Connect with us

Film

Film ‘Hanya Manusia’, Angkat Sisi Humanis Polisi dan Perdagangan Manusia

Published

on

Para pendukung film ‘Hanya Manusia’.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sebuah film merupakan sarana hiburan, sekaligus tontonan yang memuat misi kemanusiaan. Demikian pula film Hanya Manusia yang diproduksi oleh Divisi Humas Polri, mengangkat sisi humanis sosok polisi dan kasus perdagangan manusia (human trafficking).

Film ini tayang di bioskop Tanah Air, mulai 7 November 2019 mendatang, menjadi produksi kedua bagi Divisi Humas Polri. Sebelumnya, Divisi Humas Polri telah merilis film Pohon Terkenal pada Maret silam.

“Film Hanya Manusia sengaja mengambil tema perdagangan manusia yang sudah jadi isu internasional, bukan lagi sekadar isu Nasional. Jarang sekali film Indonesia mengangkat isu ini,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. M. Iqbal yang ditemui di bioskop Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/10).

Kadiv Humas Polri, Irjend. Pol. Iqbal didampingi Prisia Nasution dan Monty Tiwa dalam jumpa pers tentang film ‘Hanya Manusia’ di bioskop Epicentrum, Jakarta, Selasa (29/10).

Seperti judulnya, film ini juga mengangkat sisi-sisi humanis dari seorang polisi yang jarang diketahui publik.

“Polisi itu manusia, bukan superman. Dia punya hati, tapi masyarakat tidak mau tahu, polisi harus melindungi, mengayomi dan tidak boleh salah,” imbuh Iqbal.

Baginya, film Hanya Manusia merupakan tontonan yang punya nilai edukasi dan informasi tentang kejahatan perdagangan manusia yang sangat tidak manusiawi.

“Kita harapkan film ini juga sekaligus menjadi hiburan yang punya nilai positif untuk masyarakat dan tentang sisi menarik lainnya dari dunia seorang polisi yang hanya manusia,” kata Iqbal.

Hanya Manusia berdurasi 90 menit, disutradarai oleh Tepan Kobain, sedangkan skenario diramu oleh sineas Monty Tiwa. Mereka memilih Prisia Nasution sebagai pemeran utama, didampingi  Yama Carlos, Lian Firman, Tegar Satrya, Verdi Solaeman, Soleh Solihun dan masih banyak lagi.

Bercerita tentang sosok perwira muda bernama Annisa (Prisia Nasution) yang tergabung dalam Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara. Bersama Iptu Aryo (Lian Firman), Annisa ditugaskan mengusut sebuah kasus penculikan.

Salah satu korbannya adalah Dinda (Shenina Cinnamon), adik perempuan Annisa. Siapa sangka kasus penculikan tersebut menjadi bagian dari aksi kejahatan perdagangan manusia.

Prisia Nasution mengaku terlebih dulu menyiapkan dirinya agar lebih lihai berakting bela diri dan menggunakan senjata api. Tujuannya, agar maksimal dalam melakoni karakter Annisa seorang Polwan.

“Jadi, sebelumnya saya sudah latihan-latihan sendiri dan suka menembak juga, sehingga senjata api sama sekali tidak terlalu asing bagi saya. Enggak ada pelatihan khusus untuk menggunakan senjata,” jelas Prisia Nasution.

Prisia juga mengapresiasi kepolisian yang menghadirkan film bertema perdagangan manusia. “Dalam film ini saya sebagai pemeran polisi mendapatkan informasi lebih. Semoga masyarakat semakin tahu,” pungkas Prisia. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Film ‘Doremi & You’ Rilis DVD, Lagu ‘Harmoni’ Masuk Nominasi Piala Maya 2020

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Film Doremi & You sudah habis masa tayang di layar bioskop pada pertengahan tahun 2019 silam. Bagi yang belum sempat menonton, saatnya menyaksikan film musikal bertema persahabatan tersebut melalui DVD.

Rumah produksi GoodWork bekerja sama dengan Jagonya Musik & Sport Indonesia (JMSI) telah merilis Doremi & You dalam bentuk keping DVD, di KFC Tugu Tani, Jakarta Pusat, Minggu (26/1).

Acara tersebut dihadiri oleh para bintangnya, seperti Naura, Devano Danendra, Fatih Unru dan Toran Waibro. Mereka pun sudah ditunggu para penggemar yang ingin foto dan meminta tanda tangan.

“Buat temen-teman yang belum nonton film Doremi & You, kini bisa nonton di rumah. Mereka yang kangen pada jalinan persahabatan seperti dalam film ini bisa nonton berulangkali,” ujar Ridla An-Nuur selaku produser.

Nilai persahabatan yang luhur dalam film ini, membuat JMSI tertarik membuat format DVD. Terbukti, hanya dalam tempo kurang dari dua bulan saja, sudah terjual lebih dari 50 ribu keping DVD di seluruh Indonesia.

“Kami sangat bersemangat karena ini film musikal pertama kami. Akting mereka sangat mengesankan. Ada pesan persahabatan yang baik jadi inspirasi untuk anak-anak,” kata Steve Lilywhite, selaku CEO JMSI.

Nominasi Piala Maya 2020

Beperan sebagai Puteri, Naura menyebut film Doremi & You bercerita tentang persahabatan empat anak dari berbagai suku di Indonesia. Mereka bahu-membahu dalam mengatasi berbagai kesulitan.

Para bintang film Doremi & You. Dari kiri: Fatih Unru, Toran, Naura dan Devano.

Jalinan cerita menarik tersebut diselingi oleh tari dan lagu. Salah satunya, lagu Harmoni yang dibawakan duet Naura dan Devano, yang masuk dalam daftar nominasi Piala Maya 2020 untuk kategori: Lagu Tema Terpilih.

“Persahabatan kami berempat ini, semoga jadi inspirasi buat teman-teman. Jangan pernah memandang fisik dan ras dalam persahabatan,” pinta Naura.

“Walaupun sudah tidak syuting lagi, kami masih sahabat. Sering kumpul bareng, seperti sudah jadi saudara,” timpal Devano.

Ungkapan senada disampaikan Toran Waibro. Remaja asal Merauke ini menjadikan persahabatan mereka sebagai pengalaman tak terlupakan.

“Saya bersyukur. Puji Tuhan, bisa main film bareng mereka. Ini pengalaman tak terlupakan bagi saya,” kata Toran. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Parfi Gelar Kongres, Cari Sosok Ketua Umum Baru

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) akan menggelar kongres di Hotel Maharaja, pada 10 Maret 2020 mendatang. Kongres tersebut mengagendakan pemilihan Ketua Umum Parfi dan membentuk pengurus baru yang bisa mengakomodir semua pihak.

Demikian disampaikan oleh Ketua Panitia Kongres, Sandec Sahetapy didampingi oleh Mawardi Harlan, Djoddy Prasetio Widyawan, dan Lella Anggraini dalam jumpa pers yang berlangsung di sekretariat Parfi, Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta, Sabtu (18/1).

“Kali ini menggelar kongres pembaruan untuk mencari ketua umum kepengurusan periode 2020 – 2025. Tentunya untuk menemukan pemimpin yang baik,” ungkap Sandec Sahetapy.

Melalui kongres ini pula, Sandec ingin merangkul seluruh insan fim yang ada di Indonesia agar hadir, karena Kongres Parfi 2020 terbuka untuk semua insan film.

“Tentunya yang pernah bermain film. Tidak terlibat dengan masalah hukum dan bebas narkoba. Besar harapan saya, organisasi yang tercatat dalam lembar negara ini bisa mempersatukan seluruh insan film nasional. Tidak ada lagi parfi-parfi versi lain,” jelasnya.

Sandec menambahkan bahwa anggota Parfi yang sudah mengantongi status Anggota Biasa(AB) berhak memilih calon ketua umum Parfi yang baru. Sedangkan bagi calon Ketua Umum harus memenuhi beberapa kriteria. Salah satunya, pernah menjadi pemeran utama dalam film layar lebar.

“Perlu digaris bawahi bahwa untuk menjadi calon ketua umum tidak dipungut biaya, alias gratis. Tidak seperti sebelum sebelumnya,” imbuh Sandec.

Sementara Djoddy Prasetyo Widyawan selaku Wakil Ketua Panitia mengatakan bahwa jadwal penyelenggaraan kongres Parfi tidak menyalahi AD/ ART Parfi.

“Tidak ada yang salah dan tidak ada yang dilanggar. Semua sudah sesuai dengan AD/ART. Bahkan kami sudah menyiapkan perangkat kongres, seperti Steering Committee maupun Organizing Comitee,” terang Djoddy.

Siapa sosok calon ketua umum yang sudah mendaftarkan atau diunggulkan?

“Yang mau mendaftar banyak, tetapi pendaftaran baru dibuka pada Senin (20/1) mendatang. Silahkan mendaftar di kantor Parfi. Pokoknya kami terbuka, asal memenuhi kriteria maupun persyaratan,” lanjut Djoddy. (Mik/KH)

Continue Reading

Film

Film ‘Satria Dewa Gatotkaca’ Mulai Syuting April 2020

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Rumah Produksi Satria Dewa Studio (SDS) tengah menggarap film berjudul ‘Satria Dewa Gatotkaca’.  Gatotkaca merupakan tokoh pewayangan yang sakti luar biasa, selain memiliki sisi  kekeluargaan, kasih sayang dan kepahlawanan.

Ketiga sisi pribadi Gatotkaca akan dieksplor tim produksi SDS, selanjutnya dikemas dengan teknologi sinematografi terkini. Pada akhirnya, menampilkan ketokohan Gatotkaca yang mampu menginspirasi kalangan anak muda masa kini.

“Ada tiga hal utama dari ketokohan Gatotkaca yang ingin kami angkat dalam film ini, yakni tentang kekeluargaan, kasih sayang dan kepahlawanannya,” ungkap Rahabi Mandra, selaku penulis naskah, saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1612).

Produsernya, Celerina Judisari, mengkonfirmasi bahwa proses penggarapan film Gatot Kaca sudah sesuai jadwal yang ditetapkan. Kini memasuki tahap produksi.

“Saya yakin, kapasitas orang-orang yang terlibat dalam produksi film ini sangat kompeten. Mereka akan menghasilkan film yang bermutu dan punya cita rasa internasional,” ungkap Celerina.

Tim produksi mengangkat kisah Gatotkaca yang dikembangkan secara kreatif melalui berbagai platform, untuk disajikan dalam skala internasional.

Pada kesempatan yang sama, executive producer Rene Ishak dan Francis Wanandi, membenarkan bahwa kisah Gatotkaca, jika digarap dengan cita rasa kekinian akan mampu menambah gairah perfilman Nasional.

“Saat ini film Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat kita. Oleh sebab itu, jika cerita lokal seperti Gatotkaca digarap dengan gaya kekinian dan berteknologi modern, akan disenangi oleh masyarakat Indonesia,” ujar Rene Ishak.

“Saya juga yakin, film ini akan mampu menginspirasi anak-anak milenial agar menyukai tokoh-tokoh hero lokal,” imbuhnya.

Film Satria Dewa Gatotkaca akan memulai pengambilan gambar pada April 2020 mendatang, selanjutnya akan tayang serentak di layar bioskop pada November 2020. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending