Connect with us

Event

Calendar of Events (CoE) : Datangkan Wisatawan Dengan Event Berkelas Dunia

Published

on

Kabarhiburan, Jakarta- Menggaet 20 juta wisatawan dengan menggelar 100 agenda event tahunan bukan perkara mudah bagi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Banyak hal yang harus diperhatikan, dari event yang digelar kontinyu, berstandar internasional hingga memiliki nilai lebih dalam pemberitaan. Event yang sukses akan menjadi pemberitaan baik nasional hingga internasional.

Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) dan Kementerian Pariwisata pun berkolaborasi menggelar event ‘Forwapar Clinic: Capturing Moment Calendar of Event’ yang digelar di Hotel Ashley Jakarta Senin lalu. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Esthy Reko Astuti selaku Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calendar of Event (CoE), Asthie Wendra selaku Show Director Prambanan Jazz, dan juga ada Ardiles Rante yang merupakan photografer profesional yang mengirim karyanya untuk  AFP dan Reuters

Kegiatan Forwapar Clinic dibuka dengan pemaparan Esthy Reko Astuti tentang 100 kegiatan Calendar of Events yang sukses menggaet wisatawan, namun perlu menaikan kualitas event.

“karena iti ‘Forwapar Clinic: Capturing Moments Calendar of Event’, harapannya agar kegiatan transfer knowledge ini dapat berlanjut dengan pembahasan yang terus mendalam, agar ke depannya seluruh jurnalis Forwapar dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan sehingga promosi Calendar of Event Kementerian Pariwisata pun dapat menarik perhatian masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri,” kata Esthy.

Kegiatan dilanjutkan dengan sharing session oleh Asthie Wendra yang memaparkan bahwa untuk menghadirkan event berstandar global,  panggung pertunjukannya pun kelas dunia, Indonesia sudah mulai menjadi salah satu yang terbaik di dunia, apalagi saat kita mampu menghadirkan panggung megah yang turut menonjolkan sisi kebudayaan dan pariwisata di dalamnya.

“Perlu ada perang ide yang tak sebentar sebelum akhirnya tercipta panggung megah sekelas Prambanan Jazz, walaupun sebenarnya Indonesia memang sudah dikenal luas dunia sebagai salah satu negara yang mampu meng-create dengan ciamik sebuah festival dan event dengan unsur budaya maupun pariwisata seperti di Prambanan Jazz,” ungkap Asthie.

Sementara itu, dalam sharing session oleh Ardiles Rante juga mampu menarik perhatian jurnalis, karena Ardiles menjelaskan terkait monetize foto yang masih merupakan pengetahuan baru bagi jurnalis pariwisata.

“Asalkan kita yakin dengan kualitas foto yang dimiliki ditambah tidak malas untuk mengisi caption serta detail foto, akan lebih mudah bagi pihak ketiga yang ingin membeli foto yang kita buat tersebut (monetize). Jadi persoalan selama ini, jurnalis punya banyak foto tapi bingung mau dibawa kemana foto-foto tersebut, padahal foto dengan destinasi menarik plus kualitas yang mumpuni akan dengan mudah dijual,” jelas Ardiles.

Forwapar Clinic diakhiri dengan penampilan Roy Jaconiah (eks Boomerang) yang membawakan lagu ” Kisah”. Roy pun  menyempatkan berbagi pengalaman tampil dalam Konser Musik Crossborder Kementerian Pariwisata di Atambua dan di Batam. Roy mendukung kegiatan Calendar of Events dari Kemenpar, karena dampaknya sangat luar biasa bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satunya, meningkatkan kesejahteraan musisi yang terlibat dalam kegiatan di 100 Calendar of Events.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Betrand Peto Putra Onsu Gelar Konser, Ruben Onsu Bangga

Published

on

By

Kabarhiburan.com – MNCTV sukses menggelar Kilau Konser Betrand Peto Putra Onsu di Studio 14, MNC Studios, Jakarta, pada Jumat (18/9).

Konser berdurasi 2 jam ini dipadukan dengan keindahan panorama Nusa Tenggara Timur dan tarian etnik ke atas panggung megah dan tata lampu spektakuker.

Betrand juga berkolaborasi dengan beberapa sahabatnya yang juga merupakan penyanyi top Indonesia seperti, Tiara dan Brisia Jodie Idol, Jihan Audy, Mario G Klau dan JKT48.

“Saya sangat bahagia malam ini karena bisa tampil di hadapan seluruh masyarakat, khususnya pemirsa MNCTV di mana pun berada. Semoga lagu- lagu saya banyak digemari dan disukai dan terlebih lagi dapat menghibur masyarakat,” ucap Betrand yang menyanyikan 15 lagu.

Di awal penampilanya, Bertrand menari yang diiringi oleh marching band yang lanjut menyanyikan lagu berjudul Telanjur Mencinta yang berduet dengan Tiara Andini. Dalam beberapa penampilannya, selain bernyanyi Betrand juga menari tarian asal NTT.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat dan orang-orang yang sudah memberikan dukungan kepada saya selama ini dalam berkarya dan terutama yang sudah ikut memeriahkan konser pertama saya malam ini,” ucap Betrand.

Tampak hadir pula keluarga Betrand Peto, yakni Ruben Onsu dan Sarwendah. Pasangan ini memberi dukungan sekaligus bangga pada Betrand yang tampil percaya diri di atas panggung.

“Terima kasih MNCTV yang telah memberikan kesempatan bagi Onyo (Betrand) nyanyi di panggung besar. MNCTV memberikan ruang bagi putra kami untuk bisa menampilkan sesuatu yang berarti dalam perjalanan hidupnya,” ujar Ruben.

Di tengah konser tunggalnya, Betrand diberikan kejutan dengan hadirnya Oma dan Opa Betrand. Tangis bahagia pun tak terbendung di mata Betrand. Air mata mengalir saat Betrand dipertemukan dengan Oma dan Opa. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

PWI Jaya SJI Series Gelar Webinar: ‘Hoax Covid-19 Antara Pandemik dan Infodemik’

Published

on

By

Jakarta – Selama pemerintah belum menemukan vaksin penyembuh infeksi Covid-19, selama itu pula informasi seputar virus akan simpang siur membuat bingung masyarakat.

Beragam informasi sudah berseliweran di jagad media sosial tentang cara penyembuhan tanpa melalui tindakan medis. Ada yang mengatakan, Covid-19 dapat sembuh oleh deksametason, klorokuin, asap cair tempurung kelapa, minyak kayu putih, probiotik dan masih banyak lagi.

Semua informasi ini membuat masyarakat kian panik. Alhasil, perbaduan pandemi dan infodemi ini, membuat wabah yang seharusnya bisa diatasi dengan baik justru menjadi seperti bola liar. Ada orang yang lebih takut dengan pandeminya, namun, ada pula yang khawatir dengan infodeminya.

Beranjak dari persoalan tersebut, Forum PWI Jaya Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Series akan menyelenggarakan webinar bertema: Hoax Covid-19 Antara Pandemik dan Infodemik, pada, Kamis, 17 September 2020, pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

Sayid Iskandarsyah, SE, MH selaku Ketua PWI Jaya, menyatakan dukungannya pada  program yang bermanfaat bagi banyak orang, apalagi saat ini kita dikepung Covid-19 yang entah sampai kapan akan berakhir.

“Melalui webinar diharapkan semua peserta bisa mengambil manfaatnya. Intinya kita ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Sayid Iskandarsyah, di Jakarta, Selasa (15/9).

Direktur SJI PWI Jaya, Romi Syahril, SSos, MM. mengaku khawatir dengan peningkatan jumlah orang yang terjangkit dan meninggal dunia akibat Covid-19.

“Semoga webinar ini bisa memberikan edukasi bagi kita semua tentang cara menyikapi Covid-19,” katanya.

Romi menambahkan bahwa paradigma orang terhadap wabah Covid-19 kian berbeda-beda. Ada yang cuek dengan menganggap wabah ini tak ada, selain banyak pula yang patuh menjalankan protokol kesehatan.

“Banyak pula yang berlebihan menanggapinya, sampai menutup diri dari pergaulan dan memilih tak keluar rumah sama sekali. Tapi semua itu pilihan,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan webinar, Forum PWI Jaya SJI Series mendapat dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Webinar ini menghadirkan empat narasumber yang berkompeten di bidangnya. Mereka adalah dr. Reisa Broto Asmoro – Jubir Satgas Covid-19, Dr. Marlinda Irwanti, SE, MSi – Direktur Pascasarjana Usahid, Sumarjono – Direktur Perencanaan Strategis & TI BPJS Ketenagakerjaan dan Apt. Dra. Julian Afferino, MS – CEO Pharma Care Consulting. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Masyarakat Pasuruan Kehilangan Silvi di Kontes KDI 2020

Published

on

By

Tampil dengan ‘Goyang Heboh’, tidak cukup bagi Silvi untuk melaju ke babak selanjutnya.

Kabarhiburan.com – Grup 1 telah meloloskan 4 kontestan untuk maju ke babak selanjutnya Kontes KDI 2020. Giliran grup 2 memberikan penampilan terbaiknya demi meloloskan diri ke babak selanjutnya, yakni Wahid (Sidoarjo), Cindy (Bone), Silvi (Pasuruan), Reka (Garut) dan Rahman (Bogor).

Mereka mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik menyanyi dalam Kontes KDI 2020, yang disiarkan secara langsung dari Studio 14 MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (14/9).

Kontes dibuka oleh Wahid (Sidoarjo) lewat lagu hits, I Dont Wanna Miss A Thing, disambung dengan Haruskah Berakhir, mampu membuat juri Erie Suzan terkesima.

“Secara keseluruhan aku suka banget. Wahid punya suara yang berkarakter. Masukannya, kalau nyanyi hati hati dengan kontrol emosi. Harus lebih dirasa lagi,” pinta Erie Suzan.

Wahid diikuti oleh tetangganya di Jawa Timur, yakni Silvi dari Pasuruan membawakan lagu Goyang Heboh, yang menghebohkan panggung KDI.

Ada yang menarik dari Silvi. Rambutnya sudah 9 tahun tak pernah dipotong, beberapa pekan silam di-make over oleh Master Igun, jelang penampilan Silvi di panggung KDI 2020.

Kemeriahan berlanjut pada penampilan Rahman dari Bogor, yang membawakan lagu Masih Adakah Cinta. Dilanjutkan dengan penampilan Cindy (Bone) dengan lagu Ilalang.

Sementara lagu Makan Darah menjadi penutup Kontes KDI 2020 malam tadi, sukses dibawakan oleh Reka asal Garut.

Kelima kontestan telah meberikan penampilan terbaiknya diapresiasi oleh Denny Darko sebagai duta penjemputan. Ia mengumumkan bahwa Silvi harus terhenti perjuangannya pada panggung KDI 2020.

“Buat keluarga Silvi terima kasih telah mendukung Silvi. Maaf Silvi tidak dapat melanjutkan kebabak selanjutnya,” ungkap Denny Darko.

Dengan demikian, Wahid (Sidoarjo), Cindy (Bone), Reka (Garut) dan Rahman (Bogor) berhak melaju ke babak selanjutnya.

Ayo dukung terus kontestan idola melalui SMS, dengan format: ketik KDI (spasi) Nama Kontestan kirim ke 95151 dan melalui aplikasi RCTI+.

Saksikan Kontes KDI setiap Senin pukul 19.00 di MNCTV. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Dok. MNCTV)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending