Connect with us

Lifestyle

Alexander Christie Hadirkan Koleksi Terbaru Jam Tangan ‘Tabrak Warna’

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Belakangan ini segala sesuatu yang bertema 90an kian digemari. Sebut saja, kemeja flanel, sneakers bersol tebal, jaket denim berhias patch, hingga pakaian berwarna vibrant.

Tren ini juga menginspirasi label jam tangan Alexandre Christie akan meluncurkan koleksi jam tangan terbaru, AC DIGI pada Januari mendatang.

AC DIGI yang merupakan generasi kedua ini menyediakan 13 varian warna dial, diantaranya tujuh warna strap nato berbeda dan enam warna silicon strap, yang terbilang dominan.

Untuk dial, hadir pada warna merah, kuning, biru, hingga hijau tosca. Sementara nato strap cenderung lebih dinamis warnanya, memiliki hiasan garis dan terdiri dari tiga warna. Di antaranya perpaduan merah-putih-abu, abu-putih-hijau tosca, atau merah-putih-biru dongker.

Tersedia pula nato strap bermotif army bagi mereka yang ingin tampil manly. Sementara bagi mereka yang ingin tampil serba hitam AC DIGI melengkapinya dengan all black silicon jacket.

Kasih Rama selaku Head of Brand Activation Alexandre Christie, menyebutkan konsep ‘tabrak warna’ ini cocok untuk merepresentasikan gaya di tahun 90an.

Dari kiri ke kanan: Shawati, Kasih Rama, Henry Judiffer.

“Kami mau ajak para generasi 90an untuk bergaya kembali dengan jam tangan ini. 90s kan sukanya nabrak-nabrak. Jadi enggak peduli baju dan jamnya warna apa,” ujar Kasih Rama dalam acara prelaunch AC DIGI, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/12).

Tampilan ragam warna memang paling ditonjolkan pada koleksi ini. Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodasi segala jenis karakter anak muda, yang senang berganti-ganti tampilan jam tangan.

“Dari insight konsumen yang kami dapatkan, milenial lebih suka yang diganti-ganti. Jadi punya satu, tinggal beli aksesori seperti strap-nya saja,” ujar Kasih yang menambahkan bahwa ragam warna AC DIGI mampu mengakomodasi segala jenis karakter anak muda.

Ia memisalkan karakter pendiam, bisa menggunakan AC DIGI dengan dial berwarna putih dengan nato strap warna merah-putih-biru dongker.

Sementara mereka yang feminin bisa menggunakan AC DIGI dengan nato strap berwarna abu-merah muda yang dipadukan dengan dial case bening. Bagi yang gemar bergaya nyentrik, AC DIGI menyediakan paduan warna biru dan jingga.

“Untuk kasual sih biasanya lebih baik pakai warna netral yang tidak terlalu bertabrakan. Tapi semua kembali lagi pada masing-masing individu,” jelas Kasih menjawab pertanyaan tentang harga.

“Nanti bisa dicek di medsos kami pada Januari 2019 mendatang. Yang jelas, produk ini unisex dengan mengusung trend back to 90’s,” imbuh Kasih.

Seperti diketahui jam tangan berdiameter 38 x 39 mm ini sudah didukung oleh teknologi water resistant, selain memiliki back case dan inner material stainless steel. Fasilitas ini mengisyaratkan bahwa jam  tangan AC DIGI bisa digunakan untuk berbagai kegiatan ekstrim. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Hadirkan ‘Fantasi Musikal’, RAPOT Gandeng Raisa, Yura Yunita dan Afgan

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Pendengar sudah dibawa bernostalgia ke masa SMA pada tahun 2006, berjalan-jalan ke Kerajaan Singosari di Kediri pada abad ke 13, sampai merasakan ketegangan yang luar biasa akibat dikejar zombie pada genre thriller.

Sekarang sampailah Cinematic Audio Series Mau Gak Mau Season 2 persembahan dari RAPOT (Reza Anka Radhini Abigail – Potkes) pada petualangan terakhirnya, yaitu episode 13 yang bergenre “Fantasi Musikal”.

Melalui keterangan resminya, Rabu (5/5), genre ini mengajak pendengar berpetualang di dunia yang penuh fantasi dengan misi mencari Reza Chandika yang tertinggal dalam petualangan sebelumnya.

Berbeda dari tiga genre sebelumnya, sebagian dialognya dibalut dalam format musikal. Sesuatu yang sama sekali belum pernah dilakukan oleh RAPOT. Karenanya, RAPOT berkolaborasi dengan berbagai musisi papan atas Indonesia seperti Afgan, Raisa, Sivia, Yura Yunita, Sheila Dara, Ardhito Pramono, dan Gamaliel yang sekaligus menjadi vocal director untuk genre fantasy musical ini.

Wastana Haikal didaulat menjadi illustrator untuk artwork dalam genre ini, menambah nuansa fantasy dan dreamy yang lebih kental, dibawah arahan Naya Anindita, sutradara muda, yang sebelumnya menyutradarai film “Eggnoid”, “Imperfect The Series”, dan masih banyak lagi.

Akankah Radhini, Abigail, dan Anka menemukan Reza Chandika? Bagaimana akhir dari petualangan RAPOT dalam Cinematic Audio Series Mau Gak Mau Season 2?

Dengarkan petualangan mereka dalam genre Fantasy Musical yang akan dirilis pada hari ini, Selasa 4 Mei 2021 pukul 16.00 WIB, eksklusif di Spotify. Jangan lupa untuk mendengarkan memakai earphone atau headphone untuk pengalaman yang maksimal. (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Belajar dari Pengalaman Zaskia Sungkar yang Mencuci Pakaian dengan Tangan

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Masih segar dalam ingatan, postingan Zaskia Sungkar yang menunjukkan celah jemari tangannya yang memerah, seperti terbakar. Konon, berawal dari mencuci pakaian anak dan suaminya dengan tangan.

Dalam sekejap postingan tersebut dibanjiri para sahabatnya sesama artis serta ribuan netizen. Selain menyatakan prihatin, ada netizen yang menuliskan tips mengatasi kulit tangan iritasi karena sabun.

Ada pula yang memberi penjelasan rinci tentang:  ‘Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Mencuci Baju’. Penjelasannya sebagai berikut:

Secara tidak sadar, saat melakukan suatu kegiatan kita sering melakukan kesalahan yang luput dari perhatian. Pada akhirnya, kesalahan itu menjadi kebiasaan yang kita lakukan setiap saat. Misalnya, kegiatan mencuci pakaian.

Mencuci memang bukan kegiatan sulit, namun tetap saja memerlukan ketelitian. Jika tidak teliti, maka pakaian tidak akan berumur panjang.

Foto: Istimewa

Berikut ini kesalahan mencuci pakaian, baik menggunakan mesin maupun menggunakan tangan.

Tidak Memisahkan Pakaian Terlebih Dahulu

Hal ini memang tidak dirasa perlu bagi sebagian orang, namun jika tidak dilakukan bisa menyebabkan pakaian luntur dan rusak.

Sebelum mencuci seyogianya terlebih dulu mengelompokkan pakaian sesuai warna maupun jenis bahan kain. Tindakan ini perlu demi mencegah kerusakan pada serat kain.

Tidak Membuka Kancing Pakaian

Membuka kancing saat mencuci pakaian, tujuannya agar kancing pakaian tidak tersangkut pada saat proses pencucian. Tindakan kecil dan singkat ini pun dapat membuat umur pakaian lebih panjang.

Menggunakan Pemutih Secara Berlebihan

Pemutih berfungsi untuk menghilangkan noda bandel seperti darah atau keringat yang membekas pada pakaian. Pemutih akan mengoksidasi kotoran yang menempel pada pakaian.

Hanya saja, jika digunakan untuk pakaian berwarna bisa menyebabkan warna pakaian jadi berubah. Karenanya, penggunaan pemutih sebaiknya hanya untuk pakaian putih dengan takaran secukupnya saja.

Terlalu Banyak Menggunakan Deterjen

Penggunaan deterjen secara berlebih akan membuat busa deterjen lebih sulit hilang saat dibilas. Apalagi, saat kulit bersentuhan langsung dengan deterjen, maka kulit tangan menjadi kasar dan terasa panas dibuatnya.

Lagi pula, berbagai hasil penelitian para ahli menyimpulkan bahwa penggunaan deterjen secara berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan polusi air.

Salah satu solusi mengatasi gangguan tersebut adalah penggunaan deterjen berbahan aktif tumbuhan tanpa LABSA, yakni deterjen yang terbuat dari minyak nabati yang didapatkan dari kelapa, kelapa sawit, atau kacang kedelai.

Sifatnya yang mudah terurai sehingga menjadi ramah lingkungan, sehingga deterjen berbahan dasar tumbuhan merupakan terobosan baru dalam mencuci pakaian.

Salah Pilih Deterjen

Deterjen berbahan tumbuhan sudah sejak lama digunakan di luar negeri. Sebaliknya, di Indonesia masih banyak beredar deterjen yang mengandung LABSA atau Linear Alkyl Benzene Sulphonic Acid.

LABSA adalah asam lemak organik (zat turunan minyak bumi) yang larut dalam air dan diencerkan untuk mengeluarkan panas. Jika tidak hati-hati, LABSA dapat membahayakan kulit. Kulit akan terasa panas dan keriput atau pecah-pecah dibuatnya. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan produk yang natural agar aman untuk kulit.

Tentu LABSA suatu saat nanti akan habis jika digunakan terus menerus. Seyogianya menjadi fokus Indonesia, mulailah mengganti bahan tersebut dengan bahan lebih natural seperti di luar negeri.

Selain lebih ramah kulit dan ramah lingkungan, deterjen berbahan tumbuhan lebih mudah larut saat membersihkan serat pakaian. Di Indonesia sudah ada belum ya, deterjen berbahan dasar tumbuhan? (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Solusi Raffi Ahmad Kala Nagita Slavina Ngidam Mie Instan

Published

on

By

Nagita Slavina ngidam mie instan

Kabarhiburan.com – Usia kehamilan kedua Nagita Slavina, kini memasuki bulan ketiga. Seperti ibu hamil pada umumnya, istri Raffi Ahmad ini ini mengaku sedang ngidam. Apapun dimintanya kepada sang suami, termasuk makanan dan hal-hal nyeleneh lainnya.

Sebagai suami suami tercinta, tentu saja mengikuti keinginan sang istri pada batasan tertentu. Dengan kata lain, Raffi tetap konsisten mengawasi Nagita agar tidak mengonsumsi makanan yang membahayakan kesehatan Nagita dan bayinya.

Salah satu yang dipantangkan Raffi bagi Nagita dalah mengonsumsi makanan instan. Karena, umumnya makanan praktis dinilainya kurang bernutrisi dan tidak baik untuk kesehatan Nagita dan kandungannya.

Raffi ternyata mengetahui benar bahwa makanan instan, seringkali mengandung bahan-bahan tidak alami, seperti pengawet dan penguat rasa.

Sebaliknya Nagita tidak begitu saja mampu menampik keinginan dari ngidamnya. Nagita masih saja  keukeh minta dibuatkan mie instan ke Raffi atau ke asisten rumah tangganya.

Beruntung, Raffi telah menemukan solusi untuk memenuhi keinginan Nagita, tetap boleh makan mie instan, asalkan Mie Lemonilo yang Raffi nilai lebih sehat.

Seperti diketahui, proses pembuatan Mie Lemonilo tidak melalui proses penggorengan, melainkan pemanggangan sehingga tidak menyumbang lemak. Terbukti, air rebusan Mie Lemonilo terlihat jernih.

Sudah begitu, Mie Lemonilo tidak menggunakan pengawet, pewarna buatan, maupun penguat rasa. Bahkan, warna hijau pada mie yang berasal dari saripati bayam,  sudah pasti lebih sehat dan aman untuk Nagita konsumsi.

Berbagai keistimewaan Mie Lemonilo pun melahirkan rasa nyaman dan bagi Raffi Ahmad, saat Nagita minta dibuatkan mie instan. Nagita pun menyukai dan menyantap dengan lahap. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending