Connect with us

Uncategorized

Foto Karyanya Tayang Secara Ilegal, Fotografer Aryono Huboyo Djati Layangkan Somasi

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Jurnalis sekaligus aktor dan sutrarada senior Tino Saroengallo, yang meninggal dunia pada Jumat 27 Juli 2018 silam, ternyata masih menyisakan duka  sekaligus kegeraman bagi Aryono Huboyo Djati.

Kegeraman yang dirasakan pencipta lagu Burung Camar dan fotografer kawakan ini cukup beralasan. Foto Tino Saroengallo hasil jepretannya pada tahun 2016, ditayangkan oleh  delapan media di Indonesia  tanpa seizinnya.

Foto tersebut telah dimanfaatkan sebagai pendukung berita tentang Tino Saroengallo yang wafat, pada pukul 9.10 WIB, Jumat (27/8) silam.

Aryono memang menampilkan foto karyanya tersebut,  setelah mendapat kabar bahwa Tino meninggal dunia, atau sekitar pukul 10 pada hari yang sama. Aryono menyiarkan foto Tino karyanya  lewat akun instagram matajeli.

“Saya baru mengetahui foto tersebut digunakan berbagai media secara ilegal pada 31 Juli 2018.” Demikian ungkap  mantan fotografer Istana Wakil Presiden RI ini, saat ditemui di Kemang Timur, Jakarta Selatan, Kamis (9/8).

Penemuan foto tersebut terjadi secara kebetulan, saat Aryono ingin memenuhi permintaan wartawan senior Noorca M. Massardi, yang akan menggunakan potret almarhum Tino pada buku, yang seyogianya diluncurkan pada peringatan 100 hari meninggalnya Tino.

Aryono pun gusar. “Saat itu juga, saya menulis sebuah status di facebook untuk menegur media pertama yang saya dapati menggunakan foto tersebut sebagai ilustrasi berita,” ungkapnya.

Di facebooknya Aryono menulis:  akan mengirimkan tagihan yang akan diserahkan kepada keluarga Tino, yang telah menghabiskan banyak uang untuk biaya pengobatan.

Aryono melanjutkan pencarian dan  menemukan pelanggaran serupa di tujuh media online lainnya. Pelanggaran yang dimaksud, berupa menghilangkan sign mark  yang terlampir di foto, ada juga yang mengganti sign mark.

“Bahkan ada yang mengubah tampilan foto,” imbuh Aryono sambil menunjukkan foto yang dimaksud.

Aryono mengatakan, pemotretan Tino berlangsung pada tahun 2016, atas permintaan Tino untuk buku yang tengah dipersiapkan. Foto  menampilkan wajah sumringah Tino yang mengenakan jaket merah dan berkaca mata tersebut, mengandung sisi personal dan emosional.

“Saya berteman dengan Tino sejak 1987, melakukan berbagai kegiatan di berbagai wilayah Indonesia. Beliau meminta sendiri untuk saya foto. Kami ke sebuah kafe bersama Addie MS, terciptalah foto itu,” kenang Aryono.

Aryono Huboyo Djati  diapit oleh kuasa hukumnya, Iwan Pangka dan Phoa Bing Hauw.

Merasa tidak puas dengan hasil komunikasi yang diberikan oleh media tersebut, Aryono mengambil langkah hukum.

Bersama Iwan Pangka  dan Phoa Bing Hauw sebagai kuasa hukumnya, Aryonolalu melayangkan surat somasi kepada delapan media tersebut.

“Ini melanggar hak moril sekaligus hak ekonomi atas karya Pak Aryono. Apabila teguran dan tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami akan mengajukan gugatan secara hukum,” ujar Iwan Pangka yang juga mengirim tembusan somasi ke Dewan Pers. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

‘Badai Pasti Berlalu’ Kini Format Sinetron, Tayang Mulai 24 Mei 2021 di SCTV

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Usai Hari Raya Idul Fitri 2021, SCTV langsung memanjakan pemirsanya dengan 2 judul sinetron terbaru, yakni Badai Pasti Berlalu dan Keajaiban Cinta. Kedua sinetron tersebut akan menemui penontonnya mulai Senin, 24 Mei 2021 mendatang.

Badai Pasti Berlalu bermula dari cerita bersambung di Harian Kompas (1972). Penulisnya, Marga T menjadikannya novel berjudul sama pada 1974. Dengan mengadaptasi cerita novel pula, dijadikan film Badai Pasti Berlalu pada 1977, bahkan sempat diproduksi ulang pada 2007.

Ceritanya yang menarik pembaca dan penonton, membuat SCTV menghadirkan Badai Pasti Berlalu ke dalam format sinetron berjudul sama. Kali ini produksi SinemArt, garapan sutradara Indrayanto Kurniawan.

Sinetron Badai Pasti Berlalu menampilkan Stefan William, Caesar Hito dan Michelle Ziudith, akan tayang setiap hari pada pukul 19.30 WIB, mulai 24 Mei 2021 mendatang.

Ketiganya akan membawa kisah ikonik Badai Pasti Berlalu kepada penonton masa kini. Stefan William memerankan Leo, Michelle Ziudith sebagai Sisca dan Immanuel Caesar Hito memerankan sosok Helmi.

Dalam konferensi pers virtual pada Rabu (19/5), Michelle Ziudith menyebut karakter Sisca sangat feminin. Ia mengatakan cerita Badai Pasti Berlalu sudah ikonik, sehingga tidak mudah untuk membawa karakter Siska ke masa sekarang.

“Aku harus banyak diskusi dengan sutradara dan penulis cerita,” ujar Michelle Ziudith.

Sebaliknya, bagi Hito yang membawakan karakter Helmi, dianggap sebagai kehormatan bisa dilibatkan dalam cerita yang melegenda.

“Sebagai pemain, saya akan berusaha membawa kisahnya ke zaman sekarang,” ujar Hito berjanji.

Sementara itu, bagi Stefan yang memerankan karakter Leo dijadikan tantangan baru, mengingat sebelumnya selalu kebagian peran anak motor.

“Disini malah jadi dokter. Ini peran yang penting dalam cerita ini. Tantangannya pasti ada,” katanya.

Tren Kekinian

Di sisi lain, sutradara Indrayanto Kurniawan menegaskan dirinya akan membawa kisah Badai Pasti Berlalu yang berlangsung pada 1970-an untuk menjelma menjadi kisah masa kini serta mengikuti tren serta bahasa kekinian.

Indra bersama penulis skenario Hilman Hariwijaya perlu waktu selama 3 bulan untuk membangun cerita, termasuk meriset novel dan dua film Badai Pasti Berlalu.

Sesuai setting di novel yang merupakan pesisir pantai, Indrayanto akhirnya memilih pantai Labuan Bajo dan Pulau Komodo di Provinsi NTT sebagai lokasi syuting. Selanjutnya, melakoni syuting di sana selama sebulan.

Selama itu pula, para pemain dan kru produksi melakukan syuting dibarengi proses protokol kesehatan yang ketat, mengingat selama syuting berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Cinta Segitiga

Kisah drama cinta Badai Pasti Berlalu, bermula dari kesedihan Sisca (Michelle Ziudith) yang sedang patah hati ditinggal oleh kekasihnya, hingga akhirnya memutuskan untuk berlibur ke Labuan Bajo guna menenangkan diri dan memulihkan luka hatinya.

Tak disangka, Sisca justru bertemu dengan Helmi (Immanuel Caesar Hito), yang tengah mencoba membawa pulang adiknya Valen (Dinda Mahira) yang dalam keadaan hamil.

Salah paham, Sisca justru mencoba menolong Valen dan menghalangi Helmi. Melihat pertengkaran yang terjadi, Leo (Stefan William) ikut membantu Sisca untuk melepaskan Valen dari Helmi.

Singkat cerita, Leo yang terpesona dengan kecantikan Sisca pun menaruh hati dan mencoba memenangkan hati Sisca, yang sayangnya tak pernah digubris oleh Sisca.

Cerita terus berlanjut, akhirnya terungkap bahwa sosok yang menghamili Valen adalah ayah Sisca yaitu Pak Dicky (Teuku Ryan). Berusaha untuk menutupi kesalahannya Pak Dicky melakukan segala cara untuk melenyapkan Valen, hingga membuatnya meninggal dunia.

Helmi yang kemudian mengetahui bahwa Sisca adalah anak dari Pak Dicky mencoba membalaskan dendam melalui putri kesayangannya Sisca.

Berhasilkah Leo  memenangkan hati Sisca? Apakah Helmi membalaskan dendamnya? (Tumpak S. Foto-foto: Instagram:badaipastiberlaluu_ofc)

Continue Reading

Lifestyle

SeOn Hadirkan Konsep One Stop Solution Untuk Sekolah Berbasis Online

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta- Pandemi covid-19 yang hampir setahun belum mereda, menuntut lembaga sekolah melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring. Dalam konteks digitalisasi lembaga pendidikan, SeOn Indonesia menghadirkan platform sekolah gratis dengan konsep one stop solution.

Disampaikan oleh Muhamad Ibra Abdi selaku Public Relation SeOn Indonesia di Bandung pada Senin 11 januari 2020 menjelaskan, SeOn versi terbaru ini mengusung konsep one stop solution yang menghadirkan lebih banyak fitur. Menggabungkan Sistem Manajemen Sekolah, Sistem Informasi Sekolah dan Sistem Manajemen Pembelajaran dalam satu platform.

Nama fitur dan fungsi dibuat sama dengan sistem manajemen di sekolah pada umumnya, seperti ‘Ruang Kelas’, ‘Ruang TU’, ‘Ruang Guru’ dan lainnya. Sehingga lebih mudah digunakan oleh guru, siswa maupun orangtua.

Ibra menambahkan, guna mendukung kegiatan belajar mengajar, SeOn versi 2 sudah dilengkapi dengan fitur live video, bank soal, ujian online, rekap penilaian, PR, grup diskusi dan lainnya. Hingga semua bisa dilakukan dalam satu platform.

“Kami juga buat tampilannya seperti sosial media agar suasana belajar lebih menyenangkan. Harapannya bisa meningkatkan minat dan semangat belajar siswa” terang Ibra.

Untuk dapat mengakses platform SeOn secara gratis, pihak se kolah dapat langsung berkunjung ke website resmi seonindonesia  dan mendaftarkan sekolahnya di halaman registrasi. Customer service SeOn akan menghubungi pihak sekolah untuk menjelaskan prosesnya lebih lanjut.

Kebijakan pemerintah untuk yang menghentikan sementara kegiatan belajar di sekolahbkarena pandemi Covid-19 yang belum usai mengakibatkan proses pembelajaran terpaksa dilakukan secara daring atau online.

Penggunaan platform untuk menunjang kegiatan belajar antara siswa dan guru menjadi kebutuhan pihak sekolah agar proses pendidikan bisabtetap berlangsung.

Seon Indonesia sebuah startup edutech di Bandung berusaha menghadirkan suasana sekolah yang mudah dan menyenangkan dengan Platform SeOn. Nama SeOn diambil dari akronim Sekolahan Online.

“Misi kami adalah ingin berkontribusi dengan membantu para stake holder sekolah mencapai tujuan Pendidikan” tegas Ibra. (KH/S Gembur)

Continue Reading

Uncategorized

Lagu religi Islam, Sesal Vocal: Imam M.Nizar Becking: Helda Sanira

Published

on

By

Continue Reading
Advertisement

Trending