Connect with us

Film

Cerita Anggika Bolsterli dan Sutradara Ponti Dea di Balik Layar Film ‘Sang Prawira’

Published

on

Sutradara Ponti Gea (pakai rompi) dan aktris Anggika Bolsterli.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tahun 2019 boleh menjadi tahun sukses bagi aktris Anggika Bolsterli. Sedikitnya 4 judul filmnya tayang sepanjang tahun ini. Sebut saja, Yowis Ben 2, Twivortiare, Trinity Traveller dan Sang Prawira.

Sang Prawira, sepenuh didukung oleh Mapolda Sumatera Utara. Film ini akan tayang diseluruh bioskop Tanah Air, mulai Kamis (28/11) mendatang.

Film garapan sutradara Ponti Gea ini terbilang unik, karena nyaris semua pemain utama adalah personil kepolisian, yang notabene minim pengalaman akting.

Situasi ini membuat kehadiran Anggika sebagai satu-satunya aktris profesional sontak menjadi  pusat perhatian. Sesekali dia bertindak sebagai tentor bagi rekannya sesama pemain. Bila perlu, Ia tidak segan-segan memarahi lawan mainnya, saat menjalani proses syuting.

Salah seorang yang sempat dihardik Anggika Bolsterli adalah Ipda Dimas, yang berperan sebagai Horas. Alasannya, Ipda Dimas dinilai kurang ekspresif saat melakukan adegan, yang seharus dilakukan bercampur emosional.

“Aku orang awam yang berani memarahi polisi,” ujar Anggika menceritakan peristiwa tersebut  dalam press screening di bioskop Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/11).

“Untuk meningkatkan kualitas akting memang butuh waktu, butuh belajar. Aku pancing Bapak Horas ini agar marah sama aku, karena aku pikir dia masih kurang dapat (terlalu takut),” lanjut  Anggika Boksterli.

Baginya, tidak jadi masalah jika dirinya kemudian dimarahi Dimas di dunia nyata, gara-gara ulahnya tersebut. Asalkan, Dimas lebih terlihat ekspresif ketika berada di depan kamera.

“Aku enggak masalah walaupun dia marah, kesal beneran sama aku enggak apa-apa. Aku bilang ke dia, dalam akting harus menggunakan perasaan,” tuturnya.

Ipda Dimas (kiri) berperan sebagai Horas, salah satu pemeran utama dalam film ‘Sang Prawira’.

Ipda Dimas yang tidak memiliki pengalaman berakting, mengaku mendapat perintah dari institusi Polri untuk main film. Dimas pun sempat kesulitan melaksanakan perintah atasannya, terutama pada adegan awal.

Selanjutnya, Ipda Dimas mampu memerankan karakter Horas dengan baik, berkat masukan dan arahan sutradara dan Anggika. Belum lagi dukungan rekan-rekannya di kepolisian.

“Sejujurnya berat, tapi banyak teman-teman yang memberikan support. Itu yang membuat aku bersemangat,” ungkap Ipda Dimas bangga.

Kesulitan yang sama juga dirasakan oleh sutradara Ponti Gea. Ia mengaku sempat kesulitan tentang cara mengarahkan para pemainnya, yang mayoritas adalah anggota polisi.

“Kesulitannya, karena mereka kan perwira. Mereka, kan ke atasan, siap komandan. Gimana caranya mengarahkan mereka, itu butuh perjuangan,” ungkapnya.

Film Sang Prawira bercerita tentang Horas yang harus menghadapi berbagai hadangan dalam keluarga, sebelum mewujudkan cita-citanya menjadi anggota kepolisian.

Setelah berhasil menjadi anggota polisi, Horas mendapat tantangan berat ketika diminta untuk mengungkap sebuah kasus kejahatan.

Film Sang Prawira berlatar keanekaragaman budaya dan keindahan alam Sumatera Utara. Berlapis kisah asmara antara Horas dan Nauli yang diperankan Anggika, membuat film ini patut diperhitungkan. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Putus Hubungan dengan Corona, Bioskop di Jakarta Tutup Sementara

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup sementara sejumlah tempat hiburan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Salah satu yang ditutup adalah bioskop, sejak Senin (23/3).

Keputusan penutupan sementara tempat hiburan disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam jumpa pers pada Jumat (20/3/2020).

Anies mengatakan untuk membatasi gerak masyarakat tidak cukup hanya menutup kawasan wisata saja. Menurutnya, penting apabila kegiatan hiburan ditutup.

“Penutupan kegiatan wisata milik pemerintah sudah dilakukan pekan lalu, mulai pekan ini kita harap dunia usaha untuk bersama-bersama, karena kalau hanya dikerjakan sebagian, dan sebagian lain memilih interaksi, maka penyebaran berjalan terus. Mulai Senin kita akan melakukan peniadaan kegiatan hiburan,” kata Anies.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemprov DKI telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 60/SE/2020 yang menyatakan Pemprov DKI akan melakukan penutupan sementara kegiatan operasional usaha hiburan dan rekreasi selama dua pekan.

Bioskop adalah salah satu usaha hiburan yang ditutup sementara oleh Pemprov DKI. Penutupan berlangsung pada 23 Maret-5 April 2020.

Berikut kegiatan usaha yang wajib tutup selama dua pekan:
a. Klab Malam
b. Diskotek
c. Pub/Musik Hidup
d. Karaoke Keluarga
e. Karaoke Executive
f. Bar/Rumah minum
g. Griya Pijat
h. Spa (Sante Par Aqua)
i. Bioskop
j. Bola Gelinding
k. Bola Sodok
l. Mandi Uap
m. Seluncur
n. Area permainan ketangkasan manual,mekanik dan/atau elektronik untuk orang dewasa (***)

Continue Reading

Film

Si Mbok Iyem, Puwaniatun Meninggal Dunia

Published

on

By

Purwaniatun (youtube)

Kabarhiburan.com, Jakarta – Dunia hiburan Indonesia tengah berduka. Aktris sinetron dan FTV, Purwaniatun menghembus nafas terakhir pada usia 67 tahun di Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Senin (23/3) pagi.

Kabar dukacita ini dibenarkan oleh salah seorang cucunya, Gia yang dihubungi Senin siang.

“Iya, meninggal karena sakit pasca operasi, kanker rahim,” kata Gia.

Gia menambahkan, kondisi Purwaniatun melemah pasca operasi kanker pada akhir Januari 2020 lalu.

Sempat dirawat di ICU, neneknya itu akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Senin (23/3) sekitar pukul 10.33 WIB.

Semasa hidupnya, Purwaniatun seorang aktrin yang disiplin. Ia sering memainkan sosok Mba Pur atau Mbok Iyem, peran asisten rumah tangga streotipe dari Jawa Tengah.

Sejumlah sinetron yang pernah dibintanginya, antara lain, Monyet Cantik dan Serigala Ganteng, Asisten Rumah Tangga, Hidayah, Kawin Gantung dan sejumlah judul FTV.

Selamat jalan, Mbak Pur. Terima kasih sudah menghibur masyarakat Indonesia selama ini. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Jefri Nichol dan Aurora Ribero, ‘Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi’

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Rumah produksi IFi Sinema dan Screenpay Films menyatakan siap merilis film terbarunya, berjudul Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi.

Momentum ini menjadi yang pertama bagi Jefri Nichol dan Aurora Ribero beradu akting dalam satu judul film layar lebar.

Film Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi mengangkat tema cinta, berhubungan dengan kehidupan lika-liku cinta. Diadaptasi dari novel best seller karya Boy Chandra yang sudah 15 kali cetak ulang sejak edisi perdana pada 2016.

Seperti Hujan yang Jatuh ke bumi, salah satu novel saya yang paling baik sambutannya dari pembaca. Cukup banyak respons setelah mereka membaca, sehingga  saya jadi semakin yakin kalau ada banyak sekali orang yang memendam perasaannya,” ujar Boy.

Boy mengatakan, kini novelnya kini dalam bentuk film. “Semoga film ini dapat mewakili orang yang memendam perasaannya,” pinta.

Sementara sutradara Lasja F. Susatyo pun dengan baik menerjemahkan isi cerita novel tersebut ke dalam bentuk audio visual. Skenario film ditulis oleh Upi dan Piu Syarief.

“Film romantis ini memberi kita perspektif berbeda tentang bagaimana cara kita menyatakan cinta. Mengetahui siapa cinta sejati kita dan mempertahankan ikatan kasih itu sesuatu yang sangat berarti,” ujar Lasja.

“Melalui karakter Kevin, film ini memberi arti bahwa cinta adalah tanpa pamrih, cinta tak egois,” tambahnya.

Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi mengisahkan tentang cinta segitiga antara Kevin (Jefri Nichol), Nara (Aurora Ribero) dan Juned (Axel Matthew).

Kevin dan Nara adalah sahabat sejak kecil, meski saling menyayangi, mereka berjanji untuk selalu menjadi teman baik selamanya.

Kevin yang lebih sering menemani Nara melalui masa-masa sulit saat percintaannya gagal, ternyata menyimpan rasa lebih dari seorang sahabat, namun tidak pernah berani menyatakan perasaannya kepada Nara.

Ketika Nara jatuh cinta kepada Juned, cowok panjat tebing yang misterius, Kevin merasa tidak ada lagi harapan baginya untuk bisa bersama Nara selamanya.

Selain Jefri Nichol, Aurora Ribero dan Axel Matthew, film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi juga di bintangi oleh Nadya Arina, Rebecca Klopper, Karina Suwandi, Jauhar Robert dan Haris Soedarto. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending