Connect with us

Event

Dari Talkshow: Apanya yang Menarik sih di Film Horor?

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Suka atau tidak, film horor masih mendominasi industri film Indonesia. Situasi ini pula yang menginspirasi Kumpulan Jurnalis Sinema Indonesia (KJSI) untuk menggelar perhelatan Jakarta Horror Screen Festival 2020.

Festival ini akan berlangsung pada pertengahan 2020 mendatang. Sebelum sampai kesana, panitia penyelenggara sudah menggelar serangkaian kegiaran talkshow secara berkala, saban Kamis malam.

Rangkaian talkshow tersebut dibuka oleh talkshow perdana dengan tema menarik, berjudul  Apanya yang Menarik sih di Film Horor? Berlangsung di Kedai Kopi Lali Bojo, Pondok Bambu, Jakarta Timur, baru-baru ini.

Menghadirkan Teguh Yuswanto, selaku Creative Director Jakarta Horror Screen Festival 2020, pernah membidani Festival Film Jakarta (2006). Ia  menilai bahwa film horor seyogianya memiliki kedudukan yang sejajar genre lainnya, seperti komedi dan drama yang mengisi tempat di berbagai ajang festival.

“Oleh sebab itu, gagasan untuk merealisasikan sebuah ajang pengharagaan Jakarta Horror Screen Festival 2020 patut didukung sepenuhnya,” ujar Teguh.

“Saya yakin akan banyak sineas dan semua pihak yang berkaitan dengan industri film horor di tanah air akan melek kalau perhelatan ini sudah di gelar nantinya,”

Hal senada diungkapkan oleh Kicky Herlambang selaku ketua KJSI. Ia juga menyoroti banyaknya judul film yang dirilis di bioskop, namun hanya segelintir saja yang sukses di pasaran. Bahkan film horor masih dipandang sebelah mata oleh penyelenggara festival.

“Langka genre horor masuk ranah festival, kalau bukan bikin festival sendiri. Saya sangat yakin  perhelatan Jakarta Horror Screen Festival secara berkelanjutan akan menjadi barometer bagi para sineas dan filmmaker nasional,” katanya optimis.

Kicky mengklaim Jakarta Horror Screen Festival kelak akan menjadi ajang penghargaan paling dinantikan masyarakat di Indonesia, mengingat festival ini akan melibatkan para filmmaker dan sineas mancanegara berkompetisi demi sebuah prestisius karyanya.

Selain dihadiri oleh belasan wartawan hiburan, acara talkshow  Apanya yang Menarik sih di Film Horor? Juga  menghadirkan penyanyi jazz Icha Sun dan foto model Radha Chrisna yang yang mulai berbinar di dunia maya.

Keduanya membagi pendapat dan pandangannya tentang kualitas film horor nasional belakangan ini.

“Bagi saya, kualitas film horor kita saat ini mulai merangkak ke atas, enggak kalah saing dengan film horor impor,” ujar Icha Sun

“Sama aku juga berpendapat demikian, tapi aku lebih suka nonton film horor sendirian di bioskop biar terasa ajah,” ujar Radha Chrisna. (Tumpak Sidabutar/KH Foto: Dok. Pojok Sinema)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Selamat! Meli Nuryani dari Jawa Barat Rebut Juara Pertama LIDA 2020

Published

on

By

Sebagai juara pertama LIDA 2020, Meli berhak memboyong piala bergilir LIDA 2020 ke Provinsi Jawa Barat.

Kabarhiburan.com – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Indosiar untuk menuntaskan ajang pencarian bakat menyanyi dangdut terbesar dengan hadiah dan peserta terbanyak, Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020 .

Acara yang mengenakan tagline Seni Menyatukan ini disiarkan secara langsung dari dari studio Emtek, Jakarta Barat, konsisten menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Pada situasi demikian, Meli Nuryani keluar sebagai juara Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020 dan Provinsi Jawa Barat resmi memboyong Piala Bergilir LIDA 2020.

Meli menjadi pemenang LIDA 2020, usai mengalahkan pesaingnya Gunawan Muharjan asal Maluku Utara dan Hari Putra dari Jambi pada Konser Kemenangan pada Senin (28/9) malam tadi.

Ketiganya saling mengalahkan dalam meraih perolehan SMS sejak Konser Grand Final pada Minggu (27/9).

Sebelumnya sampai kesana, mereka telah melalui proses seleksi ketat pada babak demi babak dan mengalahkan duta dangdut terbaik dari 34 provinsi, sejak 23 Januari 2020. Termasuk mengalahkan ribuan peserta saat audisi pada 15 Januari 2020.

Penampilan ketiga Duta Provinsi pada Konser Grand Final dan Konser Kemenangan pun dibanjiri pujian dari Dewan Juri, yang terdiri dari Soimah, Dewi Perssik, Inul Daratista, Lesti DA, Fildan DA dan Nassar.

Bahkan, Ruth Sahanaya yang berduet dengan mereka pada Konser Grand Final, mengaku kagum pada kualitas suara dan penampilan Meli, Hari dan Gunawan. “Ketiganya sudah jadi bintang,” puji Ruth Sahanaya.

Setelah memperlihatkan kembali rangkuman penampilan ketiganya sejak babak audisi, Ramzi, Irfan Hakim, Gilang Dirga, Rizky Billar, Rara LIDA, dan Jirayut DAA, mengumumkan urutan juara LIDA berdasarkan akumulasi perolehan polling SMS.

“Selamat kepada Meli (Jawa Barat), Juara LIDA 2020,” seru Irfan Hakim dan Ramzi disambut oleh Dewan Juri dengan sukaria.

Hasil akumulasi Polling SMS, Meli terpaut tipis dari Gunawan di urutan kedua. Meli berhasil mengumpulkan 35,91 persen, sedangkan Gunawan harus puas dengan 32,84 persen dan Hari menjadi juara ketiga mengumpulkan 31,25 persen.

Padahal di Konser Grand Final hasil polling sementara, Hari mengumpulkan 36,67 persen, lebih unggul dari Gunawan dengan 32,54 persen dan Meli dengan 30, 79 persen.

“Meli mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua Meli yang selalu kasih support dan doa untuk Meli,” ujar perempuan berusia 15 tahun tersebut sambil berurai air mata bahagia.

Sebagai juara pertama, Meli didaulat memboyong Piala Bergilir LIDA 2020, trophy, hadiah uang sebesar Rp 500 juta dan rekaman satu judul single. Gunawan mendapat hadiah uang sebesar Rp 300 juta dan hadiah uang sebesar Rp 200 juta untuk Hari Putra.

Protokol Kesehatan

Terkait pandemi Covid-19, Indosiar pun mewanti-wanti kepada seluruh pendukung Duta Provinsi agar tidak menggelar penyambutan para juara LIDA 2020, saat pulang ke provinsi asal masing-masing.

Mengenakan ‘face shield’ saat tidak menyanyi.

Anjuran tersebut disampaikan oleh pembawa acara Ramzy dan Irfan Hakim pada setiap kesempatan sepanjang Konser Kemenangan.

Seperti diketahui, Indosiar konsisten menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat sejak babak Top 6 pada 19 September 2020. Selama kompetisi berlangsung, maka seluruh pengisi acara wajib mengenakan face shield, kecuali Duta Provinsi saat menyanyi.

Demikian pula penyanyi latar dibatasi enam orang saja, kursi Dewan Juri diberi jarak, disediakan hand sanitizer dan disinfektan di dalam studio. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Meli (Jawa Barat), Hari (Jambi) dan Gunawan (Maluku Utara), Siapa Juara LIDA 2020?

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Kompetisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020 telah sampai pada babak penentuan yang berlangsung dua babak, yakni Konser Grand Final LIDA 2020 pada Minggu (27/9) dan Konser Kemenangan pada Senin (28/9) malam.

Konser disiarkan secara langsung dari studio Emtek, Jakarta Barat, dipandu oleh Ramzi, Irfan Hakim, Gilang Dirga, Rara LIDA, dan Jirayut DAA, mempertemukan 3 Duta Provinsi: Hari (Jambi), Meli (Jawa Barat) dan Gunawan (Maluku Utara).

Ketiganya sampai pada Konser Grand Final LIDA 2020, setelah menyisihkan 67 Duta Dangdut terbaik di 34 Provinsi di Indonesia, selain memenangkan persaingan saat audisi.

Pada konser Grand Final Minggu (27/9), masing-masing Duta Provinsi beradu kreatif dan mengembangkan tantangan Dewan Juri yang meminta mereka  berduet dengan Diva Pop  Ruth Sahanaya dan menyanyi solo.

Kedua tantangan tersebut bertujuan meraih sebanyak mungkin dukungan SMS dari pemirsa di Tanah Air, yang akan menentukan posisi mereka di tangga juara.

Juara pertama berhak memboyong piala bergilir LIDA 2020 ke provinsi tercinta dan hadiah uang sebesar Rp 500 juta. Sementara juara dua berhadiah uang sebesar Rp 300 juta dan Rp 200 juta bagi juara ketiga.

Lirik Bahasa Maluku

Kompetisi dibuka oleh penampilan duet Meli (Jawa Barat) dan Ruth Sahanaya, menyanyikan lagu Astaga, membuat seluruh Dewan Juri memberikan standing ovation. Meli juga sukses melambungkan namanya ke ranking teratas perolehan polling sementara.

Dewan Juri Inul Daratista dan Soimah mengatakan bahwa Meli sempat salah lirik lagu dan tampil kurang gereget.

“Masih ada kesempatan sekali lagi untuk Meli untuk memperbaiki,” ujar Inul Daratista.

Duet apik juga dihadirkan Gunawan (Maluku Utara) dan Ruth Sahanaya, saat menghadirkan lagu Keliru. Keduanya, bahkan membuat improvisasi nan manis di pertengahan lagu, berupa lirik bahasa Maluku, yang menghangatkan suasana kompetisi.

Seluruh Dewan Juri pun kembali memberikan standing ovation untuk Gunawan. Bahkan Soimah tidak ragu memuji penampilan Gunawan.

“Saya melihat penampilan kamu luar biasa bagus. Kelak, kalau sudah juara, terus bikin lagu. Penyanyi akan dikenang karena karyanya,” pinta Soimah yang diamini oleh Dewi Perssik.

Lagu Kaulah Segalanya persembahan Hari (Jambi) dengan Ruth Sahanaya semakin memeriahkan suasana kompetisi Grand Final. Seluruh Dewan Juri memuji Hari yang tampak intim dengan Ruth Sahanaya.

“Kamu bernyanyi dengan Mbak Uthe, chemistry-nya bagus banget. Tetaplah konsisten, professional dan rendah hati,” pinta Inul Daratista, yang diamini oleh Lesti DA dan Fildan DA.

Bunglon dan Kuda Hitam

Memasuki tantangan kedua, Meli tidak ingin membuat kesalahan sekecil apapun. Meli berhasil mendapatkan penampilan terbaiknya, saat membawakan lagu milik Rhoma Irama berjudul Buta Tuli. “Kamu juaranya,” teriak Fildan DA.

Nilai perolehan sementara para Duta Provinsi pada babak Grand Final, Minggu (27/9).

Aksi panggung Meli yang demikian sempurna, membuat nama Meli kembali menguat ke posisi  teratas perolehan nilai polling sementara.

Tak lama kemudian, Gunawan (Maluku Utara) ganti menguasai polling perolehan nilai, berkat penampilannya yang  mengesankan saat menyanyikan lagu asing, berjudul Zaroorat. Lagu dari India ini menceritakan kesedihan akibat ditinggal kekasihnya.

Demi menyampaikan pujiannya, Juri Fildan DA harus mendatangi Gunawan di atas panggung, lalu beradu improvisasi lagu Zaroorat.

“Kamu tampil bagus sekali. Maluku Utara pasti bangga padamu,” ujar Fildan yang dibenarkan Inul Daratista.

“Nyanyi apa saja, kamu bisa. Tarian, gerak dan vokalnya semakin bagus,” puji Inul yang menyebut Gunawan sebagai ‘bunglon’ dan ‘kuda hitam’.

Hari seakan mempertegas identitasnya sebagai putra Jambi, ketika menghadirkan  lagu dari Ranah Melayu berjudul Engkau Laksana Bulan dan lagu Bunga Nirwana.

Hasilnya, selain meraih standing ovation dari seluruh Dewan Juri, Hari juga mengembalikan namanya ke kursi teratas perolehan polling sementara, yakni Hari (36,67) disusul Gunawan (32,54) dan Meli (30,79).

Mereka akan kembali bertarung pada Konser Kemenangan, berlangsung live di layar Indosiar, pada Senin (28/9), pukul 19.00 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

RCTI Gelar Indonesia Television Awards, Ini Jajaran Pemenang

Published

on

By

Ruben Onsu genggam piala pertamanya. (Foto: Instagram)

Kabarhiburan.com – Ruben Onsu tidak menyangka dirinya akan meraih impiannya, menyabet penghargaan pada ajang Indonesia Television Awards (ITA) 2020. Presenter Acara Talk Show Brownies tersebut menyabet piala ITA untuk Kategori Pembawa Acara Televisi Terpopuler.

“Ini kali pertama saya masuk nominasi di ITA. Terima kasih untuk semua yang memberikan dukungan,” ujar Ruben dengan wajah sumringah, sambil menggengam penghargaan pertama baginya.

Kemenangan bagi Ruben Onsu disiarkan secara langsung dari studio RCTI+ Kebun Jeruk oleh RCTI dan MNCTV, Jumat (25/9).

Ajang penghargaan ITA di tahun ke-5 yang dibuka oleh penampilan Agnez Mo di atas panggung, juga dimeriahkan oleh kehadiran bintang tamu papan atas, seperti  Rhoma Irama, Lyodra, Tiara Andini, Ziva Magnolya dan Betarnd Peto.

Tampak hadir pula para bintang internasional, seperti SuperM, Siwon Choi dan Public.

Foto: Dok. RCTI

Menyusul Ruben Onsu, SuperM juga mendapatkan penghargaaan untuk Kategori Special Awards. Kemudian, Siwon Choi mendapatkan penghargaan dalam Kategori Most Prominent Korean Artist.

“Karena banyak cinta dan dukungan dari penggemar, kami dapat mendapatkan penghargaan ini. Kami akan terus berusaha bekerja keras menjadi SuperM yang lebih baik, jadi mohon dukungannya,” ungkap salah satu personil SuperM.

Para Pemenang Indonesian Television Awards 2020 :

1. Program Non Prime Time Terpopuler : Suara Hati Istri Indosiar

2. Pembawa Acara Televisi Terpopuler : Ruben Onsu

3. Program Akhir Pekan Terpopuler : Master Chef Indonesia Season 6

4. Aktris Sinetron Terpopuler : Haico Van Der Veken

5. Program News Siang Terpopuler : Seputar INews Siang RCTI

6. Publik Figur Inspiratif Terpopuler : Raffi Ahmad

7. Special Awards : SuperM

8. Program Non Prime Time Non Drama Terpopuler : Dahsyatnya 2020

9. Program Ramadhan Drama Terpopuler : Amanah Wali 4

10. Aktor Sinetron Terpopuler : Verrel Bramasta

11. Program Prime Time Non Drama Terpopuler : Bedah Rumah Baru GTV

12. Program Ramadhan Non Drama Terpopuler : Hafiz Indonesia 2020

13. Program Prime Time Drama Terpopuler : Putri Untuk Pangeran RCTI

14. Most Prominent Korean Artist : Siwon Choi

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending