Connect with us

Film

‘7 Hari Sebelum 17 Tahun’ Diangkat Jadi Film Seri di STRO Aplikasi Streaming

Published

on

Kabarhiburan.com – Aplikasi streaming berbasis subscription (SVOD), STRO, mempersembahkan film seri berkualitas bertajuk 7 Hari Sebelum 17 Tahun. Sebuah tontonan menarik di Hari Kasih Sayang untuk pecinta film Tanah Air.

Episode pertamanya tayang pada Minggu 14 Februari mendatang. Episode selanjutnya akan tayang Minggu berikutnya,” ujar produsernya, Dewi Monica dalam Virtual Press Conference and Screening Episode perdana, pada Jumat (12/2) sore.

Menariknya lagi, film seri 7 Hari Sebelum 17 Tahun hanya akan tayang sepanjang 7 episode. Bagi penonton usia dibawah 13 tahun perlu didampingi orang tua.

Seperti judulnya, film seri ini menghadirkan para aktor dan aktris belia. Sebut saja, Tissa Biani, Lyodra Ginting, Davina Karamoy, Endy Arfian, Marcell Darwin dan masih banyak lagi.

Mereka didampingi para aktor senior, seperti Ray Sahetapy, Rowiena Umboh, Karina Suwandhi, Willem Bevers, serta Ginanjar Sukmana. Ginanjar (56) bahkan berakting sebagai siswa SMA berusia 16 tahun.

Memang film ini mengisahkan potret kehidupan kalangan siswa-siswi SMA. Mereka dihadapkan pada segenap lika-liku dalam proses penerimaan di lingkungan sekolah yang tidak selalu mudah, sehingga berdampak pada diri sendiri.

Mengangkat isu menarik yang sering terjadi di dalam kehidupan remaja, seperti percintaan, persahabatan dan perundungan. Situasi yang seringkali membuat hilangnya rasa percaya diri, kegelisahan dan depresi.

Mereka akhirnya mencari penyelesaiannya masing-masing, meski tidak selalu menemukan jalan keluar yang benar.

Sutradara Rangga Nattra.

STRO melalui sutradara Rangga Nattra, berhasil memadukan pemain belia dengan para aktor dan aktris yang kaya pengalaman akting, di dalam film yang mengangkat isu perundungan alias bullying.

“Kami berharap film ini dapat menjadi wadah bagi mereka yang mengalami perundungan atau bullying, This is the time to speak out, let’s cope this with us, you are not alone, ujar Rangga Nattra, sutradara kelahiran pulau Dewata ini.

Jangan lewatkan film seri 7 Hari Sebelum 17 Tahun episode perdana, Minggu (14/2). Bisa disaksikan di STRO dengan mendownload aplikasinya di Google Playstore atau Apple Appstore atau mengunjungi www.stro.tv dan berlangganan Rp. 10.000 sebulan. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. STRO)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Nyanyikan Lagu ‘Ada’ pada Serial ‘Jadi Ngaji’, Algyle Gaungkan Pentingnya Persahabatan

Published

on

By

Algyle membawakan lagu ‘Ada’ pada serial ‘Jadi Ngaji’. (Foto Istimewa)

Kabarhiburan.com – Bagi penonton serial bergenre religi Jadi Ngaji, yang tayang di Over The Top, GoPlay, tentu sudah tidak asing dengan lagu-lagu temanya. Salah satu lagu berjudul Ada.

Lagu Ada dinyanyikan oleh pemuda multitalenta, Algyle, yang piawai memainkan sejumlah alat musik, seperti gitar, piano dan saksofon.

Algyle memiliki vokal yang unik, membuat pihak Arseri Creative House merasa lagu Ada, yang menyuarakan pentingnya persahabatan dan sifat saling mendukung, sangat cocok dibawakan oleh Algyle,

Lagu Ada bercerita tentang rasa syukur terhadap hubungan yang dipersatukan dalam ikatan persahabatan adalah berkah dan kenikmatan yang tidak ternilai harganya. Syairnya juga menekankan pada makna menghargai perbedaan dalam persahabatan.

Komposernya, Khalishah Isyana, mengatakan bahwa lagu Ada diciptakan untuk menjadi lagu road trip yang menemani perjalanan bersama sahabat-sahabat tersayang. Sebagaimana persahabatan adalah hubungan, yang juga merupakan perjalanan, mengalami turun dan naik pada prosesnya.

Sementara itu, bagi Muthia Zahra Feriani selaku penulis lirik, mendedikasikan lirik tersebut untuk sahabat dan semua orang yang menghargai persahabatan dengan kehadiran yang utuh dan kesetiaan yang menyeluruh.

Friendship bukan hanya dinikmati untuk mereka yang ada di umur yang sama, tapi lebih dalam dari itu, persahabatan adalah hubungan antar sesama yang pada intinya menekankan pada kebaikan bagi satu sama lain,” ujar Muthia Zahra, dalam keterangan resmi, Jumat (26/2).

Lagu ini bisa didengarkan di Spotify, Apple Music, Joox, Youtube Music, dan digital streaming platform lainnya, mulai tanggal 26 Februari 2021.

Serial Jadi Ngaji mengisahkan perjalanan para karakter dalam menemukan esensi Ibadah yang sesungguhnya, dari yang pada awalnya terpaksa mengaji untuk memenuhi agenda pribadi masing-masing.

Berbekal pengalaman sebagai pecandu gim, Lukman, sang tokoh utama, berupaya mencari metode belajar mengaji yang efektif bagi murid-murid Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), lewat berbagai permainan dan interaksi seru lainnya. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Inspiratif! Novel ‘Si Doel Anak Jakarta’ Akan Dijadikan Webseries

Published

on

By

Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli Amar diapit oleh Achmad Fahrodji dan Aditya Yusma Perdana. (Dok. Istimewa)

Kabarhiburan.com – Novel Si Doel Anak Jakarta versi original, karya Aman Datuk Madjoindo terbitan Balai Pustaka pada tahun 1932, kelak akan dapat dinikmati dalam format webseries.

Webseries yang digarap oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut, akan mengusung pesan kesalehan, jiwa sosial, dan toleransi anak-anak Betawi.

Sebelum sampai kesana, BNPT melakukan Konferensi Pers virtual bertema Pentingnya Pendidikan Toleransi Melalui Sastra Klasik dalam Media Milenial ‘Si Doel Anak Jakarta’ karya Aman Datuk Madjoindo, berlangsung di Gedung Balai Pustaka Jakarta, Senin (22/2).

Komjen Pol Boy Rafli Amar selaku Kepala BNPT mengatakan bahwa karya asli dari kakeknya ini diangkat menjadi sebuah webseries, didasarkan pada semangat pembangunan nasionalisme. Selain juga menghibur dan memberikan sumbangan pemikiran.

“Tentu ada kaitan dalam membangun akhlak, semangat toleransi dan nasionalisme. Ini harus dapat menjadi perhatian yang bisa dilakukan,” kata Boy Rafli.

Ia menambahkan, karakter Si Doel Anak Jakarta yang bertoleransi dan belajar agama agar menjadi akhlak yang baik dan meraih masa depan yang baik pula.

“Ini kita kemas dan tonjolkan. Itulah pesan yang ingin kita kirim kepada publik. Kita ingin publik menempuh contoh-contoh terbaik yang pernah ditunjukkan dari pemikiran Si Doel ini,” ungkap Boy Rafli.

“Tentu dengan karya film, masyarakat akan lebih mudah melihat, kemudian menangkap pesan itu. Tetapi di situ ada unsur hiburan dan mengedukasi publik. Sebenarnya, itu harapan dari BNPT,” katanya.

Sementara itu, Achmad Fachrodji selaku Direktur Utama PT. Balai Pustaka mengatakan bahwa Aman Datuk Madjoindo adalah sastrawan legendaris Indonesia yang melawan penjajahan melalui tulisan.

Memulai karir sebagai penulis sejak tahun 1920, Aman Datuk Madjoindo pro kemerdekaan RI. Ketika banyak novel dari karya para sastrawan lainnya yang tidak diizinkan terbit. Sebaliknya, novel-novel karya Aman Datuk Madjoindo lulus sensor dari kolonial Belanda, karena mengangkat genre anak-anak yang tidak menjadi perhatian kolonial Belanda.”

Aman Datuk Madjoindo sangat mencintai Indonesia. Terbukti, penerbit di Malaysia pada saat itu sangat tergiur untuk menerbitkan buku-buku yang beliau tulis dengan menawarkan imbalan yang cukup besar, tapi ditolaknya.

“Aman Datuk Madjoindo lebih memilih Balai Pustaka, penerbit dari Tanah Airnya sendiri,” jelas Achmad Fachrodji yang menganjurkan agar casting webseries Si Doel Anak Jakarta dilakukan di Balai Pustaka.

Aditya Yusma Perdana selaku Produser webseries Si Doel Anak Jakarta membenarkan, sudah sewajarnya karya sastra klasik dari Aman Datuk Madjoindo terus dilestarikan.

Baginya, banyak hal positif yang bisa dipetik dari karya Si Doel Anak Jakarta, di tengah ingar bingar informasi di era digital saat ini.

“Karya-karya beliau menjadi tamu kehormatan di mancanegara, pun juga sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita melihat banyak karya beliau yang difilmkan dan sinetron, serta menjadi literasi di beberapa universitas terkemuka,” jelas Aditya Yusma Perdana.

Aditya Yusman Perdana juga mengatakan Si Doel Anak Jakarta merupakan salah satu contoh kasus transformasi untuk melepaskan stereotip lama yang melekat pada masyarakat Betawi. Salah satunya adalah ketidakmampuan secara pendidikan maupun secara ekonomi.

Si Doel Anak Jakarta ini mampu mengubah stigma tersebut lewat kepandaian dalam mengaji dan berakhlak. Kesalehan sosial tersebut menjadikan anak tersebut sukses dalam hidupnya, karirnya dan sukses pula dalam cintanya,” jelas Aditya Yusman Perdana.

Ia pun berharap webseries Si Doel Anak Jakarta menjadi film anak-anak yang berkualitas dan menjadi tontonan sekaligus tuntunan.

“Tontonan yang pasti menghibur,serta  tuntunan yang memberikan edukasi tentang toleransi dan budaya mencegah tumbuhnya bibit-bibit kekerasan yang mengarah pada terorisme dan sebagainya,” katanya. (Muhammad Fadhli)

Continue Reading

Film

Menginspirasi, Drama Korea ‘Vincenzo’ Jadikan Kopiko Sebagai Sponsor

Published

on

By

Drama Korea ‘Vincenzo’ didukung Kopiko. (Foto: tangkapan layar YouTube Viu212)

Kabarhiburan.com – Memperluas pangsa pasar di luar negeri, PT Mayora Indah Tbk, lewat salah satu produknya, Kopiko, bekerjasama dengan salah satu rumah produksi di Korea Selatan untuk menghasilkan serial drama terbaru yang berjudul Vincenzo.

Vincenzo yang sebagian syutingnya dilakukan di Italia, merupakan serial drama dibintangi aktor tampan, Song Joong-ki. Selain disiarkan di stasiun televisi nasional Korea Selatan, TvN, drama ini juga tayang lewat Netflix dan dapat disaksikan di berbagai negara.

Vincenzo sedang diminati oleh pecinta drama Korea Selatan di Tanah Air. Selain menghadirkan jalan cerita yang menarik, juga sebagai awal come back-nya Song Joong Ki.

Drama ini berkisah tentang Joo Hyeong yang diadopsi pada usia 8 tahun, lalu pindah ke Italia. Kini setelah dewasa dan memiliki nama Vincenzo Casano (Song Joong Ki), menjadi pengacara yang bekerja untuk mafia sebagai seorang consigliere. Dia melarikan diri ke Korea Selatan karena perang antar kelompok mafia.

Di Korea Selatan, dia terlibat dengan Pengacara Hong Cha Young (Jeon Yeo Bin). Cha Young adalah tipe pengacara yang akan melakukan apa saja untuk memenangkan kasus. Vincenzo Casano jatuh cinta padanya. Hingga akhirnya, Vincenzo mampu mencapai keadilan sosial dengan caranya sendiri.

Drama Vincenzo digarap oleh sutradarai oleh Kim Hee Won, sineas di balik drama The Crowned Clown (2019), Money Flower (2017), Golden Pouch (2016), Glamorous Temptation (2015) dan Warm and Cozy (2015).

Sudah sewajarnya bila Andre Sukendra Atmadja, selaku Presiden Direktur Mayora Group, mengungkapkan kebanggaannya,kini  produk asli Indonesia tampil di seri drama kelas dunia.

“Kita bangga sekali, Kopiko sebagai merek Indonesia yang mendunia, merupakan aset negara yang berharga” ujar Andre Sukendra Atmadja dalam keterangannya, Senin (22/2).

Ia berharap, pencapaian ini akan menginspirasi, semakin banyak merek Indonesia yang mendunia seperti Kopiko dan sudah tersebar di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

“Saat ini Kopiko juga sudah dinikmati oleh konsumen di Korea Selatan,” ujar Andre Sukendra Atmadja menambahkan.

Kopiko dikenal sebagai gantinya ngopi, merupakan produk inovatif yang terbuat dari kopi asli. Memungkinkan siapa saja untuk menikmati secangkir kopi dimana saja dan kapan saja. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending