Connect with us

Musik

Dukungan Gubernur Jawa Tengah Iringi Sukses Tasya (Semarang) Di Panggung Pop Academy

Published

on

Kelompok Byoodie terdiri dari Nia LIDA, Melly LIDA, Putri DA, Rara LIDA dan Aulia DA.

Kabarhiburan.com – Pop Academy di Indosiar kian asyik untuk disaksikan. Para academia yang sudah mengerucut jumlahnya, dituntut menari selaras dengan penjiwaan lagu yang dibawakan. Hasilnya, Pop Academy menjadi kompetisi yang menghibur.

Situasi inilah yang tersaji pada kompetisi Top 15 Grup 4 yang berlangsung Senin (23/11) malam. Penampilan tiga academia, yakni Marcell (Manado), Maria (Medan) dan Tasya (Semarang), dimeriahkan oleh Goyangan Byoodie terdiri dari Nia LIDA, Melly LIDA, Putri DA, Rara LIDA, dan Aulia DA.

Ditambah lagi, debut Cakra Khan sebagai juri Pop Academy. Pelantun Jangan Mudah Putus Asa ini sempat menabur pesannya kepada para academia, agar semangat terus berlatih dan istirahat cukup demi menjaga kualitas vokal.

Demikianlah kemeriahan yang mengiringi penampilan Tasya (Semarang), membuka kompetisi dengan menyanyikan lagu Ratu Sejagad. Langsung saja Soimah, Cakra Khan dan Diana Putri memberi apresiasi berupa standing ovation.

Tasya (Semarang)

“Ini kali pertama saya memberikan standing ovation atas penampilan kamu. Pernafasan kamu sangat baik menyanyikan lagu ini sambil berjoget. Kamu pandai memainkan intonasi pada nada tinggi dan rendah,” puji Soimah.

Apresiasi Soimah menjadi kado istimewa bagi Tasya (Semarang), yang kebetulan merayakan Hari Ulang Tahun di panggung Pop Academy. Ucapan selamat serta dukungan pun berdatangan dari segala penjuru untuk Tasya (Semarang). Salah satunya dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Ayo berikan dukungan untuk Tasya (Semarang) sebanyak-banyaknya. Suaranya keren,” seru Ganjar Pranowo.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serukan dukungan untuk Tasya (Semarang).

Suasana berganti saat Maria (Medan) menampilkan lagu Tak Ada Logika. Dewan Juri kompak menyatakan kurang memuaskan.

“Maria terlalu memperhatikan koreo, sehingga terlihat ragu-ragu pada saat menyanyi. Padahal Maria memiliki teknik vokal yang baik. Kamu sebaiknya dapat lebih lepas lagi sesuai dengan lagunya”, saran Cakra Khan.

Senada dengan Cakra Khan, Bebi Romeo pun mengungkapkan bahwa belum dapat menikmati penampilan Maria (Medan).

Tidak berbeda jauh dari Maria (Medan), penampilan Marcell (Manado) yang menyanyikan lagu Inikah Cinta, ternyata belum mampu menaklukkan panggung Pop Academy. Marcell mengecewakan Juri Soimah.

“Kamu sudah tiga kali diselamatkan di Pop Academy pada babak sebelumnya. Malam ini kamu tidak seperti Marcell yang kami harapkan. Terlihat seperti tergesa-gesa pada saat menyanyi tadi. Tempo vokal dan koreo juga tidak sesuai. Pernafasan kamu pun tidak stabil. Sebagai salah satu juri yang menyelamatkan kamu di babak sebelumnya, saya kecewa dengan penampilan kamu”, ungkap Soimah.

Maria (Medan)

Benar saja. Polling akhir Pop Academy Top 15 Grup 4 menempatkan Marcell (Manado) dan Maria (Medan) di posisi dua terendah yang mengharuskan mereka untuk kembali berjuang di second chance.

Marcell (Manado) memilih lagu Anak Jalanan, sementara Maria (Medan) dengan lagu Terlalu Cinta. Dewan Juri Soimah, Cakra Khan dan Bebi Romeo sepakat untuk memberi kesempatan kepada Maria (Medan).

Itu artinya, Marcell (Manado) tereliminasi dan harus rela meninggalkan panggung Pop Academy. Sebaliknya, Maria (Medan) mendapat kesempatan untuk kembali bersaing dengan Tasya (Semarang) di babak Top 12.

Dukungan Pemirsa

Babak Top 15 Pop Academy akan terus bergulir, menampilkan Agnes (Malang), Gio (Ambon), dan Martha (Jayapura) yang tergabung dalam Grup 5.

Indosiar akan menayangkan Pop Academy Top 15 Grup 5 pada hari Kamis, 24 November 2020 LIVE pukul 21.00 WIB dari Studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat.

Pemirsa dapat mengirimkan dukungan sebanyak-banyaknya melalui aplikasi Lazada, atau vote melalui SMS ke 97288 dengan format: POPA (spasi) Nama Academia dengan tarif Rp 2,200/sms agar Academia favoritnya terus bertahan di panggung Pop Academy.

Info lebih lanjut dapat dilihat melalui Instagram: @popacademyindosiar, TikTok: @popacademyindosiar, Facebook: Pop Academy Indosiar, Twitter: PopAcademy, Youtube: Pop Academy Indosiar, dan Website: www.indosiar.com. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Jazz Gunung Bromo 2021 Hadirkan Dewa Bujana Hingga Fariz RM

Published

on

By

Foto Istimewa

Kabarhiburan.com – Pertunjukan musik, Jazz Gunung Bromo 2021 akan digelar pada 25 September mendatang, dengan menerapkan prokes ketat.

Sigit Pramono selaku Penggagas Jazz Gunung Indonesia mengatakan, semua orang yang beraktivitas di lokasi Jazz Gunung 2021, mulai dari pengisi acara, penonton hingga pendukung lainnya, harus sudah divaksin.

“Jazz Gunung Bromo 2021 adalah jawaban atas bagaimana beradaptasi dengan aturan PPKM dan menjadi titik kebangkitan penyelenggaraan event seni dan budaya,” ujar Sigit Pramono, yang juga Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM), Kamis (23/9).

Berdasarkan data assesmen level Covid-19 di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo sudah turun menjadi PPKM level 2. Sesuai peraturan PPKM yang berlaku untuk level 2 bahwa sektor pertunjukkan seni dan budaya sudah bisa dilaksanakan dengan beberapa ketentuan.

“Dengan disiplin dari semua pihak dan vaksinasi, kita semua akan mampu menyelamatkan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara bersama-sama,” kata Sigit menambahkan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarto, menyatakan dukungannya pada penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo saat level PPKM di Jawa Timur sudah turun ke level dua dan satu.

“Semoga apa yang dilakukan Jazz Gunung turut mengangkat kembali wisata di daerah tersebut dengan prokes ketat yang diterapkan,” pinta Sinarto.

Jazz Gunung Bromo 2021 berlangsung di amphiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, menampilkan Ring of Fire Project feat. Fariz RM, JANAPATI (Dewa Budjana dan Tohpati), Dua Empat, Surabaya Pahlawan Jazz, dan The Jam’s (Otti Jamalus dan Yance Manusama.

Penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo ini dengan kapasitas penonton maksimal 25 persen atau setara 500 penonton. Tiket bisa didapatkan di www.jazzgunung.com dengan tarif Tribune Rp 750.000, VIP Rp 1.000.000 dan VVIP Rp 1.250.000.

Jazz Gunung Indonesia merupakan jazz bernuansa etnik yang digelar di amphiteater terbuka di destinasi wisata kawasan pegunungan. Selain menampilkan pertunjukan musik, juga bertujuan sebagai promosi tempat wisata.

Jazz Gunung Indonesia pertama kali digelar dengan judul Jazz Gunung Bromo (2008), kini menjadi serangkaian acara musik, seperti Jazz Gunung Ijen (2020), Jazz Gunung Toba dan Jazz Gunung Burangrang. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Rio Gebze Curhat Lewat Single ‘Jangan Kembali’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Musik tidak dapat dilepaskan dari pengalam hidup pribadi. Sudah banyak penyanyi Tanah Air menciptakannya jadi karya musik yang enak didengar di masa pandemi.

Salah satunya penyanyi pendatang baru kelahiran Subang, Rio Gebze, yang mencurahkan perasaan terdalamnya saat menyanyikan single berjudul ‘Jangan Kembali’.

Sebuah lagu pop bernuansa mellow, Rio Gebze ciptakan berdasarkan pengalaman nyata dirinya diselingkuhi istrinya. Meski Rio Gebze sudah move on bersama pasangan yang sekarang, namun bisa menuangkan rasa hatinya menjadi karya lagu yang pedih mengigit.

“Lagu ini adalah cerita nyata hidup gue saat mantan selingkuh dengan dengan teman sendiri. Makanya waktu nulis lagu dan lirik, feel-nya dapat banget,” jelas Rio Gebze, saat mengenalkan single ‘Jangan Kembali, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/9).

Pada waktu yang bersamaan, lagu dan video klip ‘Jangan Kembali’, sudah bisa dinikmati para pecinta musik melalui stasiun radio dan kanal youtube Positif Art Musik.

Proses penggarapan single yang diproduksi Positif Art Music ini, Rio Gebze bersama produser Sujana dan Executive Produser Aini Gebze Pattihahuan.

Selain itu, ia juga mendapat dukungan para musisi ternama Indonesia. Mereka adalah  Irwan Simanjuntak sebagai komposer musik serta Bowo Soulmate pada vocal director, Andre Dinuth (gitar), Rayendra Sunito (drum), Adit (bass).

Single perdana ‘Jangan Kembali merupakan langkah awal Rio Gebze untuk serius di dunia musik. Karya-karya terbaru yang menggabungkan antara lirik tentang cinta dengan musik ala Rio Gebze akan terus dihadirkan. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Desofi (Bandung) Dapat Saweran dan Diselamatkan Juragan Soimah

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Panggung 20 Besar Bintang Pantura 6 berlanjut ke Grup 3, berlangsung pada Senin (20/9). Empat biduan dan biduanita, yakni Ayu (Garut) dari Tim Kiyowo, Desofi (Bandung) dari Tim Happy, Yandi (Buton) dari Tim Terpesona dan Garyyn (Kuningan) dari Tim Sayang.

Keempat penyanyi muda ini berjuang menjadi yang terbaik pada setiap penampilannya, demi meraih sebanyak mungkin dukungan pemirsa Indosiar. Posisi polling turut menentukan nasib mereka di Panggung 20 Besar Bintang Pantura 6.

Dua biduan dan biduanita dengan polling pemirsa tertinggi dipastikan melaju ke babak selanjutnya. Sedangkan dua biduan dan biduanita yang terendah perolehan pollingnya akan menyanyikan lagu pilihan Juragan Soimah di babak Saling Senggol.

Bagi yang tidak diselamatkan Juragan Soimah, terpaksa menghentikan perjuangannya di kompetisi Bintang Pantura 6.

Lagu berjudul “Pemuda Idaman” dari Desofi (Bandung) yang membuka Panggung 20 Besar Grup 3 berhasil memikat hati Mentor, yakni Nassar, Happy Asmara, Dewi Perssik dan Via Vallen, untuk mendorong tuas.

Sukses itu juga membuat Desofi (Bandung) berhak mendapat saweran dari Juragan Soimah.

“Saya sangat senang pada penampilan kamu yang menurut saya sangat sempurna malam ini. Jadi, saya akan kasih Rp 1 Juta untuk kamu langsung,” ujar Juragan Soimah, lalu menugaskan Ajur Nunung untuk memberikan uang tunai Rp 1 Juta.

Desofi juga mendapat pujian Nassar. “Luar biasa sekali. Semoga kamu bisa melanjutkan perjuangan ini ke babak selanjutnya,” harap Nassar.

Giliran Garryn (Kuningan), anak didik Via Vallen, juga berupaya menaklukkan Panggung 20 Besar Bintang Pantura 6. Ia mengajak seisi Studio 5 Indosiar bergoyang bersama lewat lagu “Kuncung”.

Garryn (Kuningan)

Via Vallen, Happy Asmara, dan Dewi Perssik mendorong tuas. Sebaliknya, Nassar enggan mendorong tuas.

“Di awal-awal tadi kamu keren sekali karena memasukkan unsur musik jazz. Tetapi ketika di part dangdut, kamu masih kebawa musik jazz yang sebelumnya. Yang seharusnya part dangdut koplo, kurang terlihat,” ujar Nassar.

Sementara Via Vallen sebagai mentor memberi pembelaan untuk Garryn (Kuningan), menilai sudah berupaya memberikan yang terbaik.

Kompetisi berlanjut pada penampilan Ayu (Garut), yang menyanyikan lagu “5 Menit Lagi”, hanya mendapat tiga bintang dari tiga Mentor.

Nassar yang merupakan mentor dari Ayu (Garut) justru tidak mendorong tuas. Nassar pun mengungkap alasannya engan mendorong tuas.

“Ini seharusnya tugas berat dari Mentor yang mendidiknya. Kenapa penampilan malam ini justru tidak lebih baik dari Panggung Pilih-Pilih?,” ujar Juragan Soimah emosi. Kemudian dijawab Nassar, yang mengaku telah mempersiapkan dengan baik untuk penampilan Ayu (Garut).

Peserta terakhir, Yandi (Buton) membawakan lagu “Sayang Sayang”. Hasilnya, hanya Dewi Perssik yang mendorong tuas.

“Saya berterima kasih kepada Yandi sudah menjawab tantangan menyanyikan lagu dengan lirik berbahasa Jawa, sedangkan Yandi berasal dari Buton. Saya menilai Yandi punya potensi yang besar,” tutur Dewi Perssik mengapresiasi perjuangan anak didiknya.

Polling akhir menempatkan Garryn (Kuningan) di posisi teratas dan  Yandi (Buton) di posisi kedua, sekaligus memastikan diri untuk melaju ke babak selanjutnya.

Desofi (Bandung)

Sementara Desofi (Bandung) dan Ayu (Garut) kembali berjuang di babak Saling Senggol. Mereka menyanyikan lagu pilihan Juragan Soimah. Ayu (Garut) menyanyikan “Cukup Satu Menit” dan Desofi (Bandung) menyanyikan lagu “Talak Tilu”.

Hasilnya, Juragan Soimah memilih untuk menyelamatkan Desofi (Bandung). Itu artinya, Ayu (Garut) harus menghentikan perjuangannya di kompetisi Bintang Pantura 6.

Dengan demikian, hingga Senin (20/9) Tim Happy, Tim Sayang, dan Tim Kiyowo masing-masing telah kehilangan satu orang anak didik.

Kompetisi Panggung 20 Besar Bintang Pantura 6 masih berlanjut mala mini, Selasa (21/9) menampilkan Grup 4 ditayangkan oleh Indosiar secara LIVE sejak pukul 20.30 WIB. (TS. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Trending