Connect with us

Musik

Aulia Rebut Posisi Bergengsi Klasemen Sementara

Published

on

Tampil genit saat bawakan lagu ‘Tua-tua Keladi’, lambungkan Aulia ke posisi bergengsi

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sebanyak 27 bintang telah berjuang selama Round 2, menyisakan Reza, Subro, serta Ika yang tergabung dalam grup 10. Mereka akan berjuang di Konser D’Star Top 30 Round 2 Grup 10, Senin (15/7) malam ini di Indosiar, live, mulai pukul 19.00 WIB.

Bisa dipastikan mereka akan menampilkan yang terbaik, demi mengukuhkan posisinya di klasemen Round 2. Apakah berhak maju ke babak 15 besar atau harus terdegradasi.

Sebelumnya, Grup 9 yang tayang Jumat (12/7) silam, menampilkan Ridwan, Aulia, dan Tika. Lagu Euphoria menjadi lagu pamungkas Ridwan pada kesempatan terakhir di babak Top 30.

Ridwan kembali menunjukkan kemampuannya menyanyi sambil menari, sehingga berhasil mengumpulkan skor sebesar 514. Hanya saja Melly Goeslaw masih belum puas dengan penampilan Ridwan,

“Saya mengapresiasi penampilan kamu, karena tidak semua penyanyi dapat bernyanyi dengan menghafal koreografi. Tapi menurut aku pribadi, pesan dari lagu ini tidak tersampaikan dengan baik,” tutur Melly.

Tidak ingin kalah dengan Ridwan, Aulia tampil dengan gaya centil saat menyanyikan lagu Tua-Tua Keladi.  Aulia pun berhasil unggul dari Ridwan dengan skor 541, selain menuai banyak pujian dari Dewan Juri.

“Aulia bagi saya nilai itu bagus sekali. Saya suka karakter suara Aulia itu adalah alasan saya memberikan nilai diatas 80”, ungkap Bebi Romeo yang memberi nilai 87.

Suara syahdunya,,hanya menempatkan Tika di posisi 20 klasemen sementara

Sementara alumnus Bintang Pantura, Tika, tampilkan suara syahdu saat menyanyikan lagu Bagai Ranting Kering.  Tika berhasil meluluhkan hati Soimah dan memuji penampilannya.

“Penampilan kali ini kamu menunjukan jati diri kamu. Perkembangannya pun semakin terlihat dibandingkan dengan penampilan sebelumnya,” puji Soimah.

Setelah melalui kompetisi di grup 9, Aulia menempatkan dirinya ke posisi keempat pada klasemen sementara, atau setingkat di bawah Selfi yang berada di urutan ketiga.

Sedangkan Ridwan perlu waspada karena hanya berada di posisi ke-14, sebaliknya Tika di posisi ke 20 hampir pasti bakal terdegradasi.

Sejauh ini Fildan masih kokoh di puncak tangga klasemen D’Star Top 30 Round 2, disusul oleh Rara dan Selfi. Klasemen sementara ini masih akan berubah hingga tiga bintang dari Grup 10 malam nanti tampil.

Lima belas bintang yang berada di posisi terendah akan terdegradasi, sementara 15 bintang teratas akan dipromosikan untuk melaju ke babak Top 15. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Rilis Single ‘Nikahin Adek Bang’, Novi Rizky: Lebih Berkelas dan Keren

Published

on

By

Novi Rizky berharap single “Nikahin Adek Bang’ dapat diterima pecinta dangdut Tanah Air.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pedangdut cantik Novi Rizky memamerkan kelincahannya bergoyang saat memperkenalkan single terbarunya berjudul Nikahin Adek Bang.

Dibalut musik dangdut remix yang riang, membuat lirik yang ditulis oleh Diantoine dan diaransemen oleh Pradea ini terdengar enak di telinga dan mudah diikuti pendengarnya.

Novi Rizky yang nyaman bernaung di bawah label Seven Stars Record, mengaku bahwa lirik Nikahin Adek Bang, mewakili kisah pribadinya dan banyak wanita.

“Ceritanya, si cewek menuntut agar pacarnya segera menikahi dirinya. Jangan cuma janji-janji palsu,” ujar Novi saat ditemui di lobby Sheraton Hotel, Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (28/1).

Terbukti, baru rilis beberapa jam silam, video klip Nikahin Adek Bang sudah ditonton lebih dari 1500 viewer. Situasi ini langsung menerbitkan optimistis,  Novi Rizky bakal mengulang sukses singlenya terdahulu, yakni Kumaha Kamu,  Janda Tik Tok dan Cantik Itu Mahal.

Single  Cantik Itu Mahal, misalnya, langsung mencapai viral di kanal YouTube dan aplikasi Tik Tok, lantaran meraih jutaan penonton dalam tempo dua bulan.

Novi Rizky bersama produser Riccardo Mazzoni.

Pencapaian tersebut membuat nama Novi Rizky, kini diperhitungkan oleh pecinta musik dangdut. Ia mengatakan single dan video klip Nikahin Adek Bang dibuat lebih berkelas dan keren.

“Lewat video klip lagu ini pula aku mau memperlihatkan kualitas aku yang sudah berbeda dari klip sebelumnya. Silakan saja klik dan subscribe,” pintanya.

“Saya berharap single keempat ini dapat diterima lebih banyak penggemar dangdut,” harap Novi Rizky, yang diamini oleh Riccardo Mazzoni, sang produser.

“Kami bikin sesuatu yang segar lewat musik dangdut modern. Saya berharap banyak yang ngeklik video ini,” pinta Riccardo yang mendampingi Novi Eizky. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Deteksi Production Gandeng Musisi Gaungkan ‘Jauhi Narkoba’

Published

on

By

Moliano (kiri) tampilkan permainan gitar yang memikat.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Deteksi Production sudah merencanakan secara rutin menggelar panggung musik di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan.

Berbeda dari panggung musik biasanya, Harry ‘Koko’ Santoso selaku CEO Deteksi Produduction menampilkan secara bergiliran, para musisi yang juga mantan pecandu narkoba. Acara ini mendapat dukungan Gentara (Gema Nusantara Anti Narkoba). Tampak hadir Wakil ketuanya, Husni Azof.

“Kami akan memberi ruang bagi musisi mantan pengguna narkoba  secara bergiliran untuk tampil main musik. Kemudian mereka menggaungkan aksi Jauhi Narkoba,” ujar Koko.

Musisi senior dari Singapura, Moliano mendapat kehormatan untuk tampil perdana dalam acara Jauhi Narkoba, Jumat (25/1) malam.

Pria berambut gondrong ini sempat memamerkan kemahirannya bermain gitar pada beberapa judul tembang lawas. Sebut saja, Panggung Sandiwara,  Halimah Cinta, Will Take You Forever dan Soldier of Fortune.

Melihat permainan gitar yang begitu memikat, siapa sangka Moliano seorang mantan pengguna barang haram?

Malay Youth Performing Art

“Pada usia 9 tahun saya pecandu ganja. Ke sekolah pun bawa ganja dan berambut panjang macam hippies, sampai saya ditangkap polisi. Apa sebabnya?  Saya cuma mengikuti kata hati saya sendiri. Tak ada orang yang membimbing saya,” ujar Moliano yang memutuskan berhenti mengonsumsi ganja pada usia 16 tahun.

“Alhamdulillah, saya sangat suka musik. Menjelang usia 16 tahun, saya punya impian mau jadi rock star. Untuk mewujudkannya, saya pun kerja keras sejak usia 16 tahun dan putuskan berhenti sekolah. Saya  main musik di berbagai club. Ini membuat Ibu-bapak saya marah besar,” kenang Moliano.

Moliano memastikan bahwa kegiatan musik membantu anak-anak terhindar dari bahaya narkoba.

Setelah 15 tahun lamanya mengarungi karir sebagai pemusik, Moliano merasa sudah meraih semua keinginannya. Mencetak puluhan album dan popularitas yang meroket.

“Para penggemar saya pun sudah tidak terhitung jumlahnya, tapi saya memutuskan berhenti main musik. Saya lalu mengabdikan diri kepada penggemar saya, tentu melalui musik pula,” jelasnya.

Hasil pengamatannya pada remaja Singapura, umumnya suka musik dan olah raga. Moliano kemudian membuat program Malay Youth Performing Art, lalu mengajak anak-anak usia 7 hingga 19 tahun yang suka music untuk bergabung, tanpa memungut biaya alias gratis.

“Saya belikan pula alat musik keinginan mereka, seperti  gitar, keyboard, drum dan sebagainya. Sekali dalam sebulan mereka saya ajak tampil di hadapan penonton,” imbuh Moliano tentang program yang dibentuknya 10 tahun silam tersebut.

Selama 10 tahun Malay Youth Performing Art sudah menghasilkan 600 hingga 700 peserta. Bahkan angkatan pertama hingga keempat, memiliki profesi. Ada yang jadi polisi, seniman di universal studio, insinyiur, dan sebagainya.

Bentuk Karakter Anak Lewat Musik

“Apapun profesi mereka sekarang, tapi tetap mahir main musik. Inilah yang sungguh membanggakan saya sampai saat ini,” imbuhnya.

Moliano pun menyimpulkan bahwa anak yang gemar musik tidak lantas menjadi pemusik. Musik hanya membantu untuk membentuk karakter positip.

“Yang pasti, main musik telah membuat anak-anak terhindar dari bahaya narkoba dan memahami bahaya narkoba,” ujar Moliano optimis.

Moliano pun akhirnya menggaris bawahi pentingnya anak-anak mendapat pengarahan tentang pergaulan yang benar sejak dini.

“Jangan sampai tidak ada orang yang mengasuh dan mengarahkan, sebab bisa salah bergaul yang membuat terjerumus jadi pecandu narkoba. Akibatnya, tinggal menunggu waktu saja. Pada 5 hingga 20 tahun mendatang, negara pun bisa hancur. Itu menakutkan,” ujar Moliano dengan mimik serius.

Baginya, pembentukan karakter seseorang sudah dimulai sejak usia 8 hingga 10 tahun. Usia dimana anak-anak mulai suka mencoba-coba segala sesuatu.

“Sejak usia 8 – 10 tahun mulailah memberi bimbingan dan arahkan kepada anak  dengan kegiatan yang positif,” tambahnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

The Promotor Band Hadir Ramaikan Musik Indonesia

Published

on

By

Personil The Promotor Band

Kabarhiburan.com, Jakarta – The Promotor band menyatakan siap meramaikan industri musik Tanah Air. Para personilnya: Adev (gitar),  Delva (bass), Endy (drum), Morai (vokalis) dan Kenny Saputra (gitar) mengusung genre Pop Rock.

Berasal dari band yang berbeda di Palembang dan Batam, The Promotor kini bernaung di bawah label Langit Biru Maharaya dan merilis single perdana berjudul Merindukan Kamu.

“Lagu ini menceritakan kerinduan seseorang kepada kekasihnya yang dipisah oleh jarak. Situasi ini membuatnya selalu rindu dan senantiasa mendoakan sang kekasih,” ujar penciptanya, Kenny Saputra.

Mereka berharap, Merindukan Kamu akan mampu membawa nama The Promotor menjadi salah satu band yang diperhitungkan oleh pecinta musik Indonesia.

“Mudah-mudahan lagu ini menjadi terobosan di industri musik Tanah Air dan bisa diterima oleh pecinta musik kita,” ujar Kenny Saputra dalam jumpa pers di sebuah café di Jakarta Selatan, Sabtu (25/1).

“Selain Merindukan Kamu, kami sudah menyiapkan 4 lagu lainnya. Kami merencanakan merilis single terbaru pada setiap bulan,  sehingga setahun ke depan bisa menelurkan sebuah album,” timpal Adev yang berprofesi sebagai promotor musik.

Adev pula yang menggagas untuk membentuk band. Ia lalu mengajak keempat rekannya untuk bergabung dan kembali main musik. Mereka pun sepakat memilih nama band mereka The Promotor pada pertengahan tahun 2019 silam.

Bila tidak ada aral melintang, The Promotor akan melakukan tur  ke berbagai kota di Indonesia untuk memperkenalkan single perdana ini. Mereka juga giat melakukan promosi di berbagai setasiun radio dan sarana digital.

“Tidak tertutup kemungkinan kami akan membawa single ini ke negera tetangga,” ujar Adev yang sukses membawa musisi luar negeri untuk tampil di Indonesia. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending