Connect with us

Event

Ayo, Berbagi Informasi Lewat Radio Streaming

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) DKI Jakarta, menggelar Workshop Pemanfaatan Teknologi Radio Streaming untuk Kegiatan Sosial, yang berlangsung di Graha BKKKS, Jl Salemba Tengah 51, Jakarta, Rabu (31/7).

Dalam Workshop tersebut menampilkan dua pembicara Praktisi Radio Streaming, yaitu Dani Ramdani dan Toto Yasadiwirya dari Batavia Smart Radio. Acara tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang berasal dari Karang Taruna se DKI Jakarta, bloger, serta dari Sekolah Jurnalisme Indonesia PWI DKI Jakarta.

Panitia Pelaksana, Mayjen TNI (Purn.) Edy Butar Butar dalam sambutannya berharap, Workshop ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai radio streaming.

Ia juga menyebutkan bahwa Media dapat menjadi alternatif dalam menyampaikan informasi, edukasi dan hiburan kepada komunitas masing masing.

“Bagi pegiat sosial, radio streaming akan sangat membantu dalam mempublikasikan dan mengkampanyekan kegiatan yang telah dan akan mereka lakukan, dengan biaya yang sangat terjangkau,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BKKKS DKI Jakarta Prof Dr. Budiharjo,.MSc, menyampaikan perlunya pengembangan informasi digital, terlebih memasuki era industri 4.0 belakangan ini.

Ia berharap ke depannya akan terjalin kerjasama yang lebih erat dengan PWI DKI Jakarta dalam memanfaatkan radio streaming yang kini telah dimiliki BKKKS DKI Jakarta, yaitu Batavia Smart Radio.

“Saya berharap PWI DKI Jakarta akan memiliki program reguler di Batavia Smart Radio, membahas berbagai persoalan kekinian,” ujar Budiharjo.

Para peserta dari Karang Taruna, diharapkan juga mampu memiliki radio streaming masing-masing, untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan di Kelurahan tempat tinggalnya masing-masing.

Begitu pula yang disampaikan pembicara Dani Ramdani. Ia menyebutkan, mendirikan radio streaming ini tidak membutuhkan biaya yang besar.  Yang dibutuhkan hanyalah membeli web hosting, yang nilainya hanya mencapai puluhan ribu rupiah per bulannya. Bahkan bisa mendapatkannya secara gratis di listen2myradio.com.

“Dengan Rp 500.000,- kita sudah bisa mengelola radio streaming selama satu tahun,” tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan Toto sebagai pembicara ke dua. Ia mengingatkan pentingnya menyiapkan konten yang sesuai dengan segmen yang disasar, format radio dan konsistensi operasional serta bagaimana mengakuisisi pendengar.

Beberapa kebutuhan pokok untuk membangun radio streaming antara lain, aplikasi server broadcast live streaming, tiga unit komputer PC, koneksi internet broadband, nomor IP public dan penyewaan nama domain. (Rls)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

‘LIDA 2020 Di Rumah Saja’ Hiburan Terbaru di Tengah Pandemik

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah RI antara lain sudah menganjurkan setiap warganya agar tetap berada di rumah.

Mengikuti anjuran tersebut, Indosiar telah mengemas LIDA 2020 tanpa penonton, sejak Senin, 16 Maret 2020 silam. Di susul dengan menghentikan sementara kompetisi LIDA 2020, terhitung mulai Sabtu, 4 April 2020, sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Perjuangan para Duta Provinsi di Top 9 LIDA 2020 yang seyogianya bergulir mulai pekan depan, akan digantikan dengan aksi dan keseruan lebih segar, lewat program bertajuk LIDA 2020 Di Rumah Saja. Tayang setiap hari mulai Sabtu, 4 April 2020 live pukul 20.00 WIB.

Harsiwi Achmad selaku Direktur Programming SCM, memastikan bahwa LIDA 2020 akan bergulir kembali jika keadaan sudah kondusif dan Indonesia sudah aman dari covid-19.

“Siap-siap untuk terpukau, karena program LIDA 2020 Di Rumah Saja akan membuat pemirsa di rumah semakin mencintai dangdut khususnya LIDA 2020,” pinta Harsiwi.

Harsiwi mengklaim LIDA 2020 Di Rumah Saja hadir lebih dari sekedar menghibur melainkan juga menyuguhkan sederet aksi memukau nan menginspirasi dari para Duta Provinsi dari awal audisi hingga bisa sampai di Konser Top 9.

Setiap episodenya, LIDA 2020 Di Rumah Saja akan menampilkan kisah perjalanan dari Duta yang berhasil masuk ke Konser Top 9 secara bergantian. Selain membahas setiap penampilan mereka dari awal kompetisi baik cerita lucu, sedih maupun kejutan-kejutan yang mereka dapatkan selama berada di panggung LIDA 2020.

Hadirnya sederet bintang tamu terkenal lainnya melalui video online secara langsung akan membuat suasana bertambah meriah.

Tidak ketinggalan keseruan lomba karaoke dari 16 Duta LIDA yang sebelumnya sudah tersenggol. Mereka yang terpilih akan berkompetisi kembali secara online dari rumah dengan video mereka menyanyikan lagu-lagu dangdut terbaik demi untuk memperebutkan gelar Juara.

Turnamen dengan sistem gugur di setiap episodenya ini akan melibatkan pemirsa melalui sistem polling/vote dalam menentukan siapa yang akan maju ke babak selanjutnya.

Tidak ketinggalan seru-seruan bersama #dangdutanindosiardirumah yang akan menampilkan berbagai video seputar kegiatan selama di rumah kiriman pemirsa dan artis. Sebut saja,

Soimah, Nassar, Inul Daratista, Dewi Perssik, Zaskia Gotik, Nita Thalia, Fildan DA, Lesti DA dan Reza DA. Selain menampilkan video Impersonate dari rumah ala Rina Nose, Christo dan Soimah serta Stand Up Comedy dari rumah. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

PWI Jaya Peduli Membantu Pengemudi Ojek Online

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Abdul Mujid, salah seorang dari ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta, mengaku kesulitan mendapat order alias pesanan ojek sejak pertengahan Maret silam.

“Aah sangat melelahkan. Biasanya kita setiap hari dapat 200 ribu, sekarang nyari gocap (Rp 50 ribu) saja susah, Sudah berkeliling, sekalinya dapat, isi bensin lagi satu liter 10 ribu,” keluh warga Pademangan, Jakarta Utara ini.

Untuk menyiasati penurunan order ini, ayah dua anak ini memilih terlebih dulu makan di rumah. “Kecuali orderan jauh kita makan di luar, beli di warteg,” jelasnya.

Abdul Mujid menjadi salah seorang dari belasan pengemudi ojol peserta dalam Program PWI Jaya Peduli, di markas PWI Jaya, Jalan Suryapranoto nomor 8, Jakarta Pusat, Jumat (3/4).

Abdul pun berterima kasih atas bantuan sembako yang diterimanya melalui PWI Jaya Peduli. “Alhamdulillah seneng,” katanya.

PWI DKI Jakarta ikut merasakan dampak wabah Covid-19 yang dirasakan Abdul Majid dan kawan-kawan. Lewat program PWI Jaya Peduli, PWI Jaya menunjukkan empatinya dengan berbagi sembako dan alat-alat kesehatan ke sejumlah masyarakat.

Bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu meringankan warga dan pihak yang membutuhkan di tengah meluasnya covid-19.

Ketua PWI Jaya Peduli, Nonnie Rering,  menyebutkan telah membagikan lebih dari 200 paket bantuan yang disalurkan baik kepada warga, wartawan, pekerja di kesekretariatan PWI Pusat, petugas cleaning service maupun para pekerja harian lainnya seperti pengemudi ojek online (ojol), opang( ojek pangkalan), dan sopir bajaj.

Paket bantuan yang diberikan tersebut berupa beras, masker, hand sanitizer, minyak goreng, dan mie instan. Penyaluran paket bantuan sembako di markas PWI Jaya ini turut dihadiri Ketua PWI Jaya, Sayid Iskandarsyah; Bendahara Umum PWI Jaya, Kadirah; Wakil Bendahara Umum, Cak Herry; Sekretaris 1 PWI Jaya, Iqbal Irsyad serta jajaran pengurus PWI Jaya Peduli.

“Aksi galang dana PWI Jaya Peduli ini tetap berlanjut sampai berakhir masa tanggap bencana nasional penanggulangan bencana COVID-19,” ujar Nonnie.

Bantuan donasi bisa disalurkan melalui rekening PWI Jaya, Bank BNI Cabang Harmoni Nomor 0018283591. Untuk sumbangan berupa sembako atau alat penunjang kesehatan silakan diserahkan langsung ke markas PWI Jaya.

Nonnie juga melaporkan sejauh ini donasi yang terkumpul baik perorangan maupun instansi dari Joko Umboro, Agus Salim (Oval Advertising), Dharmawan Gunawan, C. Herry SL (Laras Post), Nonnie Rering (Elatravel), H. Heru Pujiartono (Nendia Primarasa), Amy Atmanto, William Tjugiarto, Wahyu Surya Danil-Medan, Indra Surya Nasution – Medan, Benny Susatyo (Uzone.id), Naek Pangaribuan, UMI Sjarifah (Majalah Sudut Pandang).

Donatur lainnya dari Sumber.com, Koin24.id, Cornelius Naibaho (Pempred FaktaPers), Jakartanews, IKWI Jaya, Royal Media Indonesia Harian Indonesia, Danone, PT. Satas Transportindo Internasional (STI), Rando Vittorio Hasibuan, Kemala Dewi, IKWI Pusat, Maulen Munthe (Harian Reaksi Nasional) dan Didit Alamsyah (Mingguan Harapan Rakyat).

 

Continue Reading

Event

Semakin Seru, Panggung LIDA 2020 Memasuki Kontes Top 12

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Ajang pencarian bakat Dangdut terbesar LIDA 2020 semakin mendekati tangga juara. Dari 70 Duta yang mewakili 34 provinsi, kini menyisakan 12 Duta atau Top 12.

Mereka adalah Dini (Sumatera Utara), Hari (Jambi), Wulan (Banten), Meli (Jawa Barat), Diyah (Jawa Timur), Eva (Nusa Tenggara Barat), Hamid (Nusa Tenggara Timur), Andari (Sulawesi Barat), Nia (Sulawesi Selatan), Aco (Sulawesi Tenggara), Gunawan (Maluku Utara), dan Janna (Papua Barat).

Tentu saja persaingan pun berlangsung kian sengit dan semakin menarik untuk dinikmati oleh pemirsa di rumah. Apalagi, kini mereka ditantang untuk berkolaborasi bersama para bintang Indosiar, baik LIDA maupun D’Academy.

Pada babak Top 12, maka para duta dikelompokkan ke dalam 3 grup. Grup 1 menampilkan Dini (Sumatera Utara), Diyah (Jawa Timur), Hamid (Nusa Tenggara Timur) dan Wulan (Banten), berlangsung Minggu (29/3).

Kolaborasi apik Diyah (Jawa Timur) dan Fildan DA berbuah standing ovation dari Dewan Juri.

Kontes LIDA Show Top 12 Grup 1 dibuka oleh penampilan Hamid (Nusa Tenggara Timur) berduet dengan Irwan DA. Mereka membawakan lagu Kembalikanlah Dia yang dipopulerkan Asep Irama.  Totalitas yang diberikan Hamid berbuah standing ovation dari semua Dewan juri.

Reza DA menilai penampilan Hamid sudah bagus. Suara tipis yang menjadi karakter Hamid dalam membawakan sebuah lagu sudah dapat dikatakan cukup kuat. Kalaupun ada kekurangan lebih pada artikulasi dari beberapa lirik lagu terdengar masih kurang jelas.

Sementara Diyah (Jawa Timur) tetap mengandalkan suara merdunya. Ia tampil bersama Fildan DA, mampu meraup 4 standing ovation, usai membawakan lagu Ae dil hal mushkii ciptaan Arkit Singh.

Menurut Dewi Persik, penampilan Diyah sudah sangat sempurna dari suara, penampilan di atas panggung dan gaya sudah sangat sesuai dengan karakter dirinya, sehingga terlihat sangat natural.

Tidak mau kalah dari Hamid dan Diyah, Wulan (Banten) yang bersinergi dengan Ical DA memberikan penampilan memukau saat membawakan lagu Oleh-oleh, yang dipopulerkan Rita Sugiarto.

Nassar mengungkapkan penampilan Wulan (Banten) sudah sangat sempurna dan menarik untuk dinikmati.

Dini (Sumatera Utara) bersama Rara LIDA menerbitkan harapan bagi Dini untuk melanjut ke babak berikutnya.

Sementara Dini (Sumatera Utara) yang berduet dengan Rara LIDA dalam lagu Maling yang dipopulerkan Nita Thalia, kembali membuat dewan juri melakukan standing ovation.

Dewan juri Elvi Sukaesih memuji penghayatan lagu Dini sudah demikian baik. Begitu pula dengan kolaborasinya dengan Rara,

“Penghayatan kamu sudah bagus dan kolaborasi kamu dengan Rara sudah sangat sempurna malam ini,” ujar Elvy Sukaesih kepada Dini.

Perolehan sementara Konser LIDA 2019 Show Top 12 Grup 1 menempatkan Wulan (Banten) berada di posisi terakhir. Hanya saja perolehan ini masih dapat berubah sesuai akumulasi besarnya dukungan dari pemirsa dan penilaian Dewan Juri.

Keempat peserta masih memiliki satu kali kesempatan, tampil maksimal di Konser LIDA 2019 Top 12 Result Grup 1 yang berlangsung Senin, 30 Maret 2020 pukul 20.00 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending