Connect with us

Musik

Ariel Noah Menjadi Juri Pop Academia, Ini Pesannya Kepada Academia

Published

on

Dari kursi Juri, Ariel Noah membagikan tips tentang menjaga kualitas suara bagi para academia..

Kabarhiburan.com – Pertarungan akhir di Top 40 Pop Academy akan berlangsung nanti malam, Senin (26/10). Acara ini disiarkan langsung dari Studio EMTEK City, Daan Mogot, Jakarta, mulai pukul 21.00 WIB.

Empat academia, yakni  Ani (Medan), Ivon (Ende), Jason (Salatiga) dan Olivia (Jakarta) dari Grup 10 akan berjuang merebut tiga tiket tersisa di babak Top 30 Pop Academy.

Sebelumnya, Pop Academy Grup 9 kian semarak oleh kehadiran Ariel Noah di kursi Juri, Jumat (23/10). Vokalis band Noah ini membagi tips kepada para academia tentang menjaga kualitas suara agar senantiasa bagus, yakni mengatur waktu istirahat yang cukup.

Audrey (Jambi) menjadi academia pertama mendapat banyak masukan untuk dapat tampil lebih baik lagi, usai menyanyikan lagu Rapuh.

Audrey (Jambi) bukan jalannya ke Top 30 lewat lagu ‘Rapuh’.

“Kamu sudah cukup mampu menaklukkan rasa grogi. Hanya saja, banyak pemenggalan lagu yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Kamu seharusnya dapat mencari nada yang tepat supaya dapat menguasai lagu ini dengan baik,” saran Armand Maulana.

Audrey kembali mencoba menaklukkan hati Dewan Juri dengan unjuk kebolehan memainkan alat musik guzheng. Bahkan, Ariel pun mencoba langsung memainkan guzheng dengan lagu Terus Melangkah.

Giliran Gio (Ambon) tampil memikat hati Dewan Juri lewat lagu Nyali Terakhir, berbuah dua standing ovation dari Soimah dan Carendelano.

“Aku sangat menikmati penampilan kamu dengan lagu ini. Kontrol nafas kamu sangat bagus dan penghayatan kamu juga bagus. Aku sangat senang dengan penampilan kamu malam ini dan semoga kamu juga dapat mencoba genre lagu lainnya lebih baik juga”, harap Soimah.

Sebaliknya, Tesha (Bali) mendapat banyak kritik atas penampilannya pada lagu Moving On.

“Kamu seharusnya bertanggung jawab atas pilihan lagu yang kamu nyanyikan. Musik dari lagu ini sebenarnya sudah cukup membantu supaya kamu dapat lebih menghidupkan lagu ini. Hanya saja mungkin karena kamu menyanyi seperti berpikir, sehingga masih belum terasa groove-nya,” ungkap Ariel.

Kezia (Bogor) berhasil memanfaatkan kesempatan kedua.

Kezia (Bogor) menjadi academia terakhir yang tampil dari Grup 9, membawakan lagu Ku Tak Bisa milik Slank belum mampu memuaskan Ariel, Armand dan Soimah.

“Aku hanya menikmati suara kamu yang bagus, tapi tidak dapat menikmati penampilan kamu yang cukup membosankan. Kamu harus dapat menyesuaikan seluruh penampilan kamu mulai dari suara hingga kostum. Kalau memang ingin membawakan lagu yang sendu, kostum kamu pun harus disesuaikan”, tutur Soimah.

Polling terakhir menempatkan Gio (Ambon) dan Audrey (Jambi) di posisi teratas, memastikan diri melaju ke babak Top 30 Pop Academy.

Sedangkan Tesha (Bali) dan Kezia (Bogor) masih harus tampil di second chance, karena perolehan polling akhir menempatkan mereka di posisi dua terendah.

Tesha (Bali) memanfaatkan kesempatan kedua dengan menyanyikan lagu Cinta Pertama dan Terakhir. Sementara Kezia (Bogor) memilih lagu Pemeran Utama yang dipopulerkan oleh Raisa.

Armand Maulana dan Ariel ‘Noah’ sepakat untuk memberi kesempatan kepada Kezia (Bogor) untuk lanjut ke Top 30 bersama Gio dan Audrey. Sedangkan Tesha (Bali) tereliminasi dan harus rela meninggalkan panggung Pop Academy. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Bahagianya Nursia (Maluku Utara), Melaju ke Top 28 Dapat Hadiah Uang dan Baju

Published

on

By

Cinta (Jawa Barat)

Kabarhiburan.com – Jelang babak Top 28 menyisakan 21 provinsi yang masih memiliki Duta di panggung LIDA 2021, disusul Elsa (Kalimantan Barat) yang tersingkir pada konser Top 42 Group 7 Putih.

Konser yang berlangsung Kamis (6/5) malam, dibuka oleh Cinta (Jawa Barat) dengan lagu Cinta Ayah. Ia begitu menghayati kata demi kata lirik lagunya, membuat Dewan Juri Lesti DA, Reza DA, Fildan DA dan Ekon Tjandra terkesima dan memberinya standing ovation.

Terutama Lesti DA yang mengaku teringat pada almarhum ayahnya, saat melihat penampilan Cinta menyanyi.

“Cinta, Masya Allah kamu nyanyi lagu ini dengan sangat baik, terima kasih banget. Terima kasih buat Bapak yang selalu menemani dan membesarkan Dedek hingga sekarang.” ungkap Lesti sambil berurai air mata.

Cinta juga mengungkapkan lagu yang dibawakannya terinspirasi akan sosok almarhum ayahnya yang selalu ada untuk dirinya. “Bapak, Cinta kangen banget sama Bapak” bisik Cinta.

Nursia (Maluku Utara)

Dewan Juri Lesti DA, Fildan DA dan Eko Tjandra memberikan standing ovation untuk Nursia (Maluku Utara) yang energik saat menyanyikan Janur Kuning.

Fildan menilai Nursia pintar mengendalikan suasana dan mampu memberikan sesuatu yang berbeda.

“Kamu memberikan racun-racun yang luar biasa dan cengkoknya, gila banget.” puji Fildan. Selain standing ovation, Nursia juga panen hadiah berupa uang senilai Rp 1 juta dari Reza DA.

“Semoga hadiah dari saya membuat kamu semangat dan semakin bisa menampilkan yang terbaik. Sukses, ya,” ucap Reza.

Rasa kagum juga mendorong Eko Tjandra untuk memberikan baju untuk Nursia yang langsung dipakainya di panggung.

“Ini spesial aku bikin dan jahit sendiri, loh.” kata Eko usai memberikan baju.

Elsa (Kalimantan Barat)

Sayangnya sukses Cinta dan Nursia tidak sampai kepada Elsa (Kalimantan Barat). Lagu yang didendangkannya, Tamu Malam Minggu, malah mendatangkan kritik tajam dari Reza DA.

“Mulai dari ambitusnya yang fatal serta banyak juga falsnya. Endurance kamu berantakan, terdengar sekali cara bernyanyi kamu keteteran.” tutur Reza.

Seperti sudah diduga, polling akhir menempatkan Cinta (Jawa Barat) di posisi teratas dan memastikan diri untuk lanjut ke babak Top 28. Sementara Nursia (Maluku Utara) yang berada di posisi dua terendah mengikuti jejak Cinta, setelah diselamatkan lewat vote dari Dewan Juri.

Itu artinya, Elsa (Kalimantan Barat) harus tersenggol dari panggung LIDA 2021, sekaligus membuat Kalimantan Barat kehilangan seluruh Duta Provinsinya di LIDA 2021.

Mengingat persaingan diantara 21 provinsi kian ketat, pemirsa dapat memberikan dukungan kepada Duta Provinsi favoritnya, supaya Duta Provinsi kebanggan pemirsa dapat tetap bertahan di panggung LIDA 2021.

Dukungan dapat disampaikan melalui aplikasi Shopee sebagai official voting partner LIDA 2021, atau kirim SMS ke 97288 dengan format: LIDA (spasi) Nama Duta dengan tarif Rp 2.200 per sms. (Tumpak S. Foto-foto: Dok: Indosiar)

Continue Reading

Musik

Andika Mahesa dan Liebie Batal Kolaborasi dalam Single ‘Kemenangan’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Penyanyi Liebie kembali luncurkan karyanya, sebuah single religi berjudul Kemenangan. Ini menjadi single religi keduanya, setelah Sujudku yang diterbitkan pada awal Ramadan 2021.

Lagu Kemenangan berkisah tentang perasaan umat muslim secara keseluruhan yang telah meraih kemenangan, usai menjalankan ibadah puasa selama sebulan, meski tidak kunjung bisa mudik berlebaran.

“Tema lagu Kemenangan berbeda dari single Sujudku, yang mengisahkan kisah pribadi saya,” jelas Liebie dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5).

Liebie yang bernaung di bawah label Bintang Andika Musik (BAM), melibatkan Joel Lasso untuk menggarap aransemen. Sedangkan produser ditangani oleh Ferdian.

Lewat single Kemenangan pula, Liebie sebenarnya ingin mengulang suksesnya saat berduet dengan Andika Mahesa dalam single Janji Babang, beberapa waktu lalu.

Hanya saja, Liebie harus menenangkan hati, rencana tersebut harus ditunda.

Sebenarnya. mau duet dengan ‘Babang’ (panggilan akrab Andika Mahesa), tetapi karena pengetatan perjalanan oleh pemerintah sehubungan dengan larangan mudik maka saya batalkan,” jelas pedangdut asal Bandar Lampung ini.

“Habis Lebaran nanti. Insya Allah, aku mau merilis single lagi. Nah, disitu aku akan duet sama babang seperti lagu di single sebelumnya Janji Babang,” ujar Liebie memberikan bocoran.

Seperti diketahui, tidak sulit bagi Liebie untuk menyatukan chemistry berduet dengan Andika Mahesa. Selain masih ada hubungan saudara, Andika sekaligus memegang jabatan Direktur di Bintang Adian Musik (BAM).

Lagu Kemenangan akan diputar serentak di stasiun radio di seluruh Nusantara, mulai Jumat (7/5). Selain sudah bisa dinikmati di semua platform digital musik seperti; iTunes, Spotify, Joox, YouTube Music, dan digital streaming lainnya. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Tak Pernah Merasa Tua, God Bless Persembahkan ‘Mulai Hari Ini’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – God Bless, band rock legendaris, merayakan 48 tahun perjalanan musiknya di Industri musik Indonesia.

Selama itu pula, band yang digawangi  Achmad Albar (vokal), Donny Fattah (bass), Ian Antono (gitar), Abadi Soesman (kibor), dan Fajar Satritama (drum), tampil di atas pentas  mengaktualisasikan God Bless sebagai seniman musik.

“Jika Mulai Hari Ini, God Bless genap berusia 48 tahun, kami sama sekali tidak pernah merasa tua karena esensi musik sebaiknya dilepaskan dari dimensi ruang dan waktu. Yang kami lakukan adalah meretrospeksi karya-karya yang sudah pernah dihasilkan,” ujar God Bless dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/5).

Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, God Bless juga memberi nafas baru pada lagu Mulai Hari Ini, lagu yang melukiskan perjalanan anak manusia dari hitam ke putih, meninggalkan kekelaman untuk menuju jalan Tuhan.

Hal ini merupakan pengayaan tema God Bless dalam menelusuri aspek kehidupan, mulai sosial, humanisme, lingkungan, kritik, persahabatan dan sebagainya.

Mulai Hari Ini dijadikan obat kerinduan God Bless yang tidak dapat menemui penggemarnya selama pandemi. Selain, dapat diartikan sebagai sebuah harapan bagi God Bless untuk menyongsong hari baru yang semoga akan terus membaik.

“Semoga lagu ini bisa menjadi penyejuk, terutama bagi saudara-saudara kami yang dalam waktu dekat akan merayakan hari raya Idul Fitri,” pinta mereka.

Lagu Mulai Hari Ini merupakan karya cipta Ian Antono dan Fajar Budiman. Berirama rock n roll klasik, warna yang pernah dimunculkan pada debut album lewat lagu Sesat dan Rock Di Udara. Sempat pula menghiasi film Alangkah Lucunya (Negeri Ini), garapan Deddy Mizwar dengan Reza Rahardian dan Slamet Rahardjo sebagai tokoh utama.

Ian Antono juga mengerjakan scoring-nya bersama Thoersi Argeswara dimana kolaborasi ini dianugerahi Piala Citra sebagai Penata Musik Terbaik pada Festival Film Indonesia 2010. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending