Connect with us

Musik

Dewan Juri Selamatkan Janna (Papua Barat), Defri (Riau) Tersenggol

Published

on

Perolehan akhir polling LIDA 2020. Janna diselamatkan, sedangkan Defri tersenggol

Kabarhiburan.com, Jakarta – Konser Top 18 menyisakan 17 duta provinsi terpilih melanjutkan perjalanan penuh semangat di panggung LIDA 2020 demi mengharumkan nama provinsi tercintanya.

Semangat tersebut tampak pada Konser LIDA 2020 Top 18 Group 2, yang menampilkan Arif Defri Arianto (Kepulauan Riau), Hari Putra (Jambi) dan Siti Nurjanah Rumasukun (Papua Barat). Mereka tampil memukau Dewan Juri, Senin (23/3).

Seperti judul lagunya, Bertaruh Rindu, Janna mempertaruhkan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Satu-satunya Duta Papua Barat ini berhasil meraih tiga standing ovation.

Keberhasilan serupa, juga diraih oleh Hari (Jambi) saat membawakan Gulali. Ia sukses memperoleh seluruh standing ovation, berikut berbagai pujian atas penampilannya.

Dewan Juri menilai Hari dapat mengolah lagu yang dibawakannya dengan sangat apik. Apalagi, penggunanan bahasa Arab pada intro, menjadikan instrumen lagu yang Hari bawakan menjadi lebih segar.

Tatapan mesra Dewan Juri Lesti DA saat memberi pujian pada Hari (Jambi)

Lesti DA saat memberikan pujian, sempat salah tingkah oleh tatapan manis Hari. “Terimakasih Hari, kamu sudah mengeksekusi lagu ini dengan baik,” puji Lesti.

Sukses Janna dan Hari, membuat Defri (Riau) harus memilih lagu Gadis Melayu pada akhir konser Top 18 Grup 3. Malah menuai banyak kritik dari kelima Dewan Juri. Salah satunya dari Dewi Perssik.

“Menjadi penyanyi itu tidak mudah. Harus menguasai setiap lagu yang akan kita bawakan. Kamu harus sering mendengarkan lagu agar tidak kejar-kejaran dengan temponya,” kritik Dewi Perssik.

Defri tersenggol, Provinsi Riau tinggal berharap pada Zahra untuk membawa nama baik provinsinya.

Adanya kritik pada Defri membuat Dewan Juri memilih Janna (Papua Barat), menyertai Hari (Jambi) melanjutkan perjalanan ke babak selanjutnya. Sebaliknya Defri (Riau) harus rela tersenggol di babak Top 18.

Masyarakat Riau kini dapat menyatukan dukungan sepenuhnya untuk Zahra Bilnazzary, yang akan tampil di Konser Top 18 Grup 3. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Dewa Bujana Rilis Single ‘Kmalasana’, Tempat yang Syahdu di Masa Pandemi

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat musisi Dewa Bujana untuk terus berkarya. Gitaris band Gigi ini membuktikannya lewat single Kmalasana yang dilepas pada Rabu (21/10).

Budjana menjelaskan, Kmalasana merupakan gabungan kata ‘Kemala’ dan ‘Asana’. Karena kepanjangan jadi disingkat Kmalasana. Diartikan sikap yang indah,” jelasnya.

Sesuai judulnya, single Kmalasana dikemas dalam nada dan harmoni musik  instrumentalia, yang mengajak pendengarnya menjauh dari situasi suram ke suasana tenang nan syahdu.

“Bagi saya musik instrumental lebih enak karena bisa multi tafsir. Mudah-mudahan dapat membawa pendengar ke tempat yang syahdu, kalau saya bilang,” jelas Dewa Budjana dalam jumpa pers virtual, di Jakarta.

Untuk menyempurnakan gagasannya, Bujana mengajak musisi kaliber internasional. Mereka adalah  Simon Philips, drummer legendaris mantan personel band Toto dan Carlitos Del Puerto, basiss asal Cuba yang juga pemenang Grammy Awards.

‘Kmalasana’ akan menempati posisi pertama di dalam ‘Naurora’, judul album kolaborasi antara Dewa Bujana  dengan beberapa musisi internasional ternama.

Kmalasana dan Naurora akan dirilis oleh Mehsada, sebuah label rekaman berbasis di Jakarta yang merupakan bagian dari Kakiatna Indonesia Group.

Dani Rahadian mengatakan bahwa dengan Kmalasana sebagai rilisan pertama dari Mehsada, diharapkan ke depannya label ini dapat lebih banyak membawa musik dengan nilai kedamaian serta ketenteraman kepada khalayak luas.

Mehsada memiliki misi untuk melahirkan kembali kesyahduan yang kian menghilang di industri musik Indonesia.

Selepas perilisan Kmalasana, Mehsada akan merilis tiga single lainnya dari Naurora setiap bulannya sampai Naurora dirilis di bulan Februari 2021.

Kmalasana sudah tersedia tersedia di platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube. Demikian pula ‘Naurora’, selain akan dirilis dalam bentuk digital, juga akan dirilis dalam bentuk CD, kaset, dan piringan hitam. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

AMI Awards 2020 Pertemukan Tiara Andini dan Lyodra di Kategori yang Sama

Published

on

By

Tiara Andini (Foto: Instagram Tiara Andini)

Kabarhiburan.com – Tiara Andini sangat antusias sejak menemukan namanya tercantum di daftar nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2020.

Bukan hanya di satu kategori, melainkan tiga kategori sekaligus, yakni Pendatang Baru Terbaik dan Artis Solo Wanita Pop Terbaik. Bahkan, lagu terbarunya, berjudul  ‘Maafkan Aku #terlanjurmencinta’ pun masuk nominasi Karya Produksi Terbaik Terbaik.

“Hai, aku senang banget bisa masuk nominasi. Gak nyangka secepat ini, padahal baru saja dari ajang Indonesian Idol dan baru memunculkan karya. Bisa diterima oleh masyarakat Indonesia,” ujar Tiara dengan wajah sumringah pada jumpa pers virtual AMI Awards 2020 di Jakarta, Rabu (21/10).

Penyanyi asal Jember, Jawa Timur tersebut, tidak mau ambil pusing tentang siapa yang terbaik di masing-masing kategori. Finalis Indonesian Idol 2020 ini memilih berpikir positif dan mohon dukungan penggemarnya agar dirinya bisa meraih yang terbaik.

“Aku masuk nominsi aja sudah bersyukur banget, apalagi kalau menang. Pokoknya semangat aja terus. Mohon fan base selalu dukung idolanya,” ujar Tiara yang menyadari ajang kali ini bakal bertemu dengan penyanyi terbaik Tanah Air.

“Saingannya semua keren-keren. Di sana ada teman seperjuangan aku di ajang sebelumnya. Aku senang banget bisa masuk di nominasi yang sama dengan dia,” ungkap Tiara..

Seperti diketahui, untuk kategori Artis Solo Wanita Pop Terbaik, Tiara akan kembali bersaing dengan Lyodra, juara Indonesian Idol 2020. Selain, Tiara masih menghadapi Eva Celia, Isyana Sarasvati, Mawar de Jongh, dan Raisa.

Seleksi Ketat dan Transparan

Dalam kesempatan yang sama, Dwiki Dharmawan selaku Ketua Umum Yayasan Musik Indonesia memberikan apresiasi tertinggi kepada para seniman musik yang tidak berhenti berkarya, meski di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19.

“Kami sangat bersyukur bahwa pandemi tidak menghentikan para seniman musik untuk berkarya. Justru di tengah keterbatasan, kreatifitas meningkat,” ujar Dwiki Dharmawan.

AMI Awards 2020 mengusung tema ‘Musik Menyatukan Kita’, merupakan bentuk ajakan kepada semua musisi dan para pelaku industri musik tanah air untuk terus berkarya dan berdaya.

Terbukti, dalam kurun waktu Juli 2019 hingga Juni 2020 berhasil menghimpun sebanyak 2971 karya yang dikurasi secara kompeten oleh para anggota YAMI.  Para anggota YAMI terbagi dalam dua keanggotaan yaitu Anggota Reguler dan Anggota Swara.

“Kami tetap mempertahankan proses seleksi secara ketat dan transparan, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” jelas Dwiki Dharmawan.

Memasuki tahun ke-23 AMI Awards harus mengalami penyesuaian kategori, seiring dengan perubahan tren yang terjadi dalam industri musik.

Total terdapat 53 kategori serta 2 penghargaan khusus yaitu Legenda Musik Indonesia dan Lifetime Achievement yang bakal dibagikan bagi insan musik Indonesia.

“Kehadiran AMI ini semoga menjadi suntikan semangat kepada para musisi untuk tetap bisa berkarya,” imbuh Syaharani selaku Ketua Tim Kategorisasi AMI Awards 2020.

Malam Puncak AMI Awards 2020 akan digelar di layar RCTI pada 27 November mendatang. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Mans Entertainment Siapkan Kejutan di Industri Musik Tanah Air

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Setelah membuat kejutan di awal berdiri yang menggandeng Tata Janeeta dan Maia Estianti dalam single Sang Penggoda. Tahun ini Mans Entertainment merilis beberapa lagu dalam satu penyanyi.

Mans Entertainment menggaet penyanyi muda berbakat yang cukup populer di aplikasi tiktok bernama Vega Delaga. Tanggal 20 Oktober 2020 merilis single baru berjudul Fatamorgana.

Terpilihnya Vega Delaga Natawidjaja sebagai penyanyi andalan Mans Entertainment adalah karena wanita kelahiran Malang ini memiliki suara syahdu yang membuat setiap pendengar akan larut pada lagu. Apapun jenis lagu yang dinyanyikannya.

Vega sendiri sepertinya ingin semakin memantapkan imagenya sebagai penyanyi profesional dan menunjukkan kemampuannya di industri musik Indonesia. Wanita yang akrab dipanggil Vega ini sejak kecil berprofesi sebagai penyanyi.

Bukti bahwa ia pantas mendapat tempat di pentas musik indonesia dibuktikan dengan aneka prestasi yang sudah diraih dari kompetisi bernyanyi. Salah satunya, sebagai juara pertama Water Cube Cup Singing World Olympic 2013 di Beijing.

Selain prestasi di luar negeri, Vega juga selalu menyabet predikat tertinggi dalam kompetisi-kompetisi bernyanyi, khususnya bernyanyi dalam bahasa mandarin.

Vega sendiri sering menunjukkan kemampuan bernyanyinya di beberapa aplikasi atau platform media sosial. Tak jarang, ia viral di instagram dan tiktok,dengan image sebagai Penyanyi Lorong.

Bagi penggemarnya, Vega cukup dikenal sebagai penyanyi yang memiliki suara khas dan karakter unik.

Single pertamanya berjudul Fatamorgana, diangkat dari kisah nyata seseorang. Penyesalan akan cintanya yang terjalin cukup lama dan sudah terlalu dalam, harus pupus karena sudah tidak ada kecocokan satu sama lain.

Ia pun memutuskan dan bertekad untuk mengakhiri cintanya. Lagu Fatamorgana ini menjadi pembuka single pertama Vega di tahun 2020 ini.

Vega mengaku bersyukur terpilih menjadi penyanyi yang akan membawakan single dengan warna musiknya, serta berkesempatan ikut menciptakan karya yang luar biasa tersebut.

“Ini adalah pengalaman pertama dalam hidup saya. Membuat karya besar dengan melibatkan banyak sekali musisi Nasional dan Dunia” ujarnya.

Seperti musisi lainnya, Vega berharap lagu ini bisa diterima dengan baik dan membuatnya semakin dikenal oleh pencinta musik Indonesia. “Ikuti terus tagar #PerjalananCinta” ujar Vega.

Mahin Aufa selaku A&R Mans Entertainment menyebutkan Vega sebagai artis baru Mans Entertainment, yang pada bulan Oktober ini akan merilis lagu yang berjudul Fatamorgana.

“Berawal dari keinginan untuk pencarian bakat dari seluruh pelosok negeri, akhirnya kami menemukan bakat unik Vega Delaga dari sosial media. Vega memiliki banyak nilai plus dan karakter suaranya tidak perlu diragukan lagi,” ujar Mahin.

“Vega mendapat kepercayaan langsung oleh Abdullah Mansuri selaku CEO Mans Entertainment untuk membawakan lagu Fatamorgana,” tambahnya.

Lagu Fatamorgana diciptakan oleh Vega, Catur dan Abdullah Mansur, menceritakan tentang Fatamorgana Cinta. Ketidaksesuaian harapan dalam mencintai seseorang, cinta yang sudah terjalin lama dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu. Kekecewaan yang sudah lama dirasakan, sehingga tidak mungkin untuk dipertahankan. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending