Connect with us

Profil

Daeng Ampa Bangga Pada Kapal Bikinannya, RSTKA Arungi Lautan Untuk Aksi Kemanusiaan

Published

on

Kabarhiburan.com, Takalar – Daeng Ampa (54) tengah berbahagia. Ia tersenyum bangga melihat karyanya, berupa kapal kokoh dan megah,  yang kini diberi nama RSTKA (Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga).

Sebagai rumah sakit terapung, kapal layar motor jenis phinisi berukuran panjang 27 meter dan lebar 7,2 meter ini memiliki fasilitas layaknya rumah sakit yang dilengkapi ruang operasi.

RSTKA baru saja menyelesaikan misi sosial, berupa aksi pengobatan gratis bagi masyarakat Kalabahi di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya, mengarungi laut menuju ‘tempat kelahirannya’, di Pelabuhan Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan.

Di sini RSTKA hanya mampir, sekadar mengisi BBM dan logistik, sebelum kembali berlayar menuju Palu dan Donggala, di Sulawesi Tengah, untuk kembali melakukan bakti sosial bagi masyarakat korban gempa dan tsunami.

Ikatan Emosional

Kehadirannya di Takalar, RSTKA langsung disongsong oleh pembuatnya, Daeng Ampa dengan rasa bangga.

Sebagai pembuat, Daeng Ampa mengaku memiliki ikatan emosional dengan RSTKA,  yang kadarnya berbeda dari ratusan kapal lain bikinannya. Tak heran kalau Daeng Ampa masih ingat betul  tanggal dan bulan kapal ini diturunkan dari galangan dan lambung kapal menyentuh air.

“Kapal ini berbeda dari kapal bikinan saya yang lain. Kapal ini punya sejarah yang tidak bisa saya lupakan,” ujar Daeng Ampa tersenyum bangga.

Dalam kariernya sebagai pembuat ratusan kapal selama 20 tahun, Daeng Ampa mengaku banyak sisi menarik selama proses pembuatan RSTKA sampai lambung kapal diturunkan dari galangan.

Di antaranya, tidak menduga kalau ukuran kapal ini lebih besar dari yang dibayangkan. Akibatnya, saat diturunkan dari galangan,  kapal tidak bisa keluar dari sungai menuju laut, lantaran lebar sungai yang terlalu sempit dan dangkal.

“Mau tidak mau saya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa eskavator guna mengeruk  lumpur di dasar sungai. Pengerukan memakan waktu selama 10 hari,” kenang Daeng Ampa.

Bukan itu saja. Begitu mengeluarkan kapal dari galangan, rupanya ada bagian lambung kapal yang menyentuh makam leluhur masyarakat Takalar, yang kebetulan berada di tepi sungai.

Situasi ini memancing kemarahan warga. Polisi pun harus turun tangan  dan sempat memasang police line. Daeng Ampa dilarang mengeluarkan kapalnya dari sungai.

“Tapi dengan pendekatan yang baik dengan masyarakat setempat serta kepolisian, akhirnya kapal dibebaskan dan ditarik keluar ke arah laut,” kenang Daeng Ampa.

Awet Hingga 20 Tahun

Berbagai cerita sulit di masa lalu, kini berganti dengan rasa syukur Daeng Ampa yang tak terhingga. Apalagi kapal bikinannya itu disulap menjadi rumah sakit terapung.

Suasana ruang operasi di dalam kapal RSTKA

“Saya ikut bangga sekaligus bahagia. Kapal hasil karya saya ini  begitu bermanfaat untuk kemanusiaan,” katanya.

Ia menambahkan, selama pembuatan kapal RSTKA hanya didasarkan pada rasa saling percaya. Ini berbeda dari pemesan kapal lainnya,  yang selalu dibarengi dengan surat perjanjian kesepakatan sejak awal digarap.

“Tapi ini, justru tidak. Saya sama dr. Agus Harianto, Sp.B (direktur RSTKA) saling percaya saja,” papar Daeng Ampa tentang kapal berbanderol Rp 1 milyar tersebut.

Daeng Ampa menambahkan, kapal berbahan kayu ulin dan kayu jati tersebut bisa awet selama 15 hingga 20 tahun, jika mendapat perawatan secara teratur.

Selama itu pula kapal sanggup mengarungi samudera untuk memberi pelayanan kesehatan bagi ribuan warga di Tanah Air,” pungkas Daeng Ampa. (Gandhi Wasono M/KH).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil

Dr. Ayu Widyaningrum: Sukses Jangan Diukur dari Finansial

Published

on

By

Dr. Ayu Widyaningrum menolak anggapan bahwa kesuksesan berkaitan dengan uang.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Prestasi yang direngkuh dr Ayu Widyaningrum terus melaju,  sejalan dengan sukses kinik kecantikan miliknya,  Widya Beauty Clinic di Banjarmasin, yang telah melambungkan namanya sebagai dokter kecantikan ternama.

Tak heran, kalau dokter cantik yang biasa dipanggil Widya ini, telah menjadi ‘buah bibir’ bagi pasien yang datang ke klniknya.

“Saya sering terharu pada pasien yang kepada anaknya mengatakan,’kamu harus seperti dokter Widya’. Pada saat itu saya langsung terharu,” kenang Widya.

Baginya, prestasi maupun sukses itu tidak hadir begitu saja. Ia terlebih dulu harus melewati beragam rintangan yang membuatnya harus jatuh dan bangkit lagi. Semua situasi ini telah menggembleng dan menjadikan dirinya setegar sekarang.

“Menurut saya, menjadi sosok yang sukses seperti saya tidak mudah. Banyak situasi yang membuat saya jatuh dan bangkit lagi melewatinya,” ujar ibu dari tiga anak ini.

Widya mengaku enggan mengalah pada keadaan, dengan terus menggali potensi dirinya untuk menciptakan peluang dan keberanian agar bisa maju dan optimis.

“Saya mencontoh kerja keras orang tua saya, bahwa kalau ingin sukses harus bekerja dari nol. Belajar dan belajar. Ini akan membuat kita kuat dan menghargai potensi saya,” ujar Widya.

Si sulung dari dua bersaudara ini terlahir dari keluarga sederhana, pasangan H. Suwaji dan Hj. Kusworini. Ia mengatakan, sejak masih sekolah hingga lulus kuliah kedokteran, sudah hidup mandiri.

Setelah menjadi dokter, Widya kemudian mendirikan klinik kecantikan, juga dari nol. Jiwa bisnis telah membentuk dirinya menjadi sosok dokter yang profesional nan tajam melihat peluang bisnis, telah membawa klinik kecantikan miliknya, terus berkembang pesat.

Berbagai kalangan rupanya mengikutinya perjalanan hidupnya, lalu mengapresiasi karyanya yang bermanfaat bagi orang lain di bidang kecantikan. Mereka pun menganugerahkan Widya perhargaan. Sebut saja di antaranya The Best Clinic of The Year, Top Woman Awards, maupun penghargaan Youth Enterpreur dan masih banyak lagi.

Widya menerima penghargaan The Best of Beauty Clinic 2019 dan turut merilis buku Profil Wanita Inspirasi Indonesia.

Termasuk lembaga Pusat Profil dan Biografi Indonesia, merasa tertarik untuk menulis profil Widya sebagai kisah inspiratif. Judulnya Sukses Jangan Diukur dari Finansial.

Kisah ini tertuang dalam buku terbaru bersampul mewah: Profil Wanita Inspirasi Indonesia, Seri Kekayaan yang Tersembunyi, Konsep dan Pemikiran Wanita Sukses.

Sesuai perjalanan hidup yang ditulisnya dalam buku tersebut, Widya mengatakan bahwa kesuksesan bukan berawal dari uang.

“Saya sangat menolak anggapan bahwa kesuksesan berawal dari uang. Saya berasal dari keluarga sederhana. Saya membangun klinik Widya dari nol,” tegasnya usai menghadiri peluncuran buku Profil Wanita Inspirasi Indonesia,” di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Jumat (1/3) malam.

dr. Widya (keempat dari kiri) bersama wanita inspiratif lainnya menerima penghragaan di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Jumat (1/3).

Sekali lagi Widya menegaskan bahwa wanita inspiratif itu, adalah sosok wanita yang bisa memberikan motivasi dan semangat kepada orang lain. Terutama anak muda maupun wanita lain untuk bisa mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya.

“Agar bisa sukses, kita harus bekerja dari nol, lalu belajar dan belajar. Itu akan membuat kita kuat dan menghargai apa yang ada di dalam diri kita. Gagal sekali dua kali, jangan menjadi putus asa. Siapa tahu kesuksesan itu bisa jadi luar biasa,” imbuhnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Profil

Menginspirasi Sukses Ci Michelle, Perintis Kecantikan yang Humanis

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sukses dan menginsprasi adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok Michelle Wibowo, seorang wanita muda pengusaha di bidang kecantikan.

Pada usia masih terbilang muda, 28 tahun, Michelle sudah mengelola Foxy Beauty Clinic & Academy, sekaligus menekuni bisnis olahan madu untuk kesehatan dan kecantikan secara Multi Level Marketing (MLM), di perusahaan bernama Harmoni Dinamik Indonesia (HDI).

Lebih jauh, Michelle mengatakan bahwa Foxy Beauty Clinic and Academy yang  dirintisnya sejak tiga tahun silam, telah membantu banyak wanita yang bermasalah kulit dan kecantikan.

Sudah begitu, lembaga ini pun ikut  menciptakan banyak lapangan kerja dan mencetak  pengusaha baru di bidang klinik kecantikan.

Demikian pula HDI, dimana Michelle selaku Diamond Leader pun memiliki kepedulian besar terhadap sesama. Melalui program semacam CSR (Corporate Social Responsibility), HDI giat membagikan bantuan untuk program pendidikan bagi masyarakat yang tidak mampu. Salah satunya, di kota Batu, Malang, Jawa Timur.

“Kami sisihkan 5 persen dari keuntungan untuk  membangun sebuah lembaga pendidikan bernama ‘Sekolah Selamat Pagi Indonesia’ di kota Batu, Malang, Jawa Timur,” jelas Michelle dalam sebuah seminar di Jakarta baru-baru ini.

Sekolah ini disebut juga ‘Kampung Kids’, lantaran disana sudah ada ratusan siswa dari keluarga tidak mampu dan anak yatim piatu. Mereka tinggal di asrama yang menempati areal lahan seluas 20 Hektare.

Di lokasi yang sama, Michelle sudah berencana untuk membangun sebuah universitas yang memiliki program studi kewirausahaan. Menariknya, belajar di universitas ini tidak memungut biaya, alias gratis.

“Mumpung saya masih bisa membantu, saya akan lakukan apa yang bisa saya berikan,” ungkap Michelle.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang belajar kewirausahaan di universitas ini, akan lebih banyak mendapat materi praktek. Kelak setelah lulus, mereka diharapkan bisa langsung mengaplikasinya dan menciptakan lapangan kerja baru. Ini memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

“Program studi ini akan menjawab persoalan banyaknya sarjana yang menganggur karena minimnya lapangan kerja,” tutur Michelle.

Kesuksesan Sebenarnya

Tanpa disadarinya, berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan, telah mengundang sejumlah lembaga untuk memberi apresiasi dan penghargaan untuk Michelle.  Sebut saja di antaranya, Top Woman Award 2019, Best Spirited, Inspiring & Creativity Woman Award Winner 2019, Indonesian Entrepreneur 2019 dan Pengusaha Wanita Kreatif &Inspiratif 2019.

Mengetahui perjalanan hidup dan eksistensi Michelle di berbagai kegiatan sosial pun menggoda Penerbit Pusat Profil dan Biografi Indonesia untuk menyertakan profil Michelle Wibowo ke dalam buku baru mereka.

Profil yang berjudul Ci Michelle Perintis Kecantikan yang Humanis, turut menghiasi buku bersampul mewah berjudul Profil Wanita Inspirasi Indonesia, Seri Kekayaan yang Tersembunyi Konsep dan Pemikiran Wanita Sukses.

Michelle pun turut hadir dalam acara peluncuran buku Profil Wanita Inspirasi Indonesia, yang berlangsung di hotel Mercure, Jakarta Selatan. Michelle, Jumat (1/3) malam.

“Semua penghargaan yang datang bukanlah  target pencapaian, melainkan sekadar  penambah semangat sekaligus tanggung jawab agar terus berkarya dan bermanfaat untuk sesama,” ujar Michelle.

Dalam kesempatan yang sama, Michelle memberi penjelasannya tentang arti kesuksesan.

“Bagi saya, sukses jika bisa berbagi dengan orang lain, bisa menjadi inspirasi buat orang lain. Kemudian,  saya bisa memberikan dampak positif kepada orang lain, sekaligus bisa membantu orang lain untuk sama-sama sukses. Itulah arti kesuksesan yang sebenarnya,” pungkasnya sambil tersenyum. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Profil

Ayumi Fukui Ingin Meniti Karir di Dunia Modeling

Published

on

By

Ayumi Fukui Serius Menekuni Modeling.

Kabarhiburan, Jakarta – Berkarier di dunia modeling menjadi salah satu profesi favorit yang ingin digapai oleh banyak kawula muda. Salah satu diantaranya adalah Ayumi Fukui.

Dara cantik berdarah Jepang-Indonesia ini bernaung di bawah Rumah Photo MUA & Model ini mencoba mengembangkan karirnya di dunia modeling di tanah air.

Dunia modeling sudah akrab dengan Ayumi sejak usia 5 tahun. Kini di usianya terbilang remaja, dengan tinggi badan 163 Cm dan berat 40 Kg, Ayumi  telah mencatat prestasi terbaik di berbagai ajang maupun even yang diikutinya.

“Aku didukung Mama dan Papa untuk terjun di dunia model. Hingga sekarang pun aku terus mendalami bidang model di Miss Kimmy Jayanti School. Aku selalu ingin menggali ilmu dan pengalaman yang baru,” jelas Ayumi kepada Kabarhiburan.com, Sabtu (23/2).

Founder RPM Hendra Lesmana, menjelaskan bahwa pihaknya menyambut baik keinginan Ayumi mendalami dunia modeling. Malahan RPM yang mewadahi beberapa model, sudah menyiapkan program-program terbaik bagi anak didiknya, termasuk bagi Ayumi.

“Kami sudah mempersunting sejumlah televisi nasional sebagai wadah bagi Ayumi untuk melebarkan sayap dalam meraih cita-citanya. Tidak hanya modeling, bahkan entertaint,” jelas Hendra Lesmana yang memberi bukti betapa seriusnya RPM menggiring Ayumi ke dunia entertainmen.

Salah satunya, Ayumi menjadi salah satu model dalam pameran di Dmall, selain Ayumi pernah dilibatkan dalam pembuatan film layar lebar berjudul  The Teacher garapan sebuah rumah produksi di Malaysia.

Selanjutnya, RPM tengah melakukan pemotretan dan beberapa syuting acara variety show bagi Ayumi yang mahir memainkan piano ini.

”Kami tidak muluk-muluk dan tidak main-main dalam mempersiapkan Ayumi di dunia modeling yang kami anggap masih memiliki ruang dan langkah lebar bagi karir Ayumi di dunia modeling. Selain kami akan mempertemukan Ayumi  dengan musisi dan pencipta lagu ternama untuk pembuatan single dan album bagi  Ayumi,” janji Hendra Lesmana. (Rachmawati/KH. Foto: Dok. RPM).

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending