Connect with us

Film

Film ‘Satria Dewa Gatotkaca’ Mulai Syuting April 2020

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Rumah Produksi Satria Dewa Studio (SDS) tengah menggarap film berjudul ‘Satria Dewa Gatotkaca’.  Gatotkaca merupakan tokoh pewayangan yang sakti luar biasa, selain memiliki sisi  kekeluargaan, kasih sayang dan kepahlawanan.

Ketiga sisi pribadi Gatotkaca akan dieksplor tim produksi SDS, selanjutnya dikemas dengan teknologi sinematografi terkini. Pada akhirnya, menampilkan ketokohan Gatotkaca yang mampu menginspirasi kalangan anak muda masa kini.

“Ada tiga hal utama dari ketokohan Gatotkaca yang ingin kami angkat dalam film ini, yakni tentang kekeluargaan, kasih sayang dan kepahlawanannya,” ungkap Rahabi Mandra, selaku penulis naskah, saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1612).

Produsernya, Celerina Judisari, mengkonfirmasi bahwa proses penggarapan film Gatot Kaca sudah sesuai jadwal yang ditetapkan. Kini memasuki tahap produksi.

“Saya yakin, kapasitas orang-orang yang terlibat dalam produksi film ini sangat kompeten. Mereka akan menghasilkan film yang bermutu dan punya cita rasa internasional,” ungkap Celerina.

Tim produksi mengangkat kisah Gatotkaca yang dikembangkan secara kreatif melalui berbagai platform, untuk disajikan dalam skala internasional.

Pada kesempatan yang sama, executive producer Rene Ishak dan Francis Wanandi, membenarkan bahwa kisah Gatotkaca, jika digarap dengan cita rasa kekinian akan mampu menambah gairah perfilman Nasional.

“Saat ini film Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat kita. Oleh sebab itu, jika cerita lokal seperti Gatotkaca digarap dengan gaya kekinian dan berteknologi modern, akan disenangi oleh masyarakat Indonesia,” ujar Rene Ishak.

“Saya juga yakin, film ini akan mampu menginspirasi anak-anak milenial agar menyukai tokoh-tokoh hero lokal,” imbuhnya.

Film Satria Dewa Gatotkaca akan memulai pengambilan gambar pada April 2020 mendatang, selanjutnya akan tayang serentak di layar bioskop pada November 2020. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Web Series ‘My Ghost Friend’ Konten Original Genflix yang Berbeda, Tayang Besok

Published

on

By

Para pendukung film ‘My Ghost Friend’.

Kabarhiburan.com – Tren web series film horor merupakan tontonan menghibur yang digandrungi masyarakat belakangan ini, telah menginspirasi platform over the top (OTT) Genflix meluncurkan Web Series ‘My Ghost Friend’, besok, Jumat, 29 Oktober 2021.

Mini Series ini digarap oleh Rumah Produksi Pearl Cinema yang alur ceritanya berbeda dari alur cerita horor yang pernah ada.

Dalam keterangan resminya, Rabu (27/10), My Ghost Friend diperkuat para bintang muda berbakat, seperti Athallah Naufal, Sella Selly, Rizal Biladina, Iqi Rabbani, Cintaling, Kevin Raynandoo, Elsya Syarif, Jay Kresna dan masih ada lainnya.

“Mereka menampilkan cerita tentang pergaulan siswa-siswi SMA, dibalut dengan pembunuhan, kematian dan misteri-misteri lainnya, yang tentunya sangat menarik,” ujar Rofiq Ashari selaku Produser Eksekutif.

Penempatan pemeran utama Athallah Naufal dan penyanyi dangdut Sella Selly, menurut Rofiq juga sangat tepat.

“Athala dan Selly dipilih berdasarkan pengamatan dari tim dan sutradara, yang secara khusus melihat mereka dari sisi akting sangat kuat dan mampu memainkan perannya dan khususnya Sella Selly, pemaran hantu Miranda yang penuh misteri,” jelas Rofiq.

Web series My Ghost Friend semakin lengkap dengan masuknya pendatang baru kakak-beradik Rizal Biladina dan Iqi Rabbani, yang berpengalaman di dunia akting.

“Rizal Biladina dan Iqi Rabbani dipilih berdasarkan ada pengalaman di beberapa film sebelumnya. Bukan berarti ikut main tanpa pengalaman dan dalam film ini harus bermain total,” pungkas pengusaha yang juga berprofesi sebagai pengacara tersebut.

Web Series ‘My Ghost Friend’ juga diperankan oleh aktor besar seperti, Romi Kartiko dan Ivonneina Wadejie. Selain ada nama penulis Moammar Emka yang bertindak sebagai Producer Associate.

“Khusus Rizal dan Iqi Rabbani ada kemajuan yang sangat baik dari berbagai sisi, berkat pengalaman dan latihan khusus di bawah bimbingan Susilo Badar yang merupakan coach acting yang cukup handal di Indonesia,” imbuh Rofiq.

Terkait jalan cerita web series ‘My Ghost Friend’, Rofiq memberi sedikit bocoran mengenai angle apa saja yang menarik perhatian bagi para penonton.

“Angle-angle menariknya salah satunya adalah ketika menit-menit awal si hantu Miranda yang gentayangan dan menangis saat dekat dengan Nanda. Dan Nanda bertanya-tanya ada misteri apa dibalik gentayangannya hantu cantik Miranda,” beber Rofiq. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Membanggakan, Film Animasi ‘Riki Rhino’ Tembus Pasar Internasional

Published

on

By

Jumpa Pers ‘Riki Rhino Goes International’ di kawasan Ancol, Jakarta, Rabu (27/10). (Foto: Dok. Batavia Pictures)

Kabarhiburan.com – Sukses dengan film-film animasi ‘Petualangan Singa Pemberani’ dan ‘Riki Rhino’ di awal tahun 2020, Batavia Pictures melanjutkan popularitas karakter badak Sumatera bernama Riki ke kancah film internasional.

Di kemudian hari, Riki Rhino juga dikembangkan ke dalam bentuk media streaming, gaming, dan pengembangan café dan resort park.

Rencana tersebut, Batavia Pictures sampaikan pada Jumpa Pers ‘Riki Rhino Goes International’ di kawasan Ancol, Jakarta, Rabu (27/10).

Acara ini juga menghadirkan secara virtual, aktris Jennifer Castle dan aktor Paul Reynold, asal Inggris yang akan mengisi suara Riki dan Beni untuk Riki Rhino versi internasional.

Jennifer Castle akan menggantikan Hamish Daud sebagai Riki, merupakan jebolan dari RADA (Royal Academy of Dramatic Art) bersama-sama dengan aktor ternama Tom Hiddlestone.

Jennifer memulai karir lewat film Miss Potter, bersanding dengan Renee Zellwegger dan Ewan Mc Gregor. Selanjutnya, Jennifer mendalami peran sebagai aktor watak dalam beberapa film seri TV seperti Topsy and Tim, Motherland, dan This Way Up.

Sementara itu, Paul Reynold yang memerankan Beni adalah aktor kawakan yang terkenal lewat beberapa film seri TV seperti, Midsomer Murders dan Humans, serta film Eddie The Eagle dan Terminal. Paul berakting bersama aktor-aktor kelas dunia, seperti Hugh Jackman, Margot Robbie, Taron Egerton dan Simon Pegg.

Produser Film Riki Rhino, Lucki Lukman Hakim dan Genesis Timotius, menuturkan bahwa film Riki Rhino sukses menembus pasar internasional yang akan dimulai dari United Kingdom. Berlanjut ke berbagai negara di America Latin, Afrika, Turki dan Malaysia.

Tahap selanjutnya, memulai preview dengan beberapa distributor di Hollywood, Riki Rhino dikembangkan sebagai film bergenre komedi keluarga. Riki Rhino sarat dengan pesan kesadaran konservasi yang melibatkan peran keluarga dan dimulai dari anak-anak dan orang tua.

“Riki Rhino juga akan tersedia dalam format streaming melalui platform video on demand (VoD), MAXstream. Mengingat pentingnya prokes dalam keadaan pandemi Covid-19 seperti saat ini, kami hadirkan Riki Rhino ke rumah Anda mulai 15 November 2021,” ujar Lucki Lukman Hakim, Rabu (27/10).

Seiring dengan perkembangan tren dan gaya hidup, Riki Rhino dikembangkan ke dalam berbagai bentuk entertainment. Produsernya, Genesis Timotius mengatakan Riki Rhino bakal menjadi karakter game.

“Kami sedang develop Riki Rhino ke dalam bentuk game, nantinya kami luncurkan untuk Nintendo Switch,” kata Timotius.

Film Riki Rhino tidak berhenti sebagai film lepasan saja, tapi dikembangkan sampai 4 film. Untuk itu, mengembangkan karakter ini ke format lain tidak terbatas pada format movies,” lanjut Genesis Timotius.

Upaya mengembangkan karakter Riki Rhino menjadi karakter kesayangan keluarga kelas dunia, berlanjut melalui kerjasama Batavia Pictures dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Keduanya akan berkolaborasi menghadirkan Riki Rhino ke dunia nyata, yakni berbentuk restoran keluarga, café dan resor yang bertema Riki Rhino dan karakter lainnya, di area Allianz Ecopark Ancol.

“Sudah menjadi impian lama Ancol untuk mendukung IP Local. Kami sangat bangga pada kreativitas tim Batavia Pictures, terbukti Riki Rhino yang mencapai dunia internasional,” ujar Teuku Sahir Syahali dari PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Film Riki Rhino yang merupakan realisasi dari interpretasi Badak Sumatera, memiliki semangat yang sama dalam hal pelestarian satwa langka dan meningkatkan kejayaan industri kreatif lokal.

Pada 2021 ini Riki Rhino memberikan semangat baru melalui terobosan kelas dunia dan transformasi dari dunia maya ke dunia nyata.

Film Riki Rhino garapan sutradara Erwin Budiono, akan tayang secara eksklusif di Maxtream, mulai 15 November 2021 mendatang. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Film ‘Story of Dinda’: Kebahagiaan Tidak Selalu Datang pada Kesempatan Pertama

Published

on

By

Instagram Bioskop Online: Poster ‘Story of Dinda: Second Chance of Happiness’

Kabarhiburan.com – Penggemar drama romantis yang menyaksikan film Story of Kale, sebaiknya ikuti lanjutannya pada film, ‘Story of Dinda: Second Chance of Happiness’.

Film ini dibintangi Aurelie Moeremans yang memerankan karakter Dinda, akan tayang di Bioskop Online, mulai Jumat, 29 Oktober 2021 mendatang.

‘Story of Dinda’ menceritakan tentang sepasang manusia yang berusaha lepas dari toxic relationship. Dinda merasa ada yang salah dari hubungannya dengan Kale (Ardhito Pramono).

Ungkapan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang di kesempatan pertama, telah membawa Dinda bertemu dengan Pram (Abimana Aryasatya).

Hubungan Dinda dan Pram didasari atas sikap saling menghargai dan kesadaran bahwa gagal adalah kenyataan yang akan selalu terjadi dalam usaha manusia mencapai kebahagiaannya.

Sutradaranya, Ginanti Rona, ingin menyampaikan bahwa setiap orang di dalam hubungan itu punya pilihan dan punya kuasa untuk memilih kebahagiaannya.

Dinda yang sebelumnya merasa frustasi karena punya pasangan yang membuat dia insecure, kemudian bertemu dengan sosok laki-laki yang mendorong dia untuk melihat bahwa ada kemungkinan lain di hidupnya.

“Itu yang membuat kenapa film ini diberi judul ‘Story of Dinda: Second Chance of Happiness’,” ungkap Ginanti Rona dalam keterangan tertulis, Selasa (26/10).

Menariknya, usia Dinda dengan Pram yang terpaut jauh membuat nilai dan keinginan keduanya demikian kontras menambah daya tarik bagi penonton.

“Pram hadir dengan masalahnya sendiri, tanpa menduga bahwa dia akan menjadi sesuatu untuk Dinda. Inilah kompleksitas, yang akhirnya menjadi daya tarik untuk Story of Dinda,” ungkap Abimana Aryasatya.

Pihak Bioskop Online berharap, hadirnya ‘Story of Dinda’ dapat melengkapi perjalanan yang sudah ada sebelumnya, selain dapat mengangkat perspektif Dinda yang berusaha untuk keluar dari hubungan yang toxic dan mengejar bahagia.

Ajeng Parameswari selaku President of Digital Business Visinema, mewakili Bioskop Online berharap ‘Story of Dinda’, bisa menjadi pelengkap cerita sekaligus melengkapi pengalaman penonton yang sebelumnya sudah mengikuti perjalanan Dinda.

“Atau bisa menjadi tontonan baru, yang dapat menyuarakan tentang keputusan seorang perempuan yang ingin lepas dari hubungan yang tidak sehat dan mengejar kebahagiaannya,” ujar Ajeng.

Penjualan tiket presale sudah dimulai sejak 15 Oktober 2021 dengan harga Rp20.000. Penjualan tiket normal seharga Rp 25.000, akan dimulai pada Jumat, 29 Oktober 2021 mendatang. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending