Connect with us

Musik

D’Star, Ajang Mencari Bintangnya Para Bintang Dangdut

Published

on

Suasana Press Briefing Ajang D’Star di Fuction Hall Indosiar.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Usai Idul Fitri, Indosiar langsung menyuguhkan tontonan musik spektakuler bagi masyarakat, berjudul D’Star. Ajang ini sudah tayang secara live setiap hari, sejak Senin (17/6), pukul 19.00 WIB dari studio 5 Indosiar.

Seperti namanya, D’ Star, kompetisi ini menjadi ajang pertarungan para bintang yang lahir dan terkenal lewat Liga Dangdut Indonesia (LIDA), Bintang Pantura, Dangdut Academy dan Dangdut Celebrity.

Sebanyak 30 bintang dangdut yang menjadi peserta D’Star, dituntut mahir membawakan lagu berbagai genre lainnya, seperti pop, rock, jazz, rap bahkan hip hop. Inilah yang membuat D’Star disebut-sebut sebagai suguhan musik spektakuler.

Direktur Programming SCM,  Harsiwi Achmad, mengatakan Indosiar tidak ingin kemampuan para bintang dangdut terhenti. Mereka harus terus mengasah kemampuannya. Muncullah program D’Star dengan tagline Bintang Segala Bintang.

Ia mengatakan, D’Star bukan  kompetisi biasa, melainkan pertarungan para juara yang mempertaruhkan keunggulannya demi perkembangan karirnya ke depan, supaya ready dan mengalami kenaikan.

Direktur Programming SCM, Harsiwi Achmad.

“Kesempatan ini kami tawarkan kepada mereka untuk mengasah kemampuannya di D’Star. Mereka akan saling bertarung guna menunjukkan bahwa dirinya layak menjadi bintang dari segala bintang,” jelas Harsiwi dalam jumpa pers di Function Hall, Daan Mogot, Jakarta, Senin (17/6) siang.

Untuk mencapai maksud tersebut, D’Star sudah menyiapkan para Juri Dangdut. Mereka adalah Inul Daratista, Dewi Perssik, Soimah, Nassar, Zaskia Gotik dan Rita Sugiarto.

Ada pula Juri Non Dangdut yang akan diisi oleh Ruth Sahanaya, Bebi Romeo, Giring, Anji dan Posan. Sementaraitu, Caren Delano dan Maya Ratih bertindak sebagai Fashion Guru.

Sebagai Juri Non Dangdut, Bebi Romeo mengatakan keinginannya membuat para penyanyi dangdut juga mampu menyanyi dalam banyak genre musik. Baginya, musik dangdut memiliki ciri khas yang berbeda dari genre musik lain.

“Pengalaman saya selama 20 tahun di musik pop, kini bertambah. Saya mencoba mendorong penyanyi dangdut untuk melebarkan genrenya,” ujar Bebi.

Sementara Giring menyebut kekagumannya kepada para peserta yang mau keluar dari zona nyaman mereka sebagai penyanyi dangdut.

“Mereka sudah jadi pemenang, tapi mau keluar dari zona nyaman mereka untuk menambah pengalaman dan mengasah bakatnya belajar sesuatu yang baru,” ujar Giring. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Jelang Top 15, Reza Tutup Top 30 Dengan Rekor Baru

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Konser D’Star Top 30 Round 2 ditutup oleh penampilan Reza, Ika, dan Subro  dari grup 10, Senin (15/7). Mereka berjibaku di atas panggung demi memikat Dewan Juri serta pemirsa Indosiar, agar lolos babak 15 besar dan menuju Bintang segala Bintang D’Star.

Subro membuka konsernya, dengan menghadirkan nuansa 90-an. Alumnus D’Academy 1 tersebut mengajak penonton bernostalgia melalui hits band rock asal Jerman, Scorpions berjudul Still Loving You.

“Kamu penuh dengan kejutan, tapi kamu harus berhati hati dengan zona nyaman kamu, karena kamu memiliki potensi yang lebih dari ini,” ujar Giring mengingatkan.

Suasana semakin hangat oleh kehadiran Reza yang membawakan lagu I (Who) Have Nothing milik Ben E King, lalu di-medley dengan lagu Derita milik Rhoma Irama.

Hasilnya, juara D’Academy Asia 2 ini meraih seluruh standing ovation, sekaligus tiga nilai sempurna dari Dewan Juri. Itu artinya,  Reza berhasil menciptakan rekor baru!

”Ini yang saya tunggu-tunggu. Penampilan kamu malam ini sangat berkharisma, karakter suara kamu layaknya seorang professional singer. Kamu adalah bintang segala bintang,” puji Bebi Romeo.

Seakan tak mau kalah. Ika yang tampil terakhir tetap semangat, membawakan lagu O Mio Babbino Caro milik penyanyi sopran Maria Callas,  kemudian di-medley dengan lagu Penasaran  milik Rhoma Irama. Alumnus D’Academy 2 ini hanya menghadirkan dua Standing Ovation.

Nilai sempurna dari 3 juri, telah melambungkan Reza ke posisi kedua pada klasemen akhir. Reza merebut posisi Rara, di bawah si pemuncak klasemen Fildan.

Reza pun berhasil melaju ke babak Top 15 menyusul 14 Bintang lainya yakni : Fildan, Rara, Selfi, Aulia, Weni, Maria Calista, Ical, Putri, Randa, Irsya, Irwan, Habib, Rani, dan Ridwan.

Konser Top 15  Group 1 berlangsung pada Selasa (16/7) pukul 20.30 WIB. Menampilkan Weni, Randa, dan Habib. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Aulia Rebut Posisi Bergengsi Klasemen Sementara

Published

on

By

Tampil genit saat bawakan lagu ‘Tua-tua Keladi’, lambungkan Aulia ke posisi bergengsi

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sebanyak 27 bintang telah berjuang selama Round 2, menyisakan Reza, Subro, serta Ika yang tergabung dalam grup 10. Mereka akan berjuang di Konser D’Star Top 30 Round 2 Grup 10, Senin (15/7) malam ini di Indosiar, live, mulai pukul 19.00 WIB.

Bisa dipastikan mereka akan menampilkan yang terbaik, demi mengukuhkan posisinya di klasemen Round 2. Apakah berhak maju ke babak 15 besar atau harus terdegradasi.

Sebelumnya, Grup 9 yang tayang Jumat (12/7) silam, menampilkan Ridwan, Aulia, dan Tika. Lagu Euphoria menjadi lagu pamungkas Ridwan pada kesempatan terakhir di babak Top 30.

Ridwan kembali menunjukkan kemampuannya menyanyi sambil menari, sehingga berhasil mengumpulkan skor sebesar 514. Hanya saja Melly Goeslaw masih belum puas dengan penampilan Ridwan,

“Saya mengapresiasi penampilan kamu, karena tidak semua penyanyi dapat bernyanyi dengan menghafal koreografi. Tapi menurut aku pribadi, pesan dari lagu ini tidak tersampaikan dengan baik,” tutur Melly.

Tidak ingin kalah dengan Ridwan, Aulia tampil dengan gaya centil saat menyanyikan lagu Tua-Tua Keladi.  Aulia pun berhasil unggul dari Ridwan dengan skor 541, selain menuai banyak pujian dari Dewan Juri.

“Aulia bagi saya nilai itu bagus sekali. Saya suka karakter suara Aulia itu adalah alasan saya memberikan nilai diatas 80”, ungkap Bebi Romeo yang memberi nilai 87.

Suara syahdunya,,hanya menempatkan Tika di posisi 20 klasemen sementara

Sementara alumnus Bintang Pantura, Tika, tampilkan suara syahdu saat menyanyikan lagu Bagai Ranting Kering.  Tika berhasil meluluhkan hati Soimah dan memuji penampilannya.

“Penampilan kali ini kamu menunjukan jati diri kamu. Perkembangannya pun semakin terlihat dibandingkan dengan penampilan sebelumnya,” puji Soimah.

Setelah melalui kompetisi di grup 9, Aulia menempatkan dirinya ke posisi keempat pada klasemen sementara, atau setingkat di bawah Selfi yang berada di urutan ketiga.

Sedangkan Ridwan perlu waspada karena hanya berada di posisi ke-14, sebaliknya Tika di posisi ke 20 hampir pasti bakal terdegradasi.

Sejauh ini Fildan masih kokoh di puncak tangga klasemen D’Star Top 30 Round 2, disusul oleh Rara dan Selfi. Klasemen sementara ini masih akan berubah hingga tiga bintang dari Grup 10 malam nanti tampil.

Lima belas bintang yang berada di posisi terendah akan terdegradasi, sementara 15 bintang teratas akan dipromosikan untuk melaju ke babak Top 15. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

‘Kupendam Sendiri’ Tandai Kehadiran Kembali Steffi Zamora

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Aktris Steffi Zamora sudah tidak asing lagi bagi sebagian kaum milenial. Gadis bernama lengkap Steffi Zamora Husen atau akrab disapa Steffi Zamora, mengawali karier di dunia entertainment di usianya masih belia, ia pernah menjadi anggota girl band.

Beberapa lagu, seperti Malu Tapi  Mau (2012), Curshon You (2013), Suka – Suka & Pelangi (2014) adalah sebagian lagu yang pernah mewarnai karirnya sebagai penyanyi baik solo mau pun group girl bandnya kala itu.

Memasuki usia 19 tahun, Steffi berevolusi kian matang  mendewasa. Perubahan ini tidak hanya terlihat dari pembawan dia, tapi juga dari bagaimana dia memproduksi sebuah  karya untuk pertama kalinya, berjudul Kupendam Sendiri.

Dibantu Aan Story yang menulis lirik lagu buat Steffi dibuat dengan sangat hati – hati karena sangat personal, tentang dirinya dan seseorang.

Dari sisi aransemen musik, Steffi bermain di musik pop dengan nuansa orchestra ditambah sentuhan musical.

“Dibanding lagu – lagu terdahulu, mungkin aku lebih banyak diam, mendengar dan tinggal melakukan. Tapi  sekarang, aku banyak belajar untuk sebisa mungkin terlibat banyak di semua proses kreatif pembuatannya,” ujar Steffi.

Bersama label Musik Kece Indonesia yang menaungi Steffi Zamora, tanpa disadari proses dalam berfikir dan memberikan opini serta kreatifitas dirinya, juga semakin terasah. Steffi membuktikan kemampuan kemampuan bernyanyi lewat single Kupendam Sendiri.

Bagi Steffi, lagu Kupendam Sendiri  sebenarnya  personal. Tapi kalau mau di perhatikan secara detail, lagu ini menceritakan ketika sebuah harapan terhadap pasangan, akan tetapi pasangan tersebut malah merusak arti indah cinta atau kesetiaan yang telah diberikan.

“Dan semoga setiap  harapan kita terhadap  pasangan, agar lebih  bahagia  dengan yang lain. Biar rasa ini kupendam sendiri,” ungkapnya.

Kali ini, Steffi Zamora menyuguhkan sesuatu yang jauh berbeda. Musiknya lebih tenang, santai dan sangat easy listening. Steffi memang tidak tanggung-tanggung menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Syuting video klip Kupendam Sendiri dilakukan di Singapura.

“Kenapa Singapura, karena bertepatan dengan beberapa project yang sedang aku kerjakan di sana, jadi sekalian saja aku buat video klip disana. Ini semakin seru buat aku dan apa yang dilakukan Musik Kece Indonesia, semoga hasilnya semua suka,” pinta Steffi.

Tampilnya single Kupendam Sendiri di belantika musik Indonesia, sekaligus menandai kehadiran  Steffi Zamora di industri musik Tanah Air. Selain melepas kerinduan kepada Steff Addict  (Sebutan fan base Steffi) dan penikmat musik Indonesia. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending