Connect with us

Musik

‘Dirimu Di Ragaku’, Ungkapan Kasih Sayang SINJO Satu Dekade

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tiga sahabat, Dodo (vokal), Ciko (bass) dan Yugo (gitar) yang menamakan dirinya grup band SINJO. Dari waktu ke waktu semakin menunjukkan keseriusan mereka dalam bermusik.

Sebagai langkah awal kiprahnya di industri musik Indonesia, mereka melepas single berjudul Sedang Sekangen-kangennya (S.S.K.).

Malang melintang selama 11 tahun dan bergabung di bawah label Pop Musik yang merupakan sub label Aquarius Musikindo, menunjukkan keseriusan SINJO dalam bermusik.

Semua tergambar jelas pada single kedua, berjudul Dirimu Di Ragaku. SINJO masih mengandalkan lirik yang lugas dan mudah dicerna pada tema berbeda dari lagu sebelumnya.

Pada S.S.K nuansa pop terasa lebih kental, sementara pada Dirimu Di Ragaku yang mereka sebut ‘Pop Asyik ala SINJO’, lebih dominan memperagakan cengkok Melayu.

“Kami sering membawakan lagu dengan tema rock, membuat kali ini benar benar menjadi tantangan baru untuk kami. Proses rekamannya pun cukup unik. Dodo benar-benar dibikin drop sampai sakit, supaya dapat kesan sengaunya efek flu gitu Baru deh, take vocal. Ternyata tujuannya agar dapat nuansa sedihnya,” ujar Ciko.

Sadar betapa  tidak mudahnya membawakan lagu dengan nuansa Melayu, Dodo sempat mempelajari berbagai cengkok Melayu dari beberapa daerah di tanah air.

“Cukup sulit awalnya. Saya sampai belajar, apa itu cengkok Melayu Minang dan Medan. Ternyata memang cukup sulit. Jangan pernah meremehkan sebuah lagu terutama yang bercengkok Melayu,” ungkap Dodo.

Yugo sang gitaris pun membenarkan. Ia mengaku bangga dengan pencapaian saat ini dan berhasil menghadirkan single Dirimu Di Ragaku.

“Saya bangga banget dengan lagu ini, karena kita bikin gak pernah se-Melayu ini. Cari soulnya sulit banget,” imbuh Yugo.

Lagu ini semakin kuat musikalitasnya berkat nama-nama besar di belakangnya. Sebut saja, Andi Bayou dari sisi arransemen  dan Indra Qadarsih yang berperan dari sisi mastering.

Menariknya, jika disimak lebih dalam lagu Dirimu Di Ragaku bercerita tentang cinta seorang ibu kepada anaknya yang kekal dan tak pernah mati.

“Tema lagu ini universal, namun kali ini kami ingin menceritakan tentang kasih seorang ibu yang tak pernah padam kepada anaknya. Seorang ibu yang tak akan pernah berpaling, walau senakal apapun anaknya. Hanya  seorang ibulah yang dapat menerimanya kembali,” ungkap Yugo.

Sebuah nilai tambah pada lagu ini, ternyata liriknya diciptakan oleh Ibu dari Dodo, vokalis SINJO.

“Dalam menciptakan lagu biasanya kami selalu meminta pendapat dari orang-orang di sekeliling kami, curhatan fans, cerita mereka. Salah satunya saya inta ke Ibu, dan jadilah lirik ini,” ungkap Dodo.

Single terbaru ini, SINJO persembahkan bagi para ibu di seluruh Indonesia yang selalu memberikan support kepada anak-anaknya tanpa henti. Harus diakui jika sosok Ibu adalah yang paling berjasa dalam karir SINJO selama ini.

“Pesan kami, jangan menyepelekan kasih sayang seorang ibu. Sebandel-bandelnya seorang anak, ibu tak pernah menolak anaknya. Cinta yang kekal dan abadi itu hanya cinta seorang ibu,”ujar ketiganya kompak.

Single Dirimu Di Ragaku sudah bisa dinikmati disemua digital musik platform seperti Joox, Apple Music, Spotify, Deezer, Langit Musik & Smart Music. (Rls)

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

‘Gelora Asmara’ dari Pasangan BIANCADIMAS

Published

on

By

Pasangan suami istri Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan, yang lebih dikenal dengan grup duo BIANCADIMAS, kembali merilis single terbaru, berjudul Gelora Asmara.

Lewat single yang dirilis pada 27 Maret 2020 ini, mereka mengekspresikan sebuah kebersamaan dengan nuansa asmara yang begitu kental. Lirik tulusnya cinta dipadu dengan aransemen yang segar.

Gelora Asmara masih didominasi petikan gitar elektrik Dimas. Hanya saja, bebunyian drum elektrik elektrik synthesizer 90-an, membuat single ini berbeda dari single BIANCADIMAS sebelumnya. Sebut saja, single Cerita Kita dan Samudra Arjuna.

Gelora Asmara bernuansa santai dan lirik yang manis, menceritakan upaya meyakinkan orang yang dicinta bahwa cintanya tulus.

Untuk proses rekaman, Bianca dan Dimas dibantu oleh musisi Dimas Pradipta, selaku mixing dan mastering engineer dan dilakukan di rumah mereka.

Sebelum menggarap single Gelora Asmara, BIANCADIMAS telah menggarap sejumlah proyek musik bagi musisi kenamaan Tanah Air, seperti Fiersa Besari, Ghaitsa Kenang, Hanggini, Luthfi Aulia, Rahmania Astrini, Reza Rahadian, Trisouls, serta Ungu dan Citra Scholastika.

Dimas menjadi penata musik dan produser untuk soundtrack film Imperfect, menulis lagu Aku Tanpamu yang dibawakan Maizura untuk tema film Bebas.

Single Gelora Asmara sudah dapat Anda dinikmati dalam format audio, melalui beragam layanan musik streaming dan video musik dalam kanal YouTube BIANCADIMAS. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

‘Tamu Malam Minggu’ Bawa Nia (Sulawesi Selatan) Melambung Tertinggi

Published

on

By

Dewi Perssik menilai Nia (Sulawesi Selatan) sudah punya aura bintang.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Situasi tidak menggembirakan harus diterima Sulawesi Selatan. Duo dutanya, Andi Nailah dan Rusnia harus saling mengalahkan, selain masih bersaing dengan Hamid Haan (Nusa Tenggara Timur), pada Konser Top 18 Grup 4 yang berlangsung Rabu (25/3).

Persaingan pun akhirnya dimenangkan oleh Nia (Sulawesi Selatan). Ia mendapat nilai polling tertinggi, disusul Hamid (Nusa Tenggara Timur) yang diselamatkan Dewan Juri juga berhasil lolos ke babak selanjutnya. Sementara Ila (Sumatera Selatan) yang berada di posisi kedua harus rela tersenggol.

Nia pantas mendapatkan beragam pujian dari Dewan Juri dan nilai tertinggi, berkat penampilannya yang memukau, saat menyanyikan lagu Tamu Malam Minggu yang dipopulerkan oleh Endang Triswati.

Dewi Perssik mengungkapkan bahwa Nia sudah mempunyai aura bintang. Ditambah lagi body language dipadu tarian indah sambil bernyanyi, membuat Nia tampak ekspresif saat menyampaikan lagu.

Pujian senanda dan empat standing ovation Dewan juri berikan bagi Hamid (Nusa Tenggara Timur), usai membawakan lagu Azza milik Rhoma Irama.

Sempat lupa lirik, Dewan Juri selamatkan Hamid (Nusa Tenggara Timur).

Hamid pun sukses membuat Reza DA yang mengaku ingin berteriak histeris sejak awal penampilan.

Hamid memang sempat lupa lirik lagu, tapi Nassar tetap berdiri untuk Hamid lantaran merasa lebih banyak nilai plus untuk Hamid daripada minusnya. Sudah vokal Hamid sangat bagus, tune dan improvisasi juga sangat bagus.

Sama dengan Hamid, Ila (Sulawesi Selatan) juga membawakan lagu yang dipopulerkan Rhoma Irama, berjudul Anak yang Malang, justru menjadi antiklimaks dalam konser Top 18 Grup 4.

Ila (Sulawesi Selatan) harus rela tersenggol.

Ila (Sulawesi Selatan) belum mampu mendapatkan pujian dari Dewan Juri, lantaran dinilai belum mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Fildan DA mengatakan, Ila selalu membawakan lagu dangdut klasik di setiap penampilannya, sehingga belum ada perbedaan. Ini bisa membuat bosan pendengarnya.

Dewan Juri lainnya, Dewi Perssik menilai ekspresi wajah Ila terlihat tidak tulus dan natural, padahal lagu menuntut pembawaan yang mengesankan kesedihan bagi yang melihat penampilannya. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Para Dokter dan Perawat Pasien Corona, Cut Mila: Mereka Pahlawan

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Artis penyanyi dangdut, Cut Mila, ikut merasakan dampak wabah penyakit virus corona yang tengah melanda Tanah Air.

Sebagian jadwal manggung Cut Mila di beberapa kota yang telah masuk agendanya terpaksa batal, menyusul seruan hindari kerumunan.

Cut Mila membenarkan, meski tidak semua batal. Ada beberapa agenda lainnya yang tetap lanjut, kebetulan masih aman dari wabah virus corona.

Rupanya Cut Mila sudah memperhitungkan sebelumnya kalau wabah mematikan tersebut akan berpengaruh pada pekerjaannya.

Iya. Ini kan bisa kita sebut bencana, ya. Bahkan pemerintah telah membuat seruan untuk stay at home dan work from home. Nah, aku rasa ini demi kebaikan kita semua. Jadi kalau berdampak pada pekerjaanku sebagai penyanyi, ya harus diterima,” ujar pelantun Loh Bang.

“Kasus positif corona setiap hari bertambah, vaksin belum ditemukan. Semua ahli kedokteran di banyak negara sedang melakukan pekerjaannya untuk segera menemukan vaksin corona, termasuk di Indonesia,” katanya.

Begitu juga dengan para dokter dan perawat medis yang mulai bertumbangan karena terdampak wabah corona, saat menangani pasien di rumah sakit.

“Mereka itu pahlawan. Mari doakan mereka tetap sehat, dijaga Allahu ta’alla. Mereka kerja tanpa pamrih, mereka juga ingin kita sehat dan wabah ini segera lenyap. Kita beri semangat untuk mereka dengan diam di rumah dan jaga jarak antar manusia,” pinta Cut Mila. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending