Connect with us

Selebritas

Eza Gionino Balik Somasi Qory Sopiandi, si Pedagang Ikan Arwana

Published

on

Aktor Eza Gionino didampingi kuasa hukumnya Henry Indraguna.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pesinetron Eza Gionino mengaku kaget usai mengetahui dirinya dipolisikan oleh tim kuasa hukum Qory Sopiandi, pedagang ikan Arwana asal Kalimantan pada 11 Januari silam.

Dalam laporan yang dilayangkan ke Mapolda Metro Jaya, Eza dituduh telah melakukan dugaan penipuan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Kagetlah Eza karena mengira persoalannya dengan Qory Sopiandi sudah selesai. Apalagi, Qory sudah meminta maaf dan mencium kaki Eza pada 27 November 2019.

Qory meminta maaf lantaran sudah mengancam akan membunuh istri serta anak Eza, hanya gara-gara Eza komplain bahwa ikan yang dikirimkan Qory tidak sesuai dengan ikan arwana yang diharapkan.

“Ya, kirain sudah (selesai) tuh. Eh, malah diperkeruh. Di sini gue merasa  sudah berusaha untuk berbesar hati, dari awal niat gue adalah membantu. Ingat, niat gue membantu si Qory,” kata Eza Gionino didampingi kuasa hukumnya, Henry Indraguna, yang ditemui di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).

Sementara Henry mengaku pihaknya belum menerima surat somasi dari pihak Qory Sopiandi dan merasa tidak pernah ditagih agar membayar Rp 12 juta buat pembelian ikan arwana.

“Kami masih menunggu kuasa hukum dari si Qory. Kirim aja klarifikasi, kirim aja somasi yang mengatakan agar mengembalikan ikan tersebut atau dibayarkan. Kirim somasi satu kali, dua kali, baru lapor polisi,” imbau Henry.

“Ini kan enggak ada. Mana penagihannya. Enggak ada penagihan, enggak ada invoice,” lanjutnya.

Sebelumnya, Eza Gionino sudah meminta Qory Sopiandi agar segera mengambil ikan tersebut dan mengembalikan uang yang telanjur dibayarkan sebesar Rp 1,4 juta.

“Terakhir kata, pokoknya ada komunikasi dari Eza dan Qory, udah ambil aja ikannya, kembalikan Rp 1,4 juta. Berapa pun juga, ini rupiah kerugian. Udah balikin aja Rp 1,4 juta dan ikannya ambil. Kami nggak mau ikannya,” tegas Henry Indraguna.

Seperti diketahui, Qory Supiandi melaporkan Eza Gionino ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan tidak membayar ikan arwana seharga Rp 12 juta. Dia beralasan ikan tersebut sudah berada di tangan Eza.

Menanggapi laporan tim kuasa hukum Qory, Henry Indraguna berniat untuk melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Qory Sopiandi dalam 2 kali 24 jam. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selebritas

Fibuladeleon: Belajar Make Up dan Fashion Ibarat Main Boneka Barbie

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Ijazah Starata 2 pada Ilmu Psikologi, sempat membawa Fibuladeleon menikmati dunia kerja di sebuah biro psikologi, bahkan menjadi staf ahli anggota DPR.

Hanya saja, pencapaian sukses ini tidak serta merta memberinya kenyamanan batin. Fibuladeleon justru merasa dunia kerja yang terikat jam kantor, bukanlah passion-nya.

Tidak seperti dunia seni, khususnya sebagai vokalis pada sebuah band bernama Indonesia Beat Club. Band ini yang selalu membawakan lagu-lagu milik sang legendaris, Beatles.

Bersama band ini, justru membuat perempuan kelahiran Semarang ini happy dan menikmati. Apalagi ketika mereka dapat kesempatan melakukan roadshow ke berbagai negara di Eropa, termasuk mengunjungi kota kelahiran band Beatles, Liverpool (2016).

Siapa sangka, dalam perjalanan roadshow ini membuat perjalanan karir Fibuladeleon ikut berubah.

Dalam perjalanan dari Liverpool menuju London, Fibuladeleon secara tidak sengaja membaca spanduk tawaran kursus kecantikan di London Beauty School. Seketika itu pula, hati Fibuladeleon langsung terpikat untuk mendaftarkan dirinya.

“Jadi, semuanya terjadi tanpa disengaja. Usai roadshow, teman-teman band balik ke Indonesia, sementara aku memilih tinggal di London, karena mau ikutan shortcourse,” kenang Fibuladeleon yang baru-baru ini ditemui di Arman Armano Academy, Rawamangun, Jakarta Timur.

Sejak mengenal lebih luas tentang dunia make up dan kecantikan, Fibuladeon menganggap aktivitas ini sebagai hobi yang menghasilkan. Ia pun seakan tak pernah berhenti mempelajari bidang make up dan kecantikan.

Usai dari London, Fibuladeleon sempat kembali ke Indonesia, namun hanya sebentar, kemudian  mendatangi Atelier de Maquillage Make Up School, di Paris (2018).

Indonesia Jadi Cantik

Sambil terus menambah pengalaman dan mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat, Fibuladeon juga mengikuti berbagai lomba bergengsi tentang tata rias wajah. Di lain waktu dia  belajar bersama make up artist senior lainnya di  Arman Armano Academy, Rawamangun, Jakarta Timur.

Fibuladeleon pun mengaku sangat menikmati dunia make up, yang diibaratkannya sebagai bermain boneka Barbie.

“Bisa membongkar pasang make up dan fashion, sesuai selera tanpa harus menghilangkan karakternya,” ujar Fibuladeleon yang menyukai riasan teknik Bold make up dengan sentuhan flawless.

“Bold make up merupakan teknik make up yang lebih strong, dimana riasan di pinggiran matanya ada warna-warna hitam, hijau, pink dan warna menyala lainnya. Sehingga kelihatan teksturnya,” jelasnya.

Fibuladeleon kini tengah ancang-ancang untuk mewujudkan mimpinya, memiliki sekolah dan workshop yang sudah dirintis di kota Depok, Jawa Barat. Di sana, Fibuladeleon sedang giat membangun  sebuah salon kecantikan yang diberi nama Paraperi Salon.

Bersama salon tersebut, Fibuladeleon ingin mewujudkan kecintaannya pada dunia make up dan kecantikan.

“Indonesia kan kaya (beragam) budayanya. Jadi aku mau membuat semua wanita Indonesia jadi cantik. Cantik yang tanpa meninggalkan karakter budaya dan warna kulit aslinya,” ujar Fibuladeleon,  peraih penghargaan sebagai siswa terbaik di Arman Armano Academy Award 2019. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Selebritas

Jennifer Dunn Terima Faisal Haris Apa Adanya

Published

on

By

Firman Chandra

Kabarhiburan.com, Jakarta – Faisal Haris melalui kuasa hukumnya, Firman Chandra akhirnya angkat bicara seputar pernyataan Jennifer Dunn soal memulai hidup dari nol, saat bersama Faisal Haris, meski Haris memiliki 30 aset kekayaan usai bercerai dari Sarita Abdul Mukti.

Demikian disampaikan Firman Chandra selaku kuasa hukum Faisal Haris, saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Kalau hidup dari nol wajar saja. Mba Jeje sudah sampaikan bahwa mayoritas asset yang dimiliki Mas Haris itu barang dagangan,” kata Firman Chandra.

“Boleh dong saya ikutan menjual. Boleh dong saya ikut mempromosikan barang dagangan tersebut. Biar bagaimana pun dia kan suami,” sambungnya lagi.

Firman Chandra mengatakan memulai hidup nol yang dimaksud Jennifer Dunn karena bisnis properti Faisal Haris tidak cepat terjual seperti bisnis lainnya.

“Jadi mba Jeje ,yah hidup dari satu rumah ke rumah lain. Karena emang bisnis Mas Haris adalah properti. Namanya properti, kan jual-beli properti,” imbuh Firman Chandra.

“Nah mulai nolnya dari sana, apakah bisa? Kan menjual rumah tidak dalam waktu cepat. Jadi definisi dari nol karena yang didapatkan rumah dagangan semuanya,” imbuhnya.

Meski demikian, Jennifer Dunn mau menerima Faisal Haris apa adanya.

“Mba Jeje melihat ada yang berbeda. Mereka mau hidup bersama sampai kapan pun. Sampai kakek nenek. Dan itulah yang membuat, kalau saya boleh sampaikan, ini yang dinamakan perjalanan hidup atas nama cinta,” ucap Firman Chandra. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Selebritas

Lucinta Luna Ditangkap Terkait Narkoba, Bagi Ratna Pandita Ibarat Bisul Pecah

Published

on

By

Ratna Pandita, mantan rekan duet Lucinta Luna di grup vokal Duo Bunga.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Setelah ditangkap di apartemen Thamrin City, selebgram Lucinta Luna kini  menjalani pemeriksaan di Mapolres Jakarta Barat. Polisi bahkan telah melakukan tes urine bagi Lucinta Luna.

Saat dikonfirmasi kepada Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus membenarkan bahwa  Lucinta Luna dinyatakan positif  telah mengonsumsi narkotika.

“Yang bersangkutan dibawa ke Polres Jakbar, dilakukan tes urine, inisial LL positif mengandung Benzo. Benzo itu masuk ke dalam golongan psikotropika,” jelas Yusri Yunus  di Polda Metro Jaya, Selasa (11/2).

Lucinta Luna (kiri) saat digiring polisi ke Mapolres Metro Jakarta Barat. (foto: Istimewa)

Kabar penangkapan Lucinta Luna langsung memenuhi halaman berita sepanjang hari, sampai juga ke telinga Ratna Pandita, mantan rekan duet di grup vokal Duo Bunga, Ratna Pandita.

Ratna Pandita pun menyambut positif kabar yang menimpa selebgram transgender tersebut.

“Hmm. Kayaknya bisul saya pecah. Ha ha ha. Saya senang banget, karena uneg-uneg saya selama ini sudah terjawab,” ujar Ratna Pandita yang ditemui di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (11/2).

“Semoga saja dia diberi ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya. Dia juga telah menipu dan menzolimi saya,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan, Ratna mengaku mengetahui bahwa Lucinta menggunakan obat-obat penenang sejak lama.

“Saya sudah tahu, sejak kami mulai bergabung di Duo Bunga (2018) selama 7 bulan. Saya tahu dia sering minum, ketika itu masih berupa obat penenang. Diam-diam dikonsumsi jelang tampil di hadapan penonton,” ujar Ratna.

“Sekarang, sudah meningkat menjadi narkoba. Mungkin duitnya sudah banyak, ya,” pungkas Ratna. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending