Connect with us

Film

Belum Tayang di Bioskop, Film ‘Selembar Itu Berarti’ Sudah Raih Dua Rekor MURI

Published

on

Kabarhiburan.com, Medan – Jelang tayang perdana serentak di bioskop di Indonesia, film Selembar Itu Berarti kembali menyabet rekor untuk kategori: Sudah Ditonton 300 Ribu Kali Sebelum Film  Resmi Tayang di Bioskop.

Prestasi ini langsung dicatat sebagai rekor oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Acara penyerahan sertifikat rekor MURI  disaksikan oleh seluruh pemain dan kru film, berlangsung di Merdeka Walk, Medan, Sabtu (19/5) malam.

Prestasi membanggakan ini menjadi yang kedua kalinya bagi film Selembar Itu Berarti. Sebelumnya,  sutradaranya Dedy Arliansyah sudah meraih MURI untuk kategori: Jabatan Terbanyak Dalam Satu Produksi Film, yakni merangkap 18 jabatan!

Selembar Itu Berarti  merupakan film bergenre drama berdurasi 90 menit, menceritakan potret buram pendidikan di Indonesia yang dirasakan masyarakat miskin. Berdurasi 90 menit dan diproduksi oleh Mora Hearth Production.

“Inspirasi film ini berawal dari kunjungan saya di beberapa Kabupaten di Sumatera Utara. Ternyata pendidikan di Indonesia belum merata, terutama berbicara dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah),” ucap Dedy kepada para wartawan di Medan.

Dedi menilai, filmnya sarat dengan edukasi terhadap seluruh pelajar di Indonesia. “Jadi,  film ini dibuat untuk memberikan inspirasi kepada para pelajar untuk bangkit dalam meraih cita-citanya,” ucap Dedy.

Baginya, film Selembar Itu Berarti tidak bermaksud mengkritik pemerintah. Sebaliknya, memberi dukungan dan motivasi untuk perbaikan pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik.

Di sisi lain, film ini dimaksudkan memberi motivasi anak bangsa agar terus giat belajar demi meraih cita-cita. “Film ini mengajari anak-anak kita untuk mensyukuri apa yang kita punya saat ini,” tambahnya.

Dedy menceritakan pengalamannya saat melakukan roadshow ke beberapa kabupaten dan kota di Indonesia. “Setelah menonton film ini, ada anak yang meminta maaf kepada orang tuanya, lantaran masih bisa bersekolah, sekaligus berjanji akan belajar lebih giat lagi,” kata Dedy.

Film Selembar Itu Berarti melibatkan aktor dan aktris dari kota Medan, seperti Putri Dalilah Siagian, Raihan F Valendiaz Yessica T Simanjuntak, Ratu Rizka Apriani dan Cut Indah Rizky. Selain melibatkan aktor senior Tanah Air. Mereka adalah Anwar Fuadi, Raslina Rasyidin dan Jay Wijayanto.

Dedy Arliansyah  berharap film Selembar Itu Berarti  ikut menyemarakkan perfilman nasional, sekaligus menginspirasi anak-anak agar tidak berputus asa dalam menggapai cita-citanya. “Film ini bisa menghibur selama bulan Ramadan dan masa liburan sekolah kelak,” imbuhnya.

Saksikan film Selembar Itu Berarti yang tayang serentak di layar bioskop Tanah Air, mulai Kamis, 24 Mei mendatang (Tumpak Sidabutar/KH).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Inspiratif! Novel ‘Si Doel Anak Jakarta’ Akan Dijadikan Webseries

Published

on

By

Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli Amar diapit oleh Achmad Fahrodji dan Aditya Yusma Perdana. (Dok. Istimewa)

Kabarhiburan.com – Novel Si Doel Anak Jakarta versi original, karya Aman Datuk Madjoindo terbitan Balai Pustaka pada tahun 1932, kelak akan dapat dinikmati dalam format webseries.

Webseries yang digarap oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut, akan mengusung pesan kesalehan, jiwa sosial, dan toleransi anak-anak Betawi.

Sebelum sampai kesana, BNPT melakukan Konferensi Pers virtual bertema Pentingnya Pendidikan Toleransi Melalui Sastra Klasik dalam Media Milenial ‘Si Doel Anak Jakarta’ karya Aman Datuk Madjoindo, berlangsung di Gedung Balai Pustaka Jakarta, Senin (22/2).

Komjen Pol Boy Rafli Amar selaku Kepala BNPT mengatakan bahwa karya asli dari kakeknya ini diangkat menjadi sebuah webseries, didasarkan pada semangat pembangunan nasionalisme. Selain juga menghibur dan memberikan sumbangan pemikiran.

“Tentu ada kaitan dalam membangun akhlak, semangat toleransi dan nasionalisme. Ini harus dapat menjadi perhatian yang bisa dilakukan,” kata Boy Rafli.

Ia menambahkan, karakter Si Doel Anak Jakarta yang bertoleransi dan belajar agama agar menjadi akhlak yang baik dan meraih masa depan yang baik pula.

“Ini kita kemas dan tonjolkan. Itulah pesan yang ingin kita kirim kepada publik. Kita ingin publik menempuh contoh-contoh terbaik yang pernah ditunjukkan dari pemikiran Si Doel ini,” ungkap Boy Rafli.

“Tentu dengan karya film, masyarakat akan lebih mudah melihat, kemudian menangkap pesan itu. Tetapi di situ ada unsur hiburan dan mengedukasi publik. Sebenarnya, itu harapan dari BNPT,” katanya.

Sementara itu, Achmad Fachrodji selaku Direktur Utama PT. Balai Pustaka mengatakan bahwa Aman Datuk Madjoindo adalah sastrawan legendaris Indonesia yang melawan penjajahan melalui tulisan.

Memulai karir sebagai penulis sejak tahun 1920, Aman Datuk Madjoindo pro kemerdekaan RI. Ketika banyak novel dari karya para sastrawan lainnya yang tidak diizinkan terbit. Sebaliknya, novel-novel karya Aman Datuk Madjoindo lulus sensor dari kolonial Belanda, karena mengangkat genre anak-anak yang tidak menjadi perhatian kolonial Belanda.”

Aman Datuk Madjoindo sangat mencintai Indonesia. Terbukti, penerbit di Malaysia pada saat itu sangat tergiur untuk menerbitkan buku-buku yang beliau tulis dengan menawarkan imbalan yang cukup besar, tapi ditolaknya.

“Aman Datuk Madjoindo lebih memilih Balai Pustaka, penerbit dari Tanah Airnya sendiri,” jelas Achmad Fachrodji yang menganjurkan agar casting webseries Si Doel Anak Jakarta dilakukan di Balai Pustaka.

Aditya Yusma Perdana selaku Produser webseries Si Doel Anak Jakarta membenarkan, sudah sewajarnya karya sastra klasik dari Aman Datuk Madjoindo terus dilestarikan.

Baginya, banyak hal positif yang bisa dipetik dari karya Si Doel Anak Jakarta, di tengah ingar bingar informasi di era digital saat ini.

“Karya-karya beliau menjadi tamu kehormatan di mancanegara, pun juga sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita melihat banyak karya beliau yang difilmkan dan sinetron, serta menjadi literasi di beberapa universitas terkemuka,” jelas Aditya Yusma Perdana.

Aditya Yusman Perdana juga mengatakan Si Doel Anak Jakarta merupakan salah satu contoh kasus transformasi untuk melepaskan stereotip lama yang melekat pada masyarakat Betawi. Salah satunya adalah ketidakmampuan secara pendidikan maupun secara ekonomi.

Si Doel Anak Jakarta ini mampu mengubah stigma tersebut lewat kepandaian dalam mengaji dan berakhlak. Kesalehan sosial tersebut menjadikan anak tersebut sukses dalam hidupnya, karirnya dan sukses pula dalam cintanya,” jelas Aditya Yusman Perdana.

Ia pun berharap webseries Si Doel Anak Jakarta menjadi film anak-anak yang berkualitas dan menjadi tontonan sekaligus tuntunan.

“Tontonan yang pasti menghibur,serta  tuntunan yang memberikan edukasi tentang toleransi dan budaya mencegah tumbuhnya bibit-bibit kekerasan yang mengarah pada terorisme dan sebagainya,” katanya. (Muhammad Fadhli)

Continue Reading

Film

Menginspirasi, Drama Korea ‘Vincenzo’ Jadikan Kopiko Sebagai Sponsor

Published

on

By

Drama Korea ‘Vincenzo’ didukung Kopiko. (Foto: tangkapan layar YouTube Viu212)

Kabarhiburan.com – Memperluas pangsa pasar di luar negeri, PT Mayora Indah Tbk, lewat salah satu produknya, Kopiko, bekerjasama dengan salah satu rumah produksi di Korea Selatan untuk menghasilkan serial drama terbaru yang berjudul Vincenzo.

Vincenzo yang sebagian syutingnya dilakukan di Italia, merupakan serial drama dibintangi aktor tampan, Song Joong-ki. Selain disiarkan di stasiun televisi nasional Korea Selatan, TvN, drama ini juga tayang lewat Netflix dan dapat disaksikan di berbagai negara.

Vincenzo sedang diminati oleh pecinta drama Korea Selatan di Tanah Air. Selain menghadirkan jalan cerita yang menarik, juga sebagai awal come back-nya Song Joong Ki.

Drama ini berkisah tentang Joo Hyeong yang diadopsi pada usia 8 tahun, lalu pindah ke Italia. Kini setelah dewasa dan memiliki nama Vincenzo Casano (Song Joong Ki), menjadi pengacara yang bekerja untuk mafia sebagai seorang consigliere. Dia melarikan diri ke Korea Selatan karena perang antar kelompok mafia.

Di Korea Selatan, dia terlibat dengan Pengacara Hong Cha Young (Jeon Yeo Bin). Cha Young adalah tipe pengacara yang akan melakukan apa saja untuk memenangkan kasus. Vincenzo Casano jatuh cinta padanya. Hingga akhirnya, Vincenzo mampu mencapai keadilan sosial dengan caranya sendiri.

Drama Vincenzo digarap oleh sutradarai oleh Kim Hee Won, sineas di balik drama The Crowned Clown (2019), Money Flower (2017), Golden Pouch (2016), Glamorous Temptation (2015) dan Warm and Cozy (2015).

Sudah sewajarnya bila Andre Sukendra Atmadja, selaku Presiden Direktur Mayora Group, mengungkapkan kebanggaannya,kini  produk asli Indonesia tampil di seri drama kelas dunia.

“Kita bangga sekali, Kopiko sebagai merek Indonesia yang mendunia, merupakan aset negara yang berharga” ujar Andre Sukendra Atmadja dalam keterangannya, Senin (22/2).

Ia berharap, pencapaian ini akan menginspirasi, semakin banyak merek Indonesia yang mendunia seperti Kopiko dan sudah tersebar di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

“Saat ini Kopiko juga sudah dinikmati oleh konsumen di Korea Selatan,” ujar Andre Sukendra Atmadja menambahkan.

Kopiko dikenal sebagai gantinya ngopi, merupakan produk inovatif yang terbuat dari kopi asli. Memungkinkan siapa saja untuk menikmati secangkir kopi dimana saja dan kapan saja. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Penonton Webseries ‘7 Hari Sebelum 17 Tahun’ Layangkan Protes

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Webseries 7 Hari Sebelum 17 Tahun persembahan STRO, pada penayangan episode pertama sudah menuai protes dari penonton. Kabarnya penayangan episode kedua pun mengalami penundaan.

Serial ini mengangkat isu tentang kehidupan remaja, seperti percintaan, persahabatan dan perundungan di kalangan siswa-siswi SMA.

Situasi tersebut seringkali membuat hilangnya rasa percaya diri, kegelisahan dan depresi. Mereka akhirnya mencari penyelesaiannya masing-masing, meski tidak selalu menemukan jalan keluar yang benar.

Kisah menarik tersebut dirangkum ke dalam 7 episode. Rencananya, masing-masing episode 7 Hari Sebelum 17 Tahun akan tayang saban Minggu.

Episode pertama tayang pada Minggu 14 Februari 2021 silam, bertepatan pada Hari Kasih Sayang. Episode ini memperkenalkan karakter-karakter tokoh secara menarik.

Hanya saja, siaran perdana tersebut mendadak tersendat di tengah jalan. Penonton pun melawan. Mereka bertubi-tubi melayangkan protes, diantaranya sebagai berikut:

Beredar kabar bahwa pemutaran original series 7 Hari Sebelum 17 Tahun episode pertama telah menarik minat lebih dari 300 ribu peminat untuk menonton.

Tingginya minat penonton, sempat membuat server down, selain menimbulkan efek pembajakan. Situasi ini membuat episode selanjutnya mengalami penundaan.

Serial ini didukung aktor dan aktris muda, yakni seperti Tissa Biani, Endy Arfian, Lyodra Ginting, Marcell Darwin dan masih banyak lagi. Mereka didukung oleh para seniornya, seperti Ray Sahetapy, Ginanjar Sukmana, Rowiena Umboh dan Karina Suwandhi. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending