Connect with us

Film

Bangganya Ari Irham Memerankan Tokoh Ciptaannya Dalam Film ‘After Met You’

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Aktor muda berbakat Ari Irham sedang berbunga-bunga hatinya.  Cerita novel berjudul After Met You yang digarapnya bersama Dwitasari, divisualkan menjadi film layar lebar berjudul sama oleh RA Pictures dan Megapilar Pictures.

Rasa bangganya semakin berlipat,  lantaran remaja asal Bandung ini juga dipilih sebagai pemeran utama dalam film, yang akan tayang serentak di bioskop Tanah Air mulai 10 Januari 2019 mendatang.

Dengan demikian, film ini menjadi kesempatan pertama baginya sebagai pemeran utama, setelah di film sebelumnya pernah mengecap sebagai pemeran pembantu.

“Seneng banget. Karya novelku bisa jadi film, yang direalisasikan RA Pictures dan Megapilar,” ungkap Ari yang ditemui di acara jumpa pers film After Met You, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (14/12) sore.

Sutradara Patrick Effendy bersama produser Roni Parini dan produser eksekutif Raffi Ahmad, memilih  Ari Irham bersama aktris cantik Yoriko Angeline sebagai pemeran utama, didukung oleh Michele Wanda, Naufan Wanda, dan masih banyak lagi.

Ari mengaku tidak menyangka kalau novel karyanya itu divisualkan menjadi film. Kenyataan tersebut sempat menimbulkan rasa cemas baginya,  film tersebut bisa diterima masyarakat atau tidak.

“Deg-degan sih deg-degan, ada orang yang enggak suka juga ada orang yang pro kontra jadi semoga aja orang menyukai dan responnya positif,” lanjutnya.

Film After Met You merupakan drama asmara di kalangan remaja. “Bicara tentang orang yang percaya cinta, percaya sama cinta gitu sih,” ujar Ari yang juga seorang DJ ini.

Menurut Ari, cerita novelnya diambil dari pengalaman pribadi, selain merangkum pengalaman cinta teman-temannya di sekolah. “Di buku ini, sebagian pengalaman pribadi. Sisanya fiktif,” katanya.

Kini Ari yang masih duduk dibangku kelas 3 SMA di Bandung ini semakin menikmati popularitasnya, sebagai penulis novel dan disc jockey (DJ), sekaligus menjadi aktor. Kegiatan apa yang paling disukai?

“Menjadi aktor, saya bisa memerankan karakter siapa saja. Itu menyenangkan. Semoga kesampaian,” harapnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

MNC Pictures Rilis Poster Film Animasi Terbaru, ‘Titus – Mystery of The Enigma’ Siap Tayang

Published

on

By

Tim produksi dan dubber film animasi ‘Titus – Mystery of The Enygma’

Kabarhiburan.com, Jakarta – Karakter animasi Kiko, si anak ikan mas yang lincah dan riang bersama empat sahabat baiknya, sudah demikian melekat di benak keluarga Indonesia.

Serial animasi Kiko tayang di RCTI setiap Minggu pagi, sejak Februari 2016. Seiring dengan popularitas mereka, serial animasi ini telah melanglang buana ke 52 negara di dunia. Versi layar lebar pun ada, dengan judul Kiko In The Deep Sea.

Menyusul sukses Kiko, MNC Animation bersama MNC Pictures kembali melahirkan karakter baru dalam film animasi. Dialah Titus si Tikus yang akan beraksi dalam film animasi berjudul Titus – Mystery of The Enygma.

Sebelum tayang serentak di layar bioskop pada 9 Januari 2020 mendatang, poster dan trailer Titus – Mystery of The Enygma pun diperkenalkan di MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (5/12).

Kehadiran Titus akan semakin menguatkan eksistensi MNC Animation yang terus mendukung animasi lokal, karya anak bangsa.

“Jadi, kita sepatutnya bangga dan mendukung produk kita sendiri. Film ini menghadirkan konten animasi yang membawa unsur hiburan dan edukasi di dalamnya,” ujar Liliana Tanoesodibjo, selaku Chief Executif Officer MNC Animation.

Titus – Mystery of The Enygma menceritakan perjuangan detektif bernama Titus dalam memecahkan misteri. Titus selalu mengedepankan nilai-nilai kejujuran, persahabatan dan menolong antar sesama.

“Anak-anak pun diharapkan tidak mudah putus asa. Tapi tetap berjuang mengatasi setiap permasalahan dengan sebaik mungkin. Apabila perjuangan itu dilakukan dengan giat, dengan baik, pasti hasilnya baik,” ujar Liliana.

Tidak hanya mempersoalkan cerita, Liliana berhasil mewujudkan mutu produk animasi Indonesia yang mampu bersaing dengan produk animasi mancanegara.

Jebolan Indonesian Idol 2018, Glenn Samuel, dipilih menyanyikan soundtrack berjudul ‘Detektif Tikus’.

“Saya melihat potensi Indonesia, animasi lokal kita tidak kalah dengan internasional. Film Titus – Mystery of The Enygma, salah satunya,” tutur Liliana yang juga menciptakan soundtrack berjudul Detektif Tikus.

“Lagunya asyik, ceritanya bisa hidup dengan lagu itu. Saya bersyukur diberikan karunia untuk menciptakan lagu itu,” ujar Liliana yang memilih jebolan Indonesian Idol 2018, Glenn Samuel untuk membawakan soundtrack tersebut.

Film animasi ini didukung oleh para bintang yang bertindak sebagai pengisi suara. Mereka adalah Arbani Yasiz sebagai Titus, Ranty Maria sebagai Fyra, Lukman Sardi sebagai Bobit, Robby Purba sebagai Bulpan dan Jessica Tanoesoedibjo sebagai Jessica.

Aktor Arbani Yasiz mengisi suara Titus

Khusus untuk Titus – Mystery of The Enygma, MNC Animation menggarap gambar lebih detail dan terukur. Salah satunya, karakter Titus yang memperlihatkan bulu-bulu yang terlihat lebih alamiah.

“Ceritanya bagus dan semua karakter dalam film ini berasal dari budaya kita, meski pun setting-nya agak Eropa, karena film ini kelak akan menjelajah ke berbagai negara,” terang Titan Hermawan selaku Direktur MNC Pictures.

MNC Animation berharap Titus – Mystery of The Enygma bisa menyajikan tayangan animasi terbaik di layar lebar. Mereka juga berharap bisa menembus pasar industri film animasi internasional. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Sinema Wajah Indonesia SCTV Raih 3 Piala Terpuji Festival Film Bandung 2019

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – SCTV kembali membuktikan prestasinya lewat tayangan hiburan berkualitas, baik sinetron maupun FTV.

Bukti tersebut ditampilkan pada ajang Festival Film Bandung (FFB) 2019, yang berlangsung di Kota Baru Parahiyangan, Sabtu (23/11).

FTV Sinema Wajah Indonesia produksi Demi Gisela Citra Sinema, yang tayang di SCTV dinyatakan berhasil meraih tiga piala Terpuji dari sembilan piala yang diperebutkan untuk segmen televisi.

Ketiga penghargaan Terpuji dimaksud adalah:

1.Film Televisi Terpuji (Teman Waktu Kecil).

2.Penulis Skenario Terpuji (Teman Waktu Kecil).

3.Sutradara Terpuji (Cinta Bersemi Rantangpun Kembali).

Program Sinema Wajah Indonesia yang tayang di SCTV pada setiap awal bulan, memang merupakan salah satu program unggulan SCTV.

Kehadiran Sinema Wajah Indonesia terasa berbeda dengan FTV lainnya. Setiap judulnya selalu menyajikan berbagai kisah menarik yang sarat dengan nilai budaya, sosial serta kearifan lokal masyarakat Indonesia dengan kemasan yang tetap menghibur.

FTV Sinema Wajah Indonesia didukung kemampuan akting para pemain dan sejumlah kreator film handal Indonesia yang telah menyabet berbagai penghargaan film Indonesia. Hasilnya, pemirsa FTV Sinema Wajah Indonesia seperti menonton film layar lebar sesungguhnya. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Istimewa))

Continue Reading

Film

Cerita Anggika Bolsterli dan Sutradara Ponti Dea di Balik Layar Film ‘Sang Prawira’

Published

on

By

Sutradara Ponti Gea (pakai rompi) dan aktris Anggika Bolsterli.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tahun 2019 boleh menjadi tahun sukses bagi aktris Anggika Bolsterli. Sedikitnya 4 judul filmnya tayang sepanjang tahun ini. Sebut saja, Yowis Ben 2, Twivortiare, Trinity Traveller dan Sang Prawira.

Sang Prawira, sepenuh didukung oleh Mapolda Sumatera Utara. Film ini akan tayang diseluruh bioskop Tanah Air, mulai Kamis (28/11) mendatang.

Film garapan sutradara Ponti Gea ini terbilang unik, karena nyaris semua pemain utama adalah personil kepolisian, yang notabene minim pengalaman akting.

Situasi ini membuat kehadiran Anggika sebagai satu-satunya aktris profesional sontak menjadi  pusat perhatian. Sesekali dia bertindak sebagai tentor bagi rekannya sesama pemain. Bila perlu, Ia tidak segan-segan memarahi lawan mainnya, saat menjalani proses syuting.

Salah seorang yang sempat dihardik Anggika Bolsterli adalah Ipda Dimas, yang berperan sebagai Horas. Alasannya, Ipda Dimas dinilai kurang ekspresif saat melakukan adegan, yang seharus dilakukan bercampur emosional.

“Aku orang awam yang berani memarahi polisi,” ujar Anggika menceritakan peristiwa tersebut  dalam press screening di bioskop Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/11).

“Untuk meningkatkan kualitas akting memang butuh waktu, butuh belajar. Aku pancing Bapak Horas ini agar marah sama aku, karena aku pikir dia masih kurang dapat (terlalu takut),” lanjut  Anggika Boksterli.

Baginya, tidak jadi masalah jika dirinya kemudian dimarahi Dimas di dunia nyata, gara-gara ulahnya tersebut. Asalkan, Dimas lebih terlihat ekspresif ketika berada di depan kamera.

“Aku enggak masalah walaupun dia marah, kesal beneran sama aku enggak apa-apa. Aku bilang ke dia, dalam akting harus menggunakan perasaan,” tuturnya.

Ipda Dimas (kiri) berperan sebagai Horas, salah satu pemeran utama dalam film ‘Sang Prawira’.

Ipda Dimas yang tidak memiliki pengalaman berakting, mengaku mendapat perintah dari institusi Polri untuk main film. Dimas pun sempat kesulitan melaksanakan perintah atasannya, terutama pada adegan awal.

Selanjutnya, Ipda Dimas mampu memerankan karakter Horas dengan baik, berkat masukan dan arahan sutradara dan Anggika. Belum lagi dukungan rekan-rekannya di kepolisian.

“Sejujurnya berat, tapi banyak teman-teman yang memberikan support. Itu yang membuat aku bersemangat,” ungkap Ipda Dimas bangga.

Kesulitan yang sama juga dirasakan oleh sutradara Ponti Gea. Ia mengaku sempat kesulitan tentang cara mengarahkan para pemainnya, yang mayoritas adalah anggota polisi.

“Kesulitannya, karena mereka kan perwira. Mereka, kan ke atasan, siap komandan. Gimana caranya mengarahkan mereka, itu butuh perjuangan,” ungkapnya.

Film Sang Prawira bercerita tentang Horas yang harus menghadapi berbagai hadangan dalam keluarga, sebelum mewujudkan cita-citanya menjadi anggota kepolisian.

Setelah berhasil menjadi anggota polisi, Horas mendapat tantangan berat ketika diminta untuk mengungkap sebuah kasus kejahatan.

Film Sang Prawira berlatar keanekaragaman budaya dan keindahan alam Sumatera Utara. Berlapis kisah asmara antara Horas dan Nauli yang diperankan Anggika, membuat film ini patut diperhitungkan. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending