Connect with us

Event

Band Flight to Infinity Terancam Batal Manggung di California

Published

on

Mikael Andamadan Riswoyo, lead guitar band Flight to Infinity bagai di persimpangan jalan.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Senangnya Mikael Andamadan Riswoyo mendapat tawaran yang membanggakan. Remaja yang biasa dipanggil Mikael ini bersama bandnya, Flight to Infinity, mendapat undangan untuk tampil di ajang festival musik internasional yang akan berlangsung di Long Beach, California, Amerika Serikat.

“Ya, minggu kemarin saya ditelepon seseorang yang mengaku promotor dari sebuah even yang akan berlangsung di Long Beach, California AS . Mereka mengundang Flight to Infinity untuk bisa tampil disana,” ujar Mikael pemegang lead guitar pada band Flight to Infinity.

Hanya saja, Mikael belum bisa melampiaskan kegembiraannya. Baginya dan  Flight to Infinity, undangan tersebut merupakan kebanggaan, sekaligus kesedihan.

“Sedih, karena kami harus mengeluarkan biaya sendiri untuk tiket perjalanan. Panitia hanya menyediakan akomodasi dan konsumsi selama disana,” jelas Mikael di Jakarta, Kamis (27/6).

Kegalauan Mikael dan band-nya tentu beralasan. Pasalnya, bukan perkara mudah untuk bisa tampil di Negeri Paman Sam. Panitia pasti sudah melakukan seleksi ketat terhadap peserta dan negara mana saja yang akan diundang.

“Kami merasa tersanjung bisa terpilih untuk diundang. Namun karena tak ada biaya untuk beli tiket pergi kesana, makanya saya sedih,” katanya.

“Memang ada sedikit harapan, karena di ujung pembicaraan melalui telepon, promotor dari ajang tersebut, berjanji akan mencarikan sponsor untuk tiketnya. Kalau itu terwujud, sungguh menjadi kebanggaan tak terhingga bagi saya bersama teman-teman di band,” jelas Mikael.

Dalam kesempatan yang sama, Irish Riswoyo, ayah sekaligus manager pribadi Mikael, Irish Riswoyo,  membenarkan bahwa kesempatan seperti ini belum tentu datang dua kali.

“Saya sampaikan ke Mikael, silakan berangkat  jika memang ada sponsor untuk membiayai tiket. Soalnya, mengingat biayanya yang cukup besar, maka saya angkat tangan,” jelas Irish, yang menambahkan, seandainya tidak ada sponsor, disarankan agar Mikael untuk fokus pada pendidikan formal dulu.

“Mikael sedang mencari perguruan tinggi untuk kuliah. Selain ia masih fokus rekaman album bersama bandnya yang sudah mengumpulkan lima lagu jadi,” jelas Irish.

Sepanggung Dengan band Relic Heart

Kalau Mikael bersama Flight to Infinity mendapat undangan ke ajang festival di USA, itu bukan datang tiba-tiba.

Sebelumnya, Flight to Infinity sudah tampil di ajang International Indie Music Festival yang berlangsung di ICE BSD tempo hari. Di sana, Flight to Infinity tampil di panggung utama bersama band asal Perancis dan Amerika Serikat (AS).

Flight to Infinity mendapat apresiasi dari band asal Amerika Serikat.

Usai tampil, Mikael didatangi beberapa personil band dari AS tersebut. Mereka mengatakan, kagum dengan permainan band yang personilnya masih muda, sudah mampu membawakan lagu-lagu punk dan rock n roll secara rapi.

“Waktu itu, Flight to Infinity main sebelum band terakhir. Nah, band terakhir yang dimaksud adalah Relic Heart dari USA. Usai band saya tampil, mereka menyambangi kami dan ngobrol,” kenang Mikael saat tampil di International Indie Music Festival di ICE BSD.

“Mereka menanyakan umur saya, saya jawab 16 tahun. Lalu mereka bilang muda sekali, tapi kamu bermain bagus. Terus mereka meminta alamat IG, FB dan nomor telepon, Pendeknya, kami ngobrol, hingga mereka tampil di atas panggung,” jelas Mikael lagi.

Kolaborasi dengan Roy Jeconiah

Kesempatan datang tak selalu di saat yang tepat, begitulah yang sedang dihadapi oleh Mikael bersama Flight to Infinity. Meski demikian, mereka patut berbangga, karena permainannya mendapat apresiasi dari band dari asal Negeri Paman Sam.

Setelah merilis single setahun lalu, Mikael bersama Flight to Infinity langsung menggarap album. Kini album sudah memasuki tahap penyelesaian.

Salah satunya, membuat lagu yang pas buat berkolaborasi dengan sang senior, yakni Roy Jeconiah (ex-Boomerang). Roy Jeconiah kini membesarkan band Jecovox dan RI-1 bersama koleganya John Paul Ivan.

“Om Roy yang minta langsung dengan saya untuk berkolaborasi dalam albumnya nanti. Ini pun merupakan sebuah kebanggaan buat saya dan band. Seandainya saya harus mengeluarkan fee buat Om Roy tentu besar. Disini, kami berterima kasih sama Om Roy yang sudah mengapresiasi kami dengan tawarannya berkolaborasi,” tutup Mikael.

Seperti diketahui, Mikael bersama Clair Voyant, band sekolahnya di SMA Negeri 4, Tangerang Selatan pernah menyabet juara 2 pada ajang Festival band antar SMA se Indonesia.

Hasilnya, Clair Voyant berhak mewakili area regional Jabodetabek, untuk tampil di Grand Final yang berlangsung di Bandung, beberapa bulan silam. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Rangga Azof dan Haico Van der Veken, Aktor dan Aktris Utama Paling Ngetop SCTV Awards 2020

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Malam puncak SCTV Awards 2020 berhasil menghibur masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Acara ini disiarkan langsung dari Studio Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (27/11).

SCTV Awards merupakan ajang penghargaan yang diberikan oleh stasiun televisi SCTV bagi pemain sinetron, grup musik, dan program acara. Sejumlah nama pun muncul sebagai predikat ‘Paling Ngetop’ di masing-masing kategori.

Acara dipandu oleh host Andhika Pratama, Raffi Ahmad, Andhika Pratama dan Yuki Kato, dibuka oleh penampilan Natasha Willona, Stefan William, dan para bintang sinetron SCTV. Mereka menyanyikan medley lagu-lagu soundtrack sinetron terfavorit.

Ada 12 kategori, terdiri dari 5 kategori individu, 5 kategori umum dan 2 kategori tambahan dianugerahkan langsung pada SCTV Awards 2020. Adapun Special Award diberikan kepada NCT 127 dari Korea Selatan.

Pada malam puncak ini memunculkan sinetron Samudra Cinta tampil merajai sepanjang tahun 2020, mengungguli sinetron populer lainnya. Sebut saja, Dari Jendela SMP, Anak Band, Cinta Tapi Benci dan sinetron Istri Kedua.

Sinetron yang dibintangi oleh Rangga Azof dan Haico Van Der Veken itu menyabet beberapa penghargaan bergengsi, salah satunya Sinetron Paling Ngetop.

Bahkan, Rangga Azof dan Haico Van der Veken yang menjadi bintang utama pada sinteron Samudra Cinta dinobatkan sebagai Aktor Utama dan Aktris Utama Paling Ngetop.

Berikut jajaran peraih penghargaan SCTV Awards 2020:

1. Aktris Pendamping Paling Ngetop: Aqeela Calista.

2. Aktor Pendamping Paling Ngetop: Rassya Hidayah.

3. Presenter Paling Ngetop: Yuki Kato.

4. Pendatang Baru Paling Ngetop: Sandrinna Michelle.

5. Film Layar Lebar Paling Ngetop: Milea: Suara Dari Dilan.

6. FTV Paling Ngetop: Rayuan Gombal Kumbang Metropolitan.

7. Iklan Paling Ngetop: Indomie – Versi Indomie Goreng Bola.

8. Artis Paling Sosmed: Rizky Billar.

9. Soundtrack Sinetron Paling Ngetop: Bintang Di Hati – Melly Goeslaw (Sinetron Samudra Cinta).

10. Aktris Utama Paling Ngetop: Haico Van Der Veken.

11. Aktor Utama Paling Ngetop: Rangga Azof

12. Sinetron Paling Ngetop: Samudra Cinta.

Continue Reading

Event

Jajaran Pemenang AMI Awards 2020, Grup Band NOAH Menang Banyak

Published

on

By

Kabarhiburan.com –  Ajang piala bergengsi bagi insan musik Tanah Air, Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020 sukses menghibur masyarakat Indonesia.

Sesuai temanya, Musik Menyatukan Kita, malam puncak AMI Awards ke-23 telah  menyatukan sederet nama musisi berprestasi di jagad industri musik Indonesia.

Sebut saja, Weird Genius dan Sara Fajira, membawakan single Lathi berkolaborasi dengan Deny Caknan, didaulat sebagai pembuka acara yang berlangsung di Studio RCTI+ tersebut.

Mereka mendendangkan lagu Lathi di atas panggung nan megah serta didukung tata cahaya memukau.

Tiara Andini menjadi penyanyi yang pertama menerima penghargaan AMI Awards 2020 pada kategori ‘Artis Pendatang Terbaru Terbaik’.

Penyanyi muda asal Jember, Jawa Timur ini tidak mampu menahan air mata bahagia, saat menerima penghargaan tersebut.

“Terima kasih kepada Allah SWT. Gak nyangka bisa menang di kategori pendatang baru dan penghargaan pertama saya di AMI Awards. Ini menjadi menjadi penghargaan tertinggi bagiku sejauh ini. Aku ingin terus berada di industri musik. Ini awal yang baik untuk aku jadi semangat,” kata Tiara sumringah.

Setelah Tiara, tampil pula grup band NOAH yang menang banyak. Tidak tanggung-tanggung, band asal Bandung ini memboyong tiga piala sekaligus, yakni Duo/Grup Pop Terbaik, Karya Produksi Re-aransemen Terbaik, dan paling bergengsi adalah Album Terbaik Terbaik.

Vokalisnya, Ariel tidak menyangka kalau album Keterkaitan Keterikatan berhasil memenangkan kategori Album Terbaik Terbaik. Baginya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras timnya serta para fans.

“Enggak nyangka banget. Mau bilang terima kasih banyak sebesar-besarnya untuk apresiasinya atas penghargaan ini,” ujar Ariel.

AMI Awards 2020 juga memberikan penghargaan Lifetime Achievement kepada sang ‘Raja Dangdut’ Rhoma Irama, Sang musisi dinilai memiliki jasa besar di belantika musik Indonesia dan masih memberikan inspirasi positif kepada generasi muda.

“Alhamdulillah, terima kasih telah diberikan penghargaan ini, semoga saya tidak selalu lupa untuk bersyukur,” kata Rhoma Irama.

Penghargaan juga diberikan kepada Melly Goeslaw sang penulis lagu yang mampu menembus berbagai generasi.

“Terima kasih AMI Awards. Saya berterima kasih juga kepada musisi yang telah menyanyikan lagu saya dengan sangat baik dan tak lupa saya ingin berpesan kepada musisi generasi muda, berkarya bukan untuk terkenal tapi berkarya lah untuk dikenang,” pinta Melly.

AMI Awards 2020 juga memunculkan kategori Legend Awards. Penghargaan ini diberikan kepada para musisi legenda. Mereka adalah Nasution Bersaudara, Didi Kempot dan Nike Ardila.

Begitu ketiga nama disebut, langsung menerbitkan kenangan bagi keluarga. Mereka beranjak untuk menerima penghargaan diliputi rasa haru yang mendalam.

“Terima kasih AMI Award masih menghargai Nike Ardila, walaupun telah wafat sekian lama, juga terus meneruskan penjuangan Nike Ardila sampai sekarang ini” ungkap Keluarga Nike Ardila.

AMI Awards ke-23 juga dimeriahkan oleh para musisi yang bersinar di era tahun 80-90 dan melegenda hingga kini. Salah satu diantaranya 7 Bintang Plus, terdiri dari Yuni Shara, Memes, Tri Utami, Ita Purnamasari, Deddy Dhukun, Mus Mujiono dan Vinna Panduwinata.

Total 55 kategori penghargaan yang dibagikan kepada para musisi Indonesia dalam perhelatan AMI Awards 2020. Berikut daftar lengkap para pemenang AMI Awards 2020:

1. Album Terbaik Terbaik: Keterkaitan Keterikatan (NOAH)

2. Karya Produksi Terbaik Terbaik: Lathi(Weird Genius, Sara Fajira).

3. Pendatang Baru Terbaik Terbaik: Tiara Andini (Gemintang Hatiku).

4. Karya Produksi Metal Terbaik: Revenge The Fate (Katarsis).

5. Karya Produksi Progressive Terbaik: Isyana Sarasvati (Sikap Duniawi).

6. Karya Produksi Rap/Hiphop Terbaik: Tuan Tigabelas (Move).

7. Karya Produksi Reggae/Ska/Rocksteady Terbaik: Steven & Coconuttreez (Fallin).

8. Karya Produksi Kolaborasi Terbaik: Marion Jola, Laleilmanino (Rayu).

9. Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik: Iwa K, Sheryl Sheinafia, Maizura, Agatha Pricilla & Cast (Bebas-Ost. Bebas).

10. Karya Produksi Grup Vokal Terbaik: Trisouls (Cinta Keadaan).

11. Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik: Ivan Nestorman (Mata Leso Ge).

12. Karya Produksi Instrumentalia Terbaik: Erwin Gutawa (Kala Sang Surya Tenggelam).

13. Karya Produksi World Music Terbaik: Keubitbit (Saban Sabee).

14. Karya Produksi Re-Aransemen Terbaik: Noah – Nazril Irham, Loekman Hakim, David Kurnia Albert (Kala Cinta Menggoda).

15. Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik: Nadin Amizah (Bertaut).

16. Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik: Ungu (Jalan Panjangku).

17. Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani Terbaik: Citra Scholastika (Sertamu).

Bidang Penunjang Produksi: 

18. Produser Rekaman Terbaik: Laleilmanino – Rayu (Marion Jola, Laleilmanino).

19. Grafis Desain Album Terbaik: Rachel Ajeng – Dari Balik Jendela(Monita Tahalea.

20. Tim Produksi Suara Terbaik: Eka Gustiwana Putra, Gerald Prayogo Pangestu Wibowo, Reza Oktovian, Dhandy Annora – Lathi (Weird Genius, Sara Fajira).

Bidang Pop:

21. Artis Solo Wanita Pop Terbaik: Raisa (Teristimewa).

22. Artis Solo Pria Pop Terbaik: Andmesh (Nyaman).

23. Duo/Grup Pop Terbaik: Noah (Kala Cinta Menggoda).

24. Pencipta Lagu Pop Terbaik: Yovie Widianto (Maafkan Aku #terlanjurmencinta).

25. Penata Musik Pop Terbaik: Andi Rianto (Selesai).

26. Album Pop Terbaik: Cinta Luar Biasa– Andmesh).

Bidang Rock:

27. Artis Solo Pria/Wanita Rock/Instrumentalia Rock Terbaik: Once Mekel (Musisi).

28. Duo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik: Kotak (Hoax).

29. Album Rock Terbaik: Air (Endank Soekamti).

Bidang Jazz:

30. Artis Jazz Instrumentalia Terbaik: Barry Likumahuwa (Trust And Faith).

31. Artis Jazz Kontemporer Terbaik: Ardhito Pramono – Fine Today(Ost. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini).

32. Album Jazz Terbaik: Janapati– Dewa Budjana, Tohpati (Pos Records).

Bidang Soul/R&B:

33. Artis Solo Pria/Wanita Soul/R&B Terbaik: Rinni Wulandari (Born Ready).

34. Duo/Grup Kolaborasi Soul/R&B Terbaik: Marion Jola, Tuan Tigabelas (Favorite Sin).

Bidang Dangdut:

35. Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Terbaik: Lesti (Tirani).

36. Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Kontemporer Terbaik: Nella Kharisma (Ada Gajah Dibalik).

37. Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut Terbaik: Rhoma Irama, Anisa Rahman (Rabbanaa).

38. Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Dangdut Elektro Terbaik: Siti Badriah (Pipi Mimi).

39. Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Dangdut Berbahasa Daerah Terbaik: Didi Kempot (Tulung).

40. Pencipta Lagu Dangdut Terbaik: Hendro Saky (Tirani).

41. Penata Musik Dangdut Terbaik: Rhoma Irama (Virus Corona)

Bidang Lagu Anak Anak:

42. Artis Solo Lelaki/Perempuan Anak Anak Terbaik: Neona (Kepompong).

43. Duo/Grup/Kolaborasi Anak Anak Terbaik: Kotak (Nussa – Bundaku).

44. Pencipta Lagu Anak Anak Terbaik: Baim, Artika Sari Devi (Adikku Tersayang).

45. Penata Musik Lagu Anak Anak Terbaik: Ava Victoria (Namaku Dru)

Bidang Urban:

46. Artis Solo Pria/Wanita Urban Terbaik: Gamaliel (/Forever More/).

47. Duo/Grup Kolaborasi Urban Terbaik: Andien, Dekat – Somewhere In Tajikistan

Bidang Alternatif:

48. Artis Solo Pria/Wanita Alternatif Terbaik:Hindia (Rumah Ke Rumah).

49. Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik: Efek Rumah Kaca (Tiba Tiba Batu)

Bidang Keroncong:

50. Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Keroncong/Stambul/Langgam/Asli Terbaik: Irene Mus Mulyadi, Mus Mulyadi (Dinda Bestari).

51. Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Keroncong/Stambul/Langgam /Ekstra/Kontemporer Terbaik: Sruti Respati (Hujan Pagi).

Bidang Dance & Elektronika:

52. Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik: Weird Genius, Sara Fajira (Lathi).

53. Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Elektronika Terbaik: Sri Hanuraga Trio, Dira Sugandi (Rangkaian Melati).

54. Legend Award: Didi Kempot, Nasution Bersaudara, Nike Ardilla

55. Lifetime Achievement Award: Nasution Bersaudara, Rhoma Irama dan Melly Goeslaw. (TumpakS)

Continue Reading

Event

Monica Khonado Raih Gelar Miss Earth Indonesia 2020

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta- Yayasan EL JOHN Indonesia melalui unit kerjanya EL JOHN Pageants sukses menggelar malam Grand Final Pemilihan Miss Earth Indonesia 2020 secara virtual, Sabtu malam (21/11/2020). Acara puncak pemilihan yang disiarkan langsung EL JOHN TV ini, berlangsung semarak dan meriah dengan menyuguhkan berbagai acara hiburan seperti penampilan talent show para finalis dan peragaan National Costume serta Evening Gown.

Babak penentu ini, menjadi babak yang ditunggu-tunggu para finalis untuk mengetahui siapa yang berhak menyandang gelar Miss Earth Indonesia 2020. Ada 5 juri yang menilai para finalis di Malam Grand Final ini, yakni ketua dewan juri Loemongga Agus Gumiwang (Direktur Asiana Group), Coreta Louise Kapoyos(Ketua Umum Pernik Nusantara dan Ketua Harian Yayasan Batik Indonesia), Jamil Musanif (Sekjen Dewan Kopi Indonesia & Konsultan Amdal, Pertanian dan Agrowisata). Dr. Ir. Novrizal Tahar, IPM (Direktur Pengelolaan Sampah Kementrian lingkunagn Hidup dan kehutanan), Nita Sofiani(Miss Earth Indonesia 2013) dan Juri Kehormatan yakni Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto. Malam Grand Final dihadiri Miss Earth Indonesia 2019 Cinthia Kusuma Rani yang tampil sangat anggun .

Tahap awal malam Grand Final ini, para juri harus memilih finalis yang masuk 10 besar. Pemilihan dilakukan berdasarkan penilaian saat masa karantina. Para finalis yang masuk 10 besar ini, harus melewati sesi tanya jawab yang diajukan para juri. Pertanyaan yang disodorkan antara lain seputar lingkungan hidup dan kepribadian.

Para finalis pun sukses menjawab semua pertanyaan juri, namun juri harus memilih lima finalis yang terbaik untuk masuk lima besar. Akhirnya akhirnya terpilih lima finalis yakni Natasya Namoru, Vidya Paramitha, Inez Amalia, Saira Saima dan Monica Khonado.

Setelah memilih lima besar, juri juga langsung menentukan nama pemenang yakni untuk gelar tertinggi di raih oleh Monica Khonado. Wanita cantik berdarah Monado ini, berhak mengenak mahkota Miss Earth Indonesia 2020.

Sementara untuk empat gelar lainnya, diraih oleh Saira Saima (Miss Earth Indonesia Air 2020), Natasya Nomoru ( Miss Earth Indonesia Eco Tourism Indonesia 2020), Vidya Paramitha (Miss Earth Indonesia Fire 2020) dan Inez Amalia (Miss Earth Indonesia Water 2020).

Monica mengaku terkejut dan senang namanya diumumkan sebagai peraih gelar Miss Earth Indonesia 2020. Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan juga kepada pihak-pihak yang mendukungnya
“Saya sungguh terkejut dan senang, terima kasih semuanya atas dukungannya, terima kasih juga atas kepercayaan yang diberikan kepada Monica.

Monica akan berusaha, tidak akan mengecewakan semua orang yang telah memberikan kepercayaan ini dan semoga bisa meneruskan program-program dari kak Cinthia dan juga tentunya membawa program baru untuk pelestarian bumi,” kata Monica usai dinobatkan sebagai Miss Earth Indonesia 2020.

Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto mengucapkan selamat kepada para pemenang dan selamat betugas. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh finalis yang begitu semangat mengikuti proses pemilihan.

“Kepada para finalis Miss Earth Indonesia, saya ingin menyampaikan terima kasih pada saat pandemi seperti ini, anda tetap aktif, tetap mengikuti kegiatan karantina, dari mulai awal sampai hari ini, kita menyelenggarakan grand final pemilihan Miss Earth Indonesia 2020 dengan tema Make Every Day Earth Day”. kata Tokoh Pariwisata Nasional ini.

Sementara itu, Miss Earth Indonesia 2019 Cinthia Kusuma Rani berharap kepada penerusnya dapat menjalankan tugas dengan maksimal dalam melestarikan lingkungan.

“Untuk Miss Earth Indonesia 2020 semoga bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan yang terpenting adalah lakukan semuanya dari hati, karena walaupun kita bukan Miss Earth Indonesia bumi ini, tanggung jawab kita semua,” ungkap Cinthia.

Seperti diketahui, sebelum menjalani malam Grand Final, para finalis harus mengikuti serangkaian karantina secara virtual. Selama masa karantina, para finalis banyak mendapat pembekalan dari para nara sumber dan juga menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, seperti membuat video campaign tentang lingkungan hidup.

Kontes pemilihan Miss Earth Indonesia 2020 didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kesehartan, Parai Hotel & Resort, Istana Pool Villas Parai-Bangka, Sun Clinic, Komang Tri Jewlery, President Univesity, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indoneisa (PSMTI), Hakka Indonesia dan TASYA Hot Spring Eco Park.

Selain itu, acara ini juga disuport oleh media, yaitu EL JOHN TV, EL JOHN News, Majalah Travel Club Inspira, EL JOHN Radio, EL JOHN Magz, EL JOHN Mandarin News, EL JOHN Radio Mandarin dan Radio HKTI.

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending