Connect with us

Event

Dua Program Unggulan Polda Metro Jaya dan Pemkot Jakarta

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Depok Polda Metro Jaya berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat (Pemkot Adm Jakpus) meresmikan program unggulan bernama Jabat dan RW Si Pitung, di RW 07, Kelurahan Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (25/6).

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sujana menjelaskan, program unggulan bernama Jabat (Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang Hebat) —— merupakan induk dari semua program unggulan yang ada di Polres wilayah hukum Polda Metro Jaya, pada tingkat RW dan Kampung dalam menghadapi Covid-19.

Dari sana, lanjut Nana, program unggulan Polda Metro di Polres Jakarta Pusat seperti “Rukun Warga (RW) Si Pitung” digencarkan untuk melakukan pengawasan dan pengamanan selama masa pandemi corona di lingkup rukun warga yang sudah dijalankan di wilayah hukum Polres Jakpus.

Masih dari keterangannya, program Rukun Warga Si Pitung (Pencegahan Inovatif Tangguh dan Unggul) dengan merangkul berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda, yang ada di Jakarta Pusat. Bertugas antara lain untuk membubarkan kerumunan massa dan memeriksa kawasan isolasi mandiri agar tetap steril.

“Rukun Warga Si Pitung lebih ampuh menjadikan masyarakat lebih disiplin melakukan physical distancing dan banyak berkegiatan di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara mengatakan, dari 368 RW di Jakarta Pusat, sudah 250 RW yang menerapkan one gate system (satu pintu masuk) di setiap RW masing-masing untuk mengurangi penyebaran Covid-19. “Kebersamaan warga dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini sangatlah erat, kreativitas serta inovasi dari warga RW 07 ditambah program unggulan Polda Metro Polres Jakarta Pusat RW Si Pitung mampu membuat kawasan ini menjadi zona hijau Covid-19,” jelasnya.

Peresmian program unggulan ini juga dihadiri, Kasdam Jaya, Muhammad Saleh Mustofa, Kapolres Jakpus, Heru Novianto dan Dandim 05/01, Wahyu Yudhayana, camat, dan lurah, serta RW 07 Gunung Sahari Utara.

Dalam acara ini juga ada penghargaan kepada Ipda Wardi Zain SH, Panit I Unit Binmas Polsek Senen Polres Metro Jakarta Pusat dari Polda Metro Jaya. Dimana Wardi Zain dinilai berhasil dalam melaksanakan tugas pengamanan dan problem solving atas penolakan Pemulasaraan dan Pemakaman Jenasah Covid 19 oleh Keluarga Korban di RS Radjak Hospital pada hari Senin 8 Juni 2020 Pukul 23.00 WIB.

“Saya berterima kasih atas penghargaan Kapolda Metro Jaya yang telah diberikan kepada kami. Bagaimanapun penghargaan ini bukan hanya saya, akan tetapi juga untuk masyarakat terkait yang bersedia bekerjasama membantu tugas-tugas kepolisian. Terumata tugas mengayomi dan melindungi masyarakat Kota Jakarta Pusat,” terang Ipda Wardi Zain kepada media. ( Zar/KH)

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

‘Djakarta Coffee’s Run 2023’ Satukan Komunitas Lari dan Pecinta Kopi

Published

on

By

Steffi Burase dan Teuku Edwin

Kabarhiburan.com – Olahraga teratur merupakan kunci untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. Salah satu jenis olahraga yang belakangan banyak dipilih adalah lari, karena mudah dilakukan dan tidak mahal biayanya.

Berbagai komunitas lari dan ajang lomba pun terus tumbuh, membuat jenis olahraga yang satu ini semakin populer di Tanah Air. Termasuk juga menginspirasi Steffi Burase.

Model cantik ini sedang berupaya menghadirkan aneka komunitas lari dengan pecinta kopi di acara bertajuk ‘Djakarta Coffee’s Run 2023’.

Acara yang akan diselenggarakan pada 11 Maret 2023 mendatang ini bakal dibanjiri oleh sekitar 350 peserta. Kehadiran mereka akan dimeriahkan oleh band Pilotz dan The Orion Band.

Steffi Burase selaku ketua panitia, jauh-jauh hari mengumumkan bahwa Jakarta Coffee’s Festival 2023 akan diramaikan oleh Coffee’s Run, kenapa?

“Karena banyak sekali komunitasnya. Melalui komunitas dan jajaran yang luas, kita adakanlah ‘Jakarta Coffee’s Run Road To Djakarta Coffee’s Run 2023’ pada Maret mendatang,” ungkap Steffy Burase yang ditemui di Kuningan City, Jakarta Selatan, Sabtu, 1 Oktober 2021.

Seperti namanya, ‘Djakarta Coffee’s Run 2023’ juga menghadirkan berbagai jenis kopi di Indonesia dan mengundang berbagai komunitas pelari.

“Jadi tag linenya I Run For The Coffee At The Finish Line, jadi aku lari untuk mendapatkan kopi di garis finish,” kata Steffy.

Teuku Edwin yang hadir sebagai host dalam acara tersebut sangat mendukung acara tersebut. Terlebih misi dari acara untuk mengangkat kopi lokal, yang mana Edwin juga seorang penjual kopi.

“Yang pasti pada Maret nanti kita akan tampilkan kopi-kopi lokal. Sebenarnya kopi-kopi yang kita beli dari luar negeri merupakan kopi yang berasal dari Indonesia,” katanya.

Bukan hanya mengajak masyarakat untuk lebih sehat lewat olahraga lari, ajang ini juga membuka kesempatan masyarakat untuk lebih dekat mengenal kopi-kopi asli Indonesia.

“Impian kita itu bisa mengumpulkan jajaran pengusaha kopi Indonesia, agar bisa menyalurkan cita rasa dan memberikan kesadaran, sudahlah kopi Indonesia aja pokoknya,” pungkas Steffy. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

Eby (Bima) dan Lala (Tangsel) Ungkap Alasan Ikut ‘D’Academy 5’

Published

on

By

Lala (Tangerang Selatan)

Kabarhiburan.com – Sebanyak 24 kontestan yang terpilih, menyatakan siap melaju ke Babak Top 24 ‘Dangdut Academy 5’ (DA 5). Pada babak ini tampil 4 peserta di setiap episodenya untuk memilih 2 peserta dengan bakat menyanyi dangdut terbaik.

Total 12 episode akan menayangkan penampilan terbaik dari 6 grup. Masing-masing bersaing untuk memperebutkan tempat di Babak Top 18.

Setiap akademia akan membawakan tema lagu tertentu pada penampilannya di Babak Show dan Result, dihadapan Dewan Juri Soimah Nassar, Dewi Perssik, Lesti Kejora, Fildan dan Reza Zakarya.

Akademia Eby (Bima) dan Lala (Tangerang Selatan) memiliki suara dengan ciri khas tersendiri. Keduanya menceritakan pengalaman mereka sebelum sampai ke ajang DA 5.

Eby, misalnya, sejak kecil sudah mulai nyanyi dari panggung ke panggung, hingga akhirnya memberanikan diri ikut audisi DA 5 lewat soail media.

Memang inilah impian Eby dan keluarga. Papa menyarankan untuk ikut audisi DA5, siapa tahu rejeki. Alhamdulillah, bisa sampai di titik sekarang ini,” ungkap Eby dalam wawancara virtual pada Kamis, 29 September 2022.

Sementara Lala dari Tangerang Selatan, baru memulai karir nyanyi sejak tahun 2020 silam. Keikutsertaannya di Dangdut Academy 5 pun terinspirasi sang mama, Elyn Munchen yang juga seorang penyanyi dangdut.

Lala mengaku awalnya tidak tertarik untuk terjun ke dunia menyanyi. Hatinya kemudian luluh setelah sang mama sakit. Lala pun  termotivasi untuk menggeluti dunia tarik suara.

“Karena mamah sakit, jadi aku ingin kayak mama dulu, juga bangkitin semangat hidup Mama,” ungkapnya.

Pendapat senada juga disampaikan Eby, dengan mengungkapkan alasannya menjadi seorang penyanyi. Selain ingin mewujudkan mimpinya, Eby juga ingin membanggakan keluarga.

“Insya Allah dengan masuknya di DA 5 ini bisa dikenal orang banyak, keluarga dikenal banyak orang juga, dan tidak dipandang sebelah mata,” kata Eby seraya mengamini.

Di babak sebelumnya, Eby menampilkan performa menyanyi dengan baik. Ia berhasil mendapat pujian dari Dewan juri Nassar, Lesti DA, Reza DA dan Rita Sugiarto. Hal ini tentunya membuat Eby merasa bangga dan senang, sekaligus merasa takut.

“Kalau dipuji itu berarti orang sudah percaya, jadi harus menjaga kepercayaan itu. Ini juga merupakan tantangan, motivasi dan semangat untuk berjuang lagi. Semoga Eby bisa menampilkan yang terbaik lagi,” pinta Eby. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

Para Musisi Bahas Isu Prioritas Presidensi G20 dan Industri Musik di StarsTalk Music20

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Indonesia menjadi Ketua dan tuan rumah forum internasional Presidensi G20, yang fokus pada koordinasi kebijakan di bidang ekonomi dan pembangunan. Puncak acaranya berlangsung di Bali pada pertengahan November 2022 mendatang

Sebelum sampai ke sana, sejumlah musisi lintas genre dan generasi Tanah Air akan berdiskusi membahas berbagai isu di dunia musik, serta isu prioritas yang menjadi fokus pembahasan Presidensi G20.

Kegiatan bertajuk ‘StarsTalk’ ini merupakan pre event pertama dari rangkaian event Music20 (M20), yang menjadi bagian dari event Presidensi G20.

Ketua Komite Pelaksana Music20 Tantowi Yahya menjelaskan, rangkaian acara M20 terdiri dari tiga kegiatan.

Pertama, seminar pre event ‘StarsTalk’ yang berlangsung secara virtual pada Jumat, 30 September 2022.  Sejumlah musisi kenamaan Tanah Air pun dilibatkan, seperti Anggun C. Sasmi, Iwan Fals, Tulus, Yura Yunita, Irfan Aulia, Addie MS hingga Jovial Da Lopez.

Acara ini membahas isu prioritas dari G20 melalui musik. Mulai dari hak intelektual, keberlangsungan industri musik yang adil dan inklusif, transformasi digital berkelanjutan dalam industri musik, hingga konser ramah lingkungan dan kesejahteraan pekerja kreatif.

Pre event kedua akan berlangsung pada 14 Oktober 2022 mendatang, yang merupakan konferensi pertama dari perwakilan negara-negara G20 dan sembilan negara undangan.

Konferensi pre event ini para musisi termasuk komunitas music akan membahas kekuatan musik sebagai platform untuk mendorong perdamaian, perubahan iklim, dan transisi energi yang adil.

“Puncaknya adalah M20 Summit pada 31 Oktober 2022. Kegiatan ini bakal diikuti oleh perwakilan negara-negara G20 yang hadir di KTT. Produknya adalah pernyataan bersama mengenai isu-isu prioritas yang jadi sorotan,” kata Tantowi dalam keterangannya, Jumat (1/10).

Tantowi menambahkan, inklusifitas dalam musik di era streaming saat ini, memiliki dua sisi mata pisau yang berbeda. Era ini memudahkan musisi generasi muda mengekspresikan karya dengan lebih mudah di sosial media secara instan. Hanya saja, kesejahteraan para musisi semakin tidak terperhatikan dan bias karena persaingan yang begitu luas.

“Inilah yang melatarbelakangi hadirnya Music20. Kami mendorong transformasi digital di industri musik yang adil dan inklusif,” ujar Tantowi.

Anggun C. Sasmi menambahkan bahwa di era digital saat ini musisi membutuhkan keadilan dan transparasi dari platform penyedia layanan streaming seperti Youtube.

“Platform streaming bisa membuat agreement dengan pihak iklan atau sponsor, namun kami sebagai seniman tidak pernah tahu dan tidak memiliki akses untuk mengetahui berapa pendapatan sebenarnya yang diperoleh platform streaming dari sponsor,” ujar Anggun.

“Yang jelas pendapatan si artis sangat kecil. Di sinilah dibutuhkan adanya fairness dan mekanisme yang saling menguntungkan sehingga musisi bisa terus berkarya,” imbuh Anggun.

Sementara musisi senior Iwan Fals menekankan pentingnya konsistensi antara kata dan perbuatan. Musisi bisa ikut menyuarakan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan lewat karya-karyanya.

“Karya kita bisa mempengaruhi orang lain, tapi itu tidak cukup. Kepedulian kita juga harus diterapkan dalam keseharian. Ini tugas kita semua,” jelas Iwan Fals.

M20 Summit akan diadakan secara hybrid (offline dan online) di TMII Jakarta. Acara ini juga akan menggelar pertunjukan musik kolaboratif yang menampilkan musisi-musisi lintas genre dan generasi.

Para musisi akan menyuarakan empat isu utama yang menjadi agenda pembahasan Presidensi G20, yaitu arsitektur kesehatan global, transisi energi, transformasi ekonomi digital, dan krisis pangan, untuk diperjuangkan bersama. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending