Connect with us

Musik

Fariz RM: Permata Mendorong Semangat Saya untuk Kembali Berkiprah di Musik

Published

on

Fariz RM diapit para personel Anthology. Dari kiri: Iwan Wiradz, Edy Syahroni, Adi Dhar, Eugen Bounty dan Mikhael.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Penyanyi legendaris Indonesia Fariz RM kembali menghangatkan suasana hati para penggemarnya lewat tembang nostalgia, lewat konser spesial bertajuk 2 Years Fariz RM Reborn Celebration, di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Rabu (26/8) malam.

Bersama para personel Anthology, Fariz RM memanjakan penonton dengan alunan 7 lagu ikonis yang diaransemen lebih fresh dan upbeat. Konser dibuka dengan lagu Hati yang Terang, Sungguh, Pasrah dan Cinta, Nada Kasih, Sakura, Selangkah ke Seberang, lalu ditutup dengan Barcelona.

Sesuai judul konsernya, Fariz RM merayakan genap dua tahun sudah, dirinya tidak bersentuhan sama sekali dengan narkoba. Fariz RM kini membuka lembaran hidup yang baru.

7 lagu lawas yang ikonis berturut-turut dibawakan Fariz RM bersama Anthology.

“Insya Allah, ini lembaran yang dikendaki Tuhan untuk saya jalani agar saya bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan saya yang lalu,” ujar Fariz RM usai konser yang dihadiri oleh para sahabat sesama musisi. Tampak hadir pula istrinya Permata Belladona.

Sambil melirik pada Permata Belladona yang duduk di sebelahnya, Fariz RM mengungkapkan bahwa konser 2 Years Fariz RM Reborn Celebration merupakan gagasan sang istri.

“Sahabat-sahabat saya dan orang-orang yang saya cintai rupanya memperhatikan. Itu menjadi spirit yang luar biasa sekali, terutama Permata yang menggagas acara ini,” ungkap Fariz seraya melirik Permata Belladona yang duduk disebelahnya.

Baginya, Permata merupakan sosok spesial yang selalu mendorong semangatnya untuk kembali berkiprah di musik setelah dihantam masalah narkoba.

Permata Belladona merupakan sosok yang spesial bagi Fariz RM

“Permata yang tahu, betapa sulitnya membenahi sifat-sifat buruk selama saya jadi pengguna. Itu enggak gampang. Saya masih memerlukan support dari teman-teman untuk memberikan kepercayaan kepada saya. Itulah yang mendorong saya untuk bisa memperbaiki tata berpikir saya ke depan,”ujar Fariz RM.

Terhitung setahun sudah Fariz RM lepas dari masa rehabilitasi narkoba, berlanjut pada pandemi belakangan ini. Anjuran di rumah saja selama pandemi pun, Faris RM manfaatkan sebaik mungkin sebagai rehabilitasi mandiri baginya.

“Saya jadi lebih banyak di rumah dan mengerjakan hal-hal yang produktif dan hanya bergaul dengan orang-orang yang berkaitan dengan pekerjaaan saya. Di antaranya, ya konser seperti sekarang ini,” pungkas Fariz RM. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Perjalanan 18 Tahun Bermusik, Merpati Band dan Bening Septari Rilis ‘Saat Jauh Darimu’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Pandemi rupanya memacu hasrat untuk membuat lagu bagi kelompok musik Merpati Band. Kreativitas ini tercermin pada lahirnya sebuah single terbaru berjudul Saat Jauh Darimu.

Lagu ini mengisahkan perasaan rindu sepasang insan yang harus terpisah hanya karena saling gengsi. Namun, kekuatan rindu Saat Jauh Darimu, cinta mereka bisa bertahan dan kembali.

Penciptanya, Andi Merpati, sengaja membuat lirik yang lugas dan sarat makna, dibalut dengan notasi yang gampang diikuti pendengar untuk bernyanyi.

Aransemen musik digarap bersama Rangga Gusman, dibuat mellow dengan alunan instrumen biola yang memberi sentuhan menyayat hati dan dramatis, selaras dengan lirik lagunya.

Menariknya, rilis single Saat Jauh Darimu menandai 18 tahun perjalanan bermusik Merpati Band di industri musik Tanah Air. Mereka berkolaborasi dengan Bening Septari, sang juara pada ajang Bintang Radio Tingkat Nasional 2013. Keduanya, kini bernaung di label Nagaswara.

Bening sempat mengeluarkan single Cinta Yang Terabaikan, Ori, Tak Bisa Jadi Yang Kedua dan Delete You, tentu saja memiliki karakter vokal yang bagus dan menyatu dengan karakter musik Merpati Band.

“Pada saat diajak untuk berkolaborasi di proyek single ini, Bening langsung tertarik dan suka lagunya. Jika sudah suka lagunya, sangat mudah untuk menghayati dan menyampaikan pesan lagunya,” ujar Andi Merpati, dalam keterangannya, Kamis (4/3).

Andi berharap single kolaborasi Bening Septari ini akan mengingatkan pendengarnya kepada masa kejayaan lagu-lagu Merpati band. Sebut saja, lagu hits berjudul Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah, Tak Rela, TSSII2, yang hingga kini disukai penikmat musik Indonesia.

Kehadiran lagu Saat Jauh Darimu, ini sekaligus mengobati kerinduan pendengar, khususnya ‘Sayap Sayap Merpati’, julukan fanbase Merpati Band. (Tumpak S. Foto: Dok. Nagaswara)

Continue Reading

Musik

Aldiv Persembahkan Single ‘Tuhan Kirimkan Hatimu’ bagi Penikmat Musik Indonesia

Published

on

By

Aldiv rilis lagu ‘Tuhan Kirimkan Hatimu’.

Kabarhiburan.com – Hanya perlu waktu lima pekan bagi solois muda, Aldiv, untuk menghadirkan dua karya terbaru bagi penikmat musik Indonesia.

Setelah merilis Tinggalkan Rasa, yang mengisahkan cintanya tak berbalas sepenuh hati, pada 21 Januari 2020 silam, Aldiv kini terobati hatinya melalui lagu terbaru berjudul Tuhan Kirimkan Hatimu.

Aldiv memperkenalkan lagu Tuhan Kirimkan Hatimu, karya komposer Badai tersebut melalui Dumeca Records, di Hard Rock Café, Jakarta, Selasa (2/3).

“Liriknya bertemakan romantis, menceritakan kekaguman seorang lelaki kepada perempuan yang tulus memberikan cintanya. Lirik dan nadanya easy listening,” ujar Aldiv.

Lagu ini memuat komposisi sederhana tapi enak didengarkan. Petikan gitar akustik serta piano yang terdengar empuk, lirik yang romantis, berbalut harmoni vokal yang hangat.

”Ketika diminta untuk menggarap lagu untuk Aldiv, pertama kali yang saya lakukan adalah menyelami karakter vokal Aldiv. Baru saya carikan tema lagu. Bagi saya, yang namanya tema, lirik dan notasi harus pas, juga klop untuk sang penyanyi,” jelas Badai.

Aldiv diapit oleh Badai dan Ferry Ardiansyah.

Ferry Ardiansyah selaku Executive Producer sekaligus Founder Dumeca Records, mengaku mendapat kejutan tak terkira. Ia tidak menduga kalau lagu Tuhan Kirimkan Hatimu memiliki keterkaitan dengan single Tinggalkan Rasa.

“Saya pikir, walaupun masing-masing lagu memiliki kisah tersendiri, namun kedua single ini bisa dijadikan plot cerita, semacam webseries,” jelas Ferry Ardiansyah.

Wajar saja kalau Ferry Ardiansyah bersama Dumeca Records, mengaku optimis Aldiv akan memberi kontribusi positif bagi kemajuan industri musik Tanah Air.

“Dengan dukungan karya yang bagus dari para komposer hebat, kehadiran Aldiv dapat diterima pasar musik Indonesia,” ujar Ferry.

Seperti diketahui, single perdana Tinggalkan Rasa yang sudah mengudara di berbagai radio di Indonesia, telah mendapat respon positif dari penikmat musik Tanah Air.

Apresiasi positif juga datang dari ranah media sosial. Lebih dari 80 video cover single Tinggalkan Rasa yang diunggah ke kanal YouTube dengan berbagai genre.

Semangat tersebut telah menginspirasi Dumeca Records untuk menyediakan hadiah menarik berupa uang tunai bagi lima terbaik pada ajang lomba cover song Tinggalkan Rasa. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. Dumeca Records)

Continue Reading

Musik

Anak Muda Banyumas Persembahkan Lagu ‘Sahabat Sejatiku’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Genap setahun sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia, pada 2 Maret 2020 silam. Sejak saat itu pandemi virus menjadi momok menakutkan bagi semua orang, termasuk di dunia hiburan.

Beruntung, kreativitas selalu menemukan jalannya, sehingga pelaku seni terus menyemai karya. Salah satunya dari kalangan anak muda di Kabupaten Banyumas, yakni Ayu Sasmita, Rizzona Brillia, Jovita Daniswara,  Galih Putra Banyumas, Latif Setiawan, Eru Leonardo dan Galih Karuniawan. Mereka meluncurkan lagu anak-anak bertajuk Sahabat Sejatiku.

Lagu yang dinyanyikan Rizzona Brillia ini menceritakan tentang persahabatan dua anak yang dipisahkan oleh jarak. Menariknya, lagu ini dibungkus dengan sentuhan irama gamelan yang enak didengarkan, garapan Galih Putra Banyumas.

“Sentuhan etnik dalam lagu Sahabat Sejatiku merupakan cerminan bahwa anak muda Banyumas mampu membuat musik yang bagus, tanpa meninggalkan nilai budaya di dalamnya,” ujar Galih Putra Banyumas, selaku arranger, dalam keterangannya, Selasa (2/3).

Ayu Sasmita berharap, melalui lagu ini, Banyumas sebagai kabupaten yang kaya akan nilai seni dan budayanya, akan muncul sebagai lakon baru di blantika musik Nasional,

“Kami merasa optimis dapat bersaing dengan pelakon musik muda di ibukota,” ujar Ayu Sasmita yang sudah menekuni karir di dunia hiburan Tanah Air. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending