Connect with us

Lifestyle

‘Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia’, Seribu Semangat Usir Covid-19

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pandemi global Covid-19 yang melanda Indonesia telah membuat situasi menjadi tidak menentu. Situasi ini telah melecut semangat solidaritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia. Salah satunya berhimpun dalam ‘Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia’.

Belum sepekan sejak bergulir, ‘Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia’ langsung mendapat apresiasi positif dari para tokoh masyarakat lintas profesi dan public figure. Mereka sepakat untuk menyebarkan semangat memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yang belum ada obatnya tersebut dengan caranya masing-masing.

Sebut saja diantaranya, Raffi Achmad, Sylvia Sartje, Aszka Arief Rahman, Rebecca Reijman, Ancho Hatta, Faris, Intan Zari, Lingga Suri, Faris, Ayu Azhari, Andy Soraya, Paramitha Rusady, Vicky Prasetyo dan masih banyak lagi yang nama sudah terhimpun dalam grup chat Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia.

“Ayo, kita galang semangat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia tercinta. Kita dedikasikan untuk bangsa yang peduli kemanusiaan, hebat bermartabat di mata dunia,” pinta Ayu Azhari, seperti ditulis dalam grup chat tersebut, pada Selasa (31/3).

Melalui video conference yang berlangsung Senin (30/3), ‘Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia’ menyebut bahwa penggalangan dana yang dilakukan bakal disalurkan bagi penanganan dampak covid-19 di Indonesia.

Ancho Hatta, salah seorang tim penggagas ‘Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia’ menyebutkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan nomor rekening yang diperlukan.

“Rekening yang akan digunakan akan digulirkan pada Jumat (4/4) mendatang, tapi beberapa sudah mulai mengumpulkan dana yang diperoleh dari kegiatan lelang, contohnya Rebecca Reijman,” ujar Ancho Hatta kepada awak media.

Di tempat yang sama, lady rocker Sylvia Sartje, mengatakan bahwa pencantuman nominal Rp 1000 dalam gerakan ini bukan dari angka semata. Melainkan semangat, karya dan himbauan kepada masyarakat.

“Seribu disini bukan hanya seribu rupiah, tapi bisa seribu semangat, seribu karya, seribu bantuan dan serba seribu lainnya. Aku cenderung kepada himbauan agar tidak terlalu fokus pada berita yang ada namun belum tentu benar. Mari Jaga jarak, stay at home, jangan panik dan tetap semangat,” pinta Sylvia Sartje.

Intan Zari, seorang road manager dan manager artist yang kini bermukim di Belanda turut bergabung dalam Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia.

Intan mengaku tengah mengelola yayasan dan menyisihkan hasil kerjanya ke berbagai pedesaan di Indonesia, salah satunya ke Wonosari, DIY.

“Saat ini ada wabah covid-19, saya akan menyisihkan dari yang saya dapatkan sejak Januari 2020 silam untuk Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia,” ujar Intan Zari.

Anjuran social distancing menyusul penyebaran covid-19 telah membuat influencer seperti Linggasuri lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk meneruskan anjuran pemerintah, di antaranya upaya jaga jarak.

“Saya bukan tim medis atau dokter. Yang bisa saya lakukan hanya bahu-membahu agar wabah ini tidak menjadi besar. Menyerukan dan mengawasi agar jangan panik dan mengajak lebih aware dengan penyebaran virus covid-19,” tandasnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Sahabat Kartini dan SDG’s LIRA Sambangi Korban Banjir Ciliwung Saat Pandemi Covid-19

Published

on

By

Berlatar belakang permukaan Ciliwung dan limpahan lumpur, dua warga Pejaten Timur mengapit Fatma Nissa, bendahara Yayasan Sahabat Kartini.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Nestapa masih saja menaungi warga yang mendiami bantaran Ciliwung di RT 4 RW 5 Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka selalu terdepan menjadi korban banjir manakala Ciliwung meluap, seperti yang berlangsung Rabu (20/5) malam.

Hingga keesokan hari, warga masih sibuk membersihkan rumah yang mereka tempati berikut perabot rumah tangga yang luluh lantak tersapu luapan air setinggi 150 Cm. Sementara di ujung gang sempit, persis di pinggir Ciliwung, terlihat ratusan kubik lumpur belum tertangani.

Derita mereka seakan tiada habisnya. Saat negeri ini diterpa pandemi Coviid-19, mereka pun terimbas dampaknya. Banyak yang tidak lagi bisa mencari nafkah untuk keluarga.

Kesanalah, Komunitas Sahabat Kartini dan Yayasan Bahiira, dua organisasi perempuan pimpinan Rani Anggraini Safitri hadir untuk menyapa warga sekaligus berbagi kasih.

“Musibah bertubi-tubi menimpa mereka. Selain terdampak pandemi, warga masih terkena musibah banjir. Kami hadir untuk membantu meringankan beban warga disini,” ujar Fatma Nissa Assegaf, selaku bendahara Komunitas Sahabat Kartini yang hadir memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir, Kamis (21/5).

“Saat ini kami memberikan bantuan berupa peralatan mandi dan kebersihan serta paket sembako bagi 100 Kepala Keluarga yang terdampak banjir,” ujar Fatma saat menyerahkan secara simbolis bantuan yang dibawanya.

Ketua SDG’s LIRA Hana Hasanah (kedua dari kanan) ikut menyapa warga Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Hana Hasanah Fadel selaku ketua organisasi SDG’s LIRA. Ia ikut blusukan untuk menyapa satu demi satu warga.

Kehadiran Fatma Nissa Asegaf dan Hana Hasanah mendapat sambutan positif oleh Mardiana, mewakili warga setempat.

“Ini pertama kalinya kami terkena bencana yang berbarengan dengan wabah Covid-19 . Jadi dobel-dobel,” ujar Mardiana.

“Biasanya kami hadapi bencana ini dengan ikhlas saja, tapi saat ini kami benar-benar lagi diuji,” ujar Mardiana yang mengaku belum punya pilihan lain, selain tetap bertahan tinggal di bantaran sungai Ciliwung.

“Disini kami tinggal di rumah sendiri, namun kalau ada dana, sih, kami mau saja pindah. Tapi ya mau gimana lagi saat ini, apa-apa terasa sulit,” ujar Mardiana pasrah. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Lifestyle

Gerakan Peduli Jurnalis Bersama RBM Goat Milk Tuntaskan Aksi Berbagi Donasi

Published

on

By

Agus Ahaya selaku Direktur RBM Goat Milk ikut merasakan sensasi berbagi kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Kabarhiburan.com, Jakarta – RBM Goat Milk menggandeng Gerakan Peduli Jurnalis (GPJ) untuk mendistribusikan 350 makanan berbuka puasa kepada pengemudi ojek online, taksi dan mikrolet, serta pemulung di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (21/5).

Selain makanan, masyarakat juga mendapatkan masker unik karya desainer Migi Rihasalay, yang dibagikan dengan prosedur physical distancing sesuai anjuran pemerintah.

Kegiatan ini sekaligus menandai aksi GPJ berbagi kepada masyarakat dan para jurnalis terdampak Covid-19 selama bulan Ramadan 1441 H.

Menariknya, Agus Ahaya Mile selaku Direktur RBM Goat Milk ikut merasakan sensasi berbagi. Ia turut serta bersama relawan GPJ membagikan satu demi satu paket nasi berbuka puasa kepada masyarakat yang antre.

Kegiatan serupa telah dilakukan RBM selama masa pandemi. Mereka membagikan paket sembako bagi masyarakat di berbagai titik distribusi.

“Suatu kebanggaan bagi RBM, kini bisa berbagi bersama Gerakan Peduli Jurnalis. Selama bulan Ramadan ini, kami juga berbagi 500 nasi box untuk berbuka puasa, setiap harinya,” ujar pria berkacamata ini.

Sama seperti seperti harapan seluruh umat manusia di dunia, Agus juga berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Saya mengajak masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah, yakni konsisten menjaga jarak, mengenakan masker dan sering mencuci tangan, guna memutus penyebaran pandemi Covid-19,” pinta Agus.

Kegiatan berbagi makanan berbuka puasa dan masker tersebut, sekaligus menjadi wujud rasa syukur GPJ telah melaksanakan amanah para donatur yang memercayakan donasi melalui GPJ sepanjang Bulan Suci Ramadan 1441 H.

“Dalam kesempatan ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada panitia atas kerja keras serta kerjasamanya, hingga gerakan Peduli Jurnalis berjalan lancar,” ujar Ketua Gerakan Peduli Jurnalis, Andi Arief.

Wakil Ketua GPJ, Gilbert Silaen menambahkan bahwa GPJ masih memiliki sejumlah rencana aksi sosial selepas Lebaran nanti.

“Semoga semuanya berjalan lancar kedepannya,” ujar Gilbert. (Tumpak Sidabutar/KH).

Continue Reading

Lifestyle

Berbagi di Tengah Pandemi, Wali Band Serukan ‘Indonesia Jangan Terserah’

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Wali Band bersama tim manajemen Wali Care menggagas pemberian bantuan untuk meringankan beban masyarakat, termasuk jurnalis yang terhimpit oleh pandemi Covid-19.

Dalam menyalurkan bantuan, Wali Care menggandeng Gerakan Peduli Jurnalis (GPJ) untuk mendistribusikan bantuan agar tepat sasaran.

Apoy membenarkan bahwa dampak Covid-19 dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk musisi dan jurnalis.

“Termasuk kami para musisi dan juga rekan-rekan jurnalis,” imbuh Apoy dan kawan-kawan yang ikut menyalurkan donasi senilai Rp 10 juta. Secara simbolis donasi diterima oleh Oktra Z. relawan GPJ, di kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, baru-baru ini.

“Jurnalis merupakan bagian dari perjalanan hidup Wali Band, sudah seperti keluarga. Jadi, tetap semangat yang rekan-rekan jurnalis,” pinta gitaris Wali Band yang ditemui di Kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat baru-baru ini.

Seluruh personil Wali Band mengajak semua pihak agar berdoa dan saling mendukung supaya pandemi ini segera berakhir.

“Mari kita semua berdoa agar pandemi ini segera berlalu. Indonesia Jangan Terserah,” seru Apoy yang didukung semua personil Wali Band lainnya.

Berdonasi juga dilakukan Stun Inc Public Relation. Mereka mendonasikan Rp 10 juta melalui GPJ untuk  disalurkan bagi jurnalis terdampak Covid-19.

Tidak ketinggalan Gloskin memberikan partisipasi dalam gerakan ini. Dr. Nanang, pimpinan klinik kecantikan ini mengaku prihatin atas kondisi masyarakat akibat pandemi saat ini.

“Kami ingin ikut berbagi dan peduli bagi teman-teman jurnalis yang juga terdampak akan pandemi Corona ini,” ucap dr Nanang.

Andi Arief selaku Ketua GPJ menyambut positif atas kekepercayaan yang diberikan oleh para donatur kepada GPJ.

“Terima kasih, Wali Band, Stun Inc Public Relation dan Gloskin.  Semua bantuan akan kami teruskan kepada teman-teman yang berhak,” ujar Andi.

Selanjutnya, GPJ mendistribusikan bantuan bagi 100 jurnalis terdampak covid-19. Bantuan diberikan dalam bentuk bahan makanan dan THR (Tunjangan Hari Raya).

Pembagian donasi bagi jurnalis yang sudah memasuki tahap keempat ini, berlangsung Senin (18/5) dan Selasa (19/5), di Posko Peduli Jurnalis, di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending