Connect with us

Film

Film ‘Asih 2’, Horor yang Gentayangan di Bioskop Mulai 24 Desember 2020

Published

on

Kabarhiburan.com – Rumah produksi MD Pictures merilis film horor terbaru berjudul Asih 2. Film ini disebut-sebut sebagai pembuka pintu bioskop yang ditutup sejak pandemi merebak pada 8 bulan silam. Film garapan sutradara Rizal Mantovani ini akan diputar di sekitar 300 gedung bioskop Tanah Air mulai besok, Kamis (24/12/2020).

“Saya enggak ragu karena film ini bagus sekali. Penonton bisa menilainya, jadi saya merasa berani rilis meski di tengah pandemi,” ujar produsernya, Manoj Punjabi dalam jumpa pers di bioskop Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (22/12).

Bahkan, Manoj berharap, film Asih 2 menjadi pemantik semangat produser lainnya, agar berani merilis film mereka pada masa sekarang.

“Film Asih 2 memiliki tanggung jawab besar untuk menarik kembali penonton agar berdatangan ke bioskop,” ujar Manoj meski belum mampu mempekirakan jumlah penonton di film terbarunya tersebut.

Film ini diangkat dari novel laris karya Risa Saraswati. Seperti judulnya, Asih 2 merupakan sekuel film Asih (2018) dibintangi oleh Citra Kirana dan Darius Sinathrya, yang sukses meraup lebih dari 1,7 juta penonton.

Ikatan Kasih Sayang

Film Asih 2 memulai kisah dari peristiwa seorang anak tertabrak mobil yang melaju di tengah hutan, lalu dibawa ke rumah sakit. Silvya (Marsha Timothy) selaku dokter menangani bocah perempuan tersebut sampai sembuh, menaruh iba lantaran tak satupun keluarga anak ini datang membesuk.

Silvya dan suaminya, Razan (Ario Bayu) sepakat mengadopsi dan memberi nama Ana (Anantya Rezky). Mereka berharap kehadiran Ana akan mengembalikan kehangatan rumah tangga pasca kematian anak semata wayang mereka.

Siapa sangka kehadiran Ana di rumah juga diikuti oleh sosok hantu perempuan (Shareefa Daanish), yang belakangan diketahui menjadi ibu asuh Ana sejak 7 tahun silam.

Selain menawarkan unsur yang menggugah rasa takut, Rizal juga menyajikan unsur drama rumah tangga yang memilukan. Ikatan kasih sayang ibu kepada anak menjadi suguhan utama film Asih 2.

Hingga akhirnya, Rizal Mantovani membuat ending film Asih 2 yang sedap. Seperti apa? Saksikan Asih 2 di layar bioskop mulai besok, Kamis, 24 Desember 2020 mendatang. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Perjalanan Sulit Film ‘Roh Mati Paksa’ Menuju Bioskop

Published

on

By

Adi Garin

Kabarhiburan.com – Film Roh Mati Paksa tayang di bioskop Tanah Air, Kamis (21/10). Sebuah pengumuman singkat yang melegakan bagi rumah produksi Super Media Film. Sekaligus mengakhiri penantian panjang bagi sutradaranya, Adi Garin.

Karya perdana Adi Garin ini, akan menemui penontonnya, para pecinta film horor Tanah Air. Ia pun bersiap mengeluarkan karya film terbarunya yang lain.

“Alhamdulillah, tayang di bioskop mulai 21 Oktober. Semoga film dengan genre horror action bisa diterima,” jelas Adi Garin, usai menghadiri Gala Premiere Roh Mati Paksa di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (19/10) malam.

Roh Mati Paksa menyelesaikan syuting pada 2018, mestinya diputar di bioskop pada Maret 2020 silam. Hanya saja, bencana wabah virus Corona melanda Tanah Air datang lebih cepat. Pemerintah pun mengumumkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), diantaranya menutup pintu bioskop.

Pada 15 Juli 2021 silam, film ‘Roh Mati Paksa’ bersiap memasuki bioskop namun batal dilakukan, menyusul kebijakan pemerintah tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang menggantikan PSBB.

Kini Adi Garin boleh lega. Film debutnya itu akan dinikmati penonton film horor Tanah Air, meski tidak berharap banyak dari sisi finansial.

Selain masih adanya pembatasan jumlah kursi penonton maksimal 50 persen, juga kewajiban setiap penonton memperlihatkan status vaksin pada aplikasi pedulilindungi.

Sekali lagi, Adi Garing bisa memaklumi situasi, bahwa jumlah penonton pasti masih jauh dari harapannya.

“Enggak masalah. Yang penting, film ini sudah bisa tayang. Dalam waktu dekat kami kembali  mengeluarkan film horor terbaru, judulnya ‘Wakaf’, produksi Super Media Film,” ungkap Adi Garin memberi bocoran, sambil menunjukkan poster film ‘Wakaf’ melalui ponselnya. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Film ‘Roh Mati Paksa’ Tayang di Bioskop, Besok

Published

on

By

Sutradara Adi Garin (keempat dari kiri), diapit para pemain film ‘Roh Mati Paksa’

Kabarhiburan.com – Sempat tertunda selama 20 bulan karena pandemi Covid-19, film ‘Roh Mati Paksa’  tayang di bioskop Tanah Air, mulai Kamis 21 Oktober 2021 mendatang.

Film genre horror action ini merupakan debut produksi Super Media Pictures dengan produser Unchu Viejay, siap membuat bulu kuduk penontonnya merinding. Sutradaranya, Adi Garin, juga menyajikan adegan aksi yang jarang ditemui pada film bergenre horor pada umumnya.

Aksi itu didukung oleh pengambilan lokasi syuting di sebuah vila tua di kawasan terpencil dan tidak dihuni selama bertahun-tahun. Warga sekitar menyatakan lokasi tersebut angker karena dihuni oleh mahluk gaib.

Sebagai salah satu pemain utama dalam film ini, Gabriella Larasati yang berperan sebagai Vina, membenarkan beberapa temannya sempat mengalami kejadian mistis, membuat proses syuting berlangsung sangat menegangkan.

“Pas ada kejadian seperti itu deg-degan rasanya. Misalnya ada teman merasa ditabok punggungnya dan membekas, tapi ternyata enggak ada orang. Teman lainnya, mendadak kesurupan. Pokoknya banyak banget kejadian aneh,” ujar Gabriella Larasati pada Press Screening Roh Mati Paksa di bioskop Epicentrum, Selasa (19/10).

Gabriella Larasati

Gabriella pun harus menguras segala kemampuan dan tenaganya untuk melakukan syuting demi hasil karya terbaik. Ia memisalkan saat adegan teriak harus menggunakan suara sendiri.

“Karena enggak boleh pakai sound effect, saya harus teriak kencang sampai urat leher tegang, Begitu juga saat adegan melayang menggunakan sling. Aku sempat nabrak-nabrak saat uji coba,” kenang Gabriella tentang pengalaman pertamanya membintangi film horor.

Selain itu, sutradara Adi Garin berhasil menggambarkan kepanikan dan emosi yang sangat mencekam dalam mencari solusi, tervisualkan begitu mencekam.

“Kami syuting se-real mungkin. Hanya beberapa scene saja dibantu CGI, di bagian wajah yang dirasuki,” ujarnya.

Film ‘Roh Mati Paksa’ bercerita tentang sepasang remaja yang terjebak dalam manisnya cinta, harus menerima akibat dari perbuatannya. Keangkuhan Boy (Arnold Leonard) mempermainkan perasaan Lastri (Dea Anisa) menjadi penyebab segala teror, yang terjadi pada teman-temannya.

Selain Gabriella Larasati, Dea Anisa dan Arnold Leonard, film ini juga dibintangi oleh Ismi Melinda sebagai Madam , Ratu Sikumbang sebagai Farah , Natalie Zen memerankan karakter Salsa, Robert Chaniago sebagai Feri dan Ahmad Pule sebagai Alvin. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Dewan Juri Resmi Umumkan Unggulan 3 Genre FFWI 2021

Published

on

By

Piala Gunungan FFWI 2021

Kabarhiburan.com – Dewan juri Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI resmi mengumumkan daftar unggulan FFWI 2021. Berlangsung di bioskop CGV FX Sudirman bersama host Ayu Diah Pasha dan Benny Benke, yang disiarkan secara langsung melalui FFWI Channel, Senin (18/10).

Peserta zoom datang dari komunitas perfilman beberapa kota, kampus di Ibukota. Hadir pula insan perfilman seperti Slamet Rahardjo, Erwin Arnada, Linda Amalia Gozali, Anggy Umbara, Chand Parwez Servia dan masih banyak lagi.

Acara ini terselenggara dengan baik atas prakarsa KemendikbudRistek dan Tim7 dengan dukungan Mikti, PFN, XXI, CGV, Telkom, dan GenFlix.

Ketiga Sobat FFWI, Morgan Oey, Nadya Arina dan Putri Ayudya, secara bergantian membacakan unggulan kategori pemenang Piala Gunungan 2021.

Morgan Oey membacakan unggulan kategori KOMEDI sebagai berikut;

 

Aktor Utama Terbaik:

Dimas Anggara (Wedding Proposal)

Ge Pamungkas (Marriage)

Vino G Bastian (Sabar Ini Ujian). 

Aktris Utama Terbaik:

Anastasia Herzigova (Marriage)

Sheryl Sheinafia (Wedding Proposal)

Tissa Biani (Nikah Duluan). 

Aktor Pendukung Terbaik:

Ananda Omesh (Sabar Ini Ujian)

Arya Saloka (Wedding Proposal)

Dwi Sasono (Sabar Ini Ujian)

Onadio Leonardo (Agen Dunia)

Rigen Rakelna (Sabar Ini Ujian). 

Aktris Pendukung Terbaik:

Clara Bernadeth (Agen Dunia)

Dewi Irawan (Wedding Proposal)

Luna Maya (Sabar Ini Ujian).

Skenario Terbaik:

Aggy Umbara, Gianluigi Ch, Erwin Arnada3 (Sabar Ini Ujian)

Evelyn Afnilia (Marriage)

Sukdev Singh, Tisa TS (Wedding Proposal). 

Penyunting Gambar Terbaik:

Cesa David Luckmansyah, Apriadi Fathullah Sikumbang, Indra W Kurnia (Sabar Ini Ujian)

Gita Miaji (Marriage)

Sentot Sahid (Warkop DKI Reborn 4)

Wawan I Wibowo, Lilik Subayo (Wedding Proposal). 

Penata Kamera Terbaik:

Asep Kalila (Sabar Ini Ujian)

Hani Pradigya (Warkop DKI Reborn 4)

Roy Lolang (Wedding Proposal). 

Sutradara Terbaik:

Anggy Umbara (Sabar Ini Ujian)

Danial Rifki (Marriage)

Emil Heradi (Wedding Proposal). 

Film Terbaik:

Marriage

Produksi: KlikFilm Productions

Produser: Agung Haryanto.

 

Sabar Ini Ujian

Produksi: MD Pictures, Umbara Brothers Film

Produser: Manoj Punjabi

 

Wedding Proposal

Produksi: MD Pictures, Screenmedia Films

Produser: Sukdev Singh.

Nadya Arina membacakan kategori HOROR sebagai berikut:

I. Aktor Utama Terbaik:

Angga Yunanda (The Watcher)

Ario Bayu (Asih 2)

Ibnu Jamil (Affliction)

Onadio Leonardo (Survive)

Refal Hady (Tarian Lengger Maut).

II. Aktris Utama Terbaik:

Caitlin Halderman (The Watcher)

Della Dartyan (Tarian Lengger Maut)

Marsha Timothy (Asih 2)

Raihaanun (Affliction).

III. Aktor Pendukung Terbaik:

Abdur Arsyad (Pelukis Hantu)

Arswendi Bening Swara (Survive)

Jeremy Thomas (The Watcher)

Teuku Rifnu Wikana (Survive).

IV. Aktris Pendukung Terbaik:

Alyssa Abidin (Tarian Lengger Maut)

Dea Panendra (Affliction)

Jenny Zhang (Pelukis Hantu)

Shareefa Daanish (Asih 2)

Tutie Kirana (Affliction).

V. Penulis Skenario Terbaik:

Anggy Umbara (Survive)

Arie Kriting (Pelukis Hantu)

Teddy Soeriatmadja (Affliction).

VI. Penyunting Gambar Terbaik:

Eric Primasetio (Affliction)

Firdauzi Trizkiyanto (Asih 2)

Gita Miaji, Anggy Umbara (Survive)

Gita Miaji (Pelukis Hantu).

VII. Penata Kamera Terbaik:

Awankjj (Survive)

Benny Kadarhariarto, Yongki Ongestu (Tarian Lengger Maut)

Robie Taswin (Affliction)

Roby Herbi (Pelukis Hantu)

Yadi Sugandi (Asih 2).

VIII. Sutradara Terbaik:

Anggy Umbara (Survive)

Arie Kriting (Pelukis Hantu)

Rizal Mantovani (Asih 2)

Teddy Soeriatmadja (Affliction).

IX: Film Terbaik:

Affliction

Produksi: Karuna Pictures, Roemah Rumah Films

Produser: Uwie Balfas, Teddy Soeriatmadja

 

Asih 2

Produksi: MD Pictures, Pichouse Films

Produser: Manoj Punjabi

 

Pelukis Hantu

Produksi: MD Pictures

Produser: Manoj Punjabi

 

Survive

Produksi: KlikFilm Productions, Umbara Brothers Film, Canary Studios

Produser: Agung Haryanto

Putri Ayudya membacakan Unggulan kategori DRAMA sebagai berikut;

I. Aktor Utama Terbaik:

Bhisma Mulia (Sobat Ambyar)

Chicco Jerikho (Aum!)

Deddy Mizwar (Sejuta Sayang Untuknya)

Gunawan Maryanto (Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah)

Iqbaal Ramadhan (Ali & Ratu Ratu Queens).

II. Aktris Utama Terbaik;

Acha Septriasa (Layla Majnun)

Denira Wiguna (Sobat Ambyar)

Lulu Tobing (Yang Tak Tergantikan)

Marsha Timothy (Surga Yang Tak Dirindukan 3).

III. Aktor Pendukung Terbaik:

Jefri Nichol (Aum!)

Lukman Sardi (Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah)

Reza Rahadian (Surga Yang Tak Dirindukan 3)

Teuku Rifnu Wikana (Quarantine Tales: Happy Girls Don’t Cry)

Yayan Ruhian (Tarung Sarung).

IV. Aktris Pendukung Terbaik:

Asri Welas (Sobat Ambyar)

Ayu Laksmi (A Perfect Fit)

Christine Hakim (A Perfect Fit)

Marissa Anita (Ali & Ratu Ratu Queens)

Nirina Zubir (Ali & Ratu Ratu Queens).

V. Skenario Terbaik:

Angga Dwimas Sasongko, M. Irfan Ramli (Story of Kale: When Someone’s in Love)

Alim Sudio (Mariposa)

Bagus Bramanti, Charles Gozali, Gea Rexy (Sobat Ambyar)

Gina S. Noer (Ali & Ratu Ratu Queens)

Yosep Anggi Noen (Hiruk Pikuk Si Al-Kisah).

VI. Penyunting Gambar Terbaik:

Akhmad Fesdi Anggoro, Yosep Anggi Noen (Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah)

Aline Jusria (Ali & Ratu Ratu Queens)

Bayu Samantha Agni (Sejuta Sayang Untuknya)

Ryan Purwoko (Mariposa)

Wawan I Wibowo (Surga Yang Tak Dirindukan 3).

VII. Penata Kamera Terbaik:

Anggi Frisca (Layla Majnun)

Batara Goempar (Ali & Ratu Ratu Queens)

Dimas Imam Subhono (Mariposa)

Hani Pradigya (Sobat Ambyar)

Rendra Yusworo (A Perfect Fit).

VIII. Sutradara Terbaik:

Angga Dwimas Sasongko (Story of Kale: When Someone’s in Love)

Bagus Bramanti, Charles Gozali (Sobat Ambyar)

Herwin Novianto (Sejuta Sayang Untuknya)

Lucky Kuswandi (Ali & Ratu Ratu Queens)

Yosep Anggi Noen (Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah).

IX. Film Terbaik:

Ali & Ratu-ratu Queens

Produksi: Palari Films

Produser: Muhammad Zaidy, Meiske Taurisia

 

Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah

Produksi: KawanKawan Media, Angka Fortuna Sinema, Limaenam Films, Andolfi, Astro Shaw, Go Studio, Focused Equipment

Produser: Yosep Anggi Noen, Yulia Evina Bhara, Edwin Nazir, Arya Sweta

 

Mariposa

Produksi: Falcon Pictures, Starvision

Produser: Frederica, Chand Parwez Servia

 

Sejuta Sayang Untuknya

Produksi: MD Pictures, Citra Sinema, Deddy Mizwar Production

Produser: Zairin Zain

 

Sobat Ambyar

Produksi: MagMa Entertainment, Ideosource Entertainment, Paragon Pictures, Rapi Films

Produser: Linda Gozali Arya, Charles Gozali.

Continue Reading
Advertisement

Trending