar diakui, dibanggakan. local people Amerika, bahkan benar-benar suka dengan dangdut, dan dicari,” kata Fitri, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/9).

“Di sini aku berjuang membawa nama dangdut, nama Indonesia, dan pastinya juga nama Nagaswara. Dua lagu tersebut dirilis di Indonesia di bawah Nagaswara, dan di Amerika di bawah Wepoc Global,” terang pelantun “ABG Tua” itu.

Sebelumnya, Fitri Carlina sempat memperdengarkan dua lagu tersebut pada acara grand launching Cafe Dangdut New York, Jumat (3/9/2021). Selanjutnya, pada momen rilis dua lagu tersebut di Times Square, ia dan Eskoh mendapat kesempatan untuk melakukan live concert. Fitri mengaku sangat bersyukur.

Tampil dalam live consert di Times Square menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Fitri Carlina. Penyanyi kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur itu menyebut, ia bahkan tidak pernah bermimpi dapat hadir di Amerika dan memperlihatkan karya-karyanya selama bertahun-tahun di dunia dangdut.

“Bisa sampai ke Amerika, bahkan sampai berkarir dan show di sini tidak pernah ada dalam mimpi dan cita-cita saya. Ini adalah amanah dari jalan Allah, dan aku harus benar-benar menjalankan dengan ikhlas. Ini aku anggap juga tugas dari Allah dan negara untuk aku bawa nama dangdut dan kopi Indonesia di kancah internasional,” katanya.

Launching dua lagu Fitri Carlina di Times Square adalah bagian dari dua project utama yang dikerjakan Fitri bersama para sahabatnya, yakni Grand Launching Cafe Dangdut New York dan “IndoPop Movement 9/9 21″. Artinya, Fitri tidak hanya terlibat sebagai pengisi acara, tapi juga founder, owner dan produser.

“Ya, bareng-bareng dengan tim kami bersama WEPOC Global, ada Mas Romi Sembiring, Mbak Esqi, Dina Fatimah dan juga pastinya adalah Konjen RI New York Pak Arifi Saiman. Jadi, ini hasil kerja keras bersama. Perjuangan kita beberapa bulan ini. Alhamdulillah, kita akhirnya bisa show di Times Square,” kata penyanyi kelahiran 29 Mei 1987 itu. (TS)

Continue Reading
Advertisement

Trending