Connect with us

Musik

Band G Pro Abadikan Lagu-lagu Tahun 1970-an di Melody Music Kemang

Published

on

Dari kiri: Syaiful, Narso dan Indro. Trio Brass Section band G Pro

Kabarhiburan.com, Jakarta – Lagu-lagu tahun 1960-an, 1970-an, bahkan 1980-an mungkin sudah tidak lagi disentuh oleh anak-anak muda zaman sekarang, bukan berarti hilang begitu saja.

Tidak demikian dengan band Granada Project alias G Pro. Mereka justru merawat dan mengabadikan lagu-lagu kenangan dari para maestro musisi dunia, dalam setiap penampilan mereka di berbagai even, khususnya di Melody Music Kemang Bar And Lounge, Jakarta.

Sejak dibentuk 3 tahun silam, hingga kini G Pro merupakan wadah para musisi-musisi senior yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, untuk kembali bermusik.

Mereka adalah Amiroez, Nana dan  Erick (Vokal), Masri A Pilliang (Gitar), Harry Minggoes (Bass), Najib Oesman dan Maxi Pandelaki (Keyboard) dan Tommy (drums).

Dari Kiri: Harry Monggoes, Masri dan Erik

Sebagai grup musik, G-Pro mencoba meramu musikalitas  yang dimiliki para personelnya. Mereka hafal lagu   dan karakter sekaligus memainkan musik seperti para legenda musik dunia.

Begitu juga para penyanyi G Pro. Masing-masing memiliki kemampuan bernyanyi dengan karakter vokal yang berbeda. Sebut saja Amiroez, selain sebagai penyanyi solo, pernah gabung dengan Elpamas, dan guru vokal, karakter suaranya lebih rock. Nana cenderung kuat di rhythm & blues, sementara Erick lebih ke pop rock.

Itulah sekilas mengenai G Pro yang tampil kompak  mengenakan kemeja berbunga-bunga, sesuai tema pilihan Flowers Generation pada Kamis (6/9) malam.

“Malam ini G Pro hadir dengan formasi lengkap,” ujar Nana, satu-satu personel wanita band G Pro yang tampil malam itu.

Nana

Formasi lengkap yang dimaksud Nana adalah kehadiran trio brass section yang terdiri dari; Indro (trompet), Narso (trombone), dan Syaiful (flugelhorn/vokal). Ketiganya tampil lincah bergoyang memainkan alat musik dan bernyanyi.

Amiroez membuka penampilan mereka melalui lagu Mean Mistreater milik Grand Funk Railroad dan Love Me Somebody milik Bad Company.

Erick  yang menggantikan Amiroez membawakan tiga lagu berturut-turut: The House of the Rising Sun dari The Animals, What I Say milik  Ray Charles dan I Don’t Like to Sleep Alone yang dipopulerkan Paul Anka.

Suasana malam semakin hangat oleh suara musik tiup dari trio brass section yang mengudarakan lagu-lagu kenangan, antara lain: You’re Still A Young Man dari  Tower of Power, Don’t Let Sun Go Down milik  Elton John.

Kemudian, Nana menutup sesi pertama dengan At Last milik  Etta James dan Rolling on the River yang dipopulerkan Tina Turner.

Satu-satunya lagu Indonesia yang dihadirkan malam itu adalah lagu Kau Yang Kusayang milik The Rollies.  Sontak penonton ikut larut bernyanyi bersama Amiroez, membuat suasana tetap hangat. Ia juga  membawakan lagu lawas dari Black Sabbath berjudul Changes.

Penampilan G Pro ditutup  dengan dua lagu berturut-turut All Night Long  milik Lionel Richie dan lagu dari Chicago berjudul Hard to Say I’m Sorry.

Anda ingin bernostalgia menyanyikan lagu-lagu abadi bersama band G Pro? Silakan hadir pada pukul 20.00 WIB, setiap Jumat, di Melody Music Kemang Bar And Lounge, Kemang, Jakarta. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Meidina Wujudkan Mimpi Lewat Single ‘Cukup Sudah’

Published

on

By

Meidina kini meramaikan industri musik Indonesia

Kabarhiburan.com – Solois asal Jakarta, Meidina, mencurahkan perasaan terdalamnya menyanyikan single berjudul berjudul Cukup Sudah, karya Muhamad Amirudin.

“Ini keinginanku sejak lama. Kini terkabul, memasuki industri musik Indonesia,” ujar Meidina saat mengenalkan single perdananya, di D’Luna Café di Kawasan Kota Tua Jakarta, Senin (21/6).

Karakter suaranya yang serak-serak basah dipadu oleh iringan musik berirama pop, saat mengisahkan perjalanan cinta yang putus di tengah jalan, terasa menyayat hati.

“Lagu ini bercerita tentang orang yang sedang patah hati karena dikhianati. Cukup sudah disini bisa berarti luas, termasuk pandemi yang kini melanda Indonesia, Cukup Sudah,” ujar Meidina, yang mahir bermain keyboard.

Bakat menyanyi Meidina terasah sejak masih bocah, sering memenangkan ajang lomba nyanyi. Sempat pula menjadi wakil paduan suara antar sekolah sekolah. Seiring dengan waktu,  Meidina merambah ke beberapa café di Jakarta, sempat pula menjadi penyanyi homeband di berbagai program televisi nasional.

Begitu kenyang pengalaman sebagai biduan, kini lulusan London School of Public itu memberanikan diri merilis single. Meidina menggandeng Bertiga Musicprod’s, menyatakan siap meramaikan industri musik Indonesia.

Penulis lagu sekaligus produsernya, Muhamad Amirudin yang melibatkan Takaeda sebagai arranger, mengatakan bahwa lirik Cukup Sudah gampang diingat dan komersil.

Meidina diapit oleh Muhamad Amirudin, Phiet dan Krisna dari Bertiga Musikprod’s.

“Bicara lagu Cukup Sudah, ini kisah nyata dan satu-satunya lagu yang aku buat untuk penyanyi wanita. Biasanya aku bikin lagu untuk diraku sendiri,” jelas Amirudin, yang mengisahkan pertemuannya dengan Meidina 5 bulan silam.

“Saat mendengar suaranya saat menyanyi, aku semakin yakin bahwa lagu Cukup Sudah berjodoh dengan Meidina. Harapan aku cukup besar dan antusias, lagu ini dapat diterima oleh semua kalangan pecinta musik Indonesia,” pinta Amirudin.

Lagu Cukup Sudah dapat dinikmati di berbagai streaming music digital dan kanal YouTube Bertiga Official. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Rheno Poetiray dan Febby Rastanty Nyanyi dan Berakting di video klip ‘Saat Ku Membutuhkanmu’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Kisah percintaan selalu manis didendangkan, termasuk saat pasangan tiba-tiba menjauh tanpa alasan. Itulah cerita cinta yang disampaikan Rheno Poetiray dan Febby Rastanty lewat lagu berjudul Saat Ku Membutuhkanmu, yang diluncurkan pada  Jumat, 18 Juni 2021.

Lagu ini bercerita tentang seorang pasangan tiba-tiba menjauh tanpa adanya alasan yang jelas.

“Dia meninggalkan kekasihnya di waktu yang sangat tidak tepat, di saat kekasihnya sangat membutuhkan sosok dirinya untuk ada disampingnya.,” ujar Rheno dan Febby dalam keterangan tertulis, Jumat (18/6).

Rheno menceritakan kolaborasinya dengan Febby. Ide awalnya untuk merilis lagu duet. Gagasan tersebut Rheno sampaikan kepada tim Musica Studios, hingga dipertemukan dengan Febby dan cocok.

Selanjutnya Rheno dan Febby melakukan workshop bersama David NOAH dan Stevan Pasaribu. Saat itu David hanya memberikan notasi tanpa lirik.

“Selanjutnya kita bareng-bareng membuat tema dan liriknya. Disitu ada gue, kak David, Febby dan Stevan Pasaribu.” kenang Rheno.

Menariknya, selain berduet, Rheno dan Febby juga dilibatkan dan berakting dalam video klip Saat Ku Membutuhkanmu yang menggunakan konsep short movie. Akting mereka pun sangat menyentuh,  menceritakan Rheno mengalami amnesia (hilang ingatan) setelah mengalami kecelakaan mobil.

Akibatnya, Rheno tidak mengenali dirinya dan Febby, wanita yang sangat dia sayang. Namun Febby berupaya keras untuk mengembalikan ingatan Rheno.

Lagu Saat Ku Membutuhkanmu dari Rheno Poetiray feat. Febby Rastanty sudah tersedia di seluruh platform musik digital, seperti Spotify, Apple Music, Joox, Langit Musik, Youtube Music, Noice dan Resso.

Untuk official video clip dapat disaksikan di platform Youtube dan Vidio Musica Studio’s. Sedangkan  video karaoke dapat dinikmati di kanal Youtube Musica Karaoke. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Ria Prawiro Percayakan Lagu ‘Tetap Cinta’ Dinyanyikan Mark Pattie

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Kentalnya rasa pop yang manis dengan sentuhan halus RnB soul dilantunkan Mark Pattie, serasa membawa pendengarnya kembali kepada cinta yang sejati.

Pria berdarah Ambon-Manado itu menyanyi dengan penuh perasaan saat membawakan single terbarunya, berjudul Tetap Cinta, pada Rabu, 16 Juni 2021 sore. Lagu ini diciptakan oleh seorang pencipta lagu legendaris, Ria Prawiro.

Sebagai penyanyi berciri khas RnB Soul, Mark Pattie berhasil mengatasi tantangannya, menyanyikan Tetap Cinta yang bernuansa pop dinamis.

“Sebagai penyanyi, aku berusaha membawakan lagu ini dengan gaya dan karakter aku untuk menyampaikan pesannya kepada pendengar, yaitu apapun yang terjadi tetap cinta,” ujar Mark Pattie dalam jumpa pers virtual, Rabu (16/7).

Itu sebabnya, Mark mengaku tidak kesulitan melakukan take vocal, sebab terlebih dulu sudah menyamakan ide dengan musisi lintas generasi, seperti Ria Prawiro.

Seperti diketahui, Ria Prawiro sudah malang melintang di industri musik Indonesia, sejak dekade 1980-an. Ia berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi senior. Sebut saja Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, Dodo Zakaria, Aminoto Kosin dan masih banyak lagi.

Kini, Ria Prawiro melintas generasi dengan mempercayakan karyanya kepada penyanyi muda, Mark Pattie. Alasannya, Ria merasa karakter vokal Mark Pattie cocok dengan lagu Tetap Cinta.

“Aku berkarya aja, tanpa memikirkan market. Setelah lagunya jadi, barulah aku cari penyanyi yang pas. Ketemulah sama Mark,” ujar Ria Prawiro yang juga produser Khariza Production.

Mark Pattie

Ria Prawiro meyakini, melalui Mark Pattie, lagu Tetap Cinta akan bisa diterima generasi milenial sebab liriknya relate dengan kehidupan anak-anak muda.

“Saya senang masih bisa bekerja sama dengan penyanyi muda, sekaligus membuktikan musik telah mempersatukan dirinya dengan banyak rang lintas generasi.

“Mungkin saya tidak bergaul dengan mereka, tetapi musik membuat dekat hubungan saya secara lintas generasi,” jelasnya.

Di sisi lain, arranger Gihon Lohanda, yang sudah bekerja sama dengan Ria Prawiro selama 10 tahun belakangan, mengaku bahwa versi asli lagu Tetap Cinta sudah apik. Gihon hanya memoles musiknya sedikit lagi agar musik terdengar indah.

“Tetap pakai orchestra tetapi yang lebih simpel. Menurut aku, lagu ini enak didengar. Sekali saja didengar langsung nyantol,” ujar Gihon.

Lagu Tetap Cinta sudah bisa dinikmati di seluruh digital platform dan ratusan stasiun radio di Indonesia. Adapun video klip Tetap Cinta dapat ditonton di kanal youtube  Kariza Productions. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending