Connect with us

News 11

Bupati Tabanan Bali Kobarkan Semangat Investasi Hati di Universitas Brawijaya, Malang

Published

on

Kabarhiburan.com, Malang – Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Tabanan terus melakukan upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Ni Putu Eka Wiryastuti, selaku Kepala Daerah Kabupaten Tabanan terus mengoptimalkan potensi desa di wilayahnya, melalui program Desa Wisata.

Program Desa Wisata sudah berlangsung di berbagai  desa di Kabupaten Tabanan. Diharapkan kelak masyarakatnyadapat mandiri berkembang dan sejahtera.

Harapan ini mengemuka dalam Diskusi Buku Investasi Hati Goes to Campus di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) Malang, Jawa Timur (Jatim), baru-baru ini.

Dalam acara tersebut, tampak hadir Bupati Eka Wiryastuti. Ia mempromosikan keberadaan desa-desa wisata di Tabanan. Di antaranya memaparkan berbagai upaya pemerintahannya dalam memberdayakan seluruh desa, salah satunya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Permodalan di BUMDes kami subsidi 200 juta per BUMDes dari APBD, tapi Pemda  memiliki saham 49 persen,” ujar Eka.

Ia memisalkan, BUMDes mendapat untung Rp1 miliar, Pemda punya hak Rp 490 juta per satu BUMDes. Uang tersebut dikembalikan lagi ke BKK desa tersebut.

“Jadi. mereka kompetisi. Kalau mau dapat BKK besar, membangun desa, mari majukan BUMDes. Itu konsepnya,” jelas Bupati Eka, dalam siaran persnya, yang diterima Kabarhiburan.com, Senin (21/5).

Eka menyebut keberadaan desa wisata merupakan salah satu bentuk program investasi hati, yang merupakan sebuah konsep pelayanan kepada masyarakat dengan ketulusan melalui kebijakan-kebijakan yang pro rakyat.

“Kami tulus dalam melayani rakyat lewat kebijakan-kebijakan pemerintah sehingga akhirnya derajat masyarakat bisa diangkat. Intinya perjuangan dengan hati, jadi roh dari Investasi Hati adalah Pancasila, Tri Sakti dan Tri Hita Karana,” kata Ibu Eka.

Investasi Hati, kata Eka,  merupakan investasi hati politik, investasi hati ekonomi dan sosial serta investasi hati agama dan budaya.

Investasi hati politik melalui kebijakan dan program dengan hati/pro rakyat (wong cilik). Investasi ekonomi dan sosial dengan melahirkan keadaan masyarakat yang sejahtera dan mandiri serta sebagai pelaku dan penikmat dari kesuksesan pembangunan itu sendiri.

Sementara, Investasi hati agama dan budaya dengan menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam perbedaan, karena kedamaian yang mewujudkan kemajuan.

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) Malang, Yusri Abdillah mengungkapkan, Bupati Tabanan dikenal sebagai sosok yang terbuka dan mempunyai inovasi dalam pembangunan, khususnya di pelayanan sektor publik dengan pelayanan sepenuh hati dan keikhlasan.

“Orangnya terbuka, punya inovasi untuk pembangunan Tabanan. Inti Pelayanan di sektor publik dengan sepenuh hati,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III FIA-UB, Mohammad Rozikin mengakui bahwa buku Investasi Hati memberi satu nuansa baru. Ia memisalkan,  sebuah keputusan yang diambil bersumber dari hati, maka akan menimbulkan kesan berbeda dengan keputusan yang hanya berdasarkan akal sehat semata.

“Kalau orang bertindak dan berbuat, itu kalau berangkat motivasinya dari hati, akan betul-betul tulus. Tidak akan merasa berat, sehingga hal-hal yang dianggap sulit, kalau dengan hati yang lapang dan ikhlas, maka  kesulitan itu akan terselesaikan,” imbuh Rozikin. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News 11

Orang Baik dan Bijak Itu Telah “Terbang” Untuk Selamanya. Selamat Jalan Jakob Oetama

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Pamulang. Rabu (9/9/2020) pukul 13.05 di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, pendiri Kompas Gramedia, Dr ( H.C) Jakob Oetama, menghembuskan nafas terakhir di usia 88 tahun, karena penyakit usia tua.

Lelaki kelahiran Magelang, 27 September 1931 — kerap di sapa JO ini sukses mendirikan ” kerajaan” bisnis dunia pers, meski langkah awal kariernya sebagai guru.

Dan perusahaannya beranak pinak, aneka produk koran, tabloid, majalah dan buku buku merajai suplai kebutuhan penikmatnya. Usahanya pun merambah ke dunia perhotelan yang tersebar di kota kota besar NKRI, juga pabrik seperti, pabrik tisu. Dan di dunia pendidikan, berdiri Universitas multi media.

Meski demikian, JO berpenampilan bersahaja — jika tak dibilang sederhana, ia lebih suka di sebut sebagai wartawan, ketimbang pengusaha, konglomerat yang sukses —- meski mempunyai karyawan lebih dari 20 ribu SDM.

Kini, orang baik yang bijak, pernah mendapatkan penghargaan bintang maha putera dari Presiden Soeharto telah berpulang untuk selama lamanya. Di makamkan Kamis ( 10/9. 2020) di Taman Makam Pahlawan, Kalibata secara militer, dengan komandan upacara mantan wakil Presiden, Yusuf Kalla.

Warisan yang ditinggalkan sebagai tokoh pers nasional, bukan sekadar “pena tajam”, lebih dari itu, yang selalu dijunjung tinggi oleh JO, tak lain kejujuran, integritas dan kemanusiaan.

Ini lah yang menjadi konsen JO via Kompas selama hidupnya, agar menularkan kebaikan demi kebaikan bagi masyarakat banyak.
Selamat jalan, Pak Jakob Oetama. Semoga penerus Kompas Gramedia tak kehilangan ‘kompas’ dan mampu menjawab tantangan zaman.
( Zar/KH)

Continue Reading

News 11

Aktivitas Humaniora Foundation dan Artis Pendukung

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Depok
Melalui aksi sosial “Misi Kemanusiaan Universal – Barang Bekas Menolong Sesama” Humaniora Foundation secara rutin mengumpulkan sumbangan barang bekas dari masyarakat dan barang milik artis. Sumbangan tersebut langsung disumbangkan dan sebagian dijual. Dari hasil penjualan dananya juga disalurkan untuk diberikan kepada para dhu’afa, fakir miskin, anak yatim, piatu, janda lanjut usia, dan pemulung.

Humaniora Foundation melalui Sanggar Humaniora membimbing ratusan siswa, pelajar mahasiswa, anak-anak dan remaja putus sekolah yang dididik informal melalui pendekatan seni peran dan budi pekerti secara gratis.

Melalui Rumah Singgah Bunda Lenny, Humaniora Foundation, telah melakukan aksi sosial ratusan kali, baik peduli sosial, santunan yatim dan dhua’fa, membantu korban bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, serta pelayanan pendidikan non-formal.

Humaniora Foundation membina ratusan pemulung, fakir miskin, dan anak yatim, non-panti yang tersebar di dua rumah singgah, Bekasi (Jakarta), dan di Baleendah Bandung.

Sejumlah artis dan selebriti yang pernah membantu yayasan ini, antara lain; Yati Surachman, Pong Hardjatmo, Ray Sahetapy, Iwan Burnani, Ageng Kiwi, Iwan Fals, Krisdayanti, Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier, Yuni Shara, Inul Daratista, Mayangsari, Nikita Willy, Anisa Bahar, Juwita Bahar, Tiara Bahar, Nini Karlina, Fitri Karlina, Della Puspita, Ratu Bidadari, Ratna Listy, Krisna Mukti, Ayu Azhari, Marshanda, Eddies Adelia, Iis Dahlia, Ike Nurjanah, Misye Arsita (almarhumah), Pretty Asmara (almarhumah), Mella Yong (almarhumah).

Pebrio A. Ryan, Dean Desvi, Lia Emilia, Renny Agustine, Five V. Rachmawati, Irma Darmawangsa, Lisda Oktavianti, Irfan Sebastian, Livi Andriany, Aksay, Ratna Pandita, Lia Bulmat Raeshard, Ferly Putra, Adeliyana Indahsari, Meca Alba, Ratu Eva, Chan Kwie, Iqbal Perdana, Roman D. Man, Alfian Kadang, Grup Vokal ‘LAKI’, Dina ‘Sabun Colek,’ Suryandoro, Eny Sulistyowati, Gebby Pareira & Qonita, Gubernur Band, pianis Dhikapatrick, ustadz Ferdy Husainy, ustadz Wahyudin Yuha, ustadz Rizal Fauzi, serta tokoh spiritual Panglima Langit, dan para donatur lainnya.

Beberapa lembaga manajemen artis, seperti Nagaswara Music, Artis Manajemen *Positif Art, Sanggar Swargaloka, Triardhika Production, Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), dan organisasi lainnya, juga pernah turut membantu kegiatan sosial yang dilaksanakan Humaniora Foundation.
(Zar/KH)

Continue Reading

News 11

Sekolah Kemanusiaan

Published

on

By

Kabarhiburan.com Depok
25 tahun usia Humaniora Foundation menjadi momentum bagi arah dan perkembangan lembaga ini untuk meningkatkan apresiasi kemanusiaan melalui program yang disebut Sekolah Kemanusiaan.

Sekolah Kemanusiaan menurut Eddie Karsito, selaku pendiri — adalah institusi non-formal, wadah asah, asih, asuh, melalui cara-cara kesenian. Programnya mengarah pada pembinaan mental spiritual, pendidikan budi pekerti, kepemimpinan, dan nasionalisme — kebangsaan.

Sekolah Kemanusiaan, adalah gerakan dan kajian populer dalam perspektif budaya; perilaku sosial, dan pandangan hidup. Belajar menjadi manusia seutuhnya; memanusiakan manusia.

Lembaga ini diharapkan oleh pendiri dan pengurusnya dapat melahirkan pandu budaya, ” Khususnya dari generasi millennial; kids zaman “now”; gaul, kekinian; smart IT, memiliki perspektif masa depan sebagai generasi yang aktif, kreatif, inovatif, profesional, mandiri, empati, dan keelokan budi pekerti,” harap aktor serba bisa yang pernah mendapat penghargaan sebagai Aktor Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2008 ini.

Kegiatan pendidikan formal dan non-formal yang diselanggarakan oleh Humaniora Foundation secara gratis, menyelenggarakan berbagai kajian sosial budaya, dalam bentuk seminar, workshop, diskusi, pelatihan jurnalistik, pelatihan seni peran, maupun pendidikan sinematografi.

Hal ini pernah dikerjasamakan dengan RCTI dan institusi lainnya Humaniora Foundation menggelar ”Lomba Foto Masjid Waris Tamadun Islam (1996),” bekerjasama dengan Tabloid Hikmah memproduksi “Kuis Insan Cita TPI” (1995) dan “Kuis Ramadhan” SCTV (1996). Dengan Yayasan Ar-Rahmah menggelar “Tabligh Akbar” di Stadion Utama Senayan Jakarta (2001).

Tahun 2003 Humaniora Foundation ikut memprakarsai “Pameran Seni Rupa Film Indonesia” dalam rangka Hari Film Nasional bekerjasama dengan Komunitas Pecinta Film Indonesia, Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Tahun 2008 bekerjasama dengan PT. Cahaya Insan Suci menerbitkan buku “Menjadi Bintang – Kiat Sukses Jadi Artis Panggung, Film dan Televisi.”

Humaniora Foundation, melahirkan banyak sineas yang kini menempati posisi penting di industri perfilman dan pertelevisian di tanah air, baik sebagai aktor, aktris, penyanyi, musisi, penulis skenario, sutradara dan praktisi pertelevisian. Sebagian lainnya ada yang menjadi wartawan media cetak, radio dan televisi, pembawa acara, presenter dan pembaca berita televisi (Zar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending