Connect with us

Film

Film Biopik Taufiq Kiemas Syuting di Yogyakarta

Published

on

Suasana jumpa pers film Taufiq: Lelaki yang Menentang Badai di Yogyakarta. Foto: Istimewa.

Kabarhiburan.com, Yogyakarta – Rumah produksi film Max Pictures dan Matta Cinema tengah menyiapkan sebuah film biografi alias biopik berjudul Taufiq: Lelaki yang Menentang Badai.

Yogyakarta pun terpilih sebagai lokasi pengambilan gambar selama tiga pekan, yang dimulai hari ini, Jumat (7/12).

Di kota budaya ini, tim produksi melanjutkan proses syuting perdana yang berlangsung di kampung halaman orang tua Taufiq Kiemas di Palembang, November silam.

Pengambilan gambar di Palembang dilakukan untuk merekam adegan-adegan masa kanak-kanak dan remaja Taufiq, yang merupakan tahapan penting dalam pembentukan karakter Taufiq.

Dalam perjalanan proses syuting, film ini sempat menggunakan judul Abang, kemudian disepakati menjadi Taufiq: Lelaki yang Menentang Badai.

Sutradaranya, Ismail Basbeth mengatakan bahwa kisah Taufiq Kiemas yang divisualkan lewat film drama ini sangat menarik, lantaran menceritakan pengalaman seorang anak muda dalam mengarungi gelombang kehidupan dan dinamika sosial-politik tahun 1960-an.

“Saya berharap, film ini akan menarik minat anak muda, sekaligus kalangan orangtua yang ingin bernostalgia di masa itu,” ujar Ismail Basbeth yang mengaku tidak begitu saja menerima tawaran menggarap film biopik ini.

“Hanya saja, setelah membaca skenario dan juga biografi Pak Taufiq, saya tertarik dan merasa tertantang, ujar Ismail Isbeth, dalam jumpa pers film ini di Yogyakarta, Selasa (4/12).

Sutradara yang juga menggarap film Mencari Hilal (2015) dan Arini (2018) ini menambahkan, kisah hidup  Taufiq Kiemas penuh warna, selain dirinya diberi kebebasan dari produser untuk menggarap film ini sepenuhnya.

Film Taufiq: Lelaki yang Menentang Badai mengisahkan tentang masa remaja Taufiq Kiemas, hingga menjadi aktivis gerakan politik yang mendukung Presiden Soekarno. Taufiq Kiemas semasa hidupnya pernah mendekam di penjara pada masa rezim Soeharto.

Film ini juga menampilkan cerita asmara antara  Taufiq Kiemas dengan Megawati Soekarnoputri. Dengan demikian, film Taufiq: Lelaki yang Menentang Badai  murni bertutur panjang tentang perjuangan hidup anak manusia hingga menjadi pemimpin dan negarawan.

Penggagas proyek film ini sekaligus bertindak menjadi produser eksekutif, Muhammad Yamin dan Imran Hasibuan, memilih aktor Achmad Megantara untuk memerankan karakter Taufiq Kiemas. Sementara aktris Aghniny Haque sebagai Megawati Soekarno.

Mereka didukung oleh para aktor senior. Sebut saja, Ray Sahetapy memerankan sosok Bung Karno dan Ferry Salim didapuk sebagai Tjik Agus Kiemas, ayahanda dari Taufiq Kiemas.

“Merupakan kehormatan, sekaligus tantangan bagi saya untuk memerankan Bung Karno. Bung Karno bukan saja tokoh besar Indonesia, tapi juga tokoh dunia, yang disegani kawan dan lawan politiknya,” ujar Ray Sahetapy dalam dalam konferensi pers.

Adapun penata musik ditangani Charlie Meliala, sementara penata kamera dikerjakan oleh  Fahmi J. Saat. Sedangkan penyunting gambar digarap oleh Andhy Pulung dan skenario ditulis oleh Alim Sudio.

Megantara mengaku telah membaca biografi  Taufiq Kiemas dan mempelajari aktivitasnya dari berbagai sumber lain.

“Saya sangat mengagumi beliau. Bagi saya, beliau adalah sosok negarawan, yang mampu menjembatani berbagai perbedaan pandangan tokoh-tokoh yang ada di negara ini,” ungkap Megantara, yang pernah membintangi film 13: The Haunted (2018), Catatan Si Boy (2016), dan film Masa Muda (2017).

“Insya Allah, film ini akan mulai tayang di seluruh bioskop bulan Maret 2019 dan berharap akan diapresiasi publik Indonesia,” kata Ody Mulya Hidayat, produser yang juga tengah menyiapkan sekuel film Dilan. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Band The Panturas Rilis Film Pendek ‘All I Want’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Band surf-sock asal Jatinagor The Panturas pamerkan kapasitasnya yang berbeda dari band lainnya. Alih-alih membuat video musik untuk single berikutnya, Abyan Nabilio (Acin), Surya Fikri (Kuya), Bagus Patrias (Gogon) dan Rizal Taufik (Ijal), malah menerobos kebiasaan baru lewat besutan film pendek.

Idenya dicetuskan oleh sutradara Khemod, selanjutnya The Panturas melempar topik pembunuhan, dengan basis khayalan mengadaptasi kasus Setiabudi 13, tahun 1981.

“Setiabudi 13 adalah kasus yang masih misteri hingga hari ini. Siapa pembunuhnya, apa motifnya, kenapa bisa seperti itu, tidak ada yang pernah tahu. Karena ada area abu-abu tersebut, kami berpikir menarik jika kami bersama Khemod membuat cerita fiksi dari kejadian nyata tersebut,” ujar drummer Surya ‘Kuya’ Fikri Asshidiq dalam keterangan resmi, Jumat (24/9).

Film pendek ‘All I Want’ mengekspos kisah balas dendam berbalut asmara milik seorang perempuan bernama Ida kepada seorang tukang jagal, pembunuh orang tuanya yang dituduh antek PKI pada masa pemberangusan komunis tahun 1965.

Pemilihan terhadap situasi 1965 ditekankan secara berbeda oleh vokalis dan gitaris Abyan ‘Acin’ Zaki Nabilio dalam lagu ‘All I Want’, yang ditulisnya berdasarkan pengalaman pribadinya mendekati seorang perempuan.

Film ini dibintangi oleh para aktor dan aktris ternama, yakni Prisia Nasution, Dimas Danang dan Tio Pakusadewo.

Manajer The Panturas, Iksal R. Harizal menyebut film pendek sebagai formula eksperimen baru yang tepat untuk mengenalkan lagu The Panturas, setelah sebelumnya mencoba hampir semua hal dalam menangani video musik.

“The Panturas tidak pernah melakukan sesuatu dengan setengah hati. Makanya kami mengajak orang-orang terbaik di bidangnya,” ujar Iksal.

Film pendek ‘All I Want’ sudah bisa dinikmati melalui saluran ofisial YouTube The Panturas mulai tanggal 24 September 2021. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Mulai 17 September, Film ‘Detak’ Versi Director’s Cut Tayang di Bioskop Online

Published

on

By

Fillm ‘Detak’ tayang terbatas di Bioskop Onlne mulai 17 September mendatang. (Foto: Instagram)

Kabarhiburan.com – Sukses meraih berbagai penghargaan di berbagai festival film mancanegara, tiba saatnya film Detak dinikmati lewat layanan TVOD streaming Bioskop Online.

Film Detak merupakan versi director’s cut Tarian Lengger Maut, akan ditayangkan mulai Jumat, 17 September hingga 3 Oktober 2021 mendatang.

Sebelum sampai ke sana, sutradara Yongki Ongestu dan produser Aryanna Yuris mengadakan virtual media gathering, menghadirkan aktor Refal Hady dan aktris Alyssa Abidin. Hadir pula, Gupta Gautama, selaku Head of Content Bioskop Online, pada Selasa (14/9).

Yongki Ongestu menjelaskan film ‘Detak’ telah meraih aneka penghargaan di berbagai festival film mancanegara. Sukses tersebut mendorong tim produksi film ‘Detak’ untuk menayangkan penyuntingan akhir berdasarkan keinginan sutradara, agar bisa dinikmati masyarakat luas.

“Versi ini adegannya lebih detail dan proses pengenalan dan pendalaman karakter lebih panjang. Kami juga menggunakan treatment yang berbeda” ujar Yongki Ongestu berpromosi.

Salah satu treatment yang dimaksud adalah previsualization atau penggambaran adegan sebelum syuting dengan membuat animasi film secara utuh. Selain, masih ada treatment psychology of colour, yakni menyoroti perubahan karakter melalui gerakan kamera dan palet warna.

“Kami berharap, versi ini bisa dinikmati penonton. Versi sinemanya sudah tayang di bioskop offline. Sedangkan versi festival akan tayang di bioskop online,” jelas produsernya, Aryanna Yuris.

Film ‘Detak’ bercerita tentang profesi dokter yang memiliki status sosial yang tinggi di mata masyarakat. Dokter Jati (Refal Hady) paham betul statusnya tersebut, saat tiba di desa Pagar Alas sebagai penyembuh serta rajin menolong warga desa.

Seiring kehadirannya, muncul sebuah misteri di desa tersebut. Satu per satu warga menghilang dan jasadnya ditemukan tanpa jantung.

Detak jantung dr. Jati pun jadi tidak beraturan karena berjumpa seorang perempuan desa bernama Sukma (Della Dartyan), dalam masa penahbisan menjadi Penari Lengger, seni tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Apa sebenarnya yang terjadi di desa Pagar Alas? Yang lebih penting lagi, apa yang terjadi diantara dr. Jati dan Sukma?

Saksikan film Detak mulai 17 September hinga 3 Oktober 2021, dengan harga tiket presale terbatas Rp 25.000. Tiket sudah bisa diperoleh melalui website www.bioskoponline.com. Aplikasinya bisa  diunduh melalui App Store dan Google Play Store. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Main Sinetron Kolosal ‘Angling Dharma’, Intan Permata Jadi Istri Mahapatih Batik Madrim

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Selebgram sekaligus model, Intan Permata, sedang berbahagia. Ia mendapat tawaran seni peran di sebuah sinetron kolosal berjudul ‘Angling Dharma‘. Sinetron ini yang tayang platform OTT Maxstream.

“Aku nggak nyangka di musim pandemi Covid-19, disaat panggung hiburan lagi sepi karena masih PPKM, aku syuting sinetron kolosal,” tutur Intan Permata, Selasa (14/9/2021).

Artis bertubuh seksi ini memerankan tokoh protagonis sebagai Dewi Kusuma Gandawati istri dari Mahapatih Batik Madrim, yang merupakan orang kuat nomor dua di Kerajaan Malawapati.

“Jadi ceritanya jadi isteri seorang Mahapatih yang cantik, anggun, penyabar, penyayang dan mudah khawatir dan memang karakter bangsawan banget,” ungkap Intan Permata.

Intan Permata mengaku dirinya senang melakukan adegan berbahaya seperti silat dan bertarung.

“Nggak takut kulit terbakar, semisal syuting diluar ruangan atau luka memar sekalipun ya, karena memang bakat akting atau bakat di dunia seni kan harus totalitas juga,” jelas Intan Permata. (ts)

Continue Reading
Advertisement

Trending