Connect with us

Musik

Faul (Aceh) Hadirkan Standing Ovation di Panggung Top 28 Grup 4

Published

on

Si pelantun ‘Burung Camar’ menggoyang panggung LIDA 2019 Top 28 Grup 4.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Ada yang istimewa dalam kompetisi LIDA 2019 yang berlangsung Sabtu (16/3). Dalam konser yang menggelar Top 28 Grup 4 ini juga menghadirkan Vina Panduwinata si pelantun Burung Camar.

Vina yang menjadi  Juri Non Dangdut, terlebih dulu menyanyikan lagu Burung Camar yang sudah tidak asing lagi di telinga pecinta musik Tanah Air. Khusus di konser LIDA 2019, Vina membawakan lagu Burung Camar ala dangdut koplo yang rancak.

Aransemen koplo ini membuat penonton heboh bergoyang. Demikian pula Nassar, Caren Delano dan Dewi Perssik, ikut larut dalam suasana riang.

Lagu ini membuka kompetisi bagi grup 4 yang dihuni oleh Ebi (Jambi), Diyan (Kalimantan Barat), Rian (Kalimantan Utara) dan Faul Aceh). Mereka berhasil meraih seluruh lampu biru dari Panel Provinsi maupun Dewan Juri.

Faul sukses meraih semua lampu biru dari seluruh Dewan Juri.

Sebut saja  Ebi (Jambi) yang menyanyikan lagu 1001 Macam, berhasil memberikan penampilan yang all out dan lebih totalitas dari sebelumnya.

Sementara Diyan, yang karakter suaranya disukai oleh Vina Panduwinata saat menyanyikan lagu Diam Bukan Tak Tau.  Nassar pun memuji bahwa Diyan sudah menyampaikan dengan sangat baik, namun harus lebih bisa menghayati lagu lebih dalam lagi.

Pujian senada diutarakan Erie Suzan kepada Rian saat menyanyikan Mbah Dukun, dinilai sudah mengalami peningkatan lebih baik, termasuk control tune-nya juga lebih stabil.

Semakin larut malam, suasana panggung LIDA justru semakin hangat oleh penampilan Faul. Selain mendapat semua lampu biru, Faul yang menyanyikan lagu Kembalikanlah Dia  mampu ‘memaksa’ untuk memberikan standing ovation.

Demikian pula yel – yel yang lantang dan kompak dibawakan pendukungnya telah membakar semangat Faul untuk memberikan yang terbaik. Semua itu membuat Rita Sugiarto dan Dewi Perssik bergosip bahwa Faul mampu menjadi Juara LIDA 2019.

Mendapat skor terrendah, Rian harus tersenggol dari panggung LIDA.

Di antara para penampilan gemilang para peserta, skor terrendah 21.23 jatuh kepada Rian. Ia pun  tersenggol dan meninggalkan panggung LIDA 2019. Sebaliknya Faul  dengan skor 28.71, Ebi 25.59 dan Diyan 24.38, akan melangkah ke Top 21.

Malam ini, Senin (18/3) Top 28 menampilkan Grup 5. Mereka adalah Agus (Gorontalo), Fikoh (Kepulauan Bangka Belitung), Reki (Jawa Timur) dan Vita (Lampung). Siapa lagi yang tersenggol?

Temukan jawabannya di Konser LIDA 2019, setiap hari LIVE dari Studio 5 Indosiar, pukul 18.30 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Siap-siap Nonton Live Streaming 7 Bintang + di Medsos pada 7 Juni 2020

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Roda kreativitas tidak terhenti meski dihadang pandemi, telah menggugah sederet musisi kenamaan yang tergabung dalam formasi 7 Bintang +.

Mereka adalah Fariz RM, Mus Mujiono, Trie Utami, Deddy Dhukun, Memes, Ita Purnamasari, Yuni Shara, ditambah Vina Panduwinata, akan pentas live streaming di sosial media 7 Bintang +, pada Minggu, 7 Junia 2020 mendatang.

Dalam pentas tersebut, 7 Bintang + akan memperkenalkan karya terbaru berjudul Buatlah Dunia Tersenyum Kembali.

Melalui lagu ciptaan Deddy Dhukun ini, mereka bermaksud menebar semangat bagi masyarakat agar bersatu melawan penyebaran virus Corona.

“Inilah ide kami semua ketika melihat kondisi sekarang. Keprihatinan kita bersama bukan hanya Indonesia tapi dunia. Kami ingin melahirkan karya yang menginspirasi dan membawa semangat untuk menghadapi pandemi Covid-19,” jelas Fariz RM, baru-baru ini.

Menurut Fariz RM, single Buatlah Dunia Tersenyum Kembali dicetuskan dalam obrolan ringan mereka saat tur di Balikpapan, setahun silam.

“Awalnya terbentuk ide berlangsung ketika kami tour di Balikpapan. Kata Trie Utami, masa kita show aja. Nggak bikin apa-apa nih?. Dari situlah, oke deh yuk, bikin sesuatu,” cerita Fariz.

Gayung pun bersambut, ide tersebut lantas disambut baik Glen, sang produser. Hanya saja, saat proses pengerjaan materi, pandemi covid-19 hadir melanda dunia.

“Momen itu dianggap penting sekaligus kehendak Tuhan. Inilah saatnya kita berbuat sesuatu yang baru,” kata Fariz.

Melalui lagu Buatlah Dunia Tersenyum Kembali, 7 Bintang + ingin menginspirasi semua orang agar menyadari bahwa pandemi covid-19 adalah bentuk kekuasaan Tuhan.

“Tidak ada satu manusia pun yang terhindar dari ancaman pandemi ini. Kita tidak bisa melakukan apa apa selain menghadapinya dengan siasat cerdas, berfikir positif, hidup sehat, menjaga kesehatan, kebersihan. Itulah arti lagu Buatlah Dunia Tersenyum Kembali,” jelasnya.

7 Bintang + dalam setiap karyanya selalu menyisipkan pesan penting Indonesia, yang terdiri dari ras, suku dan agama yang berbeda, tetapi satu inspirasi menciptakan persatuan bagi Indonesia.

Single Buatlah Dunia Tersenyum Kembali, menambah deretan lagu indah dari Bintang 7+.

“Kebanyakan lagu kita ini bermisi latar religi. Pertama, Jalan Masih Panjang, kedua Jangan Menambah Dosa, ketiga Semua Milik Tuhan dan keempat Buatlah Dunia Tersenyum Kembali, ujar Fariz RM.

Pelantun Barcelona ini  juga menceritakan keseruan selama proses rekaman Buatlah Dunia Tersenyum Kembali. Gara-gara keharusan menerapkan social distancing, mereka melakukan rekaman suara secara bergantian.

“Karena keterbatasan gerak dan social distancing, jadi kita rekaman dengan unik, nggak nyanyi bareng-bareng. Kita rekaman sendiri sendiri. Sebelum nyanyi semua, peralatan disemprot disinfektan dulu. Seru, tapi unik,” ujar Fariz yang menyebut proses penggarapan lagu Buatlah Dunia Tersenyum Kembali berlangsung selama tiga minggu.

“Semoga dengan lagu ini sebangsa dan senegara terinspirasi. Ini kehendak Tuhan, berserah diri, mengakui ketidakberdayaan kita, tapi jangan surut kita harus disiplin menjaga kebersihan, kesehatan tetap sehat semangat dan produktif,” pinta Fariz. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Menuju Single Perdana, Band Manusia Aksara Rilis EP Instrumental

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Roda produktivitas tak lantas berhenti meski dihadang wabah Covid-19. Demikian tekad para personil band Manusia Aksara yang baru-baru ini merilis mini album atau EP (Extended Play) Instrumentalia berjudul Mata Angin.

EP Instrumentalia menjadi pilihan, setelah mereka sepakat menunda jadwal rilis single perdana Manusia Aksara dengan format baru pada Maret 2020 silam, menyusul wabah Covid-19 yang melanda Indonesia.

“Melihat banyaknya tuntutan agar menjaga jarak dan berdiam diri di rumah, kami juga berpikir untuk tetap produktif berkarya, yang sekiranya bisa menjadi jembatan menuju single perdana kami nanti,” jelas Hafizh Weda, vokalis Manusia Aksara.

Mereka pun memilih karya-karya dalam bentuk EP Instrumental untuk dirilis di youtube channel Manusia Aksara.

“Inilah yang bisa kami berikan bagi penikmat musik yang memiliki banyak aktivitas di rumah,”  kata Hafizh Weda menambahkan.

Sementara Jowel selaku bassis Manusia Aksara, menceritakan proses pengerjaan EP Instrumentalia Mata Angin yang terbilang cepat,

“Hanya dalam waktu sepekan saja, kami sudah merampungkan 5 lagu, berjudul Semesta Semesta, Utara, Barat, Timur dan Selatan, ujar Jowel. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Sayang Kalau Dilupakan, Musica Rilis Kembali 4 Tembang Klasik

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Guna menghilangkan kejenuhan dari anjuran di rumah saja, bisa diobati dengan menikmati kembali lagu-lagu nostalgia. Musica Studio’s telah merilis kembali 4 lagu lawas yang pernah hit, amat sayang kalau dilupakan.

Dalam keterangan resmi Musica Studio’s, salah satu lagu yang dirilis berjudul Lagu Putih yang sempat dibawakan Chrisye. Lagu ini pertama kali dirilis pada tahun 1980 lewat album Puspa Indah yang sukses meraih penjualan tinggi.

Tak hanya lagu milik Chrisye, Musica Studio’s  juga merilis ulang format digital lagu Di Sudut Rumah Mu milik Ebiet G Ade yang begitu menyentuh. Liriknya sarat makna dan pesan, menceritakan hubungan manusia dengan Tuhannya.

Lagu ini Ebiet ciptakan saat melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Begitu menggetarkan hati pendengarnya dan berpesan agar kita senantiasa dekat dan memohon ampun kepada Sang Pencipta.

Demi menambah hangat suasana nostalgia, Musica juga merilis kembali lagu Ibu milik Iwan Fals. Lagu tersebut dirilis tahun 1988 dalam Album 1910, menceritakan perjuangan seorang ibu kepada anaknya.

Lagu Dunia Kudamba milik penyanyi Vina Panduwinata juga dikemas kembali. Kali ini dibuat lebih fresh dengan hadirnya Ikmal dan DJ Goeslan. Tujuannya agar anak-anak muda dan mengenal lagu ini dengan versi lebih kekinian.

Keempat tembang klasik ini sudah bisa dinikmati di seluruh digital music platform sejak 8 Mei 2020. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending