Connect with us

News 11

FUN88 Jadi Sponsor Resmi Newcastle United di Premier League

Published

on

Newcastle United merupakan salah satu klub sepak bola tertua di Inggris yang terbentuk pada 9 Desember 1892. Bertahannya klub bersejarah ini tentunya tidak terlepas dari campur tangan banyak pihak.

Salah satu pihak yang punya peran penting dalam mempertahankan kelangsungan klub sepak bola adalah sponsor. Sponsor berupa endorsement bernilai tinggi adalah hal menggiurkan bagi tiap klub sepakbola.

Sebagai imbalannya, klub akan menampangkan logo sponsor di jersey, baju latihan, jaket, papan iklan stadion dan tempat strategis lain, yang berhubungan dengan klub untuk jangka waktu yang sudah disepakati bersama.

Mengingat hal tersebut, salah satu situs hiburan online terbesar selama 11 tahun dan berjalan di Asia, Fun88 (www.fun562.com), membuat kerjasama dengan Newcastle United selama 3 tahun kedepan, dimulai sejak musim 2017/2018.

Kerjasama ini dipercaya bisa mendorong kembalinya tim Magpies ke puncak kejuaraan Inggris, Premier League.

“Sangat penting bagi kami untuk menemukan mitra yang tepat. Dan dengan Fun88, kami memiliki sponsor jersey yang mengerti klub kamu dan membawa keuntungan yang signifikan secara komersil. Permitraan ini akan memajukan keberadaan kedua merek kami di seluruh penjuru dunia,” ungkap Lee Charnley, Direktur Utama Newcastle United, melalui pesan singkat.

Tidak hanya jersey, Fun88 dikabarkan juga akan menghiasi lapangan St. James’ Park yang menjadi kandang Newcastle United, dan juga sosial media resmi klub Newcastle United.

Direktur Fun88, Nathan Walker berharap kerjasama dengan salah satu klub bersejarah di Inggris ini dapat mendorong perkembangan perusahaannya.

“Ini merupakan waktu yang seru untuk dapat bermitra dengan salah satu klub terkenal dalam dunia sepakbola Inggris, Newcastle United. Kerja sama kami sebelumnya dengan klub-klub Inggris lain menghasilkan hasil yang bagus untuk merek Fun88 kami dan saya yakin Newcastle United akan memberikan Fun88 sebuah topangan untuk dapat lebih berkembang lagi. Kami sangat tidak sabar untuk dapat berinteraksi dengan basis penggemar yang besar,” ungkap Walker.

Tidak hanya itu saja selain menjadi sponsor utama Newcastle United, Fun88 juga menjadi rekan permainan resmi Tottenham Hotspur, yang juga merupakan salah satu klub bergengsi di ajang Premier League. FUN88 juga pernah mensponsori Burnley FC di musim 2014/2015.

FUN88 juga menjalin kemitraan dengan Lamborgini untuk bersaing di ajang GT Asia Championship pada 2014 silam dan Porsche Carrera Cup, dengan menciptakan Fun88 Racing.

Setahun setelah merambah dunia balap, FUN88 pada tahun 2015 pun bermitra dengan salah satu ajang tarung terbesar di Asia, ONE Championship.

Bahkan untuk menunjukkan eksistensi, FUN88 memiliki duta yang diwakili oleh Robbie Fowler (legenda sepakbola Liverpool) dan Steve Nash (mantan peraih NBA MVP).

Kemudian juga jika ingin melihat prestasi apa yang pernah didapatkan FUN88 sebagai perusahaan hiburan bertaraf internasional, FUN88 menjadi kandidat “Asian live Gaming Operator of the Year”, “Asia Operator dari Nominasi Tahun 2009” dan “Asian Operator Nominasi 2010”.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News 11

Masuk Pantauan SWI, Suhanda: MeMiles Aman-aman Saja

Published

on

By

Eva Louisa dan Suhanda dalam acara membagikan hadiah bagi para costumer, baru-baru ini.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Eva Louisa dan Suhanda mewakili manajemen MeMiles kembali menjelaskan manfaat positif menjadi costumer MeMiles. Mereka juga menjawab pertanyaan seputar  legalitas MeMiles yang berdiri sejak 4 bulan silam tersebut.

Eva mengatakan, MeMiles bukan perusahaan MLM (Multi Level Marketing), investasi, perbankan, leasing atau lainnya. Melainkan aplikasi advertising online yang diberikan kepada masyarakat.

Costumer MeMiles pasang iklan yang tertera pada slot iklan di aplikasi MeMiles, dengan sejumlah dana yang ditentukan.

“Dana yang tidak mahal tersebut dimasukkan sebagai Top Up, menjadi saldo. Saldo inilah yang digunakan untuk pasang iklan. Berdasarkan jumlah saldo tadi, MeMiles kemudian memberikan rewards,” jelas Eva kepada wartawan di kawasan Kemayoran, Sabtu (3/8).

Berdasarkan nilai rewards tersebut, kemudian MeMiles memberikan hadiah sesuai keinginan costumer. Ada yang menerima handphone, sepeda motor atau mobil. Bahkan, MeMiles membantu mewujudkan cita-cita costumer untuk meraih gelar sarjana maupun ibadah ke Tanah Suci!

“Hadiah diberikan MeMiles kepada costumer melalui rewards tadi, sesuai omzet nasional plus 21 hari kerja,” ujar Eva yang membantah tudingan yang mengatakan bahwa MeMiles merupakan  sebentuk perusahaan investasi, seyogianya memiliki izin dan pengawasan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

“Saya dan Pak Suhanda mewakili manajemen MeMiles, tidak membenarkan tudingan tersebut. MeMiles tidak ada hubungan ke OJK lantaran bukan perusahaan investasi, melainkan perusahaan advertising online.

“OJK tidak mengeluarkan surat yang menyatakan MeMiles sebagai perusahaan bodong yang akan dibubarkan. MeMiles terdaftar di Dirjen AHU Kemenhukham. Di sana jelas dinyatakan bahwa MeMiles adalah  perusahaan advertising. Bukan perusahaan investasi,” ujar Eva.

Persaingan Tidak Sehat?

Eva dan Suhanda mengetahui lewat media tentang Satgas Waspada Investasi (SWI) yang merupakan gabungan OJK dan Bareskrim Polri, yang merilis 14 nama entitas investasi ilegal (bodong). Salah satunya, bernama PT. Kam and Kam (MeMiles) yang bergerak di bidang investasi aplikasi advertising.

Eva Louisa memberi penjelasan seputar rilis SWI dari OJK dan Bareskrim Polri, di Jakarta, Sabtu (3/8).

Meski demikian, Suhanda mengklaim bahwa PT Kam and Kam tidak bersalah, sehingga aman-aman saja.

Ia mendasarkan pendapatnya pada beberapa alasan. Salah satunya,  bahwa PT Kam and Kam mempunyai visi mencerdaskan bangsa dan menyejahterakan costumernya.

“Ini sudah dibuktikan, bukan sekadar janji yang terucap. Semua costumer yang bergabung dengan kami sudah mendapat haknya, sehingga MeMiles bukan perusahaan yang patut dicurigai,” tegas Suhanda.

Ia menambahkan, kalau pihak OJK sudah menyatakan bahwa MeMiles bersalah, mestinya MeMiles sudah menerima semacam surat peringatan terlebih dulu.

“Buktinya, sampai saat ini, kami tidak menerima surat peringatan,” lanjut Suhanda yang tidak setuju pada tudingan OJK bahwa MeMiles sebagai perusahaan investasi bodong.

“Faktanya, PT Kam and Kam adalah perusahaan yang mengkolaborasi antara aplikasi dengan marketplace dan advertising. Produknya iklan. Jadi, bukan perusahaan investasi sebagaimana  perbankan, leasing, MLM maupun asuransi,” jelas Suhanda.

“Kalau toh, perusahaan kami tetap dianggap bersalah, maka yang berhak menutup perusahaan kami adalah putusan pengadilan,” jelasnya.

Lebih jauh Suhanda mengatakan, bahwa sebelum MeMiles beroperasi,  mereka terlebih dulu sudah menyelesaikan semua prosedur dan persyaratan yang dibutuhkan sebagai perusahaan yang legal.

“Kami  tunduk pada semua sistem yang ada di Indonesia. Apapun  sistem tersebut, sudah kami ikuti secara benar, termasuk mendaftarkan perusahaan kami ke OJK. Saat itu disebutkan bahwa perusahaan aplikasi iklan belum saatnya mendaftarkan di OJK. Iya, kami ikuti juga,” kenang Suhanda, yang menambahkan bahwa semua izin yang dimaksudkan sudah di tangan kuasa hukum perusahaannya.

Selanjutnya, sebagai perusahaan advertising maka para costumer yang membeli produk akan mendapatkan slot untuk pasang iklan.

“Semua dana yang masuk tidak kami putarkan, tidak kami investasikan,” ungkap Suhanda yang menduga adanya persaingan mulai tidak sehat dari perusahaan sejenis yang melihat MeMiles sangat bagus  perkembangannya.

“Hanya dalam 4 bulan, omzet kami sudah mendekati Rp 45 miliar. Artinya, para costumer sangat mendukung kami, karena mereka sudah merasakan benefitnya,”  pungkas Suhanda. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

News 11

Merasa Ditipu Pengembang Apartemen, Mahesa Putri Layangkan Gugatan

Published

on

By

Mahesa Putri didampingi kuasa hukumnya, Bayu Rizal,  Sosuharon. Nababan dan Bayu Santoso.

Kabarhiburan.com, Tangerang – Selebgram Mahesa Putri mengaku kecewa terhadap PT. Megakarya Maju Sentosa, selaku developer Apartemen Ciputat Resort yang berlokasi Kelurahan Cipayung, Ciputat, Tangerang.

Mahesa Putri tidak sendirian. Masih ada 11 rekannya sesama pembeli apartemen yang mengalami nasib serupa. Mereka pun melawan.

Mahesa Putri dan kawan-kawan, didampingi kuasa hukumnya, Bayu Rizal, SH.,MH, R. Sosuharon. Nababan,SH.,MH dan Bayu Santoso, SH, mendatangi Pengadilan Negeri Tangerang, untuk  melayangkan gugatan atas perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan developer.

Bayu Rizal menuturkan bahwa klien mereka berjumlah 12 orang sudah cukup sabar menunggu sejak tahun 2016 silam, menanti kepastian tentang kapan apartemen yang telah mereka pesan dapat diwujudkan. Namun, hingga kini tidak ada kepastian yang jelas dari pihak developer.

“Bila melihat isi Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), serah terima harusnya pada tanggal 31 Desember 2019 dan paling lambat dapat diperpanjang 120 hari,” ujar Bayu.

Bayu pun meragukan itikad baik pihak Devlover dapat memenuhi prestasi yang diperjanjikan.

“Bagaimana bisa membangun 2 tower apartemen dalam kurun waktu 1 tahun? Tentunya itu mustahil,” imbuhnya.

Gugatan yang mereka layangkan ini bermaksud meminta pertanggungjawaban dari pihak devlover agar mengembalikan saja uang yang sudah dibayarkan oleh Mahesa Putri dan kawan kawan.

“Kerugian senilai kurang dari Rp 3 miliar sebagai kerugian materil, belum termasuk kerugian immateriil yang diderita oleh klien kami,” jelas Bayu yang sedang mempertimbangkan upaya hukum lain terhadap sang developer.

Mahesa Putri menuding, bahwa pihak devlover tidak bertanggung jawab dan kantornya sudah tutup.

“Ruangan kantornya hanya ditinggali oleh orang yang tidak mengetahui persoalan. Sudah begitu pihak marketing silih berganti, namun tidak satupun yang bisa memberikan jawaban pasti,” ujar Putri Mahesa yang akhirnya memilih untuk melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Tangerang. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

News 11

‘Ayo Kuliah Di Malaysia’ Targetkan 20 Ribu Mahasiswa dari Indonesia

Published

on

By

Para guru Bimbingan Karier se- Jabotabek usai mengikuti pameran ‘Ayo Kuliah di Malaysia’,

Kabarhiburan.com, Jakarta – Demi meningkatkan minat generasi muda Indonesia belajar ke Negeri Jiran, Kedutaan Malaysia bekerja sama dengan Education Malaysia Indonesia (EMI) dan Q Study  mengadakan pameran pendidikan dengan tagline  ‘Ayo Kuliah di Malaysia’.

Menteri Penasehat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Profesor Madya Dr. Mior Harris Bin Mior Harun, mengatakan bahwa sudah memasang target untuk menggaet 20 ribu mahasiswa dari Indonesia yang mau berkuliah di Malaysia.

Di hadapan para guru Bimbingan Karier se-Jabotabek,  Mior Harris, mengabarkan bahwa minat pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah di Malaysia, sebanyak 70 persen diantaranya merupakan mahasiswa strata satu. Sisanya, mahasiswa strata dua atau setingkat magister.

Calon mahasiswa dari Indonesia kebanyakan memilih ilmu sosial, diantaranya manajemen, bisnis atau komunikasi yang menjadi jurusan favorit sebesar 70 persen. Selebihnya  mahasiswa dari Indonesia memilih ilmu teknik.

“Kalau melihat dari segi bidang, sebenarnya tak ada bidang yang utama, apalagi universitas di Malaysia punya sekitar 500 jurusan, jadi tak ada jurusan yang dominan,” kata Mior Harris di acara yang berlangsung di Four Points by Sheraton, Thamrin, Jakarta, Jumat (26/4).

Alasan Memilih Malaysia

Tinggi animo pelajar Indonesia meneruskan kuliah di Malaysia, Mior Harris mengungkapkan, pertama karena jarak tempuh yang terbilang singkat antara Indonesia – Malaysia hanya sekitar 2 Jam. Demikian pula bila membandingkan dengan kampus swasta di Indonesia, universitas di Malaysia menerapkan biaya yang murah sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

“Makanya kami memberikan tagline, ‘Terjangkau dan Terakui’ untuk pendidikan tinggi di Malaysia. Apalagi Malaysia punya mutu pendidikan yang sama baik dengan di Eropa, sudah sewajarnya kalau mahasiswa Indonesia menjatuhkan pilihan di beberapa universitas di Malaysia,” ucapnya.

Sementara itu, dalam daftar Southeast Asia’s Best Universities 2019 yang dikeluarkan oleh QS Ranking 2019. Sebanyak 5 universitas negeri dan 1 universitas swasta di Malaysia, yaitu; Universitas Malaysia (peringkat ke-3), Universitas Kebangsaan Malaysia (peringkat ke-4), Universitas Sains Malaysia (peringkat ke-6), Universitas Teknologi Malaysia (peringkat ke- 7).

“Bagaimana dengan Indonesia? Universitas Indonesia menduduki peringkat ke-9 dan Universitas Gajah Mada berada di peringkat ke-14,” imbuhnya.

Mior Harris menambahkan, dalam waktu dekat akan membangun universitas Indonesia swasta di Malaysia. Hal itu akan memudahkan calon mahasiswa Indonesia yang ingin bersekolah di Malaysia.

Pameran pendidikan tersebut secara resmi dibuka oleh Deputy Direction General of Higher Education, Dato’ Prof. Ir. DR. Mohd Saleh Jaafar,. Dalam sambutannya, antara lain mengatakan bahwa di Malaysia tercatat sebanyak 170 ribu mahasiswa asing dari 162 negara.

“Yang membanggakan, terdapat 11 ribu mahasiswa asal Indonesia yang tersebar di beberapa universitas di Malaysia,” ungkap Mohd Saleh Jaafar, dalam sambutannya. (Rachmawati AB).

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending