Connect with us

Film

Bioskop Wajib Menayangkan 60 Persen Film Indonesia.

Published

on

Kabarhiburan.com – Cisarua -Pengembangan Film  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbang Film Kemendikbud)  sebaga wakil Pemerintah, mencanangkan   kampanye film Indonesia dilakukan serentak di lima kota, Jakarta, Bandung, Malang, Marios dan Padang.

Hal itu diugkap oleh Abu Hanif dari Pusbang  Film Kemendikbud RI saat membuka acara Semiloka Kampanye Film Indonesia di Wisma Arga Mulya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Selasa (12/12)  Cisarua, Bogor.

Ini  sebuah program dalam rangka menumbuh kembangkan, membina serta memajukan film Indonesia agar perfilman Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Selain Abu Hanif dari Pusbang Film Kemendikbud RI, turut hadir sebagai pembicara, yakni  Ody Mulya M Hidayat dari Max Pictures, Jimmy Harjanto dari Gabungan Pengelola Bioskop Indonesia dan, Benny Benke, wartawan senior dari Suara Merdeka, serta Dimas Supriyanto wartawan senior dari Pos Kota selaku moderator.

Lebih jauh, Abu Hanif memaparkan,  bahwa Undang-undang Perfilman sudah ada tapi film Indonesia masih belum bisa memenuhinya.” Dalam Undang-undang Perfilman ditetapkan bioskop diwajibkan untuk menayangkan 60% Film Indonesia dan 40% film luar negeri. Tapi produksi film Indonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut, “ paparnya.

Sementara itu, Ody menerangkan, perlu riset dalam memproduksi film. Untuk memulai sesuatu yang baru dengan eksperimen dalam mencari film yang memang benar-benar diterima masyarakat. Meski demikian, lanjut Ody tidak ada  jaminan, bahwa sebuah produksi film yang dihasilkan baik, bagus, belum tentu dapat diterima oleh masyarakat, “ Istilahnya meledak dipasaran, “ jelasnya.

Dahulu, produser satu ini, kerap memproduksi film – film horor, dan akhir-akhir ini lebih kepada film religi. “Film itu perlu menghibur agar dapat diterima masyarakat. PR saya membuat film yang menghibur, sekaligus yang mencerdaskan,” ungkapnya.

Selama ini, Ody dikenal sebagai produser film yang gigih dalam melobi dunia perbankan untuk turut berperan dalam produksi film Indonesia. “Perbankan tentu mempertimbangkan film yang bankeble. Sekarang BNI sudah membuka diri bagi siapapun yang mau memproduksi film,” paparnya.

Dan, Jimmy Harjanto dari GPBSI, selaku yang menentukan sebuah produk film bisa di putar atau tidak di Bioskop 21, menekankan, “Membuat produksi film jangan untuk menyenangkan atau kepuasan diri sendiri. Melainkan untuk bisa dinikmati oleh penikmat film,” ungkap Jimmy panjang lebar dalam kesepakatan tersebut.

Sebagai pelaku bisnis, dengan jujur mengakui, kebutuhan film-film Indonesia untuk konsumsi publik, memang masih kurang. Dan, peminat nontonnya pun masih rendah jika dibandingkan dengan film impor, “Namanya import, pasti sudah kualitas import,” ujar Jimmy tampa mengesampingkan banyak produksi film- film dari besutan anak bangsa yang bagus bagus dan dapat diterima luas oleh penikmat film. (MN/KH foto dok KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Mulai 17 September, Film ‘Detak’ Versi Director’s Cut Tayang di Bioskop Online

Published

on

By

Fillm ‘Detak’ tayang terbatas di Bioskop Onlne mulai 17 September mendatang. (Foto: Instagram)

Kabarhiburan.com – Sukses meraih berbagai penghargaan di berbagai festival film mancanegara, tiba saatnya film Detak dinikmati lewat layanan TVOD streaming Bioskop Online.

Film Detak merupakan versi director’s cut Tarian Lengger Maut, akan ditayangkan mulai Jumat, 17 September hingga 3 Oktober 2021 mendatang.

Sebelum sampai ke sana, sutradara Yongki Ongestu dan produser Aryanna Yuris mengadakan virtual media gathering, menghadirkan aktor Refal Hady dan aktris Alyssa Abidin. Hadir pula, Gupta Gautama, selaku Head of Content Bioskop Online, pada Selasa (14/9).

Yongki Ongestu menjelaskan film ‘Detak’ telah meraih aneka penghargaan di berbagai festival film mancanegara. Sukses tersebut mendorong tim produksi film ‘Detak’ untuk menayangkan penyuntingan akhir berdasarkan keinginan sutradara, agar bisa dinikmati masyarakat luas.

“Versi ini adegannya lebih detail dan proses pengenalan dan pendalaman karakter lebih panjang. Kami juga menggunakan treatment yang berbeda” ujar Yongki Ongestu berpromosi.

Salah satu treatment yang dimaksud adalah previsualization atau penggambaran adegan sebelum syuting dengan membuat animasi film secara utuh. Selain, masih ada treatment psychology of colour, yakni menyoroti perubahan karakter melalui gerakan kamera dan palet warna.

“Kami berharap, versi ini bisa dinikmati penonton. Versi sinemanya sudah tayang di bioskop offline. Sedangkan versi festival akan tayang di bioskop online,” jelas produsernya, Aryanna Yuris.

Film ‘Detak’ bercerita tentang profesi dokter yang memiliki status sosial yang tinggi di mata masyarakat. Dokter Jati (Refal Hady) paham betul statusnya tersebut, saat tiba di desa Pagar Alas sebagai penyembuh serta rajin menolong warga desa.

Seiring kehadirannya, muncul sebuah misteri di desa tersebut. Satu per satu warga menghilang dan jasadnya ditemukan tanpa jantung.

Detak jantung dr. Jati pun jadi tidak beraturan karena berjumpa seorang perempuan desa bernama Sukma (Della Dartyan), dalam masa penahbisan menjadi Penari Lengger, seni tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Apa sebenarnya yang terjadi di desa Pagar Alas? Yang lebih penting lagi, apa yang terjadi diantara dr. Jati dan Sukma?

Saksikan film Detak mulai 17 September hinga 3 Oktober 2021, dengan harga tiket presale terbatas Rp 25.000. Tiket sudah bisa diperoleh melalui website www.bioskoponline.com. Aplikasinya bisa  diunduh melalui App Store dan Google Play Store. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Main Sinetron Kolosal ‘Angling Dharma’, Intan Permata Jadi Istri Mahapatih Batik Madrim

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Selebgram sekaligus model, Intan Permata, sedang berbahagia. Ia mendapat tawaran seni peran di sebuah sinetron kolosal berjudul ‘Angling Dharma‘. Sinetron ini yang tayang platform OTT Maxstream.

“Aku nggak nyangka di musim pandemi Covid-19, disaat panggung hiburan lagi sepi karena masih PPKM, aku syuting sinetron kolosal,” tutur Intan Permata, Selasa (14/9/2021).

Artis bertubuh seksi ini memerankan tokoh protagonis sebagai Dewi Kusuma Gandawati istri dari Mahapatih Batik Madrim, yang merupakan orang kuat nomor dua di Kerajaan Malawapati.

“Jadi ceritanya jadi isteri seorang Mahapatih yang cantik, anggun, penyabar, penyayang dan mudah khawatir dan memang karakter bangsawan banget,” ungkap Intan Permata.

Intan Permata mengaku dirinya senang melakukan adegan berbahaya seperti silat dan bertarung.

“Nggak takut kulit terbakar, semisal syuting diluar ruangan atau luka memar sekalipun ya, karena memang bakat akting atau bakat di dunia seni kan harus totalitas juga,” jelas Intan Permata. (ts)

Continue Reading

Film

Gratis, Multivision Plus Hadirkan Original Series Horor “Ritual”

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Rumah produksi MVP Entertainment baru saja meluncurkan original series bertajuk “Ritual.

Serial genre horor ini dapat disaksikan secara eksklusif melalui aplikasi TrueID yang dapat diunduh di Google Play, atau melalui situsnya www.trueid.id secara gratis alias tanpa biaya langganan.

“Ini adalah kesempatan yang baik bagi MVP Entertainment bisa bekerja sama dengan TrueID, untuk menggarap serial horror suspense Ritual ini,” ujar produser Amrit Punjabi dari  MPV Entertainment.

Sutradara Azhar Kinoi Lubis memilih para bintang ternama, seperti Putri Ayudya, Shareefa Daanish, Aghiny Haque, Joshua Suherman, Omar Daniel, Yasamin Jasem, Dian Sidik dan masih banyak lagi, menjadikan “Ritual” menjadi serial horror yang bertabur bintang.

Menariknya, “Ritual” merupakan karya perdana penulis muda berbakat Erwanto Alphadullah yang  merangkai 8 kisah, masing-masing berdurasi 15 menit. Namun jangan ragu, Azhar Kinoi Lubis membalur karya 15 menitnya ini dengan penuh ketegangan dan teror yang mencekam.

Armando Siahaan selaku Country Manager TrueID, menyebutkan bahwa series ini akan mengajak penontonnya menyaksikan seberapa jauh manusia bisa bertindak, ketika kehidupan mereka yang tragis dan penuh cobaan dipertemukan teror-teror gaib yang mengerikan.

“Serial ini menghadirkan elemen-elemen penting sebuah karya horor, seperti rasa takut, unsur kaget dan lainnya. Namun pada saat yang bersamaan juga memiliki nilai kemanusiaan dan pelajaran kebudayaan yang lebih dalam,” ujar Armando Siahaan.

Serial Ritual tayang perdana pada Kamis, 9 September 2021, penonton sudah bisa menikmati 3 episode pertama dengan judul “Makan Malam”, “Buku Menjadi Abu” dan “Satu Atap”. Sedangkan episode lainnya akan diluncurkan setiap Kamis setiap pekan. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending