Connect with us

Kuliner

1000 Pelaku Kuliner Masuk Finalis FoodStartup Indonesia MMXX, Wishnutama Ucapkan Selamat

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta-  Sebanyak 1000 peserta lolos sebagai finalis FoodStartup Indonesia MMXX, salah satu program yang diinisiasi Kemenparekraf.  Jelas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, bahwa FoodStartup Indonesia merupakan salah satu program  Kemenparekraf sebagai upaya membantu wirausaha atau pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) di bidang kuliner, dengan harapan peserta yang nantinya terpilih agar tetap produktif selama pandemi Covid-19.

Sebanyak 1000 peserta tersebut telah dikurasi dari 6.499 peserta FoodStartup Indonesia MMXX yang pendaftarannya telah dibuka pada 20 April-31 Mei 2020. Adapun profil dari 1.000 peserta tersebut terdiri dari 625 peserta pria dan 375 perempuan yang berasal dari 26 provinsi di Indonesia. Para peserta yang lolos ini memiliki jenis badan usaha food service yang jauh lebih banyak dibanding food manufacture dengan perbandingan 640:340.

“Peserta Demoday berkesempatan mengikuti direct mentoring, business coaching, mendapat akses permodalan, sekaligus akses  pemasaran. Bagi peserta FSI, pelaksanaan Demoday saat pandemi ini merupakan tahapan yang sangat dinantikan sebagai ajang unjuk diri untuk memperoleh peluang suntikan pendanaan,” ujar Fadjar Hutomo.

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan bahwa 1000 peserta yang lolos telah dikurasi berdasarkan besaran omzet yang dimiliki. Yang di mana peserta dengan pendapatan kurang dari 50 juta mendominasi baik dari jenis badan usaha food service (75%) maupun food manufacture (79%).

Sedangkan omzet terbesar dari kedua jenis badan usaha yaitu lebih dari Rp200 juta yang dimiliki 5-6% pendaftar. Besaran omzet ini dibuktikan dengan pembukuan keuangan usaha yang turut dilaporkan kepada panitia FoodStartup Indonesia.

Secara demografi, 100 finalis FSI MMXX berasal dari 17 provinsi dengan dominasi masih berasal dari provinsi di Pulau Jawa. Lima provinsi terbanyak yaitu Jawa Barat (22 finalis), Jawa Timur (19), DKI Jakarta (18), Banten (12) dan Jawa Tengah (9). Sementara bila dilihat berdasarkan gender, perbandingan antara pria dan wanita yaitu 57:43.

“Angka ini membuktikan bahwa tidak ada dominasi yang terlalu besar antara pelaku sektor kuliner ditinjau dari jenis kelamin,” ungkap Fadjar.

Direktur Akses Pembiayaan  Kemenparekraf/Baparekraf, Hanifah Makarim, menambahkan, situasi pandemi tidak saja berdampak pada jumlah peserta namun juga mengubah komposisi jenis perusahaan yang lolos pada tahap Demoday.

Bila pada empat tahun penyelenggaraan sebelumnya FSI lebih diminati jenis perusahaan food manufacture, tahun ini komposisinya hampir berimbang antara food manufacture dan food service yaitu 57%:43%.

Pada pelaksanaan FSI tahun ini pengajuan pendanaan dari food service lebih besar dibanding food manufacture. Total pengajuan pendanaan dari food service sebesar Rp 66.298.168.647, sementara food manufacture sejumlah Rp 47.317.687.000.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengucapkan selamat kepada para finalis FoodStartup Indonesia MMXX. Melalui program akselerasi ini diharapkan banyak pelaku kuliner dapat bertahan dan melakukan terobosan merespon tantangan yang ada.

“Sektor ekonomi kreatif mempunyai potensi besar menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia ke depan. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang dikelola kementerian, subsektor kuliner menjadi salah-satu primadona pelaku usaha maupun konsumen,” ujar Wishnutama.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kuliner

Kebab dari ARA Food, Tawarkan 1001 Cerita di Setiap Rasa

Published

on

By

Kabarhiburan.com – ARA Food memilih konsep cloud kitchen atau pembelian dengan sistem antar, yang berfokus pada pemesanan makanan secara online, untuk memasarkan produknya.

“Sekarang makin banyak perusahaan yang go digital. Terlebih lagi di masa pandemi seperti ini, kebutuhan untuk membuat bisnis go digital semakin meningkat,” ujar Christiana Halim selaku CEO ARA Food dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/3).

Konsep itu pula yang akan ARA Food tempuh untuk memasarkan merek makanan terbarunya, Kebab 1001. Namanya terinspirasi dari karya sastra epik yang melegenda, Hikayat 1001 Malam.

Dengan mengusung tema 1001 Cerita di Setiap Rasa, Kebab 1001 menyajikan varian Beef Kebab dan Chicken Kebab dengan dua ukuran regular dan jumbo.

Daging cincang yang lembut menjadi ciri khas utama, menjadikan Kebab 1001 unik, dibandingkan kebab pada umumnya, yang menggunakan daging iris.

Christiana berharap, hadirnya Kebab 1001 di ARA Food semakin melengkapi varian makanan yang ada.

“Setelah sebelumnya ada burger, ayam goreng, rice bowl, snack dan varian makanan lainnya, saya harap masyarakat jadi punya pilihan lebih untuk menikmati makanan yang ada di ARA Food,” katanya.

Saat ini, Kebab 1001 melayani wilayah pengantaran di wilayah Kelapa Gading dan sekitarnya, serta wilayah Bintaro dan sekitarnya.

Untuk jam operasionalnya bisa mulai pesan dari jam 8 pagi hingga 10 malam dan available di Go Food dan Grab Food. Bisa juga melalui WhatsApp di nomor 0897 588 7777 untuk Kelapa Gading dan 0896 2700 7777 untuk cabang Bintaro” jelas Christiana

Seperti diketahui, ARA Food meraih sukses meluncurkan Ayam Pinggir Jalan, Ten-Chan Rice Bowl, Bad Bone Burger, Go Spot Snack, Jajan Pasar dan juga sebuah restoran berkonsep Peranakan, Kopi Ko Acung, dan membuka cabang baru ARA Food di Bintaro, Tangerang Selatan. (Tumpak S)

Continue Reading

Kuliner

Aneka Kudapan di ‘Jajan Pasar’ Bintaro Akan Bikin Kamu Ketagihan

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Meski diserbu beragam kuliner dari negara luar, jajanan tradisional Indonesia tetap melekat di hati. Aneka jenis rasanya, bentuk dan warnanya, selalu menggoda selera.

Apalagi, kalau dikemas dengan sangat menarik, tentu meningkatkan citarasa dan layaklah disebut naik kelas dan bergengsi, seperti yang dijumpai di Jajan Pasar, sebuah toko kue yang berlokasi di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Sesuai namanya, Jajan Pasar Bintaro merupakan gerai pertamanya menjajakan kue tradisional khas Indonesia yang dibalut sentuhan modern.

Di sini, setiap jenis makanan jajanan dibuat dari bahan berkualitas terbaik, dipadu dengan kreativitas memodifikasi resep dan menghasilkan aneka jajanan pasar dengan cita rasa yang mewah di lidah.

Pendirinya, Christiana Halim, memang memiliki kecintaan yang dalam kepada jajanan pasar. Hal itu menjadi alasan utama mendirikan toko kue Jajan Pasar ini.

“Saya suka sekali yang namanya jajanan pasar. Dari jajanan di pasar kue subuh sampai yang gerai modern. Dari situ, saya mengenali setiap rasa, mencoba mengutak-atik resep, memodifikasi bahan dan mengkombinasikan rasa,” jelas Christiana Halim.

Hasilnya, aneka kudapan di Jajan Pasar memiliki orisinalitas pasar kue subuh dengan cita rasa mewah yang memanjakan lidah.

Mulai dari Arem-Arem Ayam Telur Asin, Bugis Mandi yang manis dengan lelehan vla santan gurih, sampai Kue Lapis Pepe dengan lapisan rasa coklat, pandan dan kopi yang nikmat untuk menemani teh sore Anda.

“Jajan Pasar ini merupakan wujud mimpi dan keinginan saya untuk melestarikan resep-resep kue khas Indonesia, terutama kue tradisional,” kata Christiana.

Untuk mendampingi kue tradisional tersebut, toko kue Jajan Pasar, juga menyediakan aneka kue lainnya, seperti brownies, klappertaart, macaroni schotel dan lain sebagainya untuk memanjakan berbagai macam selera.

Sesuai tagline-nya, Membawa Kesenangan, semua kudapan cantik penuh warna di Jajan Pasar, dikemas secara modern ke dalam kotak eksklusif menjadikannya sebagai buah tangan yang menyenangkan untuk dikonsumsi sendiri, maupun sebagai hantaran untuk kerabat dan handai taulan.

Semua kemewahan makanan tradisional di Jajan Pasar sudah dapat dinikmati dengan harga terjangkau, yakni mulai dari Rp5000. Jajan Pasar resmi beroperasi mulai besok, Senin 15 Februari 2021.

Jika masih penasaran pada ragam kue tradisional dan kudapan yang lezat untuk menemani saat santai bersama keluarga, atau perlu inspirasi hantaran untuk teman, kunjungi gerai Jajan Pasar di Ruko Bintaro Baru 89, No. 30-31, Jl. Jombang Raya, Parigi, Pondok Aren, Bintaro – Tangerang Selatan. Bisa juga memesan melalui WhatsApp di nomor 089605007777.

Info lengkap daftar kudapan di Jajan Pasar serta promo bisa dilihat di IG @jajanpasar.official dan FB Jajan Pasar. (Tumpak S)

Continue Reading

Kuliner

Menikmati Sop Singkong Kuah Sapi, Kuliner Khas Sambas di ‘Kedai Ko Acung’ Bintaro

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Indonesia menaungi begitu banyak budaya, etnis dan agama. Keberagaman tersebut turut mewarnai kulinernya. Untuk gabungan kuliner Nusantara dengan Melayu dan China biasa disebut peranakan.

Melihat beragamnya makanan kuliner peranakan di Indonesia, Kedai Kopi yang satu ini melihat peluang untuk melestarikan kuliner peranakan.

Kedai Kopi Ko Acung yang berlokasi di Ruko Bintaro Baru 89 No. 30-31, JL Jombang Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, menyajikan aneka kuliner peranakan khas Kota Sambas, Kalimantan Barat, yang halal dan harga terjangkau.

Sop Singkong Kuah Sapi (Foto: Istimewa)

Salah satu hidangan yang wajib coba adalah Sop Singkong Kuah Sapi, yakni seporsi misoa dan potongan singkong dipadu dengan kuah kaldu sapi yang gurih. Lalu, toppingnya berupa irisan daging sapi, ikan teri dan kacang goreng.

Pemiliknya, Ko Acung mengatakan, biasanya singkong dijadilan kolak atau digoreng. Kali ini singkong ada dalam sop.

“Singkongnya direbus, bukan digoreng dulu. Ini tentu lezat disajikan dengan sop yang panas,” jelas Ko Acung saat ditemui di Kopi Ko Acung di Ruko Bintaro Baru, Senin (25/1).

Sambil menikmati pagi hari, di Kedai Kopi Ko Acung sudah tersedia sarapan berupa Bubur Sapi Sop Ikan Teri atau Pisang Goreng Selai Kaya, yang asik dinikmati bersama segelas kopi susu hangat rasa kampung.

Kalau tidak suka minum kopi, kedai ini menyediakan beragam pilihan minuman segar, seperti Es Campur, Es Sonkit dan masih banyak lagi.

Senyaman ruang tamu teman

Semua sajian dapat dinikmati dengan nyaman, senyaman duduk ruang tamu teman dengan jendela-jendela besar dengan langit-langit yang tinggi nan lapang.

“Sepertinya makanan khas Kalimantan dengan konsep peranakan belum ada ya di Bintaro. Semoga Kedai Kopi Ko Acung bisa meramaikan pasar kuliner dan bisa diterima, sebingga masyarakat kian mengenal cita rasa daerah,” pinta Ko Acung, yang mengusung slogan ‘Selalu Bahagia’.

“Saya berharap pengunjung di kedai ini dapat pulang dengan membawa rasa bahagia,” katanya.

Seperti diketahui, Kopi Ko Acung berada di bawah naungan ARA Food, perusahaan yang bergerak di bidang Food & Beverage yang sudah melahirkan produk-produk makanan pesan antar seperti Ayam Pinggir Jalan, Ten-Chan Ricebowl, Bad Bone Burger, Go-Spot dan segera hadir Kebab 1001.

Semua makanan ini bisa dipesan melalui online di GoFood dan GrabFood. Sedangkan Jajan Pasar, makanan kecil tradisional, gerainya ada di Kopi Ko Acung. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending