Connect with us

Musik

Delon Thamin dan Dua DJ Siap Polisikan Penyelenggara ‘Colour Run’ di TMII

Published

on

DJ Evelin dan DJ Dinar Candy mengapit kuasa hukumnya, Henry Indraguna saat menunjukkan surat kuasa dan jaminan BPKB dari EO Colour Run.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Geliat kemeriahan dunia hiburan di Tanah Air kembali tercoreng, akibat ulah penyelenggara acara hiburan yang tidak bertanggung jawab.

Itulah yang terjadi di balik meriahnya panggung Colour Run yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (27/10) silam.

Empat pengisi acaranya, masing-masing penyanyi Delon Thamin dan tiga Disc Jockey (DJ) kenamaan, yakni DJ  Evelin Nada Anjani, DJ Dinar Candy dan seorang DJ asal Jepang telah menghibur penonton yang mengisi seluruh kursi.

Hanya saja, kemeriahan tersebut hingga kini masih meninggalkan masalah bagi Evelin dan kawan-kawan. Mereka mengaku belum menerima pembayaran dari Rizky Adam (RA) selaku Event Organizer (EO) panggung  Colour Run. Padahal, mereka telah melaksanakan kewajiban, sesuai kesepakatan.

Mereka pun melawan. Evelin dan kawan-kawan melakukan upaya hukum dengan lalu menggandeng pengacara Henry Indraguna, yakni melayangkan surat somasi kepada RA.

“Nominalnya sebesar puluhan sampai ratusan juta,” ujar Evelin dan Dinar Candy yang ditemui di kantor pengacara Henry Indraguna, di kawasan Permata Hijau, Jakarta Barat, Senin (4/11) sore.

DJ Evelin Nada Anjani.

Evelin menceritakan bahwa dirinya dihubungi RA, sekitar sebulan silam, yang meminta  agar mengajak rekan sesama DJ dan penyanyi Delon untuk mengisi panggung Colour Run pada Minggu (27/10).

Telah disepakati pula, RA akan membayar down payment (DP) sebesar 50 persen dari harga paket yang disepakati. Pembayaran DP sudah dilakukan beberapa hari sebelum hari H. Sisanya dilakukan sebelum Evelin dan kawan-kawan naik panggung.

Jika pembayaran DP belum dilakukan, Evelin tidak berkenan jika wajah mereka dipajang di flyer acara.

“RA sudah setuju kesepakatan tersebut. Makanya saya menghubungi teman-teman, termasuk teman sesama DJ dari Jepang,” ujar Evelin yang enggan menyebut nama DJ asal Jepang tersebut.

Betapa kagetnya Evelin, karena DP yang diterima dari RA tidak sesuai dengan perjanjian.

“Dia transfer uang yang jumlahnya minim sekali. Hanya 10 persen dari harga total. Dia menjanjikan, setelah aku pulang dari Bali itu bikin surat kontrak untuk pelunasan 50 persen itu,” urai Evelin yang ketika itu berada di Bali.

“Saya positif thinking aja. Katanya, begitu  flyer naik akan segera melakukan pelunasan dari sisa dana yang dijanjikan,” imbuh Evelin yang kembali kecewa, lantaran DP saja belum juga dibayarkan utuh, sementara wajah mereka sudah terpampang di flyer.

Sehari sebelum hari H, Evelin dan RA kembali membuat kesepakatan jadwal pelunasan DP. Kali ini RA menyerahkan BPKB (Buku Pemilikan Kenderaan Bermotor) sebagai jaminan.

“Mau tidak mau, kami tetap tampil maksimal di acara tersebut, lantaran tidak ingin mengecewakan penonton yang sudah membayar tiket. Ini menyangkut nama baik kami juga,” tandas Evelin.

Henry Indraguna menunjukkan bukti percakapan Evelin dengan RA yang terekam di ponsel.

Sementara pengacara Henry Indraguna masih berharap agar RA segera menyelesaikan kewajiban serta utangnya kepada kliennya.

“Harusnya, selaku promotor mereka punya dana untuk mengatasi masalah seperti sekarang. Tidak asal gelar acara, tapi mengabaikan tanggungjawab,” imbau Henry yang memberi batas 2 x 24 jam bagi RA.

Jika dalam waktu 2×24 jam tuntutan sang artis tak juga diindahkan oleh promotor tersebut, dirinya atas persetujuan para artis tersebut akan melaporkan kasus yang masuk kategori penipuan ini ke kantor polisi.

“Kalau tidak ada iktikad baik, Rabu (6/11) kami akan ke Polda membuat laporan,” pungkas Henry Indraguna yang diamini oleh Evelin dan Dinar Candy. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Badai Kerispatih Digaet, dr. Ekles Memulai Karir Menyanyi

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Menyanyi merupakan hobi sekaligus kebutuhan untuk menyeimbangkan potensi otak kiri dan otak kanan. Manfaat ini pula yang mendorong dr. Eklendro Senduk Dipl.AAAM, M.Kes, mulai merambah peruntungan di dunia tarik suara.

Pria kelahiran Manado yang akrab disapa Ekles ini berprofesi sebagai dokter kecantikan ternama. Bahkan, kini sedang mengelola 20 klinik kecantikan bernama ekle’s Clinic, yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Kesibukannya yang menyita waktu, membuat Ekles sempat berhasil memendam keinginannya untuk merilis lagu. Sampai dirinya bertemu salah satu idolanya, Badai, mantan keyboardis band Kerispatih. Cita-citanya menjadi nyata.

“Saya dari dulu sudah nyanyi dan sudah lama buat meluncurkan single, tapi enggak kesampaian,” cerita  Ekles yang ditemui di EK Clinic, Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (19/11).

Pertemuannya dengan Badai, membuat Ekles memberanikan diri untuk meluncurkan single perdana berjudul Mengapa Harus Bertemu ciptaan Badai.

“Bulan lalu ketemu Badai. Kebetulan saya ngefan sama beliau sejak lama. Akhirnya dia ngerasa lagu Mengapa Harus Bertemu cocok buat saya,” ucap dokter kecantikan tersebut.

Ekles mengatakan, sebenarnya Badai sengaja menciptakan beberapa lagu untuk dirinya. Namun lagu Mengapa Harus Bertemu, yang sangat melankolis dirasa cocok dengan karakter vokal Ekles.

“Lagunya soal cinta yang banyak dirasakan orang. Tentang cinta yang ujungnya meninggalkan luka dan penyesalan,” ujar Ekles.

Proses produksi single ini berjalan sangat lancar. Mereka hanya butuh waktu sehari untuk rekaman di studio.

“Prosesnya lumayan ngebut, rekaman sehari, syuting juga sehari. Soalnya saya juga sibuk jadi dokter,” lanjut Ekles.

Lagu Mengapa Harus Bertemu dari Ekles sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Sementara video lirik bisa diakses di YouTube. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Glenn Fredly Resmi Rilis Album ‘Romansa Ke Masa Depan’

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Musisi Glenn Fredly berjanji akan menggelar konser spesial di Ambon untuk menandai 25 tahun berkarya di industri musik Indonesia.

Sebelum sampai ke sana, Glenn terlebih dulu merilis album baru, berjudul Romansa ke Masa Depan. Perkenalan album ini dilakukan dalam sebuah konser tunggal di M Block Space, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).

Kepada lebih dari 100 penggemarnya, Glenn mengatakan bahwa album ini sebagai gerakan move on, setelah 9 tahun lamanya tidak merilis karya berformat album penuh.

Album ini dikemas dalam bentuk compact disc (CD) maupun digital, sudah bisa dinikmati mulai hari ini, Jumat (15/11).

“Senang rasanya saya bisa move on ke album baru,” ungkap Glenn, saat membuka penampilannya di hadapan lebih dari 200 penggemarnya yang memenuhi gedung di kawasan M Bloc Space, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).

Glenn membuka penampilannya dengan lagu berjudul Generasi Antariksa. Selanjutnya, Glenn mengaduk-aduk rasa penonton yang didominasi oleh anak muda Jakarta.

Penonton pun terhanyut ke dalam irama dan lirik asmara yang diantarkan Glenn, lewat lagu demi lagu yang tertuang dalam album Romansa ke Masa Depan.

Glenn bercerita bahwa album terbarunya dirilis dalam dua volume. Ada 14 lagu yang mengisi volume pertama. Semuanya bertema percintaan yang dimainkan dalam musik genre pop.

Baginya, musik pop selalu menjadi narasi eksplisit dalam membangun dialog. “Dan, lagu percintaan akan selalu menjadi lagu yang tak lekang oleh waktu,” jelasnya, di sela-sela penampilannya.

Untuk memeriahkan album Romansa Ke Masa Depan, Glenn sengaja berkolaborasi dengan sederet musisi Tanah Air. Sebut saja  Ariel Tatum, Tantowi Yahya, Rapper Yacko, Ivan Nestorman, bahkan paduan suara dari komunitas agama Islam dan Kristen di kota Ambon.

Selain Generasi Antariksa, album ini juga diisi oleh lagu Coklat (Feat Ariel Tatum), Apa Kabarmu Nona?, Selesai, Stasiun Bundaran HI, Gara-Gara Kamu, Rona dan Orang Biasa.

Lagu lainnya adalah  Pulang Kampung (Feat Tantowi Yahya), Kembali Ke Awal, Perempuanku (Feat Yacko), Generasi Antariksa, Kemanusiaan (Feat Ivan Nestorman & Basudara Choir) dan Evlogia (Outro).

“Semoga album ini menjadi penanda untuk kita masing-masing move on dan menyambut petualangan masa depan dengan optimistis,” pungkas Glenn yang sudah menyiapkan album volume dua.

Harap bersabar, karena volume dua akan menjadi persembahan terbaru Glenn dalam rangka menyambut 25 tahun berkarya, yang akan dirayakan pada 2020 mendatang. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Indrawan Iboenk)

Continue Reading

Musik

Luanada Terus Gaungkan Lagu-lagu 80 – 90-an di Kalangan Musisi Milenial

Published

on

By

Luanada

Kabarhiburan.com, Jakarta – Konser musik Hip Hip Hura Hura 80’s 90’s  dipastikan berlangsung di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta pada Jumat (6/12) mendatang.

Konser yang dimotori oleh Avangarde live ini, akan mengajak penontonnya  berdansa dan bernyanyi dan bernostalgia bersama lagu-lagu yang pernah hits pada tahun 1980 hingga 1990-an.

Para penonton akan diiringi langsung oleh penyanyi yang mempopulerkan lagu-lagu nostalgia tersebut. Sebut saja, Rita Effendy (Selamat Jalan Kekasih), Mus Mujiono (Tanda Tanda), Oddie Agam (Antara Anyer dan Jakarta) Faris RM (Sakura) Deddy Dhukun (Masih Ada) dan masih banyak lagi.

Tidak hanya sekadar bernostalgia. Konser ini juga berupaya mengembalikan kejayaan musik lawas bagi kalangan milenial. Tak heran, Luanada (23) pun diajak ikut tampil sepanggung bersama  para seniornya.

Luanada merupakan sosok penyanyi muda yang peduli dengan musik 80 – 90-an. Terbukti, Luanada selalu membawakan lagu-lagu nostalgia di setiap penampilannya.

“Lagu Semua Jadi Satu, ciptaan Dian Pramana Putra menjadi lagu favorit saya di setiap konser,” jelasnya disela-sela jumpa pers Konser Hip Hip Hura Hura, di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta, Rabu (13/11).

Luanada (keempat dari Kiri) bersama para musisi seniornya.

“Lagu itu mengingatkan saya pada Om Dian, semasa hidupnya. Jasa-jasa Om Dian pada saat saya mulai menekuni dunia menyanyi,” kenang penyanyi jebolan Elfa Ethnic Choir ini.

Seperti diketahui, Luanada bersama EEC meraih Silver medal dalam Asian Choir Games di Jakarta (2007), menyusul Gold Medal dalam World Choir Championship di Korea Selatan (2009).

Luanada menguatkan eksistensinya sebagai penyanyi lewat  album perdana bertajuk Without You (2013), diikuti dengan sederetan single hits, diantaranya berjudul Semua Jadi Satu.

Kini, Luanada menyatakan siap tampil dalam konser Hip Hip Hura Hura. “Saya akan membawakan dua lagu. Yakni Mungkinkah. Satunya lagi, kemungkinan berjudul Semua Jadi Satu,” jelasnya.

Satu hal yang sangat diinginkan Luanada adalah terus menggaungkan lagu-lagu 80 – 90-an di kalangan musisi milenial.

“Harapan gue untuk musisi-musisi jaman sekarang, agar nyanyiin terus lagu-lagu musisi 80 – 90-an. Biar para milenial pada tahu karya mereka bagus dan patut didengerin,” pinta Luanada.

“Jaman sekarang, jangan didiamkan saja, tapi harus diputar lagi- diputar lagi, biar jadi legenda,” pungkasnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending