Connect with us

Budaya

Entete-1 Raih Pesonanya, Miliki Potensinya

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sebuah pagelaran budaya tradisional akan kembali hadir di tengah hiruk pikuknya Jakarta, berjudul Konser Gelar Budaya Tahunan Nusa Tenggara Timur 2019.

Acara yang digelar untuk pertama kali ini berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, mulai pukul 16.00 sampai 23.00 WIB, pada Jumat 22 November 2019 mendatang.

Panitia memilih konsep variety show yang mengusung serangkaian kegiatan seni, budaya, musik, fashion show, talk show, kuliner dan forum bisnis. Dirangkum dalam tema besar: entete-1 Raih Pesonanya, Miliki Potensinya.

Tujuannya, untuk lebih memantapkan pesona Nusa Tenggara Timur lewat kekayaan wisata, seni dan budaya. Selain menggali potensi kekayaan alam guna mengundang banyak lebih banyak lagi pengusaha lokal maupun manca negara untuk berinvestasi di Nusa Tenggara Timur.

“Kami merancang konsep kegiatan, sehubungan dengan niat  membantu Pemerintah Provinsi dalam mengembangkan Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar ketua panitianya, TA Rusland di Jakarta, Rabu (2/10).

TA Rusland (kiri) dan Stef Beda, selaku Ketua dan Sekretaris Panitia Gelar Budaya Tahunan nusa tenggara timur 2019

Gelar Budaya Tahunan Nusa Tenggara Timur 2019  menghadirkan keragaman budaya lokal dan pameran dagang yang menampilkan ciri khas masing-masing kabupaten di stand yang disediakan gratis.

“Kami sudah merencanakan pula, untuk memamerkan kain tenun ikat sepanjang 68 meter tanpa sambungan. Kain ikat ini berhiaskan lambang negara RI. Kalau dibentangkan bagus sekali, lho,” ujar Rusland.

Rusland menambahkan, potensi Nusa Tenggara Timur sungguh luar biasa. Hanya saja masyarakatnya lebih banyak bergerak sendiri-sendiri selama ini.

“Mereka enggak salah, karena belum memahami. Makanya saya menawarkan semacam integrated marketing communication, yaitu bagaimana menjual semua potensi  Nusa Tenggara Timur dalam satu wadah. Dalam ajang pertama ini, kami coba semaksimal yang bisa dilakukan,” jelas Rusland.

Kami mengakomodir hal-hal yang sederhana, supaya tidak terkesan glamour namun berisi. Mudah-mudahan kegiatan yang sama bisa dilakukan setiap tahun. Tahun ini kami adakan di Jakarta. Selanjutnya bisa diadakan di Nusa Tenggara Timur,” harap Rusland.

Lima Kabupaten

Gelar budaya tidaklah lengkap bila tidak diiringi panggung hiburan musik dan budaya. Selain menampilkan aneka traian tradisional, panitia sudah menyiapkan pertunjukan musik yang dibawakan grup Kalabala Voice. Mereka akan membawakan lagu Flobamora ala Gregorian.

Para panitia pelaksana Gelar Budaya Tahunan nusa Tenggara timur 2019.

Selain Kalabala Voice, acara ini juga akan menghadirkan penyanyi senior Obi Mesakh, Wens Kopong yang merupakan putra daerah NTT. Selain menampilkan Rita Nasution, Dian Piesesha, Widyawaty Sophiaan, David Koeswoyo  dan Trio Visca.

“Disini kami memadukan penyanyi senior dan penyanyi milenial asal Nusa Tenggara Timur dan artis ibukota,” ujar Rini Asmara, salah seorang panitia.

Kegiatan yang disponsori Bank BNI ini berangkat dari gagasan keratif para seniman muda di Pulau Adonara, Flores Timur dalam sebuah gelar budaya yang akan mempresentasikan pesona pariwisata dan potensi kekayaan alam di lima Kabupaten-Kota di Nusa Tenggara Timur.

Lima Kabupaten-Kota yang dimaksud adalah Kabupaten Flores Timur, Manggarai, Sikka, Timor Tengah dan Kabupaten Sumba.

“Kami memulai dari 5 Kabupaten-Kota ini terlebih dulu. Rencananya akan berkelanjutan pada Kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur di masa yang akan datang,” jelas Stefanus Beda, selaku sekretaris panitia. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Pandemi Covid-19, Ki Kusumo Ajak Masyarakat Lakukan Hal Ini

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Hari-hari ini bangsa Indonesia dihadapkan pada pandemi Covid-19. Ini terjadi bukan hanya melanda Indonesia namun menjadi ancaman di seluruh dunia. Situasi ini juga mengganggu pikiran Ki Kusumo.

Aktor yang juga Konsultan supranatural ini menuliskan hasil renungannya lalu membagikannya kepada para awak media.

“Kita pernah mendengar tentang SARS, Flu Burung, Lumpuh Layu, dan lain-lain,  yang sempat menjadi Epidemi. Belum lagi ada beberapa peristiwa lain yang membuat takut dan terjadi secara cepat dan sporadik, seperti bencana alam. Dalam kepercayaan kami, orang Jawa pasti ingat yang namanya peristiwa Betara Kala,” tulis Ki Kusumo.

Betara Kala secara harfiah diartikan sebagai Dewa Kala. Sebuah simbol yang jika sudah waktunya siapapun akan dibinasakan. Jika sudah ada tandanya siapapun tak akan bisa melawannya.

“Ini mungkin cerita pewayangan yang sudah mendarah daging, menyangkut sesuatu yang berkaitan dengan keselamatan manusia. Apabila seseorang sudah waktunya seseorang meninggalkan dunia fana, maka pada saat itu pula Batara Kala akan menjemputnya,” sambung Ki Kusumo.

Ada namanya orang saat yang beruntung dan orang saat yang tidak beruntung, tapi ada satu kepercayaan lain yang menyatakan bahwa alam ini perlu diseimbangkan.

“Saya melihat ini lebih kepada sebuah peristiwa yang orang Jawa menyebutnya dengan nama ‘Pageblug’, yakni sebuah cerita tentang kesialan, sebuah wabah, sebuah penyakit yang menyerang secara sporadis pada setiap manusia di seluruh dunia, yang sebenarnya dikendalikan oleh makhluk-makhluk tak kasat mata,” ujarnya.

Ki Kusumo menyebut alam sedang menyeimbangkan tubuh, sistem karena kerusakan yang dilakukan manusia.

“Diambil pohonnya, diambil sumber daya alam, dan lain sebagainya. Sehingga terjadi longsor dan sebagainya. Karena ketidak seimbangan, terjadilah di mana sisitem bumi akhirnya sudah tidak seimbang.  Hingga akhirnya bumi pun secara alami melakukan sebuah prosesnya,” jelasnya.

Terkait wabah Covid-19, Ki Kusumo mengajak semua masyarakat agar menjaga keseimbangan alam dan ingat akan Tuhan.

“Jangan pernah lupakan Tuhan. Jangan pernah lupakan bahwa di alam nyata pun ada alam tidak nyata. Kita hidup berdampingan. Semua harus saling menghargai, saling toleran sehingga keseimbangan alam itu terjadi,” ucap Ki Kusumo mengingatkan.

“Ini (wabah covid-19) adalah ‘Pageblug’ yang akan kita sikapi. Ayo kita lakukan sebuah proses ritual keheningan jiwa. Mari kita ingat bahwa kita ini siapa dan berasal dari mana. Kita bagaimana dan harus apa?,” serunya.

Di akhir tulisannya, Ki Kusumo menginginkan semua orang termasuk pemerintah melakukan tindakan kebudayaan masa lampau.

“Saya mengajak seluruh warga masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk juga sama-sama agar kita bisa berdoa bersama, kita melakukan sesuatu yang berkaitan dengan spiritual. Ingat bahwa kita punya Tuhan,” pungkas Ki Kusumo.

Continue Reading

Budaya

Wisatawan Dibatasi Masuk Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola tiga candi yaitu Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Boko, akhirnya memilih membatasi wisatawan yang mengunjungi area komplek ketiga candi tersebut.

Kebijakan tersebut diambil sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran pandemi global Coronavirus. Pembatasan pengunjung berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 16 hingga 29 Maret 2020.

“Selama masa waspada virus corona, wisatawan tidak diperkenankan naik ke area candi,” ujar Edy Setijono dalam keterangan resmi yang diterima Kabarhiburan.com, Kamis (19/3).

Edy Setijono selaku Direktur Utama PT TWC menjelaskan bahwa pembatasan kunjungan diberlakukan untuk kunjungan umum, regular, sunrise/sunset, maupun Borobudur Manohara Package. Untuk sementara pengunjungi hanya sampai zona 2 dan zona 3.

Pembatasan tersebut juga sebagai tindak lanjut dari arahan pemerintah dengan menjalankan protokol area publik virus corona. Apabila ditemukan suspect virus corona, maka seluruh kawasan akan ditutup sebagai tindakan pencegahan penyebaran.

“Kebijakan pembatasan kunjungan diambil supaya tidak ada kepanikan yang berlebihan, sehingga kondisi pariwisata di Yogyakarta maupun Jateng tetap kondusif, namun tetap siaga dan waspada,” jelas Edy Setijono.

Selama pembatasan kunjungan ini, harga tiket masuk pun diturunkan. Pengelola hanya memberlakukan satu harga tiket masuk, serta meniadakan tiket terusan.

PT TWC juga membentuk Satgas Pencegahan Penyebaran Virus corona yang bertugas melakukan tindakan preventif dengan melakukan penyemprotan desinfektan ke seluruh kawasan wisata candi. Misalnya toilet, mushola, dan shelter yang biasa menjadi tempat berkumpulnya wisatawan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengapresiasi kebijakan pembatasan kunjungan tersebut. Menurutnya, penting bagi setiap asosiasi/pelaku industri pariwisata memberlakukan protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran Menteri Kesehatan.

“Prioritas Kemenparekraf/Baparekraf saat ini adalah melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh lapisan masyarakat.

Untuk itu perlu dukungan dan peran aktif setiap pemangku kepentingan, termasuk asosiasi maupun pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona,” jelas Wishnutama. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Budaya

Topeng Dalang dan Gili Iyang Kebanggaan Kabupaten Sumenep

Published

on

By

Topeng menjadi media ungkap menyampaikan perasaan, maksud, dan gagasan maupun pesan sosial. Bentuk komunikasi nonverbal. Tidak hanya dari sisi keindahan estetis yang dimiliki, tetapi sisi misteri yang tersimpan pada raut wajah topeng.

Kesenian topeng ini pula yang ditampilkan duta seni Kabupaten Sumenep, dalam pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur 2020, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (08/03/2020).

Mengetengahkan cerita Keris Pulanggeni, grup kesenian daerah ini tampil menarik. “Topeng dalang adalah kesenian tradisionil yang menjadi kebanggaan kami. Bahkan dapat dikatakan kesenian topeng dalang hanya ada di Sumenep dan di Malang,” ujar Drs. Bambang Irianto, M.Si, selaku Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Sumenep, usai menyaksikan pertunjukan.

Kesenian topeng di Indonesia sudah ada sejak zaman prasejarah. Sebagai karya seni, topeng terus berkembang secara aplikatif. Bahkan sejumlah daerah di Indonesia, identik memiliki kesenian topeng. Salah satunya adalah kesenian topeng dari Kabupaten Sumenep, yang dikenal dengan Topeng Dalang.

Kekuatan seni topeng ada pada sang Dalang. Walau elemen lain juga tak kalah menarik dan sama pentingnya. Seni topeng merupakan bentuk kesenian teater rakyat tradisional yang paling kompleks dan utuh.

Keindahan penampilan pada pemeranan (aktor dan aktris), musik, lagu dan tari, unsur kerajinan (topeng), serta elemen artistik lainnya, grup kesenian ini berhasil mengakselerasikan pertunjukan secara elok. Mereka berhasil menghidupkan karakter maupun peran masing-masing.

“Kesenian tradisonil ini merupakan hasil cipta, rasa, karsa generasi pendahulu kita; nenek moyang kita. Wajib hukumnya untuk dilestarikan. Dan bahkan topeng dalang sudah dipatenkan menjadi milik masyarakat Sumenep,” ungkap Bambang.

Selain dipentaskan di tempat-tempat seperti TMII ini, kata Bambang, topeng dalang juga sering ditampilkan saat ada ruwat (pemulihan dan doa).

“Bahkan topeng dalang dipentaskan juga di luar negeri, diantaranya Belgia, Prancis, Jepang, dan Amerika Serikat,” terangnya.

Bambang berharap kesenian Topeng Dalang bisa lestari dan menjadi kesenian yang mendunia. “Dikenal masyarakat luas, khususnya generasi milenial Indonesia. Mereka kenal dan tahu tentang kesenian topeng dalang ini,” harapnya.

Potensi Wisata Alam Gili Iyang

Selain seni dan budaya, Bambang juga menyampaikan potensi Sumenep dari sisi sumber daya alam dan kepariwisataan. Menurut Bambang, wisata alam Sumenep juga tak kalah menarik dengan tujuan wisata lainnya. Salah satu yang menjadi andalan Kabupetan Sumenep adalah, kawasan Gili Iyang. Gili Iyang disebut sebagai pulau dengan kandungan oksigen paling bersih di Indonesia.

Bahkan Gili Iyang dinobatkan sebagai pulau di Indonesia dengan kadar udara terbersih nomor dua di dunia setelah Yordania. Kadar oksigen di Gili Iyang ini diperoleh dari kelestarian alam yang hingga kini masih terjaga dan tidak terkena polusi.

“Silahkan datang. Itu yang menjadi salah satu target pemerintah Kabupaten Sumenep.Upaya mengenalkan budaya Sumenep baik yang tradisonil, klasik, maupun yang modern, termasuk mengenalkan potensi pariwisata,” ujar Bambang.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Samad Widodo, SS, MM menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Semenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si, dalam acara Paket Kesenian Daerah — Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, yang digelar di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (23/2/2020). (ist)

Turut menyaksikan pergelaran ini, Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Samad Widodo, SS, MM, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Sumenep, serta warga dan pengurus Pawarta (Paguyuban Warga Jakarta) asal Jawa Timur.

Para seniman yang terlibat di pergelaran ini, antara lain; Ian Pewaras (Gagasan/Ide Cerita), Ian Pewaras (Penulis Cerita & Sutradara), Suli (Asisten Sutradara), Agus Widodo (Penata Tari), Admuni (Penata Panggung), Amin Khadafi (Artistik), Adistia Weni (Penata Kostum dan Penata Rias), Abutapa (Penata Musik), serta puluhan pengrawit, penyanyi dan penari.

Di bidang manajemen, Pelaksana Produksi Duta Seni Daerah Kabupaten Semenep, menempatkan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Semenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si, (Pelindung), Roby Firmansyah Wijaya, SE, MM (Penasehat), Minsana Purwani Ningrum, SH (Penanggung Jawab), serta Agus Widodo (Pimpinan Produksi).

Duta seni dari Kabupaten Sumenep ini di bawah pembinaan langsung Bupati Sumenep, Drs. Maryoto Birowo, MM. Bertindak sebagai Penasehat, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Penanggungjawab, Kepala Bidang Nilai Budaya dan Kesenian (NBK) dan Asri Kusumaning Patri, M.Pd selaku Pimpinan Produksi.

Bertindak sebagai Juri Pengamat Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur adalah, Suryandoro, S.Sn (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito* (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Dra. Nursilah, M. Si. (Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta), dan Nanang Hape (Dalang).

Pekan selanjutnya, pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, akan menampilkan duta seni Kota Madiun (22 Maret 2020), dan Kabupaten Trenggalek (28 Maret 2020)./***

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending