Connect with us

Film

Erros Djarot dan Christina Hakim Ingin Dibukakan Pintu untuk Film Indonesia

Published

on

“Karya inspiratif seperti film Tjoet Nja’ Dhien, patut mendapatkan sambutan, juga dukungan keberpihakan dari pihak jaringan bioskop kepada film nasional,” ujar Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno,” Minggu (30/5).

Kabarhiburan.com – Film Tjoet Nja’ Dhien sebagaimana dikatakan Christine Hakim, terbukti menjadi ruang menyatukan rasa seluruh orang Indonesia. Karen film yang berjaya meraih delapan (8) piala Citra dalam FFI 1988 ini, tidak berbicara tentang masalah perbedaan.

Malah sebaliknya, film arahan sutradara Erros Djarot ini, justru berbicara tentang perjuangan dan semangat keindonesiaan. Karenanya, film ini berhasil menyatukan rasa kebangsaan.

Bukti konkritnya, hampir semua pemimpin partai politik dari berbagai latar belakang politik di Indonesia, telah menonton film ini. Dari pimpinan partai PKB, PKS dan PAN, sejak film ini diputar kembali, setelah direstorasi di Belanda, mulai tanggal 20 Mei 2021.

Bahkan, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P. (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia), Ida Fauziyah, M.Si. (Menteri Ketenagakerjaan), Dr. Sofyan A. Djalil (Menteri Agraria dan Tata Ruang) dan Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) telah memberikan kesaksian positif atas rilis ulangnya film Tjoet Nja’ Dhien.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan keluarga juga tak ketinggalan telah menonton film ini. Apalagi masyarakat Aceh dengan bendera Aceh Connection-nya.

Singkatnya, film Tjoet Nja’ Dhien benar-benar berhasil menghimpun banyak penonton sejak diputar ulang. Menjadi ruang penyatuan masyarakat Indonesia.

Karena itu, Christine Hakim mengaku sempat tak habis pikir begitu mengetahui satu layar film Tjoet Nja’ Dhien diturunkan atau sengaja dikorbankan, oleh pihak Cinema XXI/21 demi satu (1) judul film film asing. Yang harus menggunakan empat sampai lima layar dalam satu bioskop untuk memutar film impor.

Apa yang dirasakan Christine Hakim dirasakan juga oleh Erros Djarot. Menurut Erros, apa yang dilakukan pihak Cinema XXI/21 berlebihan atas penurunan satu (1) layar film Tjoet Nja’ Dhien di PIM XXI.

“Tidak masuk akal dan tidak mempunyai empati, atau tidak sejurus dengan anjuran kampanye pemerintah. Yaitu datang ke bioskop menonton film nasional. Bolehlah menayangkan satu judul film asing diputar di empat atau lima layar di satu bioskop, tapi tak perlu juga sampai mengorbankan satu buah layar yang memutar film Nasional,” kata Erros Djarot seusai nobar film Tjoet Nja’ Dhien bersama Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, di Plaza Senayan Jakarta, Minggu (30/5/2021).

Ketidakmengetian dan kekecewaan Christine Hakim kepada Cinema XXI / 21 bermula saat per tanggal 20 Mei 2021 film Tjoet Nja’ Dhien diputar ulang di lima (5) layar bioskop jaringan XXI/ 21. Yaitu bioskop Plaza Senayan (PS), Pondok Indah Mal (PIM) , TransMall Cibubur, Blok M Square, dan Megamall Bekasi.

Dua hari kemudian, karena ditimbang sambutan penonton film nasional atas film Tjoet Nja’ Dhien, dinilai baik, akhirnya mendapatkan tambahan dua (2) layar di bioskop Bintaro XChange dan Karawaci Mall.

Seiring berjalannya hari, film Tjoet Nja’ Dhien yang sempat ditonton sejumlah tokoh politik, tamu VVIP dan VIP lainnya, akhirnya tersisa tiga (3) layar penayangan. Yaitu di PS, Blok M Square dan PIM. Namun sayangnya, yang di PIM pun akhirnya harus diturunkan juga, meski sebenarnya, menurut Christine Hakim, raihan penontonnya masih baik.

“Saya yang turut menggalakkan kampanye pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf dan Kementerian terkait, untuk kembali ke bioskop menonton film nasional, tetap diperlakukan tidak adil pembagian layarnya. Hanya karena ada film baru dari Hollywood yang mulai diputar per hari Rabu (26/5/2021) dan memakan empat sampai lima layar dalam satu bioskop. Setelah saya check langsung, isinya tidak lebih banyak dari penonton film Tjoet Nja’ Dhien, yang dalam satu layar bisa mencapai 25-30 penonton,” kata Christine Hakim sengit.

Karenanya, dia sekaligus mengkritisi Program Pemerintah cq Kemenparekraf dan Kementerian terkait, yang menggaungkan kampanye kembali ke bioskop menonton film nasional, harusnya dipertegas dan diperjelas. Demi menempatkan film Nasional sebagai prioritas utama dan pertama. Sehingga kedatangan penonton film Nasional di masa pandemi, ke bioskop, tetap memprioritaskan film Nasional sebagai goal-nya.

“Kalaupun film asing tetap diputar, jangan korbankan layar untuk film Nasional, atas nama apapun,” tekan Christine Hakim.

Hal senada ditambahkan Erros Djarot yang menghimbau kepada pihak bioskop dalam hal ini Cinema XXI/ 21, untuk ikut berpartisipasi dalam upaya membangkitkan film Indonesia.

“Dengan membukakan sedikit pintu kepada film Nasional. Jangan film asing mendapatkan empat layar, sementara film Nasional malah tidak disambut,” kata Erros Djarot.

Menurut Sandiaga Uno, karya inspiratif seperti film Tjoet Nja’ Dhien, patut mendapatkan sambutan, juga dukungan keberpihakan dari pihak jaringan bioskop kepada film nasional.

“Apalagi film ini dalam pembuatannya melibatkan lebih dari 1500 kru. Bahkan film ini mengalami persoalan keuangan. Banyak kru yang tidak dibayar waktu itu. Tapi hasilnya (menjadi) film epik, dengan meraih delapan Piala Citra dengan segala keterbatasannya. Saya ucapkan apresiasi atas film ini,” kata Sandi Uno.

Dia menambahkan, selaras dengan gerakan kembali ke bioskop yang dicanangkan pemerintah, Yaitu kampanye “Ayo kembali ke bioskop,” dia kembali meminta pemilik usaha bioskop untuk turut memberikan keberpihakannya kepada peredaran film nasional.

“Karena puluhan ribu masyarakat yang bergantung pada industri film nasional. Makanya, keperpihakan pemerintah juga harus sejalan dengan semangat kemajuan industri film Indonesia,” kata Sandi Uno.

Sandi menerangkan, dukungan Program Ekonomi Nasional (PEN) sektor Kemenparekraf mewujud dalam tiga bentuk. Yaitu kampanye film Indonesia, mendorong jumlah penonton, dan produksi film yang akan dipilih pembiayaannya oleh Dewan Film dan Kurator.

“Untuk kampanye menonton film Indonesia, dengan cara buy one get one free,” katanya. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Mulai 17 September, Film ‘Detak’ Versi Director’s Cut Tayang di Bioskop Online

Published

on

By

Fillm ‘Detak’ tayang terbatas di Bioskop Onlne mulai 17 September mendatang. (Foto: Instagram)

Kabarhiburan.com – Sukses meraih berbagai penghargaan di berbagai festival film mancanegara, tiba saatnya film Detak dinikmati lewat layanan TVOD streaming Bioskop Online.

Film Detak merupakan versi director’s cut Tarian Lengger Maut, akan ditayangkan mulai Jumat, 17 September hingga 3 Oktober 2021 mendatang.

Sebelum sampai ke sana, sutradara Yongki Ongestu dan produser Aryanna Yuris mengadakan virtual media gathering, menghadirkan aktor Refal Hady dan aktris Alyssa Abidin. Hadir pula, Gupta Gautama, selaku Head of Content Bioskop Online, pada Selasa (14/9).

Yongki Ongestu menjelaskan film ‘Detak’ telah meraih aneka penghargaan di berbagai festival film mancanegara. Sukses tersebut mendorong tim produksi film ‘Detak’ untuk menayangkan penyuntingan akhir berdasarkan keinginan sutradara, agar bisa dinikmati masyarakat luas.

“Versi ini adegannya lebih detail dan proses pengenalan dan pendalaman karakter lebih panjang. Kami juga menggunakan treatment yang berbeda” ujar Yongki Ongestu berpromosi.

Salah satu treatment yang dimaksud adalah previsualization atau penggambaran adegan sebelum syuting dengan membuat animasi film secara utuh. Selain, masih ada treatment psychology of colour, yakni menyoroti perubahan karakter melalui gerakan kamera dan palet warna.

“Kami berharap, versi ini bisa dinikmati penonton. Versi sinemanya sudah tayang di bioskop offline. Sedangkan versi festival akan tayang di bioskop online,” jelas produsernya, Aryanna Yuris.

Film ‘Detak’ bercerita tentang profesi dokter yang memiliki status sosial yang tinggi di mata masyarakat. Dokter Jati (Refal Hady) paham betul statusnya tersebut, saat tiba di desa Pagar Alas sebagai penyembuh serta rajin menolong warga desa.

Seiring kehadirannya, muncul sebuah misteri di desa tersebut. Satu per satu warga menghilang dan jasadnya ditemukan tanpa jantung.

Detak jantung dr. Jati pun jadi tidak beraturan karena berjumpa seorang perempuan desa bernama Sukma (Della Dartyan), dalam masa penahbisan menjadi Penari Lengger, seni tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Apa sebenarnya yang terjadi di desa Pagar Alas? Yang lebih penting lagi, apa yang terjadi diantara dr. Jati dan Sukma?

Saksikan film Detak mulai 17 September hinga 3 Oktober 2021, dengan harga tiket presale terbatas Rp 25.000. Tiket sudah bisa diperoleh melalui website www.bioskoponline.com. Aplikasinya bisa  diunduh melalui App Store dan Google Play Store. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Main Sinetron Kolosal ‘Angling Dharma’, Intan Permata Jadi Istri Mahapatih Batik Madrim

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Selebgram sekaligus model, Intan Permata, sedang berbahagia. Ia mendapat tawaran seni peran di sebuah sinetron kolosal berjudul ‘Angling Dharma‘. Sinetron ini yang tayang platform OTT Maxstream.

“Aku nggak nyangka di musim pandemi Covid-19, disaat panggung hiburan lagi sepi karena masih PPKM, aku syuting sinetron kolosal,” tutur Intan Permata, Selasa (14/9/2021).

Artis bertubuh seksi ini memerankan tokoh protagonis sebagai Dewi Kusuma Gandawati istri dari Mahapatih Batik Madrim, yang merupakan orang kuat nomor dua di Kerajaan Malawapati.

“Jadi ceritanya jadi isteri seorang Mahapatih yang cantik, anggun, penyabar, penyayang dan mudah khawatir dan memang karakter bangsawan banget,” ungkap Intan Permata.

Intan Permata mengaku dirinya senang melakukan adegan berbahaya seperti silat dan bertarung.

“Nggak takut kulit terbakar, semisal syuting diluar ruangan atau luka memar sekalipun ya, karena memang bakat akting atau bakat di dunia seni kan harus totalitas juga,” jelas Intan Permata. (ts)

Continue Reading

Film

Gratis, Multivision Plus Hadirkan Original Series Horor “Ritual”

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Rumah produksi MVP Entertainment baru saja meluncurkan original series bertajuk “Ritual.

Serial genre horor ini dapat disaksikan secara eksklusif melalui aplikasi TrueID yang dapat diunduh di Google Play, atau melalui situsnya www.trueid.id secara gratis alias tanpa biaya langganan.

“Ini adalah kesempatan yang baik bagi MVP Entertainment bisa bekerja sama dengan TrueID, untuk menggarap serial horror suspense Ritual ini,” ujar produser Amrit Punjabi dari  MPV Entertainment.

Sutradara Azhar Kinoi Lubis memilih para bintang ternama, seperti Putri Ayudya, Shareefa Daanish, Aghiny Haque, Joshua Suherman, Omar Daniel, Yasamin Jasem, Dian Sidik dan masih banyak lagi, menjadikan “Ritual” menjadi serial horror yang bertabur bintang.

Menariknya, “Ritual” merupakan karya perdana penulis muda berbakat Erwanto Alphadullah yang  merangkai 8 kisah, masing-masing berdurasi 15 menit. Namun jangan ragu, Azhar Kinoi Lubis membalur karya 15 menitnya ini dengan penuh ketegangan dan teror yang mencekam.

Armando Siahaan selaku Country Manager TrueID, menyebutkan bahwa series ini akan mengajak penontonnya menyaksikan seberapa jauh manusia bisa bertindak, ketika kehidupan mereka yang tragis dan penuh cobaan dipertemukan teror-teror gaib yang mengerikan.

“Serial ini menghadirkan elemen-elemen penting sebuah karya horor, seperti rasa takut, unsur kaget dan lainnya. Namun pada saat yang bersamaan juga memiliki nilai kemanusiaan dan pelajaran kebudayaan yang lebih dalam,” ujar Armando Siahaan.

Serial Ritual tayang perdana pada Kamis, 9 September 2021, penonton sudah bisa menikmati 3 episode pertama dengan judul “Makan Malam”, “Buku Menjadi Abu” dan “Satu Atap”. Sedangkan episode lainnya akan diluncurkan setiap Kamis setiap pekan. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending