Connect with us

Lifestyle

Cerita Eddies Adelia dan Juliana Muchtar Menurunkan Berat Badan di Klinik Everskin

Published

on

Aktris Juliana Muchtar dan Eddies Adelia mengapit dr. Ariesta Sari.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sudah kurang berolah raga, sering pula mengonsumsi makanan sarat lemak, hanya salah satu contoh pola hidup yang salah.

Kebiasaan buruk ini sering kali berujung pada berat badan yang  tidak terkontrol. Ujung-ujungnya bentuk tubuh menjadi kurang sedap dipandang, lantaran sudah tidak lagi proporsional.

Situasi ini membuka peluang bagi klinik kecantikan untuk menyediakan treatment meluruhkan kelebihan  lemak di berbagai bagian tubuh. Seperti yang dilakukan artis senior Eddies Adelia dan pesinetron Juliana Muchtar.

Mereka memilih melakukan perawatan tubuh di Klinik Everskin sejak lama dan rutin, yang tentunya untuk menunjang karir mereka masing-masing.

Pengalaman menurunkan berat badan mereka, dikupas tuntas dalam acara Meet & Greet bersama dr Ariesta Sari selaku Chief Excecutive Office & Head Doctor, yang dilaksanakan di Klinik Everskin, Jalan Suryo, Jakarta Selatan, Rabu  (19/12).

Dipandu oleh Olive Lee, kedua artis beda  generasi tersebut menceritakan pengalaman melakukan perawatan tubuh agar mendapatkan hasil yang optimal, tanpa menyita banyak waktu dan biaya.

Eddies Adelia memilih rutin melakukan perawatan kecantikan di Everskin setelah merasakan penurunan signifikan berat badannya.

“Sejauh ini saya sudah merasakan perubahan yang signikan, sehingga membantu mengembalikan rasa percaya diri saya kalau mengenakan pakaian syari. Itu menyenangkan,” ujar Eddies Adelia yang juga menjaga pola makan dan olahraga secara teratur.

“Saya masih harus mengurangi sedikit lagi penimbunan lemak di bagian paha dan pinggul. Mudah-mudahan tercapai dalam waktu tidak terlalu lama,” ungkap Eddies.

Pengalaman senada disampaikan Juliana Muchtar. Pemain sinetron Misteri Gunung Merapi ini mengaku memilih Klinik Everskin lantaran selalu mendapat pelayanan terbaik.

“Treatment yang diberikan tidak menimbulkan efek samping, seperti rasa sakit maupun panas. Sudah begitu, saya puas dengan hasilnya, seperti yang Anda lihat,” ujar Juliana dengan wajah sumringah.

Didukung Teknologi Canggih

Klinik Everskin mereka yakini telah menghadirkan keajaiban seni kecantikan yang memadukan gaya hidup sehat dan teknologi terkini.

Dr. Ariesta mengatakan, klinik estetika Everskin memberikan tempat perawatan kepada pasien  dengan nyaman untuk berbagai kebutuhan estetika dan penampilan.

“Saya memberikan perawatan terbaik dan tepat bagi pasien. Setiap alat maupun bahan perawatan di Everskin, terlebih dulu saya teliti untuk memberikan hasil yang maksimal bagi pasien. Tidak ada kompromi untuk kualitas,” ujar Ariesta Sari yang memperkenalkan Alma Prime.

Dokter yang akrab disapa Tata ini mengatakan, Alma Prime adalah mesin pembentukan badan sekaligus pengencangan kulit dengan hasil yag signifikan.

Saat digunakan, Alma Prime menghasilkan gelombang suara untuk menghancurkan lemak. Lemak yang sudah hancur dikeluarkan melalui keringat dan urine. Selanjutnya kulit yang kendor dikencangkan dengan accentuent.

“Sebelum menerapkan kepada pasien, Alma Prime terlebih dulu saya  pelajari dan praktekkan sendiri, sehingga saya bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pasien saya dalam penggunaan tekhnologi itu,” ujar dr. Tata yang sudah 7 tahun menekuni bidang kedokteran estetika.

Meski telah didukung oleh teknologi canggih, Tata selalu menganjurkan agar pasiennya memperbaiki pola hidup, yakni melakukan diet sehat dan melakukan olah raga secara teratur. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Kerap Treatment Wajah, Artis Chintami Atmanegara Terlihat Awet Muda

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta- Bagi seorang publik figur, merawat kecantikan adalah hal yang mutlak dilakukan. Karena mereka dituntut penampilannya harus terlihat kece, baik saat dilayar kaca maupun dipanggung hiburan. Tak terkecuali bagi artis senior Chintami Atmanegara. Walau usianya bisa dibilang paruh baya, namun soal penampilannya masih terlihat awet muda. Ia jelaskan karena ia kerap melakukan treatment di klinik Dermaster.

“Kelebihan treatment di Dermaster lantaran tak merasakan nyeri diwajah sama sekaki. Bahkan hasilnya menambah percaya diri, bila saya keluar rumah jarang pakai bedak. Dengan perawatan di Dermaster membuat kulit kita menjadi sangat sehat. Orang melihatnya kulit kita seperti fresh,” ujar Chintami Atmanegara, saat menghadiri peluncuran treatment terbaru Filler Algeness, di Klinik Dermaster Pondok Indah (21/3/2019).

Hal serupa dijelaskan oleh Putri Indonesia 2018 asal Babel, Sonia Fergina Citra, “Sebelumnya nggak pernah tahu tentang beauty klinik. Namun begitu menjadi Putri Indonesia 2018 dan kerap melakukan perawatan di Dermaster kulit saya sudah nggak jerawatan, malahan lebih bersih dan sehat. Sudah 3 tahun saya rutin melakukan perawatan di Dermaster”.

Jelang tahun ke-6 kiprahnya di Indonesia, Dermaster kembali menghadirkan produk Filler Algeness. Sebuah pengalaman treatment terbaru dan pertama kali diluncurkan di Klinik Dermaster Pondok Indah, Jl. Pinang Emas,  Jaksel (21/3). Peluncuran dihadiri oleh Dr. Joan Vandeputte selaku Plastic Surgeon and Clinical Advisory dari Belgium, Mr. Valentino Gitto selaku COO (Chief Operating Officer) Algeness dari Italy. Juga melibatkan sederetan artis seperti Sonia Fergina Citra (Puteri Indonesia 2017), Ivan Gunawan, Iis Dahlia dan Nikita Mirzani

“Acara ini di selenggarakan untuk memperkenalkan produk filler terbaru dan pertama di Indonesia yaitu Algeness. Algeness adalah filler yang berbahan dasar alami 100 % natural, chemical free dan aman bagi tubuh”, ujar Herry Setiawan selaku Director of  Marketing Dermaster Indonesia.

Filler adalah salah satu tindakan yang paling banyak diminati dalam dunia estetik. Filler secara mudah dapat membentuk wajah menjadi lebih proporsional seperti membentuk dagu, bibir atau kontur pipi, ataupun mengisi area yang cekung seperti area bawah mata, garis senyum, pelipis dan lain-lain.

Pemilihan bahan dasar Filler yang baik sangatlah penting untuk menjamin keamanan dan tidak menimbulkan efek alergi, bentuk yang terlihat natural dan masa bertahan filler dalam kulit.

Dermaster Indonesia memperkenalkan terobosan baru dalam dunia estetika, yakni menggunakan polisakarida dari ganggang (agarose gel) atau yang kita kenal dengan Agar-agar dapat secara aman digunakan sebagai filler.

“Algeness adalah Filler generasi terbaru yang sangat aman, menyatu sempurna dengan hasil yang natural. Bahkan Filler ini membuat wajah terlihat cantik alami”, ujar Dr.Jessy

Suryadi selaku Head Dokter Dermaster Mangga Besar. Berbeda dengan produk filler yang selama ini dikenal, filler Algeness berbahan dasar natural karena tidak mengandung bahan kimia atau sintetik seperti BDDE serta 100% dapat hilang dalam tubuh dan tidak meninggalkan residu.

Algeness dapat digunakan pada seluruh area wajah yang diperlukan, contohnya seperti area bibir, bawah mata ataupun pipi, dimana area ini sangat sulit menggunakan filler konvensional yang menyebabkan bengkak berlebihan. Dengan Algeness, diharapkan hasil yang di dapat lebih terlihat natural.

Filler Algeness akan hilang sempurna dalam tubuh dalam 12 bulan dan sudah dibuktikan dari berbagai studi klinis. Selain itu juga sudah terbukti aman dan tidak menimbulkan reaksi alergi. Aman digunakan dari usia 17 hingga 60 tahun .

“Algeness berfungsi untuk menambahkan volume di wajah dengan hasil yang natural, tidak bengkak, dan tidak menggunakan bahan-bahan kimia”, ungkap Dr. Yenny Muliani selaku Dokter in House Dermaster Kemang.

Continue Reading

Lifestyle

Pikiran Rakyat Rilis Televisi Berbasis Aplikasi, Bidik Kalangan Milenial

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Bandung – Pikiran Rakyat merupakan pelopor media terdepan di wilayah Bandung dan Jawa Barat, yang terus berinovasi dan melakukan terobosan baru di dunia media televisi. Salah satunya, Pikiran Rakyat membuka jaringan media televisi full news berbasis aplikasi bernama PRTV.

Komisi utama sekaligus pencetusnya, Witjaksono, mengatakan bahwa PRTV merupakan stasiun televisi yang kondusif dan jauh lebih up to date dari yang bisa dilihat oleh anak-anak muda, terutama untuk kaum milenial.

“Kenapa? Saya saja tidak pernah nonton TV konvesional. Nah, pergeseran ke tv ini pasti akan terjadi. Mau tidak mau semua stasiun tv akan lari ke mobile,” ujar Witjaksono dalam sambutannya saat meluncurkan PRTV, di Savoy Hotel, Bandung, Minggu (17/3).

Pria yang namanya masuk dalam Arus Survei Indonesia dan layak menjadi menteri muda milenial ini, menjelaskan bahwa PRTV berbasis aplikasi ini sudah bisa di-download  melalui Playstore Android, sehingga bisa ditonton kapanpun dan dimanapun.

Witjaksono selaku Komisi Utama sekaligus pencetus PRTV.

“Target kami adalah news aplication yang dibentuk seperti entertaiment news, akan lebih enak lebih ditonton, enak dilihat dan tidak provokatif,” jelas Witjaksono yang akan melibatkan masyarakat dalam membagi informasi yang dilihat dan terjadi di sekitarnya.

“Siapapun bisa jadi Citizen Journalism. Kami akan menyediakan ruang, teknnologi, sumber daya dan kualitas live streaming yang memadai,” imbuh Witjaksono dalam rilis yang diterima Kabarhiburan.com, Senin (18/3).

Witjaksono menjelaskan bahwa program Pikiran Rakyat TV hampir sama dengan televisi nasional maupun lokal. Sekitar 60 hingga 70 persen target berita adalah citizen journalism, yang harus benar-benar update saat itu juga.

“TV kita ini fokus ke interatif antara penyiar dan masyarakat secara langsung. Di seluruh dunia belum ada news aplication yang modelnya seperti ini,” kata Witjaksono yang menambahkan bahwa PRTV membidik pemirsa dari usia 15 hingga 40 tahun.

“Alasannya, kalau lihat data statistik pada tahun 2024 sampai 2025 mendatang, sekitar 50 hingga 60 persen sudah mulai beralih ke kaum milenial yang akan pegang kendali,” tandas Witjaksono. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Dok. Pikiran Rakyat)

Continue Reading

Lifestyle

Rokok Elektrik Maupun Konvensional Sama Adiktifnya

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Koordinator Nasional Masyarat Sipil Untuk Pengendalian Tembakau, Ifdhal Kasim menekankan bahwa perilaku merokok, baik vape maupun rokok konvensional, bukan merupakan Hak Asasi Manusia (HAM), sehingga keberadaan produk tembakau dalam bentuk apapun harus dibatasi.

Negara harus melindungi hak asasi warga negara untuk dapat hidup sehat dan terhindar dari dampak buruk produk yang mengandung zat adiktif.

“Oleh sebab itu, pemerintah harus membatasi, bahkan melarang, penggunaannya sebagai bentuk upaya perlindungan negara terhadap warganya,” kata Ifdhal, dalam diskusi “Polemik Rokok Elektronik atau Vape di Indonesia”, di Jakarta, Kamis (15/3).

Dalam diskusi juga membahas klaim bahwa Vape tidak lebih sehat dan aman dibandingkan rokok konvensional. Hal ini dikemukakan oleh Iswandi dari Subdirektorat Pengawasan Produk Tembakau Badan Pengawas Obat dan Makanan

“Klaim bahwa Vape lebih sehat dan aman yang  dapat berperan sebagai alat terapi untuk membantu orang berhenti merokok, sebenarnya tidak tepat,” ujar Iswandi.

Ia menekankan bahwa sebagian besar produk Vape mengandung nikotin sehingga memiliki efek adiktif atau candu bagi penggunanya. Ini mempersulit visi pemerintah untuk mengurangi angka perokok anak yang tergolong sangat tinggi,” ” ujar Iswandi.

Terbukti, sudah ada 98 negara membuat regulasi produk Vape, mulai dari pemasaran, penggunaan, serta periklanan, promosi dan pensponsoran.

Sementara itu, rokok konvensional masih menjadi masalah, terbukti dengan peningkatan jumlah perokok pemula usia 10 tahun hingga 18 tahun terus meningkat.  Di saat yang sama muncul masalah baru,  Vape.

Riset Kesehatan Dasar 2018 menyatakan angka prevalensi perokok usia 10 tahun hingga 18 tahun meningkat menjadi 9,1 persen dari 7,3 persen pada 2013.

Padahal, sasaran dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional  2014-2019 adalah penurunan prevalensi perokok usia muda menjadi 5,6 persen.

Meskipun sudah menjadi konsumsi masyarakat dan digunakan berbagai kalangan,  Indonesia masih belum memiliki peraturan yang jelas tentang Vape. (Rachmawati AB/KH).

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending