Connect with us

Event

Audisi Miss Indonesia 2020 Cari Kandidat Terbaik ke Ajang Miss World 2020

Published

on

Suasana audisi Miss Indonesia 2020 yang berlangsung di MNC Studios, Jakarta Barat, Sabtu (9/11).

Kabarhiburan.com, Jakarta – Audisi Miss Indonesia 2020 berakhir hari ini di Jakarta. Audisi ini disebut Audisi Jakarta 2, berlangsung sejak kemaren, Sabtu (9/11) hingga hari ini, Minggu (10/11).

Lebih dari 50 peserta datang langsung ke di MNC Studios sebagai penyelenggara audisi, sejak kemarin. Mereka mengikuti serangkaian proses audisi, yakni tes tertulis, wawancara dan sesi pemotretan.

Head of Production Operational RCTI, Tiurma Imelda Sinaga mengatakan audisi Miss Indonesia dimulai dari Jakarta pada September silam. Berlanjut ke berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, Makassar, Medan, Surabaya dan Denpasar. Kini kembali ke Jakarta.

“Kami mencari perempuan millenial Indonesia. Selain cantik, dia juga memiliki wawasan luas dan memiliki jiwa sosial, yakni manner, impressive, smart and social (MISS). Kriteria inilah yang kami akan  bawa ke ajang Miss World 2020, mendatang” ujar Tiurma Imelda, di MNC Studios, Jakarta Barat, Sabtu (9/11).

“Kami sudah memiliki beberapa kandidat dari 34 provinsi di Indonesia. Kini, kami tinggal mencari kandidat terbaik. Mereka akan masuk karantina yang akan berlangsung pada awal 2020 mendatang,” ujar Tiurma yang juga salah satu penelis juri Miss Indonesia 2020.

Juri Miss Indonesia 2020 sudah menelusuri segala potensi dan kelebihan masing-masing peserta audisi.

“Seperti kita tahu, para generasi milenial saat ini memiliki bakat yang beragam. Kita menuntut bakat apa saja yang mereka tampilkan, agar lebih baik dari kakak-kakak pendahulunya,” ujar Tiurma Imelda yang mencontohkan Yolanda Luciana Tuasela, yang merupakan atlet karate Dan III.

Yolanda Luciana Tuasela merasa beruntung mengikuti ajang Miss Indonesia 2019 silam.

Yolanda merupakan finalis dari Maluku pada Miss Indonesia 2019 silam. Ia mengaku beruntung mendapat kesempatan sebagai finalis Miss Indonesia 2019 silam.

“Saya ingin keluar dari kotak nyaman sebagai atlet karateka. Benar saja. Saat mengikuti ajang Miss Indonesia 2019, banyak pelajaran baru, yang enggak saya dapatkan di dunia atlet karate,” ujar gadis yang biasa dipanggil Yola ini.

Ia memisalkan modeling, public speaking, dress up dan masih banyak lagi, yang dia dapatkan selama mengikuti ajang Miss Indonesia.

“Intinya, sekarang saya merasa lebih bisa mengendalikan emosi dan potensi diri saya. Tidak lagi terkotak pada masalah sporty semata,” ujar gadis yang biasa dipanggil Yola ini. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Raffi Ahmad Beberkan Makna Filosofi Jersey Resmi RANS Cilegon FC

Published

on

By

Jersey RANS Cilegon FC (tampilan Youtube)

Kabarhiburan.com – Jelang mengarungi kompetisi sepak bola di Liga 2 Indonesia, RANS Cilegon FC milik Raffi Ahmad memperkenalkan jersey resmi mereka, yang dikemas dalam acara bertajuk Jersey For Everyone, di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Senin (20/9).

Jersey RANS Cilegon FC dibalut warna-warni menarik, terdiri dari jersey home dan jersey away. Masing-masing memiliki satu makna mendalam, yakni keabadian.

“Filosofi yang kita punya itu adalah burung phoenix. Kenapa phoenix? Karena dia bisa hidup bertahun-tahun bahkan beribu tahun. Ketika dia membakar dirinya, dia bisa hidup lagi, jadi abadi,” jelas Raffi didampingi Rudy Salim, pada peluncuran Jersey RANS Cilegon FC.

Kalau jersey home didominasi warna ungu dan merah jambu, sedangkan jersey away didominasi warna putih dan jersey ketiga dengan balutan warna hitam. Raffi mengklaim jersey ini sangat nyaman dikenakan.

“Untuk jersey Rans Cilegon FC sendiri, kita menggunakan bahan yang sangat nyaman. Pokoknya ini akan sangat nyaman untuk para pemain,” ujar Raffi tentang Jersey hasil kerja sama RANS CFC dengan Hundred tersebut.

Dalam mengikuti Liga 2 Indonesia, RANS Cilegon FC mendapat dukungan 11 sponsor. Nama-nama sponsor ini menempel pada bagian depan jersey resmi tersebut.

Acara peluncuran Jersey resmi RANS Cilegon FC sekaligus memperkenalkan  Dito Ariotedjo sebagai chairman baru. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

Mengerucut Jadi 35 Judul Film Unggulan FFWI XI 2021

Published

on

By

Wina Armada Sukardi (kiri) didampingi Edy Suwardi.

Kabarhiburan.com – Film unggulan Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) ke-XI kian mengerucut jadi 35 judul film saja, dari 92 film Indonesia yang tayang sejak September 2020 hingga September 2021. 30 film diantaranya tayang di bioskop, sisanya 62 film tayang di OTT, seperti Netflix, Disney+Hotstar, Klik Film, Bioskop Online, dan lainnya). Masing-masing terdiri dari tiga sampai lima unggulan.

Demikian terungkap dalam Diskusi Kegiatan Penjurian FFWI XI yang berlangsung di Hotel Amaroossa Grande, Bekasi, Minggu, 19 September 2021.

Yan Widjaya selaku Ketua Bidang Penjurian FFWI XI menjelaskan, sampai saat ini telah dipilah 7 film Komedi, 7 film Horor dan 21 film Drama, selanjutnya masih akan mengalami kurasi unggulan.

“Yang unggulannya akan diumumkan pada 18 Oktober 2021. Kemudian akan menghasilkan sembilan unggulan yang akan kita nilai, meliputi sembilan unsur, yakni Film, Sutradara, Penulis Skenario, DOP (Penata Kamera), Aktor Utama, Aktris Utama, Aktor Pendukung, Aktris Pendukung, dan Penyunting (Editor),” kata Yan Widjaya.

Yan Widjaja menambahkan, unggulan FFWI XI akan diumumkan pada 18 Oktober, selanjutnya pemenangnya akan diumumkan di malam puncak FFWI XI, pada 28 Oktober 2021.

Sebelumnya, Wina Armada Sukardi selaku Ketua Panitia FFWI XI mengatakan, penilaian FFWI XI bersifat sangat independen, tanpa harus berpretensi, dengan hanya menilai sembilan unsur.

Sebelumnya direncanakan empat kategori yang dinilai, yaitu Drama, Horor, Komedi dan Laga (Action). Tapi karena jumlah film berkategori Laga sedikit, sehingga dewan juri hanya menilai untuk tiga kategori dari 27 unsur yang ada. Plus tiga piala khusus.

FFWI tahun 2021 menjadi gelaran kesebelas, mengingat sebelumnya wartawan sudah menggelar sepuluh kali. Urutannya, empat kali oleh PWI dari 1970 sampai dengan 1975, dua kali oleh PWI Jaya pada 1985 dan 1986.

Selanjutnya, dua kali Festival Film yang didukung oleh Jak TV dan Usmar Ismail Awards dua kali.

Edy Suwardi selaku Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Apresiasi dan Literasi Film (Alif) Direktorat Perfilman dan Media, Kemendikbud Ristek RI mengatakan, pihaknya hanya menjadi pendamping dan memfasilitasi kegiatan FFWI XI.

Pokja Alif, juga meyakini hasil penjurian yang dilakukan dan didapatkan Juri FFWI XI akan baik.

“Intinya kami mendukung kegiatan FFWI XI, sebagai bagian ekosistem perfilman Indonesia. Dengan tujuan akhir dapat turut membuat film menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Edy Suwardi.

Continue Reading

Event

Popo Gingsul (Lampung) Memikat Empat Mentor dengan Goyang Putar Mantul

Published

on

By

Kabarhiburan.com– Jelang babak Top 20 Bintang Pantura 6 Indosiar, Juragan Soimah membebaskan para Mentor, yakni Nassar (Tim Kiyowo), Via Vallen (Tim Sayang), Jenita Janet (Tim Happy), dan Dewi Perssik (Tim Terpesona), menentukan lima biduan dan biduanita dari masing-masing tim untuk melaju ke babak Top 20 Bintang Pantura 6.

Panggung Pilih-Pilih Grup 9 yang berlangsung Selasa (14/9), diawali penampilan Popo Gingsul (Lampung), menyanyikan ‘Sayang 2’. Ia berhasil mengajak seisi Studio 5 Indosiar bergoyang Putar Mantul, serta memikat keempat Mentor untuk mendorong tuas.

Dewi Perssik menjadi Mentor pertama mendorong tuas disusul oleh Jenita Janet, Via Vallen, dan Nassar.

“Saya terpesona dengan suaranya yang sangat bagus. Jarang loh, penyanyi yang bisa bernyanyi sambil bergoyang dan tetap mengatur pernafasan dengan baik,” puji Dewi Perssik, dibenarkan Nassar yang  pernah tampil satu panggung di event offair bersama Popo Gingsul (Lampung) sebelum pandemi.

Pantura Boys pun langsung berebut untuk foto bersama Popo Gingsul (Lampung). Setelah mendapat pujian dari keempat Mentor, Popo Gingsul (Lampung) menjatuhkan pilihannya untuk bergabung ke Tim Happy.

Garryn Nugraha (Kuningan) juga diperebutkan oleh Dewi Perssik, Via Vallen dan Jenita Janet yang mendorong tuas. Lagu “Ra Kuat Mbok” yang Garryn Nugraha (Kuningan) bawakan dengan menyisipkan beatbox.

Soimah

“Suara dan penampilan kamu bagus. Keren kamu pokoknya, tidak semua orang punya kemampuan beatbox. Aku tertarik sama kamu dan aku berharap kamu bisa masuk ke Tim Sayang,” harap Via Vallen, yang langsung disambut Garryn Nugraha (Kuningan) untuk bergabung di Tim Sayang.

Selanjutnya, “Secawan Madu” dipersembahkan oleh Ryndi Noviantika (Cirebon) dengan goyangan Seblak Senggol, hanya memikat hati Dewi Perssik untuk mendorong tuas.

Dewi Perssik optimis dapat mengasah kemampuan Ryndi Noviantika jika bergabung ke Tim Terpesona.

“Dewi itu sangat peka dengan kemampuan para peserta. Tadi goyangan Ryndi juga sangat bagus,” puji Juragan Soimah yang langsung mencoba goyang Seblak Senggol.

Okky Saputra (Mojokerto) jadi biduan terakhir dari Grup 9  membawakan “Pengobat Rindu”, belum berhasil memikat keempat Mentor.

“Mungkin di tahun-tahun sebelumnya saya bisa memilih kamu. Saya tidak pernah mempermasalahkan penampilan kamu yang mirip dengan saya, malah saya bersyukur sekali. Tapi kali ini saya ingin Tim Kiyowo hanya terdiri dari biduanita saja”, ungkap Nassar.

Okky Saputra (Mojokerto) harus turun panggung dari Bintang Pantura 6 karena tidak ada Mentor yang memilih.

Sementara di akhir acara tidak ada Mentor yang menggunakan kesempatan untuk Tarik Selendang. Sehingga Popo Gingsul (Lampung) tetap berada di Tim Happy, Garryn Nugraha (Kuningan) bergabung dalam Tim Sayang, dan Ryndi Noviantika (Cirebon) di Tim Terpesona. (TS. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Trending