Connect with us

Musik

Chris Noel Siap Rilis ‘Resist’ Bersama Label Indonesia Records

Published

on

Kabarhiburan.com – Musik merupakan bagian dari kehidupan manusia, terlebih bagi insan seni yang diberikan talenta oleh Sang Maha Pencipta.

Chris Noel merupakan salah satu dari banyak remaja yang menuangkan rasa syukur atas talenta yang dimilikinya melalui karya musik.

Di usia yang masih belia, pria kelahiran 26 Januari 2006 ini telah mengukir berbagai prestasi. Salah satunya dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas karya Musikal Monolog yang ia lahirkan bersama Generasi Z.

Tumbuh dalam keluarga yang menyukai musik, secara tidak langsung memengaruhi bakat dan kemampuan Chris Noel dalam bermusik. Selain memiliki vokal yang menawan, remaja multitalenta ini mahir memainkan alat musik piano dan gitar serta menulis lagu.

“Aku sejak kecil sudah suka bermain alat musik, dan bernyanyi mengikuti lagu-lagu yang aku dengar. Orangtuaku juga dukung aku di bidang musik dan memberi aku les nyanyi dan piano,” ujar Chris Noel yang dihubungi, Kamis (25/2).

Hal ini turut mendukung keikutsertaan Chris Noel di berbagai panggung drama musikal. Sebut saja diantaranya, Pinocchio (sebagai Pinocchio – 2016), Sound of Music (sebagai Kurt / salah seorang anak Kapten Von Trapp – 2017).

Demikian pula di panggung Musikal Petualangan Sherina (sebagai Icang, kawan Sadam – di Taman Ismail Marzuki – 2017 dan 2018), Kulari ke Pantai (Cameo – 2018), Nyanyian Anak (sebagai pemeran utama – 2018), Aksi Genera.z (di Teater Usmar Ismail – 2018), dan Maraton Monolog Online (bersama Ciputra Artpreneur – 2020).

Kenyang pengalaman di berbagai pentas musik, membuat label musik Indonesia Records terpikat untuk merekrut Chris Noel, yang diwujudkan pada Rabu (24/2).

Chris Noel mengaku optimis, bergabung dengan Indonesia Records akan membantunya dalam mengembangkan bakatnya di masa yang akan datang.

“Saya berkomitmen untuk tidak pernah menyerah dalam meraih impian. Giat bekerja keras tanpa lekas merasa puas, dan selalu rendah hati,” ujar Chris Noel menambahkan.

Chris Noel punya nama panjang Christopher Noel W, tinggal bersama kedua orang tuanya, pasangan Merry dan Robby di kawasan Kelapa Gading, Jakarta. Saat ini, Chris Noel duduk grade 11 di iSEED International School.

“Orangtuaku tanamkan padaku prinsip-prinsip menjalani kehidupan, disiplin, komitmen, gigih, dan selalu percaya pada Sang Pencipta,” ujar Chris Noel, yang mengisi waktu senggangnya dengan bermain piano dan gitar, latihan wushu, personal live concert, menulis lagu, mixing audio, dan membuat video.

Dari prinsip yang ditanamkan oleh kedua orangtuanya membuat Chris Noel berkomitmen pada dirinya dalam meraih impiannya untuk tidak pernah menyerah, giat bekerja keras tanpa lekas merasa puas, dan selalu rendah hati.

Gayung pun bersambut, Rulli Aryanto selaku Owner Indonesia Records mengaku tertarik pada Chris Noel yang multi talenta. Selain memiliki suara yang memikat dan bisa main beberapa alat musik, Chris Noel juga suka menulis dan memproduksi film pendek.

“Single perdana Chris Noel bareng Indonesia Records yang akan dirilis berjudul Resist, komposernya adalah Chris Noel sendiri, digarap oleh Tim Indonesia Records. Producer-nya saya sendiri, Music Producer Luddy Roos, dan Video Producer Zulpadli Damas,” kata Rulli Aryanto.

“Bisa jadi banyak generasi muda lainnya di Indonesia yang memiliki talent luar biasa seperti Chris Noel. Kami ada di fanpage Indonesia Records, dan instagram indonesiarecords,” ujar Rulli.

Chris Noel dengan semangat menanggapi, “Ayo generasi muda Indonesia, work hard, work smart, dont’ give up. (Muhammad Fadhli)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Fariz RM Hibur Penggemarnya Lewat ‘Dehills an Intimate Concert of Fariz RM’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Musisi senior Fariz RM menyapa penggemarnya lewat konser bertajuk ‘Sound From Dehills an Intimate Concert of Fariz RM’. Konser ini digelar secara live streaming dari Deheng Hills Bogor, Jumat (15/10) malam.

Fariz pun mengaku senang bisa kembali menggelar konser. Rasa senangnya dia wujudkan dengan menyanyikan 12 lagu berturut-turut.

Lagu-lagu hits milik Fariz RM, diantaranya berjudul Penari, Sungguh, Hasrat dan Cita, Terindah, Suzie Bhelel, Barcelona, Hati yang Terang, Nada Kasih. Tidak ketinggalan aksi instrument piano dari Fariz RM.

“Saya senang sekali bisa konser di Deheng Hills. Ini intimate concert, kita bisa sedekat ini, benar-benar menikmati musik karya saya,” ujar Fariz RM di sela-sela konsernya.

“Semoga konser malam ini bisa menjadi silaturahmi panjang kita,” pinta Fariz RM, yang menyebut konser ini sebagai bentuk terima kasihnya kepada para pecinta karya musik dan lagu-lagunya selama berkarir.

“Malam ini saya hanya membawakan lagu hits saya. Ini memang untuk Anda, karena selama 45 tahun saya berkarir dan tetap eksis di panggung ini, ya karena Anda,” kata Fariz kepada penonton yang menyaksikan konser Fariz RM secara virtual.

Di tempat yang sama, Hendra Sinadia selaku Direktur Utama Deheng Hills Music Club (DMC) yang menjadi insiator dari Intimate Concert Fariz RM, mengatakan bahwa pihaknya memang berkomitmen untuk memberi sumbangsih di musik Indonesia, yang kali ini lewat Intimate Concert.

“Deheng Hills Music Club ini memang dibentuk untuk mendukung musik Indonesia dan membantu para musisi Indonesia untuk terus berkarya. Itulah komitmen kami,” ujar Hendra.

Sejauh ini Deheng Hills Music Club sudah menggelar 25 event dan ke depannya akan terus berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi musik di Tanah Air. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Gandeng Tatjana Saphira dan Ben Sihombing, Rendy Pandugo Rilis Video Klip ‘Morning Light’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Kalau pada 3 September 2021 silam, solois Rendy Pandugo merilis single terbaru berjudul ‘Morning Light’ bersama Wonderland Records/Universal Music Indonesia, hari ini, 13 Oktober 2021, Rendy Pandugo merilis video musik dari lagu tersebut.

Rendy sebagai penulis dan produser, melalui “Morning Light”, menyanyikan isi hatinya saat mencoba untuk mendapatkan wanita idaman yang ia sebut sebagai “Morning Light” nya.

Pemujaan ini tergambar dalam video musik “Morning Light” yang dibintangi oleh Rendy Pandugo dan artis Tatjana Saphira, dibawah arahan sutradara Gilbert March dan produser Helen Wangsa.

Video musik ini menggambarkan perasaan kekaguman Rendy terhadap Tatjana Saphira. Rendy sebagai performer dan Tatjana sebagai fotografer, terlihat dari kalung mereka berdua melambangkan persahabatan.

Tatjana terpukau oleh suara lembut Rendy yang tercurah dari lagunya, seperti sinar pertama dari “Morning Light”. Di sisi lain, Rendy selalu menunggu kehadiran Tatjana di setiap penampilannya.  Tapi, ternyata Tatjana sudah memiliki pasangan, yakni Ben Sihombing.

“Morning Light” seolah membawa penggemarnya kembali ke masa ketika Rendy Pandugo pertama kali memulai perjalanannya di tahun 2017. Inilah Rendy benar-benar menjadi dirinya sendiri, melakukan apa yang dia mau.

Video Musik “Morning Light” menghadirkan versi lain dari Rendy Pandugo, yang mengeksplorasi nuansa vintage dan melodi modern secara bersamaan.

Video musik “Morning Light” akan tayang pertama kali (premiere) hanya di Channel YouTube Rendy Pandugo. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Keluar dari Zona Nyaman, Popo (Lampung) Lolos ke Panggung 6 Besar

Published

on

By

Popo (Lampung) dan Lala Windy)

Kabarhiburan.com – Tiga biduanita Grup 3 terdiri dari Dias (Yogyakarta) dan Findi (Lampung) dari Tim Kiyowo, serta Popo (Lampung) dari Tim Happy, saling beradu memberikan penampilan terbaik untuk merebut dua tiket akhir di Panggung 6 Besar, Bintang Pantura 6, Selasa (12/10).

Ketiganya ditantang untuk tampil duet dengan Penyanyi Pantura. Dias (Yogyakarta) tampil sebagai pembuka, menjawab tantangan dengan menyanyikan lagu “Sugeng Dalu” bersama Rena Movies.

Sang Mentor Nassar sangat menikmati penampilan Dias (Yogyakarta), langsung mendorong tuas diikuti ketiga Mentor lainnya. Juragan Soimah pun memberi saweran sebesar Rp 300 Ribu untuk Dias (Yogyakarta).

“Kalian berdua penampilannya pas banget. Aku kagum banget sama penampilan Dias. Aku dorong tuasnya belakangan karena sangat menikmati penampilan kalian,” puji Via Vallen.

Gunawan LIDA dan Rara LIDA

Panggung Bintang Pantura 6 Grup 3 diwarnai penampilan dua alumni LIDA (Liga Dangdut Indonesia) yakni Gunawan LIDA dan Rara LIDA, membawakan debut single terbaru mereka berjudul “Kala Cinta Menghampiri Jiwa”.

Lagu ciptaan Adibal ini dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Gunawan LIDA dan Rara LIDA membuat Happy Asmara terharu. “Aku terhanyut pada lirik lagu ini. Melihat kalian saling menatap itu, bikin aku terbawa perasaan,” katanya.

Sementara Director & Producer video klip, Ryan Wiedaryanto, mengungkapkan chemistry Gunawan LIDA dan Rara LIDA sangat romantis ketika menjalani proses syuting video klip “Kala Cinta Menghampiri Jiwa”.

Kompetisi berlanjut dengan penampilan Findi (Lampung) bersama Yeni Inka lewat lagu “Setia Untuk Selamanya”. Saweran dari Juragan Soimah sebesar Rp 500 Ribu langsung diberikan setelah Findi (Lampung) meraih empat bintang dari Nassar, Via Vallen, Dewi Perssik, dan Happy Asmara.

Findi (Lampung) dan Yeni Inka

“Aku suka banget sama penampilan Findi yang selalu memberikan penampilan berbeda. Begitu pula chemistry dengan Yeni Inka yang kompak banget,” komentar Happy Asmara.

Nassar selaku Mentor Findi (Lampung) mengaku bangga pada penampilan anak didiknya, lalu memberikan kado berupa boneka berukuran besar untuk Findi (Lampung).

Popo (Lampung) menjadi biduanita terakhir, berkolaborasi dengan Lala Widy menyanyikan lagu “Jang Ganggu”, yang bikin seisi studio 5 bergoyang bersama.

Tidak berbeda dengan Dias (Yogyakarta) dan Findi (Lampung), Popo (Lampung) pun diganjar empat bintang dari para Mentor, serta saweran dari Juragan Soimah senilai Rp 200 Ribu.

“Kamu sangat menghibur. Jujur, suara kamu yang paling keren,” puji Via Vallen yang dibenarkan  Nassar. “Popo tampil duet sama saja memang sudah sangat bagus. Semoga rezeki terbaik terus menghampiri Popo”, harap Nassar.

Happy Asmara sebagai Mentor mengaku bangga karena Popo (Lampung) sudah berjuang tampil keluar dari zona nyaman.

Panggung 6 Besar

Polling akhir menempatkan Findi (Lampung) di posisi teratas disusul Popo (Lampung) di posisi kedua, sekaligus memastikan diri melaju ke Panggung 6 Besar, Bintang Pantura 6.

Sebaliknya Dias (Yogyakarta) harus menghentikan perjuangannya di Panggung Bintang Pantura 6. Dengan demikian Tim Kiyowo kembali kehilangan satu orang anak didiknya.

Panggung 6 Besar Bintang Pantura 6 akan dimulai malam ini, Rabu, 13 Oktober 2021 LIVE pukul 20.30 WIB dengan penampilan dari Grup 1.

Enam biduan dan biduanita terbagi menjadi dua grup. Grup 1 terdiri dari Desofi (Bandung), Nocil (Lampung) dan Nopar (Pacitan). Sementara Findi (Lampung), Popo (Lampung) dan Via (Kuburaya) tergabung dalam Grup 2.

Seluruh biduan dan biduanita ditantang untuk tampil duet bersama alumnus dari D’Academy dan LIDA. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Trending