Connect with us

Event

Arman Armano Sukses Selenggarakan AAMA 2019

Published

on

Arman Armano serahkan berbagai hadiah bagi juara umum ajang AAMA 2019, Indriani Hasan dari Tarakan, Kalimantan Timur.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Panggung Arman Armano Makeup Awards (AAMA) 2019, sebuah ajang bergengsi bagi pelaku makeup artis Indonesia yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Rabu (27/11).

Panggung tersebut telah menobatkan Indriani Hasan sebagai juara umum, setelah merebut juara pertama pada kategori Simply Flawless Makeup untuk Siswa. Indriani juga meraih juara favorit karena memiliki viewer sosmed terbanyak.

Atas prestasinya, wanita asal Tarakan, Kalimantan Timur ini berhak atas hadiah utama, berupa uang tunai sebesar Rp 50 juta rupiah, liburan gratis ke Thailand dan aneka hadiah menarik lainnya.

Untuk mencapai juara, Indriani telah menyisihkan sekitar 700 perias wajah tingkat pemula dan professional, yang datang dari berbagai kota di Indonesia.

Sebagian dari hasil kreasi para finalis AAMA 2019

Mereka dibagi dalam lima kategori lomba, yakni Simply Flawless Makeup (kategori siswa) Simply Flawless Makeup (kategori umum), Bold Makeup (kategori siswa), Bold Makeup (kategori umum), dan kategori Fashion Fantasy Makeup.

Dewan juri, kemudian memilih 50 finalis AAMA 2019. Selanjutnya, para finalis beradu kreasi dan inovasi dalam merias wajah masing-masing kliennya.

Hasilnya, Indriani Hasan sang juara umum, kategori Simply Flawless Makeup untuk umum dimenangkan oleh Noviansah dari Jakarta.

Kemudian, juara pada kategori Bold Makeup untuk siswa diraih oleh Biyal dan kategori Bold Makeup diberikan kepada Inayah Amydi. Sedangkan juara pada kategori Fashion Fantasy Makeup direbut Opha Adam.

Arman Armano bersama tim penyelenggara AAMA 2019, saat memberi keterangan kepada wartawan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (27/11).

Menurut penyelenggaranya, Arman Armano, belakangan ini profesi makeup artis telah mencuat menjadi profesi yang menjanjikan dan bergengsi. Terbukti, belakangan ini lembaga pendidikan makeup artis terus tumbuh bak jamur di musim hujan.

“Selain untuk makeup artis, profesi ini berperan penting dalam dunia entertainment,” ujar Arman Armano kepada wartawan di sela-sela acara AAMA 2019, di TMII, Rabu (27/11).

Arman Armano, seorang Makeup Artist Profesional mendirikan sekolah makeup yang diberi nama Arman Armano Academy, sejak 2018 silam. Kiprahnya terus berlanjut, dengan menyelenggarakan Arman Armano Makeup Award (AAMA) 2019.

Tidak tertutup kemungkinan, ajang AAMA menjadi agenda tahunan yang menambah semarak industri kecantikan di Tanah Air.

“Kami berharap melalui ajang AAMA 2019, akan melahirkan talenta makeup berbakat yang berkelas internasional. Di samping lebih meningkatkan kinerja para pelaku makeup artis di Tanah Air,” ungkap Arman Armano. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

‘Demam LIDA 2020’ Indosiar Dari Jakarta ke 9 Kota. Ini Jadwalnya

Published

on

By

Duet Nabila DA dan Ical DA

Kabarhiburan.com, Jakarta – Program pencarian bakat menyanyi dengan peserta dari provinsi terbanyak, LIDA 2020, telah memasuki babak Top 44. Program yang tayang saban hari live pukul 20.WIB di Indosiar menghadirkan kompetisi berbalut budaya Nusantara.

Tidak hanya di layar kaca. LIDA 2020 juga hadir langsung di tengah masyarakat, melalui panggung Demam LIDA 2020. Menghadirkan sederet penyanyi jebolan D’Academy, Liga Dangdut Indonesia dan Bintang Pantura. Mereka akan mengunjungi 10 kota di Pulau Jawa dan Sumatera.

Jebolan Dangdut Academy, yakni Nabila DA, Ical DA dan Habib DA memulai Demam Lida 2020 dari Ramayana Ciplaz Klender, Jakarta Timur, Minggu (23/2).

Duet Ical DA dan Habib DA

Kehadiran mereka langsung disambut masyarakat begitu terlihat  di panggung. Ical dan Habib merupakan jebolan D’Academy musim ketiga, sementara  Nabila jebolan DA 4, tampak semakin matang pembawaannya dihadapan para penggemar.

“Senang banget. Penonton antusias, membuat kami bersemangat,” ujar Nabila yang diamini oleh Ical dan Habib yang disela-sela panggung Demam LIDA 2020 di Ramayana Ciplaz, Klender, Jakarta Timur.

“Kegiatan ini juga memotivasi anak-anak muda Indonesia yang berbakat menyanyi untuk menjadi penyanyi dangdut,” ujar Ical DA.

Mereka mengatakan, dulu bukan siapa-siapa kini semakin dikenal masyarakat sebagai penyanyi berkat Indosiar.

“Kami menerima tawaran menyanyi di berbagai kota di Indonesia. Semua ini berkat mengikuti ajang menyanyi di Indosiar. Saat ini kami mengajak anak-anak muda Indonesia agar mengikuti jejak kami,” ujar Ical.

Selanjutnya, Ical, Nabila dan Habib membawakan lima judul lagu yang sudah demikian akrab di telinga, membuat penonton tidak segan untuk ikut menyanyi dan bergoyang.

Selain menyanyi solo, mereka juga tampil duet dan diakhiri dengan menyanyi trio di penghujung acara Demam LIDA 2020, Jakarta.

Demam LIDA 2020 akan berlanjut ke 9 kota lainnya di Pulau Jawa dan Sumatera, secara berurutan:

Salatiga (29 Februari), Semarang (1 Maret), Cibitung (8 Maret), Padang (15 Maret), Cirebon (22 Maret), Cikupa (29 Maret), Garut (5 April), Ciledug (12 Aparil) dan Karawang (19 April). (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Event

Rilis Album Alfath Voice 4, Alfath School Indonesia Lestarikan Lagu-Lagu Anak

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Guna melestarikan lagu anak dapat dilakukan, antara lain dengan menghadirkan lomba cipta lagu anak dan festival menyanyi di sekolah, seperti yang dilakukan oleh para guru di Alfath School Indonesia. Sekolah ini berupaya menghidupkan kembali lagu anak.

Suasana tersebut sudah berlangsung  Alfath School Indonesia sejak 2008 hingga 2010 dan melahirkan album I sampai album III. Kini, sekolah yang berlokasi di Cirendeu-Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang kembali album berjudul Alfath Voice 4, sebagai upaya menumbuhsuburkan lagu-lagu anak di Indonesia.

“Kami ingin lagu anak kembali berjaya karena itu Alfath School Indonesia menggelar gerakan yang dinamakan Gerakan Peduli Lagu Anak,” ujar Sudaryati Sudarto, kepala sekolah Alfath School Indonesia di One Bellpark, Jakarta Selatan, Minggu (23/2).

“Lagu dibuat dan diciptakan guru yang dekat di sekitar anak. Yang terpenting lagi, syair lagu mengandung pesan moral yang bisa diterapkan oleh anak-anak,” imbuhnya.

Penggarapan album Alfath Voice 4 dilakukan dengan bekerja sama dengan AFE Kids, sebuah label rekaman yang secara khusus untuk memproduksi lagu anak-anak, dibawah label rekaman Afe Records.

CEO Afe Records, Heni Ahmad, mengatakan bahwa album Alfath Voice 4 dirilis dengan pola pendisitribusian secara digital, melalui YouTube dan semua digital streaming provider.

“Kami mendistribusikan ke semuanya. Sampai di Tik Tok juga ada,” ujar Hendi, yang berharap melalui pola distribusi seperti ini, maka perkembangan musik anak kembali berjaya.

Bersamaan dengan perilisan album Alfath Voice 4, Afe Kids Records bersama Alfath School menggelar  Alfath Children Song Festival. Festival ini menampilkan 49 peserta, terdiri dari anak usia 5 sampai 9 tahun sebanyak 31 anak dan usia 10 tahun hingga 13 tahun sebanyak 18 anak.

Para peserta menyanyikan lagu-lagu dalam Alfath Voice 4 sebagai lagu wajib untuk dinyanyikan.

“Alfath Children Song Festival ini dikemas sebagai Grand Launching album Alfath IV dan sekaligus awal dari Gerakan AFE Kids X Alfath Peduli Lagu Anak Indonesia, yang memiliki misi menciptakan 100 lagu anak dan diharapkan dapat mencapai rekor MURI nantinya,” pungkasnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Talenta Baru Ramaikan Audisi The Voice Kids Indonesia di Yogyakarta

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sekitar 300 anak usia mulai 7 hingga 15 tahun, rela antre sejak pagi di Sahid Hotel Yogyakarta, Minggu (23/2). Mereka umumnya didampingi orang tua, ingin uji kemampuan menyanyi pada ajang pencarian bakat menyanyi di kalangan anak-anak, The Voice Kids Indonesia 2020.

Anak-anak ini rupanya terinspirasi pada sukses seorang putra Flores yang mengorbit sebagai bintang baru melalui program The Voice Kids Indonesia session sebelumnya.

Sepanjang berlangsungnya audisi, setiap anak berusaha meyakinkan tim juri audisi dengan penampilan panggung yang unik dan maksimal. Sebut saja Matthew (11), yang jauh-jauh datang dari Semarang. Ia berpenampilan lucu, namun memiliki kualitas suara, yang boleh diadu.

“Tadi sampai sini (Yogyakarta) jam 5 pagi. Aku ingin jadi penyanyi terkenal supaya buat mama papa bangga,” ujar Matthew yang pernah mengikuti The Voice Kids season sebelumnya namun gagal.

Selain dari Semarang, tidak sedikit pula yang datang dari Klaten, Sleman, bahkan Kediri (Jawa Timur). Semangat anak-anak ini patut diacungi jempol. Latief asal Sleman, kebetulan memiliki kekurangan fisik sebagai tuna netra, namun berkat kegigihan telah membawanya ke tahap Precast 2.

“Aku ditawarin di sekolah untuk ikut audisi ini. Aku langsung mau,” ujar Latief yang datang ditemani salah seorang gurunya.

Para peserta open audition Yogyakarta terlebih dulu menjalani proses seleksi tim juri lokal. Apabila lolos, selanjutnya mengikuti seleksi oleh tim GTV. Apabila dinyatakan lolos, mereka akan dihubungi oleh Tim The Voice GTV mengikuti Blind Audition di Jakarta.

Hasbi Assydiqi selaku Kord. Creative The Voice Kids Indonesia GTV mengatakan bahwa tahun 2020 The Voice Kids Indonesia kembali dengan coach baru dan  treatment berbeda.

“GTV mencari bakat-bakat baru untuk tampil di panggung The Voice Kids Indonesia 2020,” ujar Hasbi  yang menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu kota tujuan mencari talenta baru.

Rangkaian audisi The Voice Kids Indonesia akan berakhir di Jakarta pada pekan depan. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending