Connect with us

Selebritas

Cerita Darius Sinathrya dan Donna Agnesia Tentang ‘Expedition Himalaya’

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pasangan aktor dan presenter, Darius Sinathriya dan Donna Agnesia sama-sama hobi traveling. Mereka baru saja menyelesaikan petualangan yang tidak akan mereka lupakan seumur hidup.

10 hari lamanya orangtua dari 3 anak ini menjelajah kawasan Himalaya dengan sepeda motor, termasuk melintas di salah satu jalan raya tertinggi didunia (5.359 meter di atas permukaan laut), Khardung La Pass, India Utara.

Suka dan duka serta pengalaman menarik selama Expedition Himalaya tersebut, kembali mereka kenang dalam acara peluncuran dua arloji Himalayan Series, yakni E 6772 dan E 6757 Titanium yang merupakan koleksi terbaru dari Expedition.

Darius yang menyukai jam analog yang memiliki performa gahar, meski fiturnya tergolong lawas. Selain tahan cuaca, arloji pun harus cocok di segala area, karena saat traveling kondisi cuaca sering tidak dapat diprediksi.

“Semua jam saya rata-rata tipenya analog. Donna juga,” jelas pemeran Aji dalam film Susah Sinyal ini. Keduanya pun kompak memamerkan arloji Himalayan Series yang melingkar di lengan, saat peluncuran Himalaya Series dari Expedition Professional Adventure Equipment, di Podomoro City, Jakarta Barat, Sabtu (23/11).

“Biasanya, traveling akan kehilangan sinyal kan. Butuh kompas, jam analog bisa. Dan kadang memang kita suka lupa, kalau teknologi yang dulu pernah ditemukan tuh masih bisa berguna dan berfungsi,” imbuh Darius.

Kasih Rama selaku Head of Activation, mengatakan bahwa Expedition baru saja merilis Himalayan Series.

“Kami menghadirkan 3 varian E 6772 yang elegan dengan varian warna dan strap yang berbeda, sementara  E6757 Titanium memiliki 5 varian warna dial yang berbeda,” pungkas Kasih Rama. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selebritas

Eza Gionino Balik Somasi Qory Sopiandi, si Pedagang Ikan Arwana

Published

on

By

Aktor Eza Gionino didampingi kuasa hukumnya Henry Indraguna.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pesinetron Eza Gionino mengaku kaget usai mengetahui dirinya dipolisikan oleh tim kuasa hukum Qory Sopiandi, pedagang ikan Arwana asal Kalimantan pada 11 Januari silam.

Dalam laporan yang dilayangkan ke Mapolda Metro Jaya, Eza dituduh telah melakukan dugaan penipuan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Kagetlah Eza karena mengira persoalannya dengan Qory Sopiandi sudah selesai. Apalagi, Qory sudah meminta maaf dan mencium kaki Eza pada 27 November 2019.

Qory meminta maaf lantaran sudah mengancam akan membunuh istri serta anak Eza, hanya gara-gara Eza komplain bahwa ikan yang dikirimkan Qory tidak sesuai dengan ikan arwana yang diharapkan.

“Ya, kirain sudah (selesai) tuh. Eh, malah diperkeruh. Di sini gue merasa  sudah berusaha untuk berbesar hati, dari awal niat gue adalah membantu. Ingat, niat gue membantu si Qory,” kata Eza Gionino didampingi kuasa hukumnya, Henry Indraguna, yang ditemui di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).

Sementara Henry mengaku pihaknya belum menerima surat somasi dari pihak Qory Sopiandi dan merasa tidak pernah ditagih agar membayar Rp 12 juta buat pembelian ikan arwana.

“Kami masih menunggu kuasa hukum dari si Qory. Kirim aja klarifikasi, kirim aja somasi yang mengatakan agar mengembalikan ikan tersebut atau dibayarkan. Kirim somasi satu kali, dua kali, baru lapor polisi,” imbau Henry.

“Ini kan enggak ada. Mana penagihannya. Enggak ada penagihan, enggak ada invoice,” lanjutnya.

Sebelumnya, Eza Gionino sudah meminta Qory Sopiandi agar segera mengambil ikan tersebut dan mengembalikan uang yang telanjur dibayarkan sebesar Rp 1,4 juta.

“Terakhir kata, pokoknya ada komunikasi dari Eza dan Qory, udah ambil aja ikannya, kembalikan Rp 1,4 juta. Berapa pun juga, ini rupiah kerugian. Udah balikin aja Rp 1,4 juta dan ikannya ambil. Kami nggak mau ikannya,” tegas Henry Indraguna.

Seperti diketahui, Qory Supiandi melaporkan Eza Gionino ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan tidak membayar ikan arwana seharga Rp 12 juta. Dia beralasan ikan tersebut sudah berada di tangan Eza.

Menanggapi laporan tim kuasa hukum Qory, Henry Indraguna berniat untuk melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Qory Sopiandi dalam 2 kali 24 jam. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Selebritas

Mediasi Gagal, Persidangan Dugaan Wanprestasi Astrid Melawan Baim Wong Berlanjut

Published

on

By

Astrid (kedua dari kiri) didampingi kuasa hukumnya, Ristan Simbolon, Didit Wijayanto dan Erdiana.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Upaya mediasi selama 2 kali 30 hari yang diberikan majelis hakim di Pengadilan Negeri Bogor kepada para pihak yang berseteru, Astrid selaku CEO QQ Production dan Baim Wong dan Lucky Pradana, rupanya menemui jalan buntu.

Dengan demikian, persidangan dugaan wanprestasi yang dilaporkan Astrid di Pengadilan Negeri Kota Bogor terhadap Baim Wong dan Lucky Pradana, memasuki tahap baru.

“Persidangan ini jalan terus. Saya siap menghadapinya apa pun yang terjadi,” ujar Astrid didamping tim kuasa hukumnya, Didit Wijayanto, Ristan Simbolon dan Erdiana, yang ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Mereka sepakat untuk melanjutkan saja persidangan yang akan digelar di Pengadilan Negeri Kota Bogor, Jawa Barat, besok, Rabu (11/12) dengan agenda: Jawaban para tergugat.

Astrid menyayangkan upaya perdamaian melalui mediasi di pengadilan tidak membuahkan berhasil. Padahal, pada kedua belah pihak sudah sepakat damai, meski tidak menyebutkan nilai nominal sebagai kompensasi yang akan diberikan Baim Wong kepada Astrid.

“Hanya saja, janji tersebut tidak kunjung direalisasikan,” ujar Astrid yang mengembalikan kebenaran serta keadilan kepada Majelis hakim, selain berserah kepada Tuhan yang Maha Esa.

Senada dengan kliennya, Didit Wijayanto menilai sikap Baim yang tak kunjung menandatangani kesepakatan ganti rugi kepada Astrid.

“Mereka sedang melakukan upaya tricky atau licik, untuk tidak melaksanakan kesepakatan dan membayar sejumlah ganti rugi tersebut,” ujar Didit.

Seperti diberitakan sebelumnya, Baim Wong dan Lucky Perdana dilaporkan oleh CEO QQ Production, Astrid. Dia dituduh melanggar kontrak kerja hingga menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah.

Kasus ini bermula dari adanya kerja sama antara Baim Wong dengan manajemen artis QQ Production untuk sebuah tugas jadi caleg dari salah satu partai politik. Hanya saja, di tengah jalan Baim Wong dan Lucky Perdana dianggap tidak menepati janji atau kesepakatan.

Astrid lalu melayangkan surat gugatan dugaan wanprestasi terhadap Baim Wong digugat dengan total kerugian lebih dari Rp100 miliar oleh Astrid. Sementara Lucky Perdana digugat sekitar Rp50 miliar. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Selebritas

Tidak Terima Dituding Pelakor, Ratu Meta Laporkan Kakak Mantan Istri Siri Eddy Faisal

Published

on

By

Ratu Meta diapit tim kuasa hukumnya dari Henry Indraguna & partners.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Penyanyi dangdut Meta Nurmalasari alias Ratu Meta mendatangi Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/11) sore. Ia didampingi kuasa hukumnya, Henry Indraguna.

Ratu Meta melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang menimpa dirinya, lewat akun instagram milik kakak mantan istri siri Eddy Faisal.

“Ratu Meta  melaporkan satu akun yang diduga menyerang kehormatannya,” ujar Henry Indraguna usai membuat laporan.

Henry mengatakan, dugaan pencemaran nama baik dilakukan kakak dari mantan istri siri Eddy Faisal. Lewat  akun Instagram @f2438, telah menuding Ratu Meta sebagai penyebab keretakan rumah tangga sang adik dan Eddy Faisal.

“Kata-katanya yang sungguh sangat keterlaluan. Klien kami dibilang pelakor, dituduh lagi munafik, buka tutup hijab,” ujar Henry membacakan beberapa kalimat yang ditulis kakak mantan istri siri Eddy Faisal di akun Instagram.

Henry menambahkan, sebenarnya telah berulangkali memperingatkan sang pemilik akun di kolom komentar agar jangan membully lagi.

“Akan tetapi terus saja dia menyerang,” imbuh Henry yang melaporkan dugaan pelanggaran Pasal  27 ayat (3) juncto 45 UU ITE, dengan ancaman kurungan penjara selama 4 tahun penjara,” imbuhnya.

Bagi Ratu Meta, tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal, lantaran Eddy Faisal sudah berpisah dari istri sirinya tersebut, saat Ratu Meta memutuskan menikah dengan Eddy Faisal.

Atas dasar keterangan tersebut, Ratu Meta bersama Henry Indraguna lantas melaporkan ucapan adik mantan istri siri Eddy Faisal yang dianggap telah melakukan pencemaran nama baik.

“Jadi gimana kalau dikatakan pelakor? Itu harus dibuktikan. Apabila tidak bisa dibuktikan, masuklah ranahnya menyerang kehormatan,” kata Henry. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending