Connect with us

Event

Dira Sugandi dan Setiawan Djody Jadi Juri Ajang The Ace Indonesia

Published

on

Willy Hidayat, selaku CEO MyWill Entertainment.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Berpengalaman mengurus konser artis mancanegara serta menjadi produser artis Indonesia berkarir di pasar Internasional, Willy Hidayat, selaku CEO MyWILL Entertainment, kini coba melahirkan The Ace Indonesia.

The Ace Indonesia merupakan ajang pencarian bakat menyanyi yang siap terjun berkarir di kancah musik Internasional. Selain mampu membawakan lagu hits orang lain, mereka juga siap menciptakan lagu sendiri.

Pemenang The Ace Indonesia bakal diajak rekaman dan langsung berkarir di dunia, melalui industri musik Inggris (Eropa).

“Beberapa kali saya bawa band Indonesia rekaman di Inggris, di antaranya sudah ada yang berkarier di sana. Ada tantangan dari pihak di sana, kenapa cuma bawa satu-satu saja. Nggak sekalian banyak gitu ya musisi-musisi kita go international,” papar Willy Hidayat dalam keterangan tertulisnya.

The Ace Indonesia menjaring bakat-bakat muda Indonesia, baik penyanyi solo, duo, maupun  grup musik alias band. Bisa juga format Girl Band dan Boyband.

Diva Muda dari Inggris

Pendaftaran mulai dibuka pada 5 Januari 2020 melalui website The Ace Indonesia. Saat mengirimkan demo contoh rekaman, para calon peserta bisa menyanyikan lagu cover dan langsung dinilai oleh juri Internasional via online.

The Ace Indonesia menggandeng deretan juri dari mancanegara dan Indonesia saat ditayangkan di salah satu stasiun televisi.

Juri Internasional di Inggris, salah satunya diva muda dari Inggris yang diidolakan banyak kaum milenial, akan melihat bakat-bakat Indonesia itu lewat demo yang dikirimkan.

Sebanyak 20 peserta yang tersaring, terdiri dari penyanyi solo, duo atau grup, bakal dipentaskan di layar kaca. Mereka selanjutnya akan mengatasi tantangan, beradu kemampuan bermusik dengan sesama peserta.

MyWILL Entertainment menggandeng penyanyi Dira Sugandi dan juga pengusaha sekaligus seniman Setiawan Djody. Begitu ditawari Setiawan Djody. Sementara, nama juri internasional masih dirahasiakan.

“Masih dirahasiakan para juri dari mancanegara. Yang pasti, The Ace akan menggandeng juri dari mancanegara yang telah terbukti di industri musik dan hiburan dunia,” jelas Willy Hidayat yang pernah memboyong band /rif rekaman di Abbey Road London, Inggris.

“Kami merencanakan The Ace Indonesia tayangkan oleh satu tv swasta nasional pada pertengahan tahun 2020 mendatang,” imbuh Willy Hidayat.

Tunggu apalagi? Segera kirimkan video demo contoh lagu cover ke website:  www.theaceindonesia.com. Selamat mencoba…. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

‘Demam LIDA 2020’ Indosiar Dari Jakarta ke 9 Kota. Ini Jadwalnya

Published

on

By

Duet Nabila DA dan Ical DA

Kabarhiburan.com, Jakarta – Program pencarian bakat menyanyi dengan peserta dari provinsi terbanyak, LIDA 2020, telah memasuki babak Top 44. Program yang tayang saban hari live pukul 20.WIB di Indosiar menghadirkan kompetisi berbalut budaya Nusantara.

Tidak hanya di layar kaca. LIDA 2020 juga hadir langsung di tengah masyarakat, melalui panggung Demam LIDA 2020. Menghadirkan sederet penyanyi jebolan D’Academy, Liga Dangdut Indonesia dan Bintang Pantura. Mereka akan mengunjungi 10 kota di Pulau Jawa dan Sumatera.

Jebolan Dangdut Academy, yakni Nabila DA, Ical DA dan Habib DA memulai Demam Lida 2020 dari Ramayana Ciplaz Klender, Jakarta Timur, Minggu (23/2).

Duet Ical DA dan Habib DA

Kehadiran mereka langsung disambut masyarakat begitu terlihat  di panggung. Ical dan Habib merupakan jebolan D’Academy musim ketiga, sementara  Nabila jebolan DA 4, tampak semakin matang pembawaannya dihadapan para penggemar.

“Senang banget. Penonton antusias, membuat kami bersemangat,” ujar Nabila yang diamini oleh Ical dan Habib yang disela-sela panggung Demam LIDA 2020 di Ramayana Ciplaz, Klender, Jakarta Timur.

“Kegiatan ini juga memotivasi anak-anak muda Indonesia yang berbakat menyanyi untuk menjadi penyanyi dangdut,” ujar Ical DA.

Mereka mengatakan, dulu bukan siapa-siapa kini semakin dikenal masyarakat sebagai penyanyi berkat Indosiar.

“Kami menerima tawaran menyanyi di berbagai kota di Indonesia. Semua ini berkat mengikuti ajang menyanyi di Indosiar. Saat ini kami mengajak anak-anak muda Indonesia agar mengikuti jejak kami,” ujar Ical.

Selanjutnya, Ical, Nabila dan Habib membawakan lima judul lagu yang sudah demikian akrab di telinga, membuat penonton tidak segan untuk ikut menyanyi dan bergoyang.

Selain menyanyi solo, mereka juga tampil duet dan diakhiri dengan menyanyi trio di penghujung acara Demam LIDA 2020, Jakarta.

Demam LIDA 2020 akan berlanjut ke 9 kota lainnya di Pulau Jawa dan Sumatera, secara berurutan:

Salatiga (29 Februari), Semarang (1 Maret), Cibitung (8 Maret), Padang (15 Maret), Cirebon (22 Maret), Cikupa (29 Maret), Garut (5 April), Ciledug (12 Aparil) dan Karawang (19 April). (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Event

Rilis Album Alfath Voice 4, Alfath School Indonesia Lestarikan Lagu-Lagu Anak

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Guna melestarikan lagu anak dapat dilakukan, antara lain dengan menghadirkan lomba cipta lagu anak dan festival menyanyi di sekolah, seperti yang dilakukan oleh para guru di Alfath School Indonesia. Sekolah ini berupaya menghidupkan kembali lagu anak.

Suasana tersebut sudah berlangsung  Alfath School Indonesia sejak 2008 hingga 2010 dan melahirkan album I sampai album III. Kini, sekolah yang berlokasi di Cirendeu-Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang kembali album berjudul Alfath Voice 4, sebagai upaya menumbuhsuburkan lagu-lagu anak di Indonesia.

“Kami ingin lagu anak kembali berjaya karena itu Alfath School Indonesia menggelar gerakan yang dinamakan Gerakan Peduli Lagu Anak,” ujar Sudaryati Sudarto, kepala sekolah Alfath School Indonesia di One Bellpark, Jakarta Selatan, Minggu (23/2).

“Lagu dibuat dan diciptakan guru yang dekat di sekitar anak. Yang terpenting lagi, syair lagu mengandung pesan moral yang bisa diterapkan oleh anak-anak,” imbuhnya.

Penggarapan album Alfath Voice 4 dilakukan dengan bekerja sama dengan AFE Kids, sebuah label rekaman yang secara khusus untuk memproduksi lagu anak-anak, dibawah label rekaman Afe Records.

CEO Afe Records, Heni Ahmad, mengatakan bahwa album Alfath Voice 4 dirilis dengan pola pendisitribusian secara digital, melalui YouTube dan semua digital streaming provider.

“Kami mendistribusikan ke semuanya. Sampai di Tik Tok juga ada,” ujar Hendi, yang berharap melalui pola distribusi seperti ini, maka perkembangan musik anak kembali berjaya.

Bersamaan dengan perilisan album Alfath Voice 4, Afe Kids Records bersama Alfath School menggelar  Alfath Children Song Festival. Festival ini menampilkan 49 peserta, terdiri dari anak usia 5 sampai 9 tahun sebanyak 31 anak dan usia 10 tahun hingga 13 tahun sebanyak 18 anak.

Para peserta menyanyikan lagu-lagu dalam Alfath Voice 4 sebagai lagu wajib untuk dinyanyikan.

“Alfath Children Song Festival ini dikemas sebagai Grand Launching album Alfath IV dan sekaligus awal dari Gerakan AFE Kids X Alfath Peduli Lagu Anak Indonesia, yang memiliki misi menciptakan 100 lagu anak dan diharapkan dapat mencapai rekor MURI nantinya,” pungkasnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Talenta Baru Ramaikan Audisi The Voice Kids Indonesia di Yogyakarta

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sekitar 300 anak usia mulai 7 hingga 15 tahun, rela antre sejak pagi di Sahid Hotel Yogyakarta, Minggu (23/2). Mereka umumnya didampingi orang tua, ingin uji kemampuan menyanyi pada ajang pencarian bakat menyanyi di kalangan anak-anak, The Voice Kids Indonesia 2020.

Anak-anak ini rupanya terinspirasi pada sukses seorang putra Flores yang mengorbit sebagai bintang baru melalui program The Voice Kids Indonesia session sebelumnya.

Sepanjang berlangsungnya audisi, setiap anak berusaha meyakinkan tim juri audisi dengan penampilan panggung yang unik dan maksimal. Sebut saja Matthew (11), yang jauh-jauh datang dari Semarang. Ia berpenampilan lucu, namun memiliki kualitas suara, yang boleh diadu.

“Tadi sampai sini (Yogyakarta) jam 5 pagi. Aku ingin jadi penyanyi terkenal supaya buat mama papa bangga,” ujar Matthew yang pernah mengikuti The Voice Kids season sebelumnya namun gagal.

Selain dari Semarang, tidak sedikit pula yang datang dari Klaten, Sleman, bahkan Kediri (Jawa Timur). Semangat anak-anak ini patut diacungi jempol. Latief asal Sleman, kebetulan memiliki kekurangan fisik sebagai tuna netra, namun berkat kegigihan telah membawanya ke tahap Precast 2.

“Aku ditawarin di sekolah untuk ikut audisi ini. Aku langsung mau,” ujar Latief yang datang ditemani salah seorang gurunya.

Para peserta open audition Yogyakarta terlebih dulu menjalani proses seleksi tim juri lokal. Apabila lolos, selanjutnya mengikuti seleksi oleh tim GTV. Apabila dinyatakan lolos, mereka akan dihubungi oleh Tim The Voice GTV mengikuti Blind Audition di Jakarta.

Hasbi Assydiqi selaku Kord. Creative The Voice Kids Indonesia GTV mengatakan bahwa tahun 2020 The Voice Kids Indonesia kembali dengan coach baru dan  treatment berbeda.

“GTV mencari bakat-bakat baru untuk tampil di panggung The Voice Kids Indonesia 2020,” ujar Hasbi  yang menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu kota tujuan mencari talenta baru.

Rangkaian audisi The Voice Kids Indonesia akan berakhir di Jakarta pada pekan depan. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending