Connect with us

Musik

Gandeng Andika ‘The Titan’, Band Starfire Rilis Single “Langit Malam”

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Setiap hari selalu muncul talenta muda berbakat musik, sehingga dunia musik tidak pernah kehabisan generasi penerus. Demikian pula jenis musik yang dihadirkan pun kian beragam, membuat khazanah musik Indonesia semakin kaya.

Salah satu talenta muda berbakat tersebut adalah band Starfire. Mereka telah meresmikan kehadirannya dengan memperkenalkan debut single berjudul “Langit Malam”.

Starfire mengusung formasi Aira (vokal), Rassya (gitar), Rafa (bass), Davin (drum) dan Adrian (keyboard). Berangkat dari kegiatan seni yang rutin digelar di sekolah mereka, SD Pelita Nusantara, Bandung, terbentuklah band Starfire.

Aktivitas mereka langsung mendapat dukungan para orangtua. Lalu melibatkan Andika ‘The Titan’ sebagai mentor bagi personil band Starfire.

Para personil band Starfire: Aira, Rassya, Rafa, Davin dan Adrian.

Andika membenarkan, Starfire lahir dari kegiatan pentas seni di sekolah, dimana setiap siswa diwajibkan ikut berpartisipasi. Ada yang menyanyi, baca puisi, menari dan sebagainya. Kegiatan ini memunculkan ide membentuk band.

“Terus para orangtuanya minta sama istri saya, supaya berkenan membantu, mengajarkan cara memainkan alat musik. Ya sudah, saya ajarkan sesuai keinginan mereka,” ujar Andika yang akhirnya menjadi mentor bagi personil band Starfire.

Andika pun menjadwalkan latihan 2 kali dalam seminggu di studio bagi personil Starfire, selain masing-masing personil belajar musik kepada guru privat.

Lagu ‘Langit Malam’ menceritakan kesukaan mereka pada suasana malam bertabur bintang nan indah. Andika mengaransemen lagu ‘Langit Malam’ bernuansa pop rock, yang dibawakan dengan baik oleh  personil Starfire.

Meski Starfire telah merilis single perdana, Andika memastikan bahwa kegiatan bermusik mereka tidak akan pernah mengganggu pendidikan di sekolah.

“Biar bagaimanapun pendidikan masih yang utama bagi anak-anak Starfire,” ujar Andika ‘The Titan’ yang juga ayah dari vokalis Starfire, Aira.

Andika berharap pecinta musik dapat menerima kehadiran band Starfire di kancah musik Indonesia. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Penyanyi Pendatang Baru dari Yogyakarta, Putri Ariani Rilis Single ‘Loneliness’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Kehidupan sehari-hari tidak bisa dilepaskan dari musik, karenanya banyak penyanyi menciptakan karya musik yang enak didengar di masa pandemi. Salah satunya, penyanyi belia bertalenta luar biasa dari Yogyakarta, Putri Ariani.

Gadis penyandang tunanetra bernama lengkap Ariani Nisma Putri yang akrab disapa Putri. Selain warna vokalnya bagus, Putri juga mahir bermain piano dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Ia menyanyikan lagu Loneliness sambil bermain piano dengan penuh penghayatan.

Putri sendiri menulis lirik Loneliness, mengaransemen sesuai komposisi musik yang diingankan, lalu dijadikan sebagai single debutnya di industri musik.

Ini kegiatan yang menyenangkan bagi Putri, karena baru pertama kali menggarap lagu dengan serius dan menggunakan hati untuk mencurahkan segala keresahan yang dirasakannya.

Proses kreatif untuk video klip, Putri dibantu oleh ‘Ruang Kerja Kreatif’ untuk mengemas konsep supaya bisa menampilkan visual yang baik supaya sesuai dengan apa yang dirasakan Putri.

“Secara general, Loneliness bercerita tentang putus cinta. Ditinggal, pas lagi sayang-sayangnya. Ha ha ha. Kekecewaan seorang wanita akibat ditinggalkan cowoknya, yang akhirnya menjatuhkannya ke dalam kesendirian, Loneliness,” jelas Putri yang berterus terang belum pernah merasakan perihnya patah hati.

“Saya dengerin aja cerita orang-orang, lalu ujung-ujungnya jadi lirik. Jadi, Putri belum pernah marasakan seperti apa itu patah hati. Putri sendiri memaknai ‘Loneliness’ adalah ketika kita melakukan sesuatu yang terbaik untuk kita tetapi ternyata itu bukan yang terbaik,” ujar Putri Ariani, di Jalan Kerinci 8, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/9).

Apresiasipun berdatangan dari banyak orang, diantaranya dari promotor musik Indonesia ‘Deteksi Production’, Harry Koko dan gitaris band Cokelat Edwin Marshal Syarif.

”Putri ini talentanya sungguh luar biasa, oleh karena itu Deteksi Production ingin hadir menjadi bagian dari semangat Putri.  Kita harus dukung talenta penuh bakat ini untuk berprestasi lebih tinggi lagi, sebagai bagian dari semangat musik Indonesia,” ujar Harry Koko yang menyiapkan konser untuk Putri pada November mendatang.

Putri Ariani diapit oleh Harry Koko dan Edwin

Sementara Edwin memuji kemampuan Putri sebagai composer, arranger bahkan memproduseri sendiri karyanya pada usia 15 tahun.

“Untuk single berikutnya, ia menciptakan lagu tentang semangat ke-Indonesiaan, jadi saya akan terlibat membantu Putri, saya akan bermain gitar di lagu yang Insya Allah akan rilis pada 28 Oktober mendatang,” jelas Edwin.

Selain dari Harry Koko dan Edwin, dukungan serupa untuk Putri juga datang dari Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anwar Sadat, yang sudah menyatakan dukungannya pada pembuatan video klip single untuk single berikutnya, kolaborasi Putri Ariani dan Edwin Cokelat.

“Liriknya bertema Nasional,” ujar Putri yang masih merahasiakan judul lagu yang dimaksud.

Go International

Putri mengaku terbiasa spontan dalam menciptakan lagu. Dimulai dari mengamati dan mendengar dari lingkungan sekitarnya, lalu ditulis menjadi satu kesatuan lagu.

“Untuk lirik dan notasi itu biasanya bareng, tapi saya tidak pernah menghitung waktunya,” jelas Putri, yang juga tidak menghitung jumlah lagu yang sudah dilahirkannya.

Semua karyanya diunggah pada Instagram pribadinya dengan lebih dari 289 ribu followers itu. TikTok-nya juga selalu dicermati oleh lebih dari 1,1 juta followers,  sebagai bukti Putri Ariani bukan nama yang asing bagi pecinta musik Indonesia.

Menyandang tunanetra sejak bayi usia 3 bulan, namun Putri Ariani dikaruniai suara emas yang memukau telinga pendengarnya. Pada usia 8 tahun menjuarai ajang pencarian bakat Indonesian Got Talent 2014, sempat mengikuti ajang Voice Kid sesion 2 (2017), lalu menyanyikan lagu tema Asian Para Games 2018, berjudul Song of Victory.

Putri juga mengasah bakatnya menulis lagu sejak usia 10 tahun, lalu belajar piano dan aransemen lagu secara otodidak sejak usia 11 tahun. Kini, pada usianya menginjak 15 tahun, Putri siap menyongsong masa depannya yang cerah sebagai musisi.

“Alhamdulillah, Putri sekarang sudah mulai yakin untuk menulis dan membuat lagu sendiri. Putri akan terus mengasah bakat supaya bisa terus berkembang dan bisa Go International. Harapannya, lewat karya-karya, Putri bisa dipandang dan dihargai sebagai musisi,” kata Putri optimis.

Single Loneliness milik Putri Ariani sudah dapat dinikmati di berbagai digital musik streaming. (Tumpak S).

Continue Reading

Musik

Jazz Gunung Bromo 2021 Hadirkan Dewa Bujana Hingga Fariz RM

Published

on

By

Foto Istimewa

Kabarhiburan.com – Pertunjukan musik, Jazz Gunung Bromo 2021 akan digelar pada 25 September mendatang, dengan menerapkan prokes ketat.

Sigit Pramono selaku Penggagas Jazz Gunung Indonesia mengatakan, semua orang yang beraktivitas di lokasi Jazz Gunung 2021, mulai dari pengisi acara, penonton hingga pendukung lainnya, harus sudah divaksin.

“Jazz Gunung Bromo 2021 adalah jawaban atas bagaimana beradaptasi dengan aturan PPKM dan menjadi titik kebangkitan penyelenggaraan event seni dan budaya,” ujar Sigit Pramono, yang juga Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM), Kamis (23/9).

Berdasarkan data assesmen level Covid-19 di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo sudah turun menjadi PPKM level 2. Sesuai peraturan PPKM yang berlaku untuk level 2 bahwa sektor pertunjukkan seni dan budaya sudah bisa dilaksanakan dengan beberapa ketentuan.

“Dengan disiplin dari semua pihak dan vaksinasi, kita semua akan mampu menyelamatkan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara bersama-sama,” kata Sigit menambahkan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarto, menyatakan dukungannya pada penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo saat level PPKM di Jawa Timur sudah turun ke level dua dan satu.

“Semoga apa yang dilakukan Jazz Gunung turut mengangkat kembali wisata di daerah tersebut dengan prokes ketat yang diterapkan,” pinta Sinarto.

Jazz Gunung Bromo 2021 berlangsung di amphiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, menampilkan Ring of Fire Project feat. Fariz RM, JANAPATI (Dewa Budjana dan Tohpati), Dua Empat, Surabaya Pahlawan Jazz, dan The Jam’s (Otti Jamalus dan Yance Manusama.

Penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo ini dengan kapasitas penonton maksimal 25 persen atau setara 500 penonton. Tiket bisa didapatkan di www.jazzgunung.com dengan tarif Tribune Rp 750.000, VIP Rp 1.000.000 dan VVIP Rp 1.250.000.

Jazz Gunung Indonesia merupakan jazz bernuansa etnik yang digelar di amphiteater terbuka di destinasi wisata kawasan pegunungan. Selain menampilkan pertunjukan musik, juga bertujuan sebagai promosi tempat wisata.

Jazz Gunung Indonesia pertama kali digelar dengan judul Jazz Gunung Bromo (2008), kini menjadi serangkaian acara musik, seperti Jazz Gunung Ijen (2020), Jazz Gunung Toba dan Jazz Gunung Burangrang. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Rio Gebze Curhat Lewat Single ‘Jangan Kembali’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Musik tidak dapat dilepaskan dari pengalam hidup pribadi. Sudah banyak penyanyi Tanah Air menciptakannya jadi karya musik yang enak didengar di masa pandemi.

Salah satunya penyanyi pendatang baru kelahiran Subang, Rio Gebze, yang mencurahkan perasaan terdalamnya saat menyanyikan single berjudul ‘Jangan Kembali’.

Sebuah lagu pop bernuansa mellow, Rio Gebze ciptakan berdasarkan pengalaman nyata dirinya diselingkuhi istrinya. Meski Rio Gebze sudah move on bersama pasangan yang sekarang, namun bisa menuangkan rasa hatinya menjadi karya lagu yang pedih mengigit.

“Lagu ini adalah cerita nyata hidup gue saat mantan selingkuh dengan dengan teman sendiri. Makanya waktu nulis lagu dan lirik, feel-nya dapat banget,” jelas Rio Gebze, saat mengenalkan single ‘Jangan Kembali, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/9).

Pada waktu yang bersamaan, lagu dan video klip ‘Jangan Kembali’, sudah bisa dinikmati para pecinta musik melalui stasiun radio dan kanal youtube Positif Art Musik.

Proses penggarapan single yang diproduksi Positif Art Music ini, Rio Gebze bersama produser Sujana dan Executive Produser Aini Gebze Pattihahuan.

Selain itu, ia juga mendapat dukungan para musisi ternama Indonesia. Mereka adalah  Irwan Simanjuntak sebagai komposer musik serta Bowo Soulmate pada vocal director, Andre Dinuth (gitar), Rayendra Sunito (drum), Adit (bass).

Single perdana ‘Jangan Kembali merupakan langkah awal Rio Gebze untuk serius di dunia musik. Karya-karya terbaru yang menggabungkan antara lirik tentang cinta dengan musik ala Rio Gebze akan terus dihadirkan. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending