Connect with us

Musik

‘Cinta Gila’ Habib Raih Skor Tertinggi

Published

on

 

Habib meraih posisi pertama Top 30 Round2 Grup 4

Kabarhiburan.com, Jakarta – Selalu saja ada kejutan dalam setiap episode D’Star yang hadir setiap hari di Indosiar. Kali ini kejutan datang dari penampilan Group 4 yang menghadirkan Aty, Habib, dan Nabila.

Aty yang menjadi Princess Belle, “The Beauty and The Beast” pada round 1 lalu,  Juara 2 D’Academy 1 ini hadir dengan balutan jubah hitam lengkap dengan tongkat saat membawakan sebuah lagu pop berjudul Mimpi yang dipopulerkan Anggun.

Usaha Aty mendapatkan sambutan positif dari beberapa juri. “Saya suka keberanian kamu dalam menghadirkan sebuah konsep panggung yang sangat menghibur,” ungkap Nassar.

Sedangkan Habib menyuguhkan alunan biola saat membawakan lagu Cinta Gila, yang dipopulerkan oleh band Ungu. Habib meraih Standing ovation dari  seluruh Dewan Juri.

Aty menyihior Panggung D’Star.

 

Juri Dangdut Inul Daratista mengatakan bahwa Habib berhasil menunjukan progress sangat signifikan dari penampilannya sebelumnya.

Lanjut ke Nabila yang membawakan lagu Jera dari Agnez Monica, hanya meraih skor sebesar 488. Dewi Persik menilai, alumnus LIDA tersebut kurang menjiwai lagu, sehingga pesan yang ada dalam lagu tersebut tidak tersampaikan dengan maksimal.

Di Akhir Konser D’Star Top 30 Round 2 Group 4, perolehan skor tertinggi  sebesar 543 diraih Habib, disusul oleh Aty di posisi kedua dan Nabila di posisi akhir.

Top 30 Round 2 akan berlanjut pada Group 5 yang menampilkan Weni, Arif dan  Teguh. Tayang secara live, Senin (8/7), mulai pukul 19.30 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Rilis Ulang ‘Kenangan Terindah’ Jadi Kado Terakhir Setia Band

Published

on

By

Pepeng dan Charly (Instagram:setiaband_id)

Kabarhiburan.com – Setia Band memutuskan pamit dari Trinity Optima Production, label yang menaungi selama ini. Sebagai salam perpisahan, Setia Band yang dimotori Charly van Houten dan Dedy Sudrajat alias Pepeng, merilis ulang single Kenangan Terindah.

Lagu Kenangan Terindah milik band Samsons (2014), ditulis oleh gitarisnya, Irfan Aulia. Kini, Setia Band mengemas ulang ke dalam nuansa musik Pop Melayu.

Yonathan Nugroho selaku Managing Director Trinity Optima Production menyebutkan bahwa berakhirnya kerja sama di antara mereka bukanlah sebuah perpisahan.

“Lebih dari 10 tahun Setia Band menjadi bagian dari keluarga Trinity Optima Production. Meski mereka tak lagi berada di bawah naungan kami, mereka tetap keluarga kami. Sukses terus untuk Charly dan Pepeng di mana pun kalian berada,” ujar Yonathan Nugroho dalam keterangan tertulis, Senin (26/7).

Sejak 2004 hingga saat ini,Trinity Optima Production menaungi Charly dan Pepeng dalam formasi ST12 dan Setia Band telah mewarnai industri musik Indonesia.

Setidaknya ada dua album yang ST12 hasilkan, yakni P.U.S.P.A. (2008) dan Pangeran Cinta (2010), dengan sejumlah lagu hits, seperti Cari Pacar Lagi, Jangan Pernah Berubah, Pangeran Cinta dan masih banyak lagi.

Sukses berlanjut, Setia Band melahirkan empat album, yakni Satu Hati (2012), Menggapai Istana Bintang (2015), Bintang Kehidupan (2017) dan Menanti Matahari Terbit (2019).

Disusul dengan beberapa lagu hits, seperti Asmara, Istana Bintang, Pengorbanan Cinta dan Bintang Kehidupan. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Bangganya Yura Yuniar Diajak Dewa 19 Menyanyikan Ulang Lagu “Kangen” dan “Risalah Hati”

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Yura Yunita dipercaya untuk menyanyikan kembali dua lagu legendaris milik Dewa 19, berjudul “Kangen” dan “Risalah Hati” yang dirilis pada tahun 1992 silam.

Kedua lagu tersebut sudah mempunyai ruang di hati para pecinta musik Indonesia, namun Ahmad Dhani dan Yura Yunita percaya kolaborasi mereka dapat menghasilkan versi terbaik dan memberikan efek magis.

“Saya yakin banget single “Kangen” versi Yura ini bisa mengalahkan lagu “Kangen” versi Alm. Chrisye dan Sophia Latjuba tahun 2000-an,” ujar Ahmad Dhani dalam keterangannya, Rabu (21/7).

Ahmad Dhani memuji Yura saat menyanyikan lagu “Kangen” dan “Risalah Hati” dengan iringan orkestra pimpinannya dan Guntur Pardjono Putra.

“Banyak orang yang pernah meng-cover lagu ini, tapi saya yakin Yura Yunita berhasil menyanyikan lagu ini dengan cara nyanyi dia yang unik, berbeda dari yang lain.” puji Ahmad Dhani.

Lagu “Kangen” dan “Risalah Hati” yang dinyanyikan Yura Yuniar, akan menjadi bagian dari rangkaian perhelatan selebrasi Dewa 19 ke 30 tahun, yang puncaknya pada 2022 mendatang.

Suami Mulan Jameela ini meyakini bahwa setiap karya musiknya, ia selalu menunjukkan keahliannya dalam bermusik. Begitu pula dalam kolaborasi ini, Ahmad Dhani ingin menunjukan keahliannya dalam mengolah lagu yang sudah familiar ini, menjadi sangat otentik khas Yura Yunita dengan kemampuan teknik vokalnya serta aransemen musik yang belum pernah ada sebelumnya di versi lain lagu-lagu ini.

Sentuhan aransemen musik orkestra di kedua lagu ini, adalah hasil pikir bersama antara Ahmad Dhani dan Yura Yunita.

Proses produksi kolaborasi ini berlangsung sekitar sebulan lamanya. Selama proses kolaborasi berlangsung, Yura Yunita mengaku banyak mendapatkan ilmu dari Ahmad Dhani tentang dedikasi dan integritas sebagai kunci untuk mampu bertahan selama 30 tahun bermusik.

Sementara itu, Yura Yunita mengaku sudah mengidolakan dan tumbuh besar dengan karya musik Dewa 19.

Wow. Sekarang official lagu “Kangen” dan “Risalah Hati” dinyanyikan sama aku. Kolaborasi ini diproduksi oleh Mas Dhani & Dewa19, tuh like a dream come true. Gak pernah nyangka dan bangga banget pastinya!” tutur Yura Yunita.

Yura Yunita juga memuji waktu perilisan kedua lagu ini di momentum yang tepat, dapat mewakili perasaan kita semua di masa yang penuh tantangan seperti saat ini. Saat dimana jarak menjadi sebuah keharusan, dan dimasa semua kata rindu semakin membuat kita tak berdaya menahan rasa ingin jumpa untuk melepas kerinduan yang terpendam.

“Lagu “Kangen” terutama, seakan membuat hati kita hangat selayaknya berada dalam dekapan orang terkasih,” ujar Yura Yuniar.

“Kangen “ dan “Risalah Hati” mulai bisa didengar pada Jumat, 23 Juli 2021, melalui semua layanan musik streaming. Semoga kedua lagu ini dapat melengkapi hati para pendengarnya. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Dewa Budjana Rilis Album ‘Naurora’ Kolaborasi dengan Musisi Dunia

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Sempat tiga kali tertunda, gitaris Dewa Budjana resmi merilis album solo bertajuk Naurora. Sebuah album terbaru berdurasi waktu sekitar 50 menit, yang memuat 5 lagu instrumentalia.

Album ini melibatkan sejumlah musisi dunia ke dalam album Naurora. Mereka adalah Simon Phillips (drummer Toto, The Who, Mick Jagger, Judast Priest, Jeff Beck), Dave Weckl (drummer Chic Corea electric band, Mike Stern), Jimmy Johnson (session bassist James Taylor, Allan Holdsworth), Ben Williams (bassist Pat Metheny), Carlitos Del Puerto ( bassist Chic Corea, Herbie Hancock, Quincy Jones, Bruce Springteen), Gary Husband (keys/drummer Allan Holdsworth, John Mc Laughlin, Level 42), Joey Alexander (piano prodigy), Mateus Asato, Imee Ooi (komposer/singer yang sangat dikenal untuk musik Budhis), Paul McCandless (pemain saksofon legendaris dari grup Oregon).

Naurora terambil dari kata ‘New’ dan ‘Aurora’, gitaris GIGI itu membayangkan album terbarunya akan membawa kita semua pada aurora baru nan indah, lepas dari himpitan pandemi.

“Saya anggap New Aurora, ini bermakna ragam cahaya baru yang akan muncul setelah melewati masa pandemi. Ternyata pandemi masih panjang,” kata Budjana dalam jumpa pers virtual, Senin (19/7).

Proses rekaman seluruh lagu dalam albumnya berlangsung sejak Agustus 2020. Masa pandemi membuat Dewa Budjana melakukan rekaman dengan cara berbeda dari album sebelumnya.

Ia melakukan rekaman secara bertahap. Setiap lagu melibatkan personel yang berbeda-beda.

“Biasanya keluar album langsung semua dengan digitalnya. Kalau ini saya lakukan bertahap, satu lagu dulu dikirim,” jelasnya.

Sebelumnya Budjana telah merilis tiga single yang terdapat dalam album Naurora yang dikerjakan sejak Agustus 2020. Tiga lagu yang dimaksud adalah Kmalasana pada Oktober 2020, Blue Mansion pada Desember 2020, disusul Swarna Jingga pada Maret 2021. Dua lagu lainnya, Sabana Shanti dan lagu Naurora dirilis bersamaan pada Juli 2021.

Lagu-lagu dalam Naurora terinspirasi dari perjalanannya menjelajahi puncak gunung di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dilakukan selama pandemi.

“Saya menemukan Sabana Shanti, saat menemukan di area sabana di Gunung Lawu, Jawa Tengah, yang serba kuning, setelah melewati area hutan yang gelap,” ujar Budjana yang menambahkan bahwa ‘Shanti’ bermakna kedamaian.

Ragam cahaya pada album Naurora tercermin dalam desain cover yang dikerjakan Tompi dan musik video garapan Jay Subiakto.

Mehsada Indonesia merilis Naurora di berbagai platform digital, selain menyediakan 200 CD edisi khusus bertanda tangan Dewa Budjana, jika membeli antara 23 Juni – 28 Juni 2021. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending