Connect with us

Event

Berlanjut, ‘Peduli Jurnalis’ Bantu Jurnalis Terdampak Covid-19

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pendemi covid-19 tidak melulu bercerita tentang situasi memilukan, sedih dan amarah. Musibah ini juga menggerakkan nurani,  semangat kerja sama, kerelaan berkorban dan gotong-royong untuk bahu-membahu meringankan beban sesama.

Semangat inilah yang menghimpun belasan jurnalis mandiri yang menamakan dirinya Peduli Jurnalis. Mereka saling berbagi tugas, mulai dari menghubungi para donatur, lalu menghimpun sembako, masker dan dana dari para donatur dalam waktu singkat.

Selanjutnya, mendata para jurnalis mandiri yang terpaksa berdiam di rumah dan mengontak mereka agar mengambil sembako di posko Peduli Jurnalis, di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

“Kami khususkan untuk membantu rekan jurnalis yang sudah tidak lagi mendapat gaji dari kantornya, termasuk rekan jurnalis yang kini menjalani perawatan karena sakit,” ujar Andy Arief, Ketua Paguyuban Peduli Jurnalis.

Hanya hitungan beberapa hari saja, Peduli Jurnalis sudah dua kali melakukan kegiatan serupa. Kalau pada sesi pertama pada pekan lalu membagikan sembako bagi 75 jurnalis. Selanjutnya pada sesi kedua, sembako dibagikan bagi 80 jurnalis berlangsung di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5).

“Ini upaya kami membantu rekan sesama jurnalis mandiri dalam memenuhi kebutuhan, di tengah pandemi dan bulan Ramadan. Alhamdulillah, gerakan ini terus berlanjut sampai sesi kedua. Bahkan kami berencana lanjut ke sesi ketiga, berupa THR bagi jurnalis jelang Lebaran yang akan datang,” jelas Andy Arief.

Pada sesi kedua, Peduli Jurnalis juga mengikutsertakan masyarakat sekitar yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemic covid-19. Bantuan yang dibagikan berupa 100 kotak makanan berbuka puasa.

Humas Peduli Jurnalis, Fitriawan Ginting, sudah merencanakan makanan berbuka puasa akan dibagikan sekali dalam seminggu.

“Kita membagikan nasi kotak bagi masyarakat. Hari ini kita bergerak di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan,” imbuhnya.

Tidak lupa, Ginting menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya bagi sejumlah donator yang telah berpartisipasi dalam gerakan ini. Tercatat ada 22 donatur telah berpartisipasi, baik atas nama perusahaan, lembaga sosial, mauipun individu.

Mereka adalah: Hj. Giwo Rubianto Wiyogo – Ketua Umum Kowani,  Rani Anggraini Safitri – Ketua Sahabat Kartini dan Pendiri Yayasan Sosial Bahira, Rahayu Kertawiguna – Nagaswara Musik, Wings Group, Gloskin, M150, Paris de La Mode Fashion School, Lola Amaria Production, Satas Transportindo International dan RBM Gat Milk.

Selanjutnya: Linda Gumelar, Ferry Mursyidan Baldan, Bens Leo, Feby Febiola, Ratna Dilla, Arzeti Bilbina, Inggrid Kansil, Lenny Rafael, Novi Rizki, Nana Harahap, Indah Darry, Irma Darmawangsa. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Dendangkan ‘Bisik Bisik Tetangga’, Langkah Risa Terhenti di 8 Besar KDI 2020

Published

on

By

Ruben Onsu mengumumkan bahwa Risa harus terhenti perjuangannya pada panggung KDI 2020..

Kabarhiburan.com – Memasuki babak 8 besar Kontes KDI 2020, nuansa persaingan pun kian sengit, seperti terlihat di panggung MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (21/9) malam.

Kontes menampilkan Grup 1 yakni Wahid (Sidoarjo), Risa (Garut), Elsa (Tasikmalaya) dan Haviz (Dumai). Mereka saling beradu ketrampilan menyanyi yang terbaik agar dapat lolos ke babak berikutnya.

Wahid membuka kontes dengan lagu Tak Bosan membuat Eri Suzan terkesima. “Buat aku malam ini kamu sempurna,” puji Eri Suzan.

Selanjutnya, giliran Risa tampil di atas pentas juga berhasil membuat juri berdecak kagum, usai membawakan lagu Bisik Bisik Tetangga.

“Aku rasa Risa pada malam ini banyak perubahan pada minggu lalu, sekarang sudah lebih enak lagi production vocal-nya,” ujar Danang.

Elsa yang tampil setelah Risa, tidak kalah bagus dengan penampilan sebelumnya. Ia membawakan lagu Setangkai Bunga Padi dengan sempurna. “Elsa nyanyinya benar-benar power, jadi berasa lagunya,” kata Danang.

Kemeriahan kontes 8 besar grup 1 KDI 2020 ditutup dengan penampilan Haviz dengan lagu Lets Have Fun Together.

Keempat kontestan telah menampilkan penampilan terbaiknya. Ruben Onsu mengumumkan bahwa Risa harus terhenti perjuangannya pada panggung KDI 2020.

“Untuk masyarakat Indonesia dan keluarga Risa terimakasih banyak semuanya, juga teman-teman. Mudah-mudahan Risa bisa memberikan yang terbaik,” ungkap sendu.

Senin (28/9) mendatang, Kontes KDI 2020 akan menampilkan babak 8 besar grup 2. Mereka adalah Gita (Lombok), Rahman (Bogor), Cindy (Bone) dan Reka (Garut). (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Dok MNCTV)

Continue Reading

Event

Betrand Peto Putra Onsu Gelar Konser, Ruben Onsu Bangga

Published

on

By

Kabarhiburan.com – MNCTV sukses menggelar Kilau Konser Betrand Peto Putra Onsu di Studio 14, MNC Studios, Jakarta, pada Jumat (18/9).

Konser berdurasi 2 jam ini dipadukan dengan keindahan panorama Nusa Tenggara Timur dan tarian etnik ke atas panggung megah dan tata lampu spektakuker.

Betrand juga berkolaborasi dengan beberapa sahabatnya yang juga merupakan penyanyi top Indonesia seperti, Tiara dan Brisia Jodie Idol, Jihan Audy, Mario G Klau dan JKT48.

“Saya sangat bahagia malam ini karena bisa tampil di hadapan seluruh masyarakat, khususnya pemirsa MNCTV di mana pun berada. Semoga lagu- lagu saya banyak digemari dan disukai dan terlebih lagi dapat menghibur masyarakat,” ucap Betrand yang menyanyikan 15 lagu.

Di awal penampilanya, Bertrand menari yang diiringi oleh marching band yang lanjut menyanyikan lagu berjudul Telanjur Mencinta yang berduet dengan Tiara Andini. Dalam beberapa penampilannya, selain bernyanyi Betrand juga menari tarian asal NTT.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat dan orang-orang yang sudah memberikan dukungan kepada saya selama ini dalam berkarya dan terutama yang sudah ikut memeriahkan konser pertama saya malam ini,” ucap Betrand.

Tampak hadir pula keluarga Betrand Peto, yakni Ruben Onsu dan Sarwendah. Pasangan ini memberi dukungan sekaligus bangga pada Betrand yang tampil percaya diri di atas panggung.

“Terima kasih MNCTV yang telah memberikan kesempatan bagi Onyo (Betrand) nyanyi di panggung besar. MNCTV memberikan ruang bagi putra kami untuk bisa menampilkan sesuatu yang berarti dalam perjalanan hidupnya,” ujar Ruben.

Di tengah konser tunggalnya, Betrand diberikan kejutan dengan hadirnya Oma dan Opa Betrand. Tangis bahagia pun tak terbendung di mata Betrand. Air mata mengalir saat Betrand dipertemukan dengan Oma dan Opa. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

PWI Jaya SJI Series Gelar Webinar: ‘Hoax Covid-19 Antara Pandemik dan Infodemik’

Published

on

By

Jakarta – Selama pemerintah belum menemukan vaksin penyembuh infeksi Covid-19, selama itu pula informasi seputar virus akan simpang siur membuat bingung masyarakat.

Beragam informasi sudah berseliweran di jagad media sosial tentang cara penyembuhan tanpa melalui tindakan medis. Ada yang mengatakan, Covid-19 dapat sembuh oleh deksametason, klorokuin, asap cair tempurung kelapa, minyak kayu putih, probiotik dan masih banyak lagi.

Semua informasi ini membuat masyarakat kian panik. Alhasil, perbaduan pandemi dan infodemi ini, membuat wabah yang seharusnya bisa diatasi dengan baik justru menjadi seperti bola liar. Ada orang yang lebih takut dengan pandeminya, namun, ada pula yang khawatir dengan infodeminya.

Beranjak dari persoalan tersebut, Forum PWI Jaya Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Series akan menyelenggarakan webinar bertema: Hoax Covid-19 Antara Pandemik dan Infodemik, pada, Kamis, 17 September 2020, pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

Sayid Iskandarsyah, SE, MH selaku Ketua PWI Jaya, menyatakan dukungannya pada  program yang bermanfaat bagi banyak orang, apalagi saat ini kita dikepung Covid-19 yang entah sampai kapan akan berakhir.

“Melalui webinar diharapkan semua peserta bisa mengambil manfaatnya. Intinya kita ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Sayid Iskandarsyah, di Jakarta, Selasa (15/9).

Direktur SJI PWI Jaya, Romi Syahril, SSos, MM. mengaku khawatir dengan peningkatan jumlah orang yang terjangkit dan meninggal dunia akibat Covid-19.

“Semoga webinar ini bisa memberikan edukasi bagi kita semua tentang cara menyikapi Covid-19,” katanya.

Romi menambahkan bahwa paradigma orang terhadap wabah Covid-19 kian berbeda-beda. Ada yang cuek dengan menganggap wabah ini tak ada, selain banyak pula yang patuh menjalankan protokol kesehatan.

“Banyak pula yang berlebihan menanggapinya, sampai menutup diri dari pergaulan dan memilih tak keluar rumah sama sekali. Tapi semua itu pilihan,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan webinar, Forum PWI Jaya SJI Series mendapat dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Webinar ini menghadirkan empat narasumber yang berkompeten di bidangnya. Mereka adalah dr. Reisa Broto Asmoro – Jubir Satgas Covid-19, Dr. Marlinda Irwanti, SE, MSi – Direktur Pascasarjana Usahid, Sumarjono – Direktur Perencanaan Strategis & TI BPJS Ketenagakerjaan dan Apt. Dra. Julian Afferino, MS – CEO Pharma Care Consulting. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending