Connect with us

Musik

47 Tahun Berkarya, God Bless Rilis Lagu Baru ‘Untuk Indonesiaku’

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sambut 47 tahun berkarya, grup band legendaris God Bless persembahkan lagu spesial berjudul Untuk Indonesiaku, dirilis bertepatan pada HUT Kemerdekaan RI ke 75.

Dari judulnya saja, Untuk Indonesiaku, sudah bisa dipastikan liriknya bertema cinta Tanah Air.  Lagu ini menjadi karya pertama bagi Godbless sejak merilis album Cermin 7 pada Januari, 2017 silam.

Ada suasana haru bagi band yang beranggotakan Achmad Albar (Vocal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Abadi Soesman (keyboard) dan Fajar Satritama (drum), saat menggarap karya terakhir musisi Areng Widodo (Alm).

Ian Antono menceritakan pertemuannya dengan  Areng Widodo (Alm) pada 30 Oktober 2019. Ketika itu Areng tengah dirawat  di RS Paru Dr. Goenawan Partowidigdo, Cisarua, Bogor. Cisarua Bogor.

“Saat itu kondisi Areng terlihat sangat lemah, namun tetap semangat membahas lagu Untuk Indonesiaku. Areng berharap, agar lagu tersebut bisa dibawakan oleh Ahmad Albar dan God Bless,” ujar Ian Antono dalam jumpa pers virtual, Selasa (18/8).

Dalam kesempatan yang sama, Achmad Albar menjelaskan bahwa lagu Untuk Indonesiaku secara lirik bercerita tentang rasa cinta seorang seniman terhadap Tanah Air.

“Oleh sebab itu ini momen yang tepat untuk merilis single ini, yaitu pas bertepatan dengan Ulang Tahun kemerdekaan RI yang ke 75,” ujar Achmad Albar.

Menurut Donny Fatah, lagu Untuk Indonesiaku memiliki aransemen unik yang berbeda dari lagu-lagu God Bless pada umumnya.

“Ini seperti lagu mars. Aransemennya ada unsur-unsur drumband, tetapi tetap dengan warna aransemen God Bless. Saya main bass menyesuaikan dengan karakter lagu, namun tetep enjoy,” tambah Donny Fattah.

Sementara, Fajar Satritama mengaku perlu mencari sound khusus yang sesuai dengan karakter lagunya.

“Saya butuh waktu khusus untuk mempelajari lagu, terutama untuk mencari karakter snare yang pas, karena butuh snare dengan karakter seperti snare pada drumband,” tembah Fajar.

Persahabatan para personil God Bless dengan Areng Widodo telah berkelindan selama lebih dari tiga dekade. Dimulai ketika Achmad Albar bersolo karir dengan ciptaan Areng Widodo, Syair Kehidupan (1980), disusul Dunia Huru-Hara (1981) hingga Dunia Dibakar Api (1988).

Bersama Donny Fattah pun pernah bekerja sama, menggarap album Daun Daun Surga yang dibawakan oleh Bangkit Sanjaya, (1985).

Tidak ketinggalan, Ian Antono pernah bekerjasama untuk dua lagu, yakni Jarum Neraka (1984) dan Tangan-Tangan Setan (1985) yang melambungkan nama Nicky Astria.

Kedekatan para personel  mendorong God Bless untuk menyelesaikan single Untuk Indonesiaku di tengah pembahasan materi album baru.

“Selain karena Areng seperti mewasiatkan lagu ini untuk God Bless, lagu ini juga memang bagus dan pas buat God Bless. Baik secara lirik maupun melodi lagu. Jadi sangat layak untuk dibawakan God Bless,” imbuh Ian Antono.

Lagu Untuk Indonesiaku dari God Bless secara resmi sudah tersedia di semua platform digital, seperti Spotify, iTunes dan Joox. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Andi Rianto Jelaskan Alasan Kolaborasinya Dengan Bona Pascal

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Komposer kenamaan Indonesia, Andi Rianto, baru saja menorehkan namanya ke dalam tiga nominasi AMI Awards 2020, yakni Penata Musik Pop Terbaik, Pencipta Lagu Anak-anak Terbaik dan Penata Musik Lagu Anak-anak Terbaik.

Prestasi ini menyusul suksesnya sepanjang tahun ini mengantarkan sejumlah penyanyi dan musisi pendatang baru ke tangga popularitas di industri musik Tanah Air.

Sebut saja Ajeng, Kevin Widya dan Maruli Tampubolon, berhasil mencuri perhatian penggemar musik, setelah bersinergi dengan Andi Rianto.

Hingga yang terbaru, berkolaborasi dengan Raisa. Mereka merilis ulang karya masterpiece-nya berjudul Bahasa Kalbu, bersama Titi DJ dan Dorie Kalmas.

Jelang penghujung tahun ini, Andi Rianto menjatuhkan pilihannya kepada Bona Pascal, yang menjadi pasangan kolaborasi berikutnya.

Dilansir dari akun Instagram @andirianto official, pria di balik Magenta Orchestra ini melihat Bona Pascal pertama kali di Instagram melalui challenge lagu Tak Berhenti.

“Saya selalu senang berkolaborasi dengan para musisi muda dan semangatnya untuk bermusik. Kali ini saya bersyukur sekali bisa menerjemahkan pesan cinta universal dari lirik lagu karya Bona, yang sekiranya dapat terus mengingatkan kita … semua ini karena kamu… karena cinta,” jelas Andi Rianto tentang alasan kolaborasinya dengan Bona.

Seperti diketahui, Bona Pascal yang tengah aktif merilis beberapa lagu di tahun ini, bahkan sempat merilis lagu bersama Abdul & The Coffee Theory.

Kabarnya, Bona akan meluncurkan hasil berkolaborasinya dengan Andi Rianto pada awal November mendatang. Seperti apakah hasil kolaborasi dari dua pria kelahiran Sorong, Papua ini? Simak terus kabar terbaru mereka melalui akun Instagram Bona Pascal (@bonapascal) dan Andi Rianto (@andirianto_official). (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Usai Menjuarai LIDA, Meli Nuryani Rilis Single Perdana, ‘Hikmah’

Published

on

By

Meli Nuryani (Foto: Instagram Meli Nuryani)

Kabarhiburan.com – Sang juara Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020,  Meli Nuryani (16) mulai melangkah ke industri musik Tanah Air dengan merilis single perdana berjudul Hikmah.

Lagu tersebut secara khusus diciptakan oleh musisi dangdut ternama, Hendro Saky, sebagai penanda kemenangan Meli, sekaligus langkah awal karirnya sebagai penyanyi profesional.

Di bawah naungan label 3D Entertainment dan artist management Stream Entertainment, Meli melepas Hikmah melalui music video di kanal YouTube 3D Entertainment, Sabtu (24/10).

Hendro Saky menilai kualitas suara Meli berada di atas rata-rata, meski usianya masih muda belia. Pertama, Meli memiliki tehnik dan olah vokal yang sangat bagus bahkan nyaris sempurna.

“Kedua, Karakter vokal Meli memang dangdut banget. Dia juga mampu melantunkan cengkok-cengkok dangdut yang sangat tajam, artinya cengkok yang banyak sekali melibatkan not. Ini luar biasa. Hanya penyanyi dangdut profesional yang bisa melakukan ini,” jelas Hendro Zaky dalam siaran pers, Senin (26/10).

Hendro Saky lalu menyandingkan Meli dengan Lesti (Juara Dangdut Academy 1) dan Selfi (Juara 1 LIDA 2018). Ia menilai, ketiganya sangat piawai melantunkan cengkok-cengkok dangdut.

Gadis yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA ini merasa bersyukur telah dipercaya untuk membawakan karya Hendro Saky sebagai langkah awal karirnya di industri musik.

“Alhamdulillah, aku langsung suka banget sama lagunya sejak pertama kali dikasih tau ini lagu untuk Meli.  Saking sukanya, aku benar-benar nggak sabar lagu ini rilis. Proses rekaman berjalan lancar dan cepat,” ujar Meli yang menggarap music video selama 2 hari.

Music Video tersebut menceritakan Meli berpacaran dengan Randa dan membangun sebuah usaha bersama, yaitu kedai kopi.  Namun hubungan mereka menemui jalan buntu, hingga Gunawan datang mendekati Meli.

Meli berharap pesan lagu Hikmah dapat tersampaikan, seperti tertulis dalam penggalan liriknya.

“Ku coba mencintai kehilangan, Seperti mencintai kehadiran, Karena ku yakin ada dan tiada, Hikmah hidup dari yang kuasa”.(Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Menunggu Penampilan Terbaik Tiga Grand Finalis di ‘Konser Kemenangan KDI 2020’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Menggelar babak Grand Final Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2020, MNCTV sukses menghibur masyarakat Indonesia di tengah suasana pandemi Covid-19.

Tiga grand finalis, yakni Gita (Lombok), Haviz (Dumai) dan Wahid (Sidoarjo), berhasil memberikan penampilan terbaik di Studio RCTI+, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (26/10) malam.

Disajikan secara live dari panggung indoor nan megah RCTI+ yang merupakan salah satu studio terbesar dan tercanggih di Asia, membuat penampilan tiga grand finalis semakin spektakuler.

Tersedia pula bagi sejumlah artis, panggung outdoor yang menyajikan Water Fountain, air mancur dengan iringan tata cahaya menawan yang menari mengikuti ritme lagu, menambah semaraknya Grand Final KDI 2020.

Membuka Grand Final, Wahid berduet dengan Ayu Ting Ting membawakan lagu Bole Chudiyan dan Dhoom Machale dengan iringan koreo seperti kolosal Bollywood bersama Vina Fan & Friend, berhasil mengajak para juri bergoyang.

Suasana Bollywood seketika berubah menjadi suasana K-Pop oleh penampilan Gita duet Via Vallen yang energik saat menyanyikan lagu How You Like That dan Kupuja Puja.

Tak mau kalah, Haviz pun mengajak Dewi Perssik membawakan lagu Salah Apa Aku, berhasil membuat Juri takjub pada penampilan mereka.

Panggung KDI dibuat semakin meriah oleh kehadiran Master Limbad dan Rhomedal. Keduanya sukses membuat tegang para penonton oleh aksi membengkokkan besi di leher.

Haviz menjadi kontestan pertama yang sukses mencetak 3 standing ovation dan mendapatkan komentar positif dari juri Iis Dahlia dan juga Ayu Ting Ting.

Para juri menilai Haviz mampu memberikan penampilan terbaik sejak audisi dan  membawakan lagu selalu enjoy.

“Alhamdulillah, bangga dan puas karena saya dan Kak Danang merasa bahwa ini penampilan terbaik saya selama audisi” ujar Haviz.

Begitu pula penampilan Wahid. Meski kondisinya kurang fit, pria asal Sidoarjo ini mampu membuat Danang takjub saat membawakan lagu Duit, yang dipopulerkan oleh Endang Kurnia.

“Saya merasa lebih tertantang lagi karena ini Grand Final, dimana banyak temen-temen yang ingin di posisi ini. Jadi adrenalin saya terpacu dan semoga penampilan saya tadi tidak mengecewakan para pendukung,” kata Wahid.

Gita (Lombok) yang mengakhiri panggung Grand Final, masih sempat membuat penonton ikut bergoyang mengiringi lagu Anak Yang Malang karya Rhoma Irama.

Ekspresinya memang kurang maksimal, tetapi Gita mampu membuat juri bertepuk tangan.

“Gita tampil dengan paket lengkap. Suaranya oke, aksinya oke, wajahnya oke, kamu sudah terlihat menjadi bintang KDI dari Lombok,” puji Danang.

Gita pun mengomentari penampilannya. “Gita kurang puas, karena aku merasa tadi ada beberapa part yang kurang maksimal menyanyikannya” ujar Gita.

Malam Grand Final KDI 2020 diakhiri oleh penampilan Via Vallen. Ia membawakan lagu ciptaannya sendiri berjudul Mung Titipane.

Ketiga kontestan juga sangat senang berkesempatan untuk tampil di studio RCTI+,  dengan panggung yang sangat besar, dengan visualisasi LED yang canggih, serta tatanan cahaya lampu yang menakjubkan.

“Aku baru pertama kalinya perform di panggung yang sangat spektakuler. Aku sempat gugup karena panggungnya megah sekali. Alhamdulillah, aku bisa mengatasinya dan berasa seperti konser tunggal,” kata Haviz.

Perjuangan mereka masih berlanjut ke momen yang ditunggu-tunggu semua pendukung mereka, yakni  ‘Konser Kemenangan KDI 2020’, digelar pada Senin (2/11). Siapakah Juara KDI 2020?

Ayo, dukung terus kontestan idola kalian melalui SMS dengan format ketik KDI (spasi) Nama Kontestan kirim ke 95151 dan melalui aplikasi RCTI+.

Jangan lupa, saksikan secara langsung ‘Konser Kemenangan KDI 2020’, Senin, 2 November 2020, pukul 19.00 WIB di layar MNCTV. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. MNCTV)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending