Connect with us

Musik

Andrea Miranda Sukses Tampil Di Opera Ainun dan Konser Tunggal

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tanggal 14 dan 15 September silam, bisa jadi menjadi hari yang membahagiakan bagi penyanyi bersuara sopran, Andrea Miranda. Hanya dalam dua hari, Andrea tampil sukses memukau penontonnya dalam konser besar yang masing-masing berdurasi 150 menit, Opera Ainun.

Sukses Andrea masih berlanjut, ketika tampil dalam konser tunggal: Andrea Miranda Live in Concert selama 2 jam di Djakarta Theatre, Minggu (14/10).

Dalam konser yang disponsori oleh pengusaha Benny Suherman ini, Andrea melantunkan lagu-lagu dari berbagai Teater atau Opera kelas dunia. Sekaligus menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penyanyi teater ternama di Tanah Air.

Ia membuka penampilannya dengan lagu yang diambil dari cuplikan film The Sound Of Music.

Cakupan vokal yang demikian luasnya, membuat wanita berusia 31 tahun ini begitu leluasa meliuk-liukkan setiap nada sesuai dengan jiwa lagu yang dibawakan.

Mulai dari hentakan nada  gembira, hingga nada yang penuh semangat. Yang bernada syahdu pun ada, seakan mengajak penontonnya bernostalgia ke masa-masa silam.

Mereka sepakat memuji penampilan Andrea. Sebut saja, Vina Panduwinata yang beberapa kali memberikan standing applaus bagi Andrea saat membawakan lagu yang tergolong sulit.

“Duh, itu anak luar biasa sekali. Saya merasa bukan penyanyi kalau lihat Andrea tampil kayak malam ini,” kata Vina.

Ada pula yang menyandingkan konser Andrea bagai menonton di Broadway. Pujian seperti ini datang dari Kepra.

“Saya seperti menonton opera di Broadway,” ujar Kepra alias Prasetyo mantan pembawa acara dan juga direktur program TVRI.

Andrea melengkapi penampilannya dengan lagu berjudul Wishing You Were Somehow Here Again, yang dicuplik dari teater Phantom of The Opera.

Selain tampil solo,  Andrea juga berduet dengan Jessica J pada lagu For Good. Disusul duet dengan Reno untuk lagu All I Ask Of You, Never Enough dan I Was Here.

Selain lagu-lagu dari mancanegara, Andrea juga mengajak penonton untuk mengingat kembali karya dari albumnya (2015). Diiringi oleh Purwa Caraka Music School Choir, Andrea melantunkan lagu Mereka Tahu Namaku, berlanjut pada lagu Kalau Memang Kamu dan lagu Suara Hati Seorang Kekasih.

Andrea Miranda Live in Concert juga dimeriahkan oleh Purwa Caraka Orchestra yang menghimpun 37 musisi senior dan junior pimpinan Purwa Caraka, menyajikan tontotan musik bagi lebih dari 300 penontonnya.

Tampak hadir di antara penonton, sebut saja Dirut TVRI Helmy Yahya, Ani Sumadi, Agum Gumelar, Hayono Isman, Deddy Panigoro, Inggrid Widjanarko, Didi AGP, Netta Kusuma Dewi, Karlina Damiri, Trie Utami, dan masih banyak lagi.

Ketertarikan wanita yang akrab disapa Dea ini di dunia musik mulai muncul sejak menempuh pendidikan di Jurusan Musik di Universitas Pelita Harapan. Setahun kemudian, ia mengambil kursus singkat di Berklee College of Music, Amerika.

“Banyak yang bertanya kepada saya, mengapa memilih jalur musikal teater yang industrinya belum tumbuh di Indonesia. Banyak yang bilang, kenapa tidak jadi penyanyi pop yang mudah terkenal dan mendatangkan uang,” ungkap Dea.

Menjawab pertanyaan tersebut, Dea yang pernah tampil di berbagai opera anak-anak dan dewasa ini mengatakan, dirinya sudah terlanjur mencintai musikal teater.

“Salah satunya karena di sini saya bisa memainkan aneka peran,” ujar Dea yang mengaku, langsung jatuh cinta sejak pertama kali menyanyi pada teater musical.

Cinta musik yang terus menggeloranya, juga menjadi alasan Dea saat memilih kursus singkat di Berklee College of Music di Amerika.

“Sekembalinya dari kursus singkat itu, saya makin yakin dengan pilihan saya. Kebetulan papa sangat mendukung dan bersedia menjadi mentor untuk musiknya, “ tambah Dea.

Usai Andrea Miranda Live in Concert, Dea dihampiri seorang atase dari negara sahabat dan menawarkan Dea untuk tampil di Singapura bulan depan.

Tawaran yang rugi kalau dilewatkan. Tawaran itu sekaligus pintu berikut bagi Andrea Miranda yang optimis akan tampil di salah satu kota tempat digelarnya opera-opera berskala Internasional. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Jazz Gunung Bromo 2021 Hadirkan Dewa Bujana Hingga Fariz RM

Published

on

By

Foto Istimewa

Kabarhiburan.com – Pertunjukan musik, Jazz Gunung Bromo 2021 akan digelar pada 25 September mendatang, dengan menerapkan prokes ketat.

Sigit Pramono selaku Penggagas Jazz Gunung Indonesia mengatakan, semua orang yang beraktivitas di lokasi Jazz Gunung 2021, mulai dari pengisi acara, penonton hingga pendukung lainnya, harus sudah divaksin.

“Jazz Gunung Bromo 2021 adalah jawaban atas bagaimana beradaptasi dengan aturan PPKM dan menjadi titik kebangkitan penyelenggaraan event seni dan budaya,” ujar Sigit Pramono, yang juga Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM), Kamis (23/9).

Berdasarkan data assesmen level Covid-19 di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo sudah turun menjadi PPKM level 2. Sesuai peraturan PPKM yang berlaku untuk level 2 bahwa sektor pertunjukkan seni dan budaya sudah bisa dilaksanakan dengan beberapa ketentuan.

“Dengan disiplin dari semua pihak dan vaksinasi, kita semua akan mampu menyelamatkan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara bersama-sama,” kata Sigit menambahkan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarto, menyatakan dukungannya pada penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo saat level PPKM di Jawa Timur sudah turun ke level dua dan satu.

“Semoga apa yang dilakukan Jazz Gunung turut mengangkat kembali wisata di daerah tersebut dengan prokes ketat yang diterapkan,” pinta Sinarto.

Jazz Gunung Bromo 2021 berlangsung di amphiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, menampilkan Ring of Fire Project feat. Fariz RM, JANAPATI (Dewa Budjana dan Tohpati), Dua Empat, Surabaya Pahlawan Jazz, dan The Jam’s (Otti Jamalus dan Yance Manusama.

Penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo ini dengan kapasitas penonton maksimal 25 persen atau setara 500 penonton. Tiket bisa didapatkan di www.jazzgunung.com dengan tarif Tribune Rp 750.000, VIP Rp 1.000.000 dan VVIP Rp 1.250.000.

Jazz Gunung Indonesia merupakan jazz bernuansa etnik yang digelar di amphiteater terbuka di destinasi wisata kawasan pegunungan. Selain menampilkan pertunjukan musik, juga bertujuan sebagai promosi tempat wisata.

Jazz Gunung Indonesia pertama kali digelar dengan judul Jazz Gunung Bromo (2008), kini menjadi serangkaian acara musik, seperti Jazz Gunung Ijen (2020), Jazz Gunung Toba dan Jazz Gunung Burangrang. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Rio Gebze Curhat Lewat Single ‘Jangan Kembali’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Musik tidak dapat dilepaskan dari pengalam hidup pribadi. Sudah banyak penyanyi Tanah Air menciptakannya jadi karya musik yang enak didengar di masa pandemi.

Salah satunya penyanyi pendatang baru kelahiran Subang, Rio Gebze, yang mencurahkan perasaan terdalamnya saat menyanyikan single berjudul ‘Jangan Kembali’.

Sebuah lagu pop bernuansa mellow, Rio Gebze ciptakan berdasarkan pengalaman nyata dirinya diselingkuhi istrinya. Meski Rio Gebze sudah move on bersama pasangan yang sekarang, namun bisa menuangkan rasa hatinya menjadi karya lagu yang pedih mengigit.

“Lagu ini adalah cerita nyata hidup gue saat mantan selingkuh dengan dengan teman sendiri. Makanya waktu nulis lagu dan lirik, feel-nya dapat banget,” jelas Rio Gebze, saat mengenalkan single ‘Jangan Kembali, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/9).

Pada waktu yang bersamaan, lagu dan video klip ‘Jangan Kembali’, sudah bisa dinikmati para pecinta musik melalui stasiun radio dan kanal youtube Positif Art Musik.

Proses penggarapan single yang diproduksi Positif Art Music ini, Rio Gebze bersama produser Sujana dan Executive Produser Aini Gebze Pattihahuan.

Selain itu, ia juga mendapat dukungan para musisi ternama Indonesia. Mereka adalah  Irwan Simanjuntak sebagai komposer musik serta Bowo Soulmate pada vocal director, Andre Dinuth (gitar), Rayendra Sunito (drum), Adit (bass).

Single perdana ‘Jangan Kembali merupakan langkah awal Rio Gebze untuk serius di dunia musik. Karya-karya terbaru yang menggabungkan antara lirik tentang cinta dengan musik ala Rio Gebze akan terus dihadirkan. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Desofi (Bandung) Dapat Saweran dan Diselamatkan Juragan Soimah

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Panggung 20 Besar Bintang Pantura 6 berlanjut ke Grup 3, berlangsung pada Senin (20/9). Empat biduan dan biduanita, yakni Ayu (Garut) dari Tim Kiyowo, Desofi (Bandung) dari Tim Happy, Yandi (Buton) dari Tim Terpesona dan Garyyn (Kuningan) dari Tim Sayang.

Keempat penyanyi muda ini berjuang menjadi yang terbaik pada setiap penampilannya, demi meraih sebanyak mungkin dukungan pemirsa Indosiar. Posisi polling turut menentukan nasib mereka di Panggung 20 Besar Bintang Pantura 6.

Dua biduan dan biduanita dengan polling pemirsa tertinggi dipastikan melaju ke babak selanjutnya. Sedangkan dua biduan dan biduanita yang terendah perolehan pollingnya akan menyanyikan lagu pilihan Juragan Soimah di babak Saling Senggol.

Bagi yang tidak diselamatkan Juragan Soimah, terpaksa menghentikan perjuangannya di kompetisi Bintang Pantura 6.

Lagu berjudul “Pemuda Idaman” dari Desofi (Bandung) yang membuka Panggung 20 Besar Grup 3 berhasil memikat hati Mentor, yakni Nassar, Happy Asmara, Dewi Perssik dan Via Vallen, untuk mendorong tuas.

Sukses itu juga membuat Desofi (Bandung) berhak mendapat saweran dari Juragan Soimah.

“Saya sangat senang pada penampilan kamu yang menurut saya sangat sempurna malam ini. Jadi, saya akan kasih Rp 1 Juta untuk kamu langsung,” ujar Juragan Soimah, lalu menugaskan Ajur Nunung untuk memberikan uang tunai Rp 1 Juta.

Desofi juga mendapat pujian Nassar. “Luar biasa sekali. Semoga kamu bisa melanjutkan perjuangan ini ke babak selanjutnya,” harap Nassar.

Giliran Garryn (Kuningan), anak didik Via Vallen, juga berupaya menaklukkan Panggung 20 Besar Bintang Pantura 6. Ia mengajak seisi Studio 5 Indosiar bergoyang bersama lewat lagu “Kuncung”.

Garryn (Kuningan)

Via Vallen, Happy Asmara, dan Dewi Perssik mendorong tuas. Sebaliknya, Nassar enggan mendorong tuas.

“Di awal-awal tadi kamu keren sekali karena memasukkan unsur musik jazz. Tetapi ketika di part dangdut, kamu masih kebawa musik jazz yang sebelumnya. Yang seharusnya part dangdut koplo, kurang terlihat,” ujar Nassar.

Sementara Via Vallen sebagai mentor memberi pembelaan untuk Garryn (Kuningan), menilai sudah berupaya memberikan yang terbaik.

Kompetisi berlanjut pada penampilan Ayu (Garut), yang menyanyikan lagu “5 Menit Lagi”, hanya mendapat tiga bintang dari tiga Mentor.

Nassar yang merupakan mentor dari Ayu (Garut) justru tidak mendorong tuas. Nassar pun mengungkap alasannya engan mendorong tuas.

“Ini seharusnya tugas berat dari Mentor yang mendidiknya. Kenapa penampilan malam ini justru tidak lebih baik dari Panggung Pilih-Pilih?,” ujar Juragan Soimah emosi. Kemudian dijawab Nassar, yang mengaku telah mempersiapkan dengan baik untuk penampilan Ayu (Garut).

Peserta terakhir, Yandi (Buton) membawakan lagu “Sayang Sayang”. Hasilnya, hanya Dewi Perssik yang mendorong tuas.

“Saya berterima kasih kepada Yandi sudah menjawab tantangan menyanyikan lagu dengan lirik berbahasa Jawa, sedangkan Yandi berasal dari Buton. Saya menilai Yandi punya potensi yang besar,” tutur Dewi Perssik mengapresiasi perjuangan anak didiknya.

Polling akhir menempatkan Garryn (Kuningan) di posisi teratas dan  Yandi (Buton) di posisi kedua, sekaligus memastikan diri untuk melaju ke babak selanjutnya.

Desofi (Bandung)

Sementara Desofi (Bandung) dan Ayu (Garut) kembali berjuang di babak Saling Senggol. Mereka menyanyikan lagu pilihan Juragan Soimah. Ayu (Garut) menyanyikan “Cukup Satu Menit” dan Desofi (Bandung) menyanyikan lagu “Talak Tilu”.

Hasilnya, Juragan Soimah memilih untuk menyelamatkan Desofi (Bandung). Itu artinya, Ayu (Garut) harus menghentikan perjuangannya di kompetisi Bintang Pantura 6.

Dengan demikian, hingga Senin (20/9) Tim Happy, Tim Sayang, dan Tim Kiyowo masing-masing telah kehilangan satu orang anak didik.

Kompetisi Panggung 20 Besar Bintang Pantura 6 masih berlanjut mala mini, Selasa (21/9) menampilkan Grup 4 ditayangkan oleh Indosiar secara LIVE sejak pukul 20.30 WIB. (TS. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Trending