Connect with us

Sinetron

Gara-gara Akting Sebagai Pelakor, Hana Saraswati Pernah Dicubit Ibu-ibu

Published

on

Kabarhiburan.com – Sejak hadir di layar SCTV pada pertengahan Januari silam, sinetron Buku Harian Seorang Istri (BHSI), hingga kini sudah melewati 160 episode dan berhasil menyita perhatian masyarakat.

Akting para aktor dan aktris muda, seperti  Zoe Jackson, Cinta Brian, Antonio Blanco dan Hana Saraswati, terbukti mampu mengaduk-aduk emosi penontonnya.

Salah satunya, akting Hana Saraswati yang berperan sebagai Alya Wijaya Kusuma, begitu meresap dan mendapat sorotan dari pemirsa.

Penonton dibuatnya jengkel pada karakter Alya yang dimainkan Hana sebagai pelakor, belakangan menjadi pendendam.

“Tidak terhitung lagi banyaknya umpatan dan makian yang penonton kirimkan lewat media sosial. Bahkan, aku pernah dicubit ibu-ibu yang gemes pada sosok Alya yang aku perankan,” ujar Hana Saraswati sambil tertawa, dalam wawancara virtual, Jumat (7/5).

Hana memang begitu piawai berakting sebagai pelakor. Ia juga berhasil  menghidupkan cerita prahara keluarga Dewa Buana (Cinta Brian) dan Nana (Zoe Jackson), yang menikah karena terpaksa.

Bagi Hana, Buku Harian Seorang Istri adalah sinetron kesekian kali dirinya kebagian peran sebagai pelakor, pendendam alias sosok wanita jahat.

Situasi ini, lalu menerbitkan keinginan Hana untuk sesekali merasakan akting sebagai wanita baik-baik. Setidaknya untuk membuktikan wajah yang menurutnya jutek, bisa kok, jadi wanita baik-baik.

“Tantangan terbesarku, gimana agar mukaku yang jutek ini jadi kelihatan melas, jadi happy, gitu,” pinta perempuan berusia 24 tahun ini.

Meski langganan peran sebagai wanita jahat, Hana keberatan kalau akting tersebut dijadikan sebagai representasi dirinya di dunia nyata. Hana mengatakan bahwa peran sebagai Alya di sinetron dan dirinya di kehidupan nyata, beda jauh.

Baginya, sosok Alya tak lebih dari sekadar peran, yang di dalamnya perlu penghayatan dan totalitas berkarya.

“Aku gak akan punya mental yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan. Bagiku, kalau sudah tidak bisa, ya tidak usah. Sebaliknya, Alya akan berusaha terus untuk mencapai tujuan,” jelas Hana, yang kini giat kuliah disela-sela waktu syuting.

Terlepas dari hal tersebut, Hana Saraswati mengaku masih dapat mengambil sifat positif dari karakter Alya.

“Salah satunya, tentang semangat dan kegigihannya yang sangat luar bisa. Karena Alya memiliki jiwa pantang menyerah,” katanya.

Hana tidak memungkiri bahwa peran sebagai Alya, menjadi salah satu yang peran antagonis yang paling berkesan baginya. Alasannya, selain scenenya banyak, setiap scene memerlukan permainan emosi naik turun dalam waktu cepat.

“Dalam satu scene yang singkat saja bisa empat emosi yang harus ditampilkan. Itu memerlukan energy yang banyak. Sekaligus berkesan, sih,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kisah dalam Buku Harian Seorang Istri, konflik baru muncul setelah Dewa Buana dijebloskan ke penjara. Ibunda Dewa yakni Farah (Dian Nitami) mulai tidak suka kepada Nana, menantunya yang belum juga memperoleh keturunan.

Farah lalu bersekongkol dengan Alya untuk memisahkan Dewa dan Nana. Pucuk dicinta ulam tiba. Alya yang masih mencintai Dewa, langsung menyambut rencana tersebut. Karena dendam, Alya ingin menghancurkan rumah tangga Dewa dan Nana.

Sebelum Dewa menikah dengan Nana, Alya yang menjadi sekretaris Dewa, sekaligus kekasih. Hubungan mereka hancurgara-gara Dewa terpaksa menikah dengan Nana. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

Aliando Syarief Diantara Sitha Marino dan Prilly Latuconsina

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Nama Aliando Syarief kembali menjadi perbincangan, sejak memerankan Darwin dalam sinetron Keajaiban Cinta. Sinetron unggulan SCTV ini tayang setiap hari, pukul 21.30 WIB.

Ali, demikian panggilan akrabnya, dipasangkan dengan Sitha Marino yang memerankan Tiana. Keduanya baru pertama kali beradu akting di judul yang sama, yakni Keajaiban Cinta, yang mengisahkan tentang kisah cinta yang terbentur pertikaian dua keluarga.

Mereka berhasil memadukan chemistry yang pas sebagai pasangan yang dimabuk asmara, membuat penonton merasa terhibur.

“Alhamdulillah, situasi tersebut membuat bisa orang terhibur dalam konflik masing masing berbeda di sinetronnya. Mungkin konflik-konflik yang mewakili seseorang juga,”  kata Aliando Syarief, dalam jumpa pers virtual, Kamis (17/6).

Aliando dan Sitha Marino

Bahkan, tidak sedikit diantara penonton yang menyandingkan akting Aliando dan Sitha Marino itu dengan akting Aliando dan Prilly Latuconsina dalam sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (2014).

Namun, Aliando menjawab bahwa karakter yang dimainkan pada kedua sinetron tersebut sangat berbeda.

“Perbedaannya jauh. Kalo sama Prilly konfliknya sama tapi bukan keluarga. Gue vampire tuh, dia (Prilly) kan manusia. Sekarang sama Sitha, keluarga yang jauh namun saling cinta. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Kian Akrab dengan Aliando Syarief, Sitha Marino: Aku Jadi Lebih Enak

Published

on

By

Sitha Marino dan Aliando Syarief (Foto: Instagram)

Kabarhiburan.com – Mendulang prestasi di arena olah raga basket, aktris dan penyanyi Sitha Marino kini memasuki dunia peran di sinetron. Pilihannya adalah Keajaiban Cinta SCTV.  Sitha beradu akting dengan Aliando Syarief, yang namanya melejit melalui sinetron Ganteng-Ganteng Serigala.

Seperti judulnya, mereka menjalin hubungan sebagai kekasih dan berjuang untuk selalu bersama di tengah permusuhan keluarga. Inilah yang membuat penonton penasaran untuk terus mengikuti kisahnya di sinetron Keajaiban Cinta, setiap hari, pukul 21.30 WIB.

Keduanya tampak serasi membawakan adegan mesra. Chemistry diantara keduanya kuat sekali, meski baru pertama kali dipasangkan dalam sinetron. Situasi ini membuat kepo penggemarnya.

Sitha akhirnya memberikan konfirmasi bahwa dirinya sempat kesulitan menemukan chemistry dengan Aliando. Tapi itu hanya berlangsung pada 3-4 episode awal.

“Aku buat dapat chemistry sama Ali (sapaan akrab Aliando Syarief, Red.) butuh 3-4 episode. Awalnya masih maksain gitu,” ujar Sitha dalam acara Press Tour Virtual Lokasi  ke Syuting Keajaiban Cinta, Kamis (3/6).

Namun tidak berlangsung lama. Seiring dengan waktu, keduanya kian akrab berkat sering ngobrol dan diskusi pada setiap adegan. Hasilnya?

“(Episode) Lima ke atas ngalir banget sih. Aku seneng banget. Pas ngobrol berdua, jadi tahu satu sama lain. Semenjak itu aku jadinya lebih enak,” jelas Sitha yang diamini Aliando.

Meski Sitha belum menemukan chemistry, keduanya bersikap professional untuk memberikan tontnan terbaik bagi penonton.

“Kita ngatasinya being professional. Kami tahu, disini kami bikin sesuatu,” jelas Aliando. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Aliando Syarief Ceritakan Kesan Pertama di Lokasi Syuting ‘Keajaiban Cinta’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Meet and Greet All Stars melalui Vidio.com – pilih Live – pilih Meet anda Greet Sinetron All Stars Sinetron Unggulan SCTV digelar pada Sabtu 29 Mei 2021 sore.

Seperti judulnya, program akhir pekan kali ini menghadirkan para bintang sinetron unggulan SCTV. Mereka adalah  Aliando Syarief, Erdin Werdrayana dan Sitha Marino (Keajaiban Cinta); serta Stefan William, Immanuel Caesar Hito dan Michelle Ziudith dari sinetron Badai Pasti Barlalu.

Kehadiran mereka dihadapan ribuan SCTV Fevers, menjadi topik perbincangan para bintang Dari Jendela SMP: Sandrinna Michelle dan Rey Bong, serta Zoe Jackson dan Cinta Brian (Buku Harian Seorang Istri).

“Keren banget, ada Kak Aliando yang kembali syuting sinetron lagi,” celetuk Rey Bong, yang mengaku telah menyaksikan sinetron Keajaiban Cinta dan Badai Pasti Berlalu.

Aliando mengatakan, sinetron yang dibintanginya telah menyelesaikan proses syuting untuk episode ke-16. Sejauh ini, kata Aliando, dirinya bersama Sitha Marino lebih banyak ngobrol dan nyanyi bareng guna membangun chemistry.

“Seru banget dan Alhamdulillah berjalan lancar,” ujar Aliando, yang kehadirannya juga menarik perhatian Alfiah, salah satu penonton yang hadir dalam Meet and Greet kali ini.

Tanpa malu-malu, Alfiah melontarkan kekagumannya pada sosok ganteng Aliando, yang sempat vakum selama dua tahun. Bagaimana menyesuaikan diri pada proses syuting?

“Butuh beradaptasi lagi dan sempat kaget, karena menyesuaikan kondisi pandemi yang memerlukan swab test setiap minggu,” jawab Aliando, yang menambahkan dirinya ingin terjun ke duania musik.

Sirik Banget

Tidak mau ketinggalan Zoe Jackson yang bermain di sinetron Buku Harian Seorang Istri. Ia mengaku iri dengan syuting Badai Pasti Berlalu yang berlokasi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

“Kami juga sempat nonton bareng di lokasi syuting episode perdananya, gak sempat nonton banyak sih. Sirik banget, jujur, karena syutingnya di Bajo,” ujar Zoe Abbas Jackson.

Berbeda dengan lawan mainnya, Cinta Brian, justru menyambut kehadiran Michelle Ziudith di Meet and Greet.

“Terasa istimewa karena kehadiran pemain sinetron Badai Pasti Berlalu, yang ada si cantik Michelle Ziudith,” kata Cinta Brian, yang juga mengagumi proses syuting di Labuan Bajo yang indah.

Pujian tersebut membuat Ziudith melebarkan senyumnya, termasuk ketika Erdin Wedrayana melontarkan pujian senada.

“Saya akan menerima syuting sinetron maupun film selama bisa bersama Michelle Ziudith,” ungkap pemeran Bastian Alvino dalam sinetron Keajaiban Cinta. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending