Connect with us

Film

Film ‘Zharfa’, Kebohongan Pasti Terkejar Kebenaran

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sebuah film drama religi memikat akan kembali menghiasi layar bioskop Tanah Air dan negeri jiran, Malaysia, berjudul Zharfa.

Film dengan tagline: Secepatnya kebohongan berlari pasti terkejar dengan kebenaran, siap tayang di layar bioskop Indonesia pada 24 Oktober mendatang, disusul tayang di Malaysia pada 7 November.

Melalui film produksi perdananya ini Mr Rius Production ingin menyampaikan film baik yang penuh tuntunan, Tanpa terganggu dengan nilai bisnis tayangan dan juga perang genre.

Produsernya, Yudi Pratito mengatakan bahwa Zharfa adalah film baik dengan pesan moral yang bisa dipetik untuk semua orang. Terutama hubungan antara anak dan orangtua.

“Kami ingin menyampaikan pesan baik. Karena apapun yang baik akan menghasilkan yang baik juga,” yakin Yudi Pratito,  usai gala premiere di bioskop Trans Mart, Cibubur, Jumat (18/10).

Film garapan sutradara Ruli Wanisar ini mengisahkan perjalanan hidup sosok Zharfa (diperankan oleh Kaka Azraff), seorang gadis Malaysia yang menemukan ayah kandungnya dengan cara yang tak terduga.

Lika-liku perjalanan hijrah Zharfa yang begitu menginspirasi, termasuk pertemuannya dengan Fuqron Ali (diperankan Donny Alamsyah), seorang guru silat di sebuah pesantren di desa terpencil di Jawa Barat.

Melalui film ini, Ruli Wanisar ingin menyampaikan pesan bahwa secepat apapun kebohongan berlari pasti akan terkejar dengan kebenaran.

Selain dibintangi oleh Donny Alamsyah dan Kaka Azraff, film ini juga menghadirkan aktor dan aktris ternama, seperti Shelomita, Betari Ayu, Anindi Zharfa, Berlando Deton, Piet Pagau, Wawan Ruswandi.

Shelomita mengaku senang berkesempatan ambil bagian dalam film Zharfa. Ia memerankan sosok ibunya Zharfa.

“Ceritanya bagus banget, menyentuh sekali. Banyak pelajaran yang dipetik, dari seorang anak yang liar sekali hingga akhirnya dia jadi kenal agama,” ujar Shelomita yang ditemui di tempat yang sama.

Hanya saja, di balik pujiannya, Shelomita juga berhasil menaklukkan tantangan dalam hal bahasa, yakni. ia harus berdialog dengan logat Malaysia.

“Semua talent di sini, yang orang Indonesia, bahasanya Indonesia. Orang malaysia ngomongnya malaysia. Hanya saya yang orang Indonesia yang berlogat Malaysia,” ujar Shelomita. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Film ‘Doremi & You’ Rilis DVD, Lagu ‘Harmoni’ Masuk Nominasi Piala Maya 2020

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Film Doremi & You sudah habis masa tayang di layar bioskop pada pertengahan tahun 2019 silam. Bagi yang belum sempat menonton, saatnya menyaksikan film musikal bertema persahabatan tersebut melalui DVD.

Rumah produksi GoodWork bekerja sama dengan Jagonya Musik & Sport Indonesia (JMSI) telah merilis Doremi & You dalam bentuk keping DVD, di KFC Tugu Tani, Jakarta Pusat, Minggu (26/1).

Acara tersebut dihadiri oleh para bintangnya, seperti Naura, Devano Danendra, Fatih Unru dan Toran Waibro. Mereka pun sudah ditunggu para penggemar yang ingin foto dan meminta tanda tangan.

“Buat temen-teman yang belum nonton film Doremi & You, kini bisa nonton di rumah. Mereka yang kangen pada jalinan persahabatan seperti dalam film ini bisa nonton berulangkali,” ujar Ridla An-Nuur selaku produser.

Nilai persahabatan yang luhur dalam film ini, membuat JMSI tertarik membuat format DVD. Terbukti, hanya dalam tempo kurang dari dua bulan saja, sudah terjual lebih dari 50 ribu keping DVD di seluruh Indonesia.

“Kami sangat bersemangat karena ini film musikal pertama kami. Akting mereka sangat mengesankan. Ada pesan persahabatan yang baik jadi inspirasi untuk anak-anak,” kata Steve Lilywhite, selaku CEO JMSI.

Nominasi Piala Maya 2020

Beperan sebagai Puteri, Naura menyebut film Doremi & You bercerita tentang persahabatan empat anak dari berbagai suku di Indonesia. Mereka bahu-membahu dalam mengatasi berbagai kesulitan.

Para bintang film Doremi & You. Dari kiri: Fatih Unru, Toran, Naura dan Devano.

Jalinan cerita menarik tersebut diselingi oleh tari dan lagu. Salah satunya, lagu Harmoni yang dibawakan duet Naura dan Devano, yang masuk dalam daftar nominasi Piala Maya 2020 untuk kategori: Lagu Tema Terpilih.

“Persahabatan kami berempat ini, semoga jadi inspirasi buat teman-teman. Jangan pernah memandang fisik dan ras dalam persahabatan,” pinta Naura.

“Walaupun sudah tidak syuting lagi, kami masih sahabat. Sering kumpul bareng, seperti sudah jadi saudara,” timpal Devano.

Ungkapan senada disampaikan Toran Waibro. Remaja asal Merauke ini menjadikan persahabatan mereka sebagai pengalaman tak terlupakan.

“Saya bersyukur. Puji Tuhan, bisa main film bareng mereka. Ini pengalaman tak terlupakan bagi saya,” kata Toran. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Parfi Gelar Kongres, Cari Sosok Ketua Umum Baru

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) akan menggelar kongres di Hotel Maharaja, pada 10 Maret 2020 mendatang. Kongres tersebut mengagendakan pemilihan Ketua Umum Parfi dan membentuk pengurus baru yang bisa mengakomodir semua pihak.

Demikian disampaikan oleh Ketua Panitia Kongres, Sandec Sahetapy didampingi oleh Mawardi Harlan, Djoddy Prasetio Widyawan, dan Lella Anggraini dalam jumpa pers yang berlangsung di sekretariat Parfi, Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta, Sabtu (18/1).

“Kali ini menggelar kongres pembaruan untuk mencari ketua umum kepengurusan periode 2020 – 2025. Tentunya untuk menemukan pemimpin yang baik,” ungkap Sandec Sahetapy.

Melalui kongres ini pula, Sandec ingin merangkul seluruh insan fim yang ada di Indonesia agar hadir, karena Kongres Parfi 2020 terbuka untuk semua insan film.

“Tentunya yang pernah bermain film. Tidak terlibat dengan masalah hukum dan bebas narkoba. Besar harapan saya, organisasi yang tercatat dalam lembar negara ini bisa mempersatukan seluruh insan film nasional. Tidak ada lagi parfi-parfi versi lain,” jelasnya.

Sandec menambahkan bahwa anggota Parfi yang sudah mengantongi status Anggota Biasa(AB) berhak memilih calon ketua umum Parfi yang baru. Sedangkan bagi calon Ketua Umum harus memenuhi beberapa kriteria. Salah satunya, pernah menjadi pemeran utama dalam film layar lebar.

“Perlu digaris bawahi bahwa untuk menjadi calon ketua umum tidak dipungut biaya, alias gratis. Tidak seperti sebelum sebelumnya,” imbuh Sandec.

Sementara Djoddy Prasetyo Widyawan selaku Wakil Ketua Panitia mengatakan bahwa jadwal penyelenggaraan kongres Parfi tidak menyalahi AD/ ART Parfi.

“Tidak ada yang salah dan tidak ada yang dilanggar. Semua sudah sesuai dengan AD/ART. Bahkan kami sudah menyiapkan perangkat kongres, seperti Steering Committee maupun Organizing Comitee,” terang Djoddy.

Siapa sosok calon ketua umum yang sudah mendaftarkan atau diunggulkan?

“Yang mau mendaftar banyak, tetapi pendaftaran baru dibuka pada Senin (20/1) mendatang. Silahkan mendaftar di kantor Parfi. Pokoknya kami terbuka, asal memenuhi kriteria maupun persyaratan,” lanjut Djoddy. (Mik/KH)

Continue Reading

Film

Film ‘Satria Dewa Gatotkaca’ Mulai Syuting April 2020

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Rumah Produksi Satria Dewa Studio (SDS) tengah menggarap film berjudul ‘Satria Dewa Gatotkaca’.  Gatotkaca merupakan tokoh pewayangan yang sakti luar biasa, selain memiliki sisi  kekeluargaan, kasih sayang dan kepahlawanan.

Ketiga sisi pribadi Gatotkaca akan dieksplor tim produksi SDS, selanjutnya dikemas dengan teknologi sinematografi terkini. Pada akhirnya, menampilkan ketokohan Gatotkaca yang mampu menginspirasi kalangan anak muda masa kini.

“Ada tiga hal utama dari ketokohan Gatotkaca yang ingin kami angkat dalam film ini, yakni tentang kekeluargaan, kasih sayang dan kepahlawanannya,” ungkap Rahabi Mandra, selaku penulis naskah, saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1612).

Produsernya, Celerina Judisari, mengkonfirmasi bahwa proses penggarapan film Gatot Kaca sudah sesuai jadwal yang ditetapkan. Kini memasuki tahap produksi.

“Saya yakin, kapasitas orang-orang yang terlibat dalam produksi film ini sangat kompeten. Mereka akan menghasilkan film yang bermutu dan punya cita rasa internasional,” ungkap Celerina.

Tim produksi mengangkat kisah Gatotkaca yang dikembangkan secara kreatif melalui berbagai platform, untuk disajikan dalam skala internasional.

Pada kesempatan yang sama, executive producer Rene Ishak dan Francis Wanandi, membenarkan bahwa kisah Gatotkaca, jika digarap dengan cita rasa kekinian akan mampu menambah gairah perfilman Nasional.

“Saat ini film Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat kita. Oleh sebab itu, jika cerita lokal seperti Gatotkaca digarap dengan gaya kekinian dan berteknologi modern, akan disenangi oleh masyarakat Indonesia,” ujar Rene Ishak.

“Saya juga yakin, film ini akan mampu menginspirasi anak-anak milenial agar menyukai tokoh-tokoh hero lokal,” imbuhnya.

Film Satria Dewa Gatotkaca akan memulai pengambilan gambar pada April 2020 mendatang, selanjutnya akan tayang serentak di layar bioskop pada November 2020. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending