Connect with us

Film

Cerita di Balik Layar Pembuatan Film ‘Zeta’

Published

on

Sutradara Amanda Isman bersama para bintang pendukung film ‘Zeta: When The Dead Awakening’.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Film bertema horor masih terus hadir di bioskop Tanah Air. Yang terbaru, berjudul ZETA: When The Dead Awaken, diproduksi oleh Swan Studio yang akan tayang pada  Kamis (1/8) mendatang.

Film berdurasi lebih dari 90 menit ini merupakan karya perdana bagi sutradara muda Amanda Iswan di dunia perfilman Indonesia. Ia pun menyebut filmnya bergenre thriller-science-fiction, yang melibatkan 200 pemain figuran untuk berperan sebagai zombie.

Sebelum melakukan syuting, Amanda Iswan sudah terlebih dulu melakukan berbagai riset ilmiah tentang penyakit yang bisa menjangkiti manusia hingga menjadi zombie. Termasuk meneliti cara hidup amoeba parasit, sampai menyerang organ tubuh manusia.

“Kami melibatkan 200 figuran berasal dari berbagai sanggar teater yang menguasai gerakan unik zombie,” ungkap Amanda Iswan dalam press screening film Zeta : When The Dead Awaken, di bioskop Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/7).

Tidak mau setengah-tengah dalam mewujudkan sosok zombie yang diinginkan, Amanda pun harus mendatangkan peralatan kosmetik untuk riasan para zombie dari Los Angeles, Amerika Serikat.

“Jadi tukang make up-nya bener-bener sih, dari segi estetika,” ujar Amanda Isman yang menambahkan bahwa peralatan riasan tersebut sempat ditahan oleh petugas imigrasi di bandara.

Baginya, perlu mendatangkan kosmetik dari Amerika, semata mata demi kualitas make up yang bagus dan susah luntur.

“Syutingnya kan lumayan lama, sehingga kalau pakai produk Indonesia, make up-nya lekas copot saat aktornya berkeringat. Kalau ini, dua hari juga enggak copot,” kilah Amanda Isman.

ZETA: When The Dead Awaken menceritakan  Deon (Jeff Smith) remaja kelas 3 SMA, tinggal bersama ayahnya Dr Richard Ross (Wiilem Bevers). Terpisah dari ibunya, lsma Kumala (Cut Mini) penderita alzheimer menghuni sebuah apartemen.

Deon yang temperamental dan sering berkelahi di sekolah, suatu hari melihat seorang siswa mendadak menjadi kanibal dan menggigit leher Suster.

Kejutan berikutnya, zombie-zombie berkeliaran di jalan. Menyadari situasi makin gawat, Deon ingin membawa ibunya ke tempat aman.

Richard melaporkan pada Kolonel Vito (Joshua Pandelaki), asaI-usul wabah zombie yang kian marak. Militer harus segera turun tangan sebelum lebih banyak lagi penduduk kota berubah menjadi mayat hidup dan bergentayangan mencari mangsa baru. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Tayangan Spesial Idul Adha 1440 H di Indosiar

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H, Indosiar telah menyiapkan aksi para bintang Bollywood ternama dalam dua tayangan spesial Mega Bollywood.

Film My Name Is Khan (2010), dibintangi Shah Rukh Khan dan Kajool, tayang Minggu (11/8), pukul 15.00 WIB.

Menceritakan sosok Rizwan Khan, seorang muslim India yang sejak lahir menderita Sindrom Asperger. Sindrom ini merupakan gejala autism dimana para penderitanya kesulitan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.

Tiga jam kemudian hadir pula film Bajrangi Bhaijaan (2015), film drama komedi yang dibintangi Salman Khan dan Kareena Kapoor, pada pukul 18.00 WIB.

Continue Reading

Film

Ini Alasan Angga Dwimas Sasongko Garap NKCTHI

Published

on

By

Sutradara Angga Dwimas Sasongko

Kabarhiburan.com, Jakarta – Satu lagi film yang diangkat dari buku laris. Berjudul Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI).
Buku karya Marchella FP ini memang  menjadi buah bibir kaum milenial belakangan ini, diharapkan bakal menjadi tontonan yang menarik kelak di layar bioskop Tanah Air.

Rumah produksi Visinema Pictures mengumumkan bahwa penggarapan film genre drama keluarga ini telah melewati tahapan  tersulitnya. Kini, tengah bersiap melakukan proses syuting.

Sutradaranya,  Angga Dwimas Sasongko mengaku tantangan terberatnya adalah menyatukan begitu banyak visi, lalu memadukannya jadi satu-kesatuan film.

“Perlu beberapa kepala nyatuin semua visinya jadi sama. Proses menyusun data juga menyita waktu yang lama, karena ada ribuan cerita yang harus didata,” ujar Angga yang ditemui di Kawasan Cilandak, Jakarta, Rabu (7/8).

“Proses tabulasi sekitar empat bulan karena lumayan banyak dan karena itu di-share di Instagram. Jadi kami harus ambil screen capture-nya satu satu. Ulang semua ribuan cerita itu,” ujar Angga yang memilih Jakarta sebagai latar tempat ceritanya.

Dalam kesempatan yang sama Visinema juga memperkenalkan para pendukung film yang direncanakan akan tayang pada tahun 2020 ini.

Angga Dwimas Sasongko didampingi Anggia, bersama seluruh pendukung film NKCTHI.

Mereka adalah Donny Damara, Sheila Dara, Rachel Amanda, Rio Dewanto, Susan Bachtiar, Chicco Jerikho, Putri Marino, Oka Antara, Ardhito Pramono, Umay Shahab, Muhammad Adhiyat, dan Agla Artalidia.

Meski sudah diperkenalkan, namun tak satu pun dari mereka yang membeberkan karakter yang akan mereka usung dalam film yang siap syuting ini. “Saya dihubungi ketika saya sedang sendirian. Saya tertarik,” ujar Donny Damara sambil tertawa.

Alasan yang berbeda diungkapkan Angga Dwimas Sasongko yang juga suami dari Anggia ini.

“Saya tertarik buat ngerjain proyek ini, karena saya enggak pernah punya proses kreatif kayak NKCTHI,” pungkas Angga Dwimas Sasongko.

Buku NKCTHI merupakan karya ketiga Marchella FP yang dirilis sejak Oktober 2018, memaparkan berbagai masalah yang dihadapi para milenial di zaman sekarang. Berisikan kumpulan pesan dari Awan, yang ditujukan untuk anaknya di masa depan. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Bila Pembajak Amatir Beraksi, ‘Kapal Goyang Kapten’

Published

on

By

Sebagian pendukung film ‘Kapal Goyang Kapten’ Produksi Mega Pilar Pictures.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Jangan pernah membuat keputusan ketika sedang galau. Kalimat bijak ini tidak berlaku bagi tiga orang ini. Daniel anak kaya yang ingin membuktikan dirinya bisa mandiri,  Lula Cakka yang mencari dana untuk penyembuhan sang ibu, serta  Bertus seorang pengangguran yang butuh uang.

Mereka dipertemukan oleh masalahnya masing-masing di dalam sebuah kapal, yang dinakhodai Gomgom. Lalu terbersit ide untuk membajak kapal wisata.

Namanya saja pembajak amatiran, maka yang terjadi adalah kecerobohan membuat mereka terdampar dan terjebak di sebuah pulau kosong. Sialnya, hasil rampokan ikut raib. Situasi semakin rumit ketika sandera melakukan perlawanan.

Demikian sinopsis film komedi terbaru berjudul Kapal Goyang Kapten. Cerita tersebut dikemas dengan keindahan pulau dan pantai di Kepulauan Kei dan kepulauan Maluku yang indah.

Sekilas cerita yang diusung Kapal Goyang Kapten merupakan film serius, namun sutradara Raymond dan produser Roni Parini dari Rumah produksi Mega Pilar Pictures, mengemas cerita menjadi komedi, didukung oleh sebagian pemainnya yang berprofesi sebagai komika.

Yuki Kato menguji konsentrasi.

Sebut saja, Ge Pamungkas, Mukhadly Acho, Mamat Alkatiri, Babe Cabita, Yuki Kato, Romaria Simbolon, Mathias Muchus, Arief Didu dan masih banyak lagi.

Seperti pengakuan Yuki Kato, bahwa syuting kali ini menjadi sebuah tantangan untuknya. Sulit untuk berkonsentrasi di antara orang-orang yang lucu.

“Ini pertama kali berbagi peran dengan para komika. Itu jadi tantangan sendiri. Aku harus benar-benar menguji konsentrasi. Jadi kayak tantangan ketawa, tapi in real life,” ujar Yuki Kato acara Rilis Poster dan Trailer Kapal Goyang Kapten di Jakarta, Selasa (30/7) malam.

Film Kapal Goyang Kapten akan tayang serentak di bioskop Tanah Air mulai Kamis, 5 September 2019. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending